Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 79


__ADS_3

"Baiklah kamu bisa tinggal di sini" ucap Lukas.


Tok


Tok


"Mungkin itu dia" bisik Julia.


"Kesini masuk lah ke dalam selimut" ucap Rega.


"Hah gila" ucap Julia.


"Ayo Jul kami takut mereka masuk" ucap Lukas.


Julia terpaksa masuk kedalam selimut yang sekarang ada Rega juga disana yang sedang menggunakan selimut.


"Buka" teraik orang itu dari luar.


"Siapa" tanya Lukas saat sudah membuka pintunya.


"Gue cari wanita rambutnya panjang, kau lihat" tanya preman itu.


"Gak lihat" ucap Lukas.


"Awas kalau bohong" tanya nya.


"Bohong apa" ucap Lukas.


Preman itu dengan tidak sopan masuk kedalam kosan Lukas, namun Preman itu melihat Rega yang sedang memeluk Julia yang sedang di selimuti oleh selimut.


"Jangan sembarangan masuk pak" ucap Rega.


Preman itu langsung pergi dari sana tanpa berkata kata lagi.


"Lain kali kalau masuk rumah baik baik pak" ucap Lukas yang langsung menutup pintunya.


Julia langsung keluar dari selimut dan mendorong Rega yang baru saja memeluknya di balik selimut.


"Jangan peluk peluk" ketus Julia.


"Maaf tadi aku terpaksa" ucap Rega.


"Bilang saja kesempatan dalam kesempitan" ucap Julia.


"Julia kenapa kamu bisa di kejar sama preman" tanya Lukas.


"Tuan ceritanya panjang" ucap Julia.


"Oke" ucap Lukas.


"Tuan tolong bantu aku" ucap Julia.


"Kamu bisa tidur di sini kami janji gak akan melakukan apa apa pada kamu" ucap Lukas.


"Ya kak kau benar" ucap Rega.


"Tapi tempat ini sempit kita gak akan muat bertiga" ucap Julia.


"Lagi pula aku takut kalau bersama kalian" ucap Julia lagi.


Lukas mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Raya.


Sedangkan Raya yang sekarang sedang tidur pun jadi terbangun karena mendengar suara dari ponselnya.


"Siapa" tanya Rayhan.


"Tuan Lukas" jawab Raya.


"Mau apa Lukas menelpon istri orang malam malam" ucap Rayhan.


📞📞


"Ya tuan ada apa" tanya Raya.


"Nona ada teman anda datang ke kosan saya dia di kejar preman" ucap Lukas.


"Julia" ucap Raya.


"Boleh aku bicara dengannya" tanya Raya.


Lukas menyodorkan ponselnya pada Julia.


"Ray" ucap Julia.


"Kenapa Jul" tanya Raya.


"Ray ada preman yang mengejar aku" ucap Julia.


"Lalu kamu bagaimana sekarang" tanya Raya.


"Aku datang ke kosan ini, aku minta tolong pada mereka" ucap Julia.


"Baiklah kamu di sana saja besok pagi aku akan kesana" ucap Raya.


"Baiklah" ucap Julia.


Julia mengembalikan ponselnya pada Lukas.


"Tuan Lukas tolong jaga Julia" ucap Raya.


"Baik Nona" ucap Lukas.


📞📞


"Kau boleh tidur di sini" ucap Lukas.


"Tapi bagai mana kalau kalian melakukan apa apa padaku" ucap Julia.


"Kalau terjadi apa apa, kau tau kan Nona Raya" ucap Lukas.


"Ya" ucap Julia.


"Tidurlah, Rega kau tidur di sini dengan ku" ucap Lukas.


"Baik kak" ucap Rega.


Pagi harinya Raya sudah bersiap karena semalaman Raya sangat cemas pada Julia yang sekarang berada di kosan Lukas, walau Raya fikir aman tapi tetap saja Lukas laki laki jadi wajar saja kalau Raya akan cemas.


"Raya sudah siap" tanya Rayhan.


"Sudah pak ayo kita ke kosan tuan Lukas" ucap Raya.


"Buat apa" tanya Rayhan yang gak tau masalahnya.


"Pak Ray, Julia ada di kosan tuan Lukas aku takut" ucap Raya.


"Apa kau membiarkan Lukas mengasuh anak perawan orang lain" tanya Rayhan.


"Aahh pak Ray jangan buat aku takut" ucap Raya.


"Raya aku percaya pada Lukas lalu bagai mana dengan Rega" ucap Rayhan.


"Aahh bagai mana ini" ucap Raya semakin cemas saja.


"Tenang kita akan kesana sekarang" ucap Rayhan.


Mereka berdua langsung tancap gas pergi ke kosan Lukas karena cemas pada Julia.


Sesampainya di kosan Lukas, Raya langsung turun dan mendekat pada kamar kosan Lukas.


Tok


"Tuan Lukas" sahut Raya.


Dengan cepat Lukas membukakan pintu.

__ADS_1


"Nona akhirnya kau datang" ucap Lukas.


"Dimana Julia" tanya Raya.


"Di dalam" jawab Lukas.


Raya langsung masuk kedalam kosan Lukas dan Raya melihat Julia yang sedang meminum kopi bersama dengan Rega.


"Jul" ucap Raya.


Julia menatap pada Raya.


"Raya" ucap Julia yang langsung memeluk Raya.


"Syukurlah kau baik baik saja, apa mereka tak melakukan apa apa pada mu" tanya Raya.


"Tenang saja Raya, mereka baik" ucap Julia.


"Syukurlah aku cemas semalaman Julia" ucap Raya.


"Aku takut Ray, preman itu preman yang sama yang malam itu mengejar kita" ucap Julia.


"Kau masih pakai baju cafe" tanya Raya.


"Ya aku baru pulang lalu aku di kejar dan aku lihat hanya kosan ini saja yang lampunya nyala" ucap Julia.


"Hah bagai mana sekarang Jul, pindah saja jangan bekerja di cafe itu" ucap Raya.


"Tapi Ray hanya ini pekerjaan yang bisa aku dapatkan" ucap Julia.


"Wah Lukas kau tidur semalaman dengan gadis cantik" ucap Rayhan.


"Tuan bahkan aku tak memegangnya dia galak tuan" ucap Lukas.


"Baguslah kalau begitu kau adalah pahlawan" ucap Rayhan.


"Pahlawan apa" tanya Lukas.


"Pahlawan kesiangan" ucap Rayhan.


"Tuan" ucap Lukas kesal.


"Raya apa kau akan membawa Julia" tanya Rayhan.


"Kak biar kan Julia bersama dengan ku" ucap Rega.


"Enak saja, ogah aku" ucap Julia ketus.


"Sombong, semalam saja aku peluk kau gak marah" ucap Rega.


"Apa kalian pelukan" tanya Raya.


"Tidak Nona semalam preman nya kemari dan mau bagaimana lagi Julia sembunyi di balik selimut dan Rega memeluknya layaknya guling" ucap Lukas.


"Awas kalau kau memegang Julia" ancam Rayhan pada Rega.


"Tidak kak" ucap Rega.


Pukul delapan pagi Rayhan mengantar Rega untuk di periksa sedangkan Lukas sudah berada di kantor karena banyak pekerjaan, bahkan tadi Raya sudah mengantar Julia ke perusahaan mamahnya supaya Julia bisa kerja di sana.


Rayhan masuk ke ruang pemeriksaan, Dokter memeriksa Rega sedang sangat teliti apa lagi sekarang banyak sekali perkembangan yang di rasakan Rega.


"Bagai mana Dok" tanya Rayhan.


"Tuan Ray, perkembangan nya cukup bagus. Saya yakin kalau sebentar lagi Rega akan mengingat kembali, saya saran kan ajar dia ke tempat di mana dulu pernah sering dia datangi" ucap Dokter.


"Ya aku sudah bawa dia tapi katanya kepalanya pusing" ucap Rayhan.


"Jangan di paksakan sedikit sedikit saja" ucap Dokter.


Rayhan berpamitan pulang karena pemeriksaanya pun juga sudah selesai sekarang, Rayhan berniat hendak kembali ke kantor karena banyak pekerjaan.


Namun suara ponsel menganggu Rayhan.


"Zia" gumam Rayhan.


📞📞


"Kak" teriak Zia saat panggilannya sudah tersambung.


"Ada apa Zia" tanya Rayhan.


"Kak mamah dan papah di culik" teriak Zia panik.


"Di culik bagai mana" tanya Rayhan.


"***** nomor plat mobil yang menculik mamah dan papah, ayolah kak cari mamah dan papah" ucap Zia.


"Baik lah kakak akan mencarinya" ucap Rayhan.


📞📞


"Siapa yang berani menculik mamah" gumam Rayhan.


Rayhan mengirim pesan pada Elpan karena dia ingin meminjam heli kopter punya Elpan untuk mencari mamah dan papahnya,


Karena mereka berteman sudah lama jadi sudah tak ada lagi rahasia di antara mereka.


{ heli kopter akan datang} pesan dari Elpan.


Rayhan menunggu di lapangan taman kota itu, dan benar saja heli kopter datang kesana dan menyodorkan tali pada Rayhan, Rayhan naik ke atas dengan tali itu.


"Naik Ray" teriak Elpan dari atas.


"Ke kampung ****" ucap Rayhan.


Rayhan mengambil ponselnya dan secepatnya menghubungi anak buahnya.


📞📞


"Ke kampung **** sekarang mamah dan papah ku sekarang di culik" ucap Rayhan.


"Baik tuan".


" cari tau juga plat nomor mobil **** karena yang adik ku katakan itu nomor plat mobil yang menculik orang tua ku" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap anak buah Rayhan.


📞📞


Rayhan sangat cemas karena baru kali ini dia merasakan orang tuanya di culik padahal yang Rayhan tau selama dua belas tahun ini tak ada yang berani pada orang tua Rayhan.


Bahkan mungkin tak ada orang yang tau keberadaan orang tua Rayhan karena memang sengaja berada di kampung karena menjauh dari orang orang.


"Aku yakin orang itu bukan orang sembarangan" ucap Rayhan.


"Apa sebelumnya ada yang pernah menculik keluarga mu" tanya Elpan.


"Tidak ada" ucap Rayhan.


"Tak apa ada aku yang akan membantu mu" ucap Elpan.


"Oh ya aku lupa menghubungi Lukas" ucap Rayhan.


📞📞


"Ya tuan" tanya Lukas.


"Lukas aku lupa tadi aku meninggalkan Rega dan mobil di taman kota, tolong kamu datang kesana dan bawa mobil dan Rega ke kantor" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


"Oh ya jangan lupa handle juga pekerjaan kantor karena aku sedang mengejar penculik" ucap Rayhan.


"Siapa yang di culik tuan" tanya Lukas.

__ADS_1


"Orang tua ku" ucap Rayhan.


📞📞


Rayhan melihat jalanan dari arah atas dan itu sangat lah sudah.


"Apa kau tanya kan pada adik mu kalau mobilnya warna apa" tanya Elpan.


"Aku tak bertanya" ucap Rayhan.


"Tanyakan sekarang" ucap Elpan.


📞📞


"Zia mobilnya warna apa" tanya Rayhan.


"Mobilnya tiga kak, pertama lamborgini warna merah dan keduanya Avanza warna hitam" ucap Zia.


"Kalau yang ber plat itu warna" tanya Rayhan.


"Warna hitam kak" ucap Zia.


"Baiklah" ucap Rayhan.


"Kak aku mohon tolong selamatkan mamah dan papah, aku yakin orang itu orang jahat kak" ucap Zia.


"Ya kakak akan cari" ucap Rayhan.


📞📞


Rayhan melihat lihat. Karena seingat Rayhan jalan kampung menuju kota itu hanya ada satu, jadi Rayhan bisa mencarinya di sekitar jalanan saja.


"Apa kau bawa Drone" tanya Rayhan.


"Dronenya di bawa adik ku" ucap Elpan.


"Yah lalu bagaimana cara kita mencarinya" ucap Rayhan.


Mencari plat mobil dari atas sangat lah susah karena plat mobil berada di depan dan belakang mobil bukan di atas.


"Bagai mana sekarang" tanya Rayhan.


"Aku gak tau Ray, bagai mana caranya" ucap Elpan.


Sedangkan di perusahaan saat ini Lukas akan ke taman yang Rayhan sebutkan, dia ber papasan dengan Raya yang baru saja datang setelah mengantar Julia mencari kerja.


"Tuan mau kemana" tanya Raya.


"Mau mengambil mobil tuan" jawab Lukas.


"Kenapa di ambil" tanya Raya.


"Tuan pergi ke kampung Nona karena orang tuanya di culik jadi tuan Ray menyimpan mobilnya di taman kota aku yakin tuan naik heli kopter" ucap Lukas.


"Apa mamah dan papah di culik" tanya Raya kaget sekali gus tak percaya.


"Mana mungkin mamah dan papah di culik" ucap Zia lagi.


"Benar Nona" ucap Lukas.


Raya langsung menghubungi Rayhan karena ingin menanyakan masalah ini pada Rayhan siapa tau saja salah.


📞📞


"Pak Ray benarkah mamah dan papah di culik" tanya Raya.


"Ya Raya" jawab Rayhan.


"Tolong selamatkan mereka pak Ray" ucap Raya.


"Ya Raya" ucap Rayhan.


📞📞📞


Sedangkan di dalam mobil lamborgini berwarna merah terdapat Dion adinata di dalamnya, dia sedang bahagia karena ahirnya dia bisa bertemu lagi dengan Topan.


"Hahaha aku sudah menemukan Topan dan istrinya sekarang balas dendam ku akan sempurna" ucap Dion.


Flash back onn..


Dion adinata berhasil menemukan rumah kediaman Topan, setelah dua belas tahun tak ber temu akhirnya Dion menemukan juga.


Dion mengerbeg rumah Topan saat itu Topan dan istrinya sedang makan bersama, saat ini waktu menunjukan pukul 1 sore karena dalam perjalanan yang cukup jauh.


Brakk


"Siapa kalian" tanya Topan.


"Jangan banyak bac*t" ucap Dion.


"Tangkap mereka" titah Dion.


Topan dan Nita di ikat kaki dan tangannya juga mulutnya di tutup lakban, mereka di bawa secara paksa oleh anak buah Dion adinata.


"Hahahah" Dion tertawa.


Flash back off


Rayhan masih berada di atas dengan Heli kopter, Rayhan menatap ke bawah namun dia tak menemukan mobil yang di maksud oleh Zia.


"Apa perlu kita menyewa motor" tanya Elpan.


"Untuk apa menyewa motor" tanya Rayhan.


"Siapa tau saja kita butuh" ucap Elpan.


Di perusahaan Rayhan,


Raya sedang panik karena mertuanya sekarang sedang di culik, bahkan sejak tadi Raya tak fokus bekerja karena kepikiran terus.


Raya mencoba menghubungi Zia.


📞📞


"Kaka ipar" ucap Zia.


"Zia bagai mana sekarang apa mamah dan papah sudah ketemu" tanya Raya.


"Belum kak" ucap Zia.


"Bagai mana ini" ucap Raya cemas.


"Kakak tenang lah nanti kalau sudah ketemu aku akan beri kabar lagi" ucap Zia.


"Aku yakin pak Ray akan segera menemukannya" ucap Raya.


"Ya kak semoga saja bisa ketemu" ucap Zia.


📞📞📞


raya semakin cemas memikirkan ini apa lagi dia sangat takut terjadi apa apa pada mertuanya itu.


"ya alloh selamatkan mamah dan papah" ucap Raya seraya ber doa.


Raya menemui Lukas yang sekarang sedang berada di ruangannya, Raya menyerahkan beberapa berkas untuk Lukas revisi lagi.


"nona jangan cemas, tenang lah aku yakin tuan bisa menyelamatkan pak Topan dan Bu Nita" ucap Lukas.


"tuan Lukas bagai mana aku akan tenang sedangkan sekarang mertua aku sedang di culik, aku tak bisa bayangkan bagai mana keadaan dia sekarang" ucap Raya.


"tenang lah setelah selesai pekerjaan ini aku akan membantu tuan Rayhan menemukan bu Nita dan pak Topan" ucap Lukas.


"ya baiklah aku akan kembali ke meja kerja ku kalau ada apa apa panggil aku tuan Lukas, aku harap Pak Ray bisa segera menemukan mamah dan papah" ucap Raya yang langsung pergi dari sana.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2