
Selama di penginapan anak buah Rayhan tetap saja mengawasi gerak gerik orang orang, dan terlebih lagi mereka harus waspada karena takut terjadi sesuatu pada tuannya itu.
Sedangkan Rayhan sekarang sedang menghadiri meeting di salah satu hotel yang mengadakan tempat meeting room khusus.
Karena takut terjadi apa apa Rayhan juga membawa Raya ikut serta ke acara meeting itu.
"Terima kasih dan selamat datang pak Rayhan karena sudah berkenan hadir ke bali ke tempat saya" ucap pak Dendra klien Rayhan.
"Ya pak saya juga sangat senang karena bisa datang kemari" ucap Rayhan.
"Apa wanita itu, sekertaris anda" tanya Pak Dendra menunjuk pada Raya.
"Itu istri saya pak, kebetulan kami datang kesini juga ingin melaksanakan bulan madu kami yang sempat tertunda" ucap Rayhan.
Raya hanya tersenyum malu karena Rayhan membahas bulan madu mereka di depan orang banyak.
"Maaf jika kedatangannya menganggu kenyamanan anda pak" ucap Rayhan.
"Tak masalah" ucap Pak Dendra.
Tiba tiba wanita cantik dengan tubuh langsing bak gitar spanyol, datang kesana dan duduk di samping Rayhan.
Siapa lagi kalau bukan Jeni sekertaris Rayhan.
"Dia lagi" gumam Raya menatap wanita yang baru saja datang itu.
"Maafkan saya karena saya terlambat, tuan" ucap Jeni pada Rayhan.
"Pak Dendra kenalkan dia Jeni, sekertaris saya di perusahaan" ucap Rayhan.
"Hallo".
"Selamat sore pak" ucap Jeni.
"Bisa kita mulai presentasinya" tanya Rayhan.
"Silahkan tuan" ucap Pak Dendra.
Jeni maju kedepan dan mempresentasikan hasil file yang tadi Raya buat, namun Jeni tak paham dengan kata kata dari berkas itu.
Jeni menatap pada Rayhan meminta jawaban dari Rayhan.
"Apa hanya sampai sini" tanya pak Dendra.
"Tidak pak masih banyak, maafkan sekertaris saya" ucap Rayhan.
"Duduk" titah Rayhan pada Jeni dengan tatapan tajam.
"Biar aku yang kedepan karena ini juga file buatan aku" ucap Raya.
"Kau yakin" tanya Rayhan.
"Yakin".
" tuhan aku mohon jangan biarkan Raya melakukan kesalahan, kalau tidak aku akan rugi besar" batin Rayhan.
Raya mem presentasi kan setiap kata yang dia tulis di berkas itu, tanpa terlewatkan Raya membahas semuanya hingga pemasaran dan keuntungannya.
"Terima kasih" ucap Raya sambil membungkuk.
Rayhan hanya menatap istrinya itu sedang kagum, jika begini Rayhan sungguh merasa menyesal karena tak menerima Raya saat Raya akan melamar pekerjaan dahulu.
"Bagaimana pak" tanya Rayhan melihat wajah Pak Dendra yang terlihat di tekuk.
"Bagus, aku suka" ucapnya.
"Syukurlah kalau kau suka" ucap Rayhan.
"Aku suka pada penyampaian istrimu Pak Rayhan, sungguh dia sangat berbakat jika saja dia bukan istri anda mungkin saya sudah mempekerjakan dia" ucap Dendra.
"Terima kasih" ucap Raya tersenyum.
Sedangkan Jeni hanya menatap Raya dengan tatapan penuh kebencian karena harusnya sekarang Jeni lah yang ber presentasi dan mendapat pujian itu.
Tapi malah Raya yang mendapatkan segalanya.
Mereka semua mengobrol ringan sambil menikmati cemilan dan teh hangat.
__ADS_1
"Dimana anda tinggal pak Rayhan" tanya Dendra.
"Aku tinggal di penginapan ***" jawab Rayhan.
"Oh cukup jauh ya" tanya Dendra.
"Silahkan Nona di nikmati makanannya" ucap Dendra pada Raya.
"Terima kasih pak anda sangat baik" ucap Raya.
Sedangkan di sisi lain.
Aziya sekarang sedang mabuk berat bahkan anak buah yang memata matainya pun langsung turun tangan dan membawa Zia ke tempat yang aman.
Bukan hanya Zia anak buah Rayhan itu juga membawa Alena yang bersama dengan Zia dan dengan keadaan yang sama sama mabuk berat akibat minuman.
📞📞
..."Tuan Lukas tolong bantu saya, Non Zia dan satu wanita sekarang sedang meracau tak jelas" keluh anak buah Rayhan....
..."Baik aku kesana" ucap Lukas...
📞📞
Lukas langsung tancap gas kesana karena ingin memastikan kalau Zia baik baik saja,
"Huhh orang kaya" gumam Lukas menghina Alena.
Lukas datang ke diskotik yang berada tak jauh dari sana, dengan cepat Lukas mendekati mobil anak buahnya untuk melihat Zia dan Alena.
"Bagaimana kondisinya" tanya Lukas.
"Parah tuan, saat aku masuk aku di jambak dan di pukuli" ucap anak buah Rayhan itu.
"Biar aku yang masuk kedalam" ucap Lukas yang langsung masuk kedalam.
"Kau carikan jus lemon untuk mereka" titah Lukas.
"Baik tuan".
Lukas masuk lewat pintu pengemudi, Lukas melihat kalau mereka berdua sedang meracau tak jelas bahkan tak segan segan saat melihat Lukas Alena langsung menjambak rambut Lukas.
Zia memukul mukul kepala Lukas, walau pun tak terlalu keras tapi sangat sakit terasa oleh Lukas.
"Mereka jadi Gil*" gumam Lukas.
Karena bisa ilmu bela diri Lukas melepaskan kedua tangan wanita itu dan segera keluar dari mobil itu,
"Mereka tak war*s" ucap Lukas.
"Bukan tak war*s tuan tapi mereka ma buk" ucap anak buah Rayhan yang mengagetkan Lukas.
"Kau mengagetkan saja" ucap Lukas.
"Tuan maafkan saya jus lemon sedang kosong tuan, ada juga jus jerus sama mangga apa kita perlu membeli jus jeruk" tanya anak buah Rayhan.
"Kita beli saja tokonya" ucap Lukas.
"Baik tuan".
"Kau mau kemana" tanya Lukas saat melihat anak buahnya akan pergi.
"Mau membeli toko buah" ucapnya.
"Bod*h bawakan aku satu ember air" ucap Lukas.
Anak buah Rayhan hanya menurut saja dan membawa satu ember air dan membawanya pada Lukas.
Byurrr..
Lukas mengguyur kedua wanita yang sedang meracau itu.
"Bawa mereka ke kediaman tuan Rayhan" titah Lukas.
"Baik tuan".
Di sebuah penginapan, Raya sangat sangat kesal pada Rayhan apa lagi Jeni ikut serta ke penginapan itu.
__ADS_1
"Duduklah ayo kita harus mengerjakan berkasnya hari ini juga" ucap Rayhan pada Jeni.
"Terima kasih tuan" ucap Jeni.
Raya hanya duduk di ranjang dan menatap interaksi kedua insan yang sedang bekerja sama itu, Raya cemburu melihat Rayhan berdekatan dengan wanita apa lagi wanita itu lebih cantik dan segalanya di bandingkan Raya.
"Bagaimana cara kita menyampaikan nya" tanya Rayhan.
"Pak menurut aku, apa bisa kita membuat saja gambar supaya pak Dendra bisa lebih paham lagi dari penyampaian kita" ucap Jeni.
"Bagus tapi gambar apa" tanya Rayhan.
"Jawabannya hanya satu yaitu istri anda" ucap Jeni menatap pada Raya yang sedang cemberut.
"Apa kita akan menggambar Raya" tanya Rayhan.
"Bukan tuan, tapi ide ini muncul dari istri anda bukan jadi tentu saja istri anda tau bagaimana harus menggambarkannya, benarkan Nona Raya" ucap Jeni menatap tajam pada Raya.
"Tentu saja" ucap Raya yang langsung duduk di sofa sebelah Rayhan.
"Baiklah ayo coba gambarkan" ucap Rayhan.
Raya berfikir gambar apa yang akan Raya gambarkan karena, sangat susah bagi Raya untuk menggambarkan sebuah tulisan, apa lagi Raya tak pandai menggambar.
"Apa anda bisa Nona" tanya Jeni meragukan Raya.
"Aku sedang berfikir" ucap Raya.
Drtt drrt
📞📞
..."Siapa" tanya Rayhan....
..."Tuan kami dari rumah sakit ***, kami ingin memberi taukan pada tuan dan Nyonya Raya kalau ternyata Nona Raya tak hamil, ini kesalahan kami tuan ternyata tes pack nyonya Raya dan nyonya Nina tertukar tuan, atas nama rumah sakit *** kami memohon maaf sebesar besarnya tuan" ucap Dokter yang tempo lalu mengabarkan Raya hamil....
..."Benarkah itu tak benar" tanya Rayhan....
..."Ya tuan saya minta maaf" ucap Dokter....
📞📞📞
"Raya" ucap Rayhan sambil memeluk Raya dengan sangat erat, bahkan Rayhan tersenyum bahagia karena mendengar berita ini.
"Akhirnya kau tak hamil" ucap Rayhan.
"Hah benarkah" tanya Raya tak percaya.
"Ya kata Dokter ternyata yang hamil itu ibu yang satu nya lagi bukan kamu" ucap Rayhan.
"Tuh kan aku juga bilang apa, pak Ray yang ngotot" ucap Raya.
"Aku bahagia" ucap Rayhan.
"Tunggu, bukan kah kehamilan suatu yang di tunggu tunggu" tanya Jeni yang bingung dengan sikap atasannya itu.
"Lupakan saja aku mau kita menyelesaikan ini sekarang" ucap Rayhan.
Rayhan kemudian mengambil alih kertas Hvs dari tangan Raya dan menggambar sesuatu di atasnya, gambar yang sangat sederhana namun sangat rapih.
"Kita sudah menyelesaikannya, dan sekarang kau boleh pulang" ucap Rayhan pada sekertarisnya Jeni.
"Tapi pak kita akan kemana sekarang" tanya Jeni.
"Kita" ucap Raya.
"Kau pergi ke hotel, aku sudah memberikan kunci hotel padamu kan" ucap Rayhan.
"Hotel, kalian akan ke hotel" tanya Raya.
"Bukan aku tapi Jeni" jawab Rayhan.
"Tapi bukan kah kita akan tinggal bersama? Ehh maksudku kita bertiga akan menginap di penginapan ini kan" tanya Jeni.
"Kau menginap di hotel, apa kau mau tidur bersama kami" ucap Rayhan.
"Ck tuan yang benar saja aku bahkan belum tau Bali" ucap Jeni.
__ADS_1
"Aku akan memberikan anak buahku padamu, anggap saja dia sebagai teman mu" ucap Rayhan.
"Sial" gerutu Jeni sambil keluar dari sana.