Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 37


__ADS_3

Keesokan harinya Rayhan seperti biasa bekerja, dan hanya satu hal yang Rayhan cari sekarang adalah orang yang mengambil uang perusahaan.


Rayhan sudah menduga kalau orang yang mengambil uang perusahaannya itu adalah karyawannya sendiri, karena mana mungkin orang luar akan mengambilnya.


Rayhan berjalan ke ruangan khusus Cctv yang sengaja dia buat dahulu, Rayhan menatap layar monitor dia mencari Cctv satu bulan yang lalu.


"Ini membuat aku sangat pusing" gumam Rayhan.


"Lukass" teriak Rayhan dari ruangan itu, tapi dia lupa kalau sekarang dia cukup jauh dari ruangan Lukas.


"Aku lupa aku ada di sini" gerutu Rayhan yang langsung keluar dari ruangan itu dan menuju ruangan Lukas.


Brakk


Rayhan menendang pintu ruangan Lukas.


"Tuan anda datang, ada apa tuan" tanya Lukas kaget.


"Lukas kau tau ada orang yang melakukan penggelapan uang di perusahaan ini, tapi kau tak teliti Lukas" ucap Rayhan marah.


"Tapi tuan saya sudah cek tak ada yang salah, semuanya benar" ucap Lukas.


"Benar? Kau sudah lama bekerja denganku Lukas kau bilang benar, Coba lihat hasil keuangan bulan ini kita rugi hampir setengah M belum juga aku harus menyuntikan dana pada perusahaan Bu Ajeng" ucap Rayhan.


"Tuan kenapa kau tak menolak dulu" ucap Lukas.


"Menolak bagaimana? Bahkan Bu Ajeng akan memberikan aku keuntungan anggap lah aku meminjamkan dia uang" ucap Rayhan.


Lukas hanya menundukan kepalanya karena dia merasa salah padahal dia kemarin mengecek semuanya dan tak ada yang salah semua pengeluaran dan pemasukan benar.


"Maafkan aku, aku sudah terlewat emosi" ucap Rayhan pada Lukas.


"Tak apa tuan" ucap Lukas.


"Lukas ayolah jangan menunduk begitu, apa kau takut padaku yang tampan ini, aku tak akan menggigit mu" ucap Rayhan.


"Tidak tuan" ucap Lukas yang langsung menatap pada Rayhan.


"Aku akan pulang" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Saat Rayhan sudah pergi dari ruangan Lukas, dengan cepat Lukas masuk kedalam ruangan Rayhan memastikan apa benar Perusahaan Rayhan mengalami kerugian.


"Aku sangat yakin pengeluaran dan pendapatan benar" gumam Lukas mengambil berkas berkas yang ada di atas meja kebesaran Rayhan.


Lukas mencoba menjumlahkannya lagi, dari hasil awal bulan sampai akhir bulan dengan penuh ketelitian Lukas menghitungnya lagi.


"Benar kata tuan Ray, perusahaan mengalami kerugian, kemana uang setengah M ini hilang" gumam Lukas.


Sedangkan Rayhan dia sedang berada di Cafe tempat nongkrong dengan teman temannya, sebelum Rayhan datang ke Cafe itu Rayhan menghubungi kedua teman kony*l nya untuk datang.


Lama Rayhan menunggu akhirnya Iqbal datang kesana, walau pun saat ini masih dalam waktu bekerja tapi ketiga Pria tampan itu seolah bolos dari kantor.


Karena mereka merasa bebas tak akan ada yang akan memarahi mereka apa lagi memecat mereka karena itu adalah perusahaan miliknya.


"Ada apa kau memanggilku" tanya Iqbal.

__ADS_1


"Kita nongkrong saja di sini" ucap Rayhan dingin.


"Dimana El apa dia belum datang" tanya Iqbal duduk di samping Rayhan.


"Masih di perjalanan" jawab Rayhan.


"Aku kira dia tak akan datang" ucap Iqbal.


"Pasti datang".


"Ray kau kenapa wajahmu sangat kusut" tanya Iqbal.


"Beraninya kau mengatai wajahku kusut" geram Rayhan.


"Hahaha kau cepat tersinggung, kenapa kau Ray" tanya Iqbal.


"Aku pusing Bal, perusahaan rugi setengah M" ucap Rayhan menatap lurus.


"Apa" pekik Iqbal.


"Kenapa bisa, bukannya kau sangat teliti Ray" tanya Iqbal.


"Ya akhir akhir ini aku kurang Fokus" ucap Rayhan.


"Maaf aku terlambat" sahut Elpan yang baru saja datang kesana sambil menenteng tas kerjanya.


"Lagi" ucap Rayhan.


"Aku tau aku terlambat lagi, tapi nanti jika kau mengajak aku ketemu hubungi aku dari satu jam sebelumnya bukan mendadak begini" protes Elpan.


"Belum" serempak.


"Pesanlah biar aku yang bayar" ucap Elpan.


"Tumben baik" ucap Iqbal meledek.


"Aku lagi senang sekarang, kau percaya tidak ada gadis yang sangat cantik yang aku temui tadi pagi" ucap Elpan.


"Oh ya" tanya Iqbal tak percaya.


"Ya kau tak percaya" ucap Elpan yang di balas gelengan kepala oleh Iqbal.


"Sudah masalah wanita kalian debatkan" ucap Rayhan ketus.


Mereka bertiga menikmati makan siang karena sekarang waktunya makan siang.


Rayhan tak menghabiskan makanannya dia hanya menatap datar pada nasi goreng yang dia pesan tadi.


"Ray nasinya tak akan masuk mulut hanya dengan menatap nya saja" ucap Elpan.


"Aku akan menikah" ucap Rayhan datar.


"Hah" Elpan dan Iqbal terkejut mendengar hal itu.


"Menikah" tanya Iqbal.


Hahahahahh

__ADS_1


Seperti biasa Rayhan akan mendapat tawaan dari kedua temannya itu, namun Rayhan tak terlalu peduli dengan tawa mereka yang merusak pendengarannya.


"Aku tak percaya? Dengan siapa kau akan menikah Ray? Kau baru saja putus dengan Alena" ucap Iqbal.


"Kocak" ucap Elpan.


"Aku serius" ucap Rayhan dingin dengan tatapan tajam.


"Baiklah aku juga akan serius" ucap Iqbal.


"Tapi dengan siapa kau akan menikah" tanya Iqbal yang langsung menyendokan lagi makanannya ke dalam mulut.


"Raya putri Ibu Ajeng Widirdja" ucap Rayhan.


Ohokk ohokk


Iqbal terbatuk batuk mendengar hal itu.


"Widirdja" ucap Iqbal.


"Kau akan menikah dengan putri orang yang paling kaya, bahkan kau tau Ray Bu Ajeng di nobatkan sebagai Janda terkaya di dunia pembisnisan" ucap Iqbal.


"Benarkah, aku gak kenal" tanya Elpan.


"Benar kau lihat saja di internet" ucap Iqbal.


"Kapan acaranya" tanya Elpan menatap Rayhan yang sekarang hanya diam saja menatap tajam pada kedua temannya itu.


"Dua minggu lagi kalian datanglah" ucap Rayhan.


"Aku sudah pasti akan datang" ucap Iqbal.


"Aku juga akan datang, selamat Ray kau sangat kaya sekarang" ucap Elpan.


"Kalian, biasa saja aku Rayhan dan akan tetap menjadi Rayhan" ucap Rayhan.


Setelah selesai menghabiskan makanannya Rayhan memutuskan untuk pulang karena sekarang dia sangat ingin istirahat apa lagi masalah selalu datang menghampirinya.


Rayhan berjalan masuk kedalan rumahnya, tanpa dia sadari dia mendengar adiknya Zia sedang bicara di halaman belakang.


Bukan apa apa suara Zia sangat keras bahkan terdengar sampai ke dalam rumah.


Rayhan memutuskan untuk melihatnya dengan datang pada Zia di halaman belakang.


Namun suara Zia menghentikan langkah Rayhan karena saat itu Zia membicarakan masalah perusahaan Rayhan.


(Ya aku sudah memberikanmu uang setengah M, Akash apa itu kurang? Hah? Kau sekarang akan pergi setelah aku mencuri ) ucap Zia.


(apa kurang? Kau pikir cari uang gampang Akash? Kau hanya seorang pengangguran bahkan kalau tak ada aku kau tak akan bisa makan) ucap Zia terlihat sangat kesal.


(baiklah terserah kamu saja aku gak peduli, asal kamu tau saja akan aku pastikan tak akan ada wanita yang mau padamu karena hanya aku saja yang mencintaimu, sebentar lagi kak Rayhan akan menikah dan aku mau kau segera datang kemari dan melamar aku) ucap Zia lagi.


(aku tutup telponnya) ucap Zia yang langsung menutup telponnya.


"oh jadi Zia yang melakukan itu" batin Rayhan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2