Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 38


__ADS_3

Rayhan kemudian masuk kedalam rumahnya, karena dia tak mau kalau Zia melihatnya dan ketahuan kalau Rayhan mengintip tadi.


"Kak" panggil Zia dari ambang pintu.


Rayhan membalikan badannya menatap pada Zia yang sekarang masih mematung di ambang pintu dengan kepala yang menunduk.


"Ada apa" tanya Rayhan datar.


"Maaf aku pulang awal" ucap Zia menunduk dengan suara yang seperti ketakutan.


"Bukannya bagi mu itu sudah biasa" ketus Rayhan dan berjalan kembali ke dalam kamarnya tanpa melihat lagi pada Zia yang sekarang masih menundukkan kepalanya.


Zia hanya menatap takut pada kakaknya itu.


"Bod*h kenapa aku mau di suruh Akash mengambil uang perusahaan kakak, kalau kakak tau aku harus apa" gumam Zia sambil menghentak hentakan kakinya ke lantai.


Rayhan menatap pada layar ponselnya, dia hanya ingin melihat kontak Raya tanpa mau menghubunginya.


"Telpon atau tidak, aku akan coba telpon" ucap Rayhan bermonolog.


📞📞


..."Siapa" suara laki laki terdengar oleh Rayhan....


..."Apa Rayanya ada" tanya Rayhan....


..."Siapa kau beraninya ingin bicara dengan adikku" ucap laki laki itu ketus pada Rayhan....


..."Aku calon suaminya" ucap Rayhan....


...Tutt...


📞📞📞


Sambungan telponnya terputus, Rayhan menatap pada layar ponselnya.


"Aku sangat yakin yang bicara barusan adalah kakaknya Raya" gumam Rayhan.


Rayhan merebahkan dirinya di kasur, bayangan kemarin masih teringat jelas di benak Rayhan.


"Raya kau sangat menggemaskan" ucap Rayhan tersenyum manis.


Namun pikiran Rayhan kemudian teralih pada Zia yang mengambil uang di perusahaan itu.


"Bagaimana cara Zia melakukan itu, padahal setiap uang perusahaan selalu aku yang pegang dan bendahara ku pun tak akan mungkin melakukannya tanpa persetujuan aku" gumam Rayhan.


"Arrgghh ini membuat aku pusing" gerutu Rayhan sambil meremas rambutnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Dua minggu kemudian..

__ADS_1


Hari ini Rayhan dan Raya akan menikah, Rayhan bahkan sudah bersiap mengenakan Jas hitam dan celana bahan hitam, hal itu membuat Rayhan sangat tampan.


Karena tak ada keluarga yang bisa keluarga Rayhan undang, Rayhan meminta seluruh karyawannya untuk datang dan ikut rombongan Rayhan.


Bahkan tak tanggung tanggung Rayhan mengancam pada karyawannya kalau tidak datang maka akan di pecat secara tidak hormat oleh Rayhan.


Rayhan pun meminta pada karyawannya agar mengajak keluarganya sekalian supaya banyak orang yang akan menyaksikan akad nikah Raya dan Rayhan.


"Ray lihat Aunty Video Call" ucap Nita yang langsung masuk ke kamar putranya itu.


📞📱


..."Hy Aunty kapan kemari" tanya Rayhan....


..."Ray maafkan Aunty, Aunty gak bisa datang" ucap Aunty Rayhan yang bernama Puput....


..."Ya tak masalah Aunty, aku tau kanada sangat jauh kan" ucap Rayhan....


..."Aunty hanya mau mengucapkan selamat menikah ya Ray, gak sanga Aunty akhirnya kau menikah juga umur mu sudah Tua Rayhan" ucap Aunty Puput....


..."Ck baru juga 25 tahun" ucap Rayhan....


..."Hahaha dimana Adikmu" tanya Aunty Puput....


..."Zia, sudah aku pastikan Zia sekarang sedang bersiap" ucap Rayhan....


..."Baiklah sekali lagi maaf ya Ray, Aunty gak bisa datang"....


..." tak apa, Aunty aku tutup telponnya ya, aku takut terlambat" ucap Rayhan....


📞📱


Rayhan menatap layar ponsel mamahnya, menatap Foto Auntynya yang sudah delapan tahun ini berada di kanada.


Aunty Puput sangat berjasa bagi Rayhan karena dia lah yang merawat Rayhan dan Zia saat mamah dan papahnya harus tinggal di kampung.


Bahkan Rayhan pun belajar mengelola perusahaan dari Arka suaminya Aunty Puput, pokoknya keluarga itu sangat berharga bagi Rayhan dan Zia.


"Sudah, ayo kita berangkat" ucap Nita.


"Ayo mah" ucap Rayhan.


Semuanya berangkat naik mobil, waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi semua karyawan Rayhan sudah stand by di kediaman Rayhan sejak pukul enam pagi karena mereka takut di pecat.


Dari dalam mobil Rayhan bisa melihat kalau Alena juga ada di sana, Rayhan teringat pada Alena yang sampai nangis kejer saat Rayhan memberi taukan kalau dia akan menikah.


Flash Back onn (tiga hari sebelumnya)


Rayhan masuk ke dalam hotel milik Alena, karena orang tua Alena ada di dalam hotel itu dan benar saja di dalam hotel ada juga Alena.


"Ray kau datang" tanya Sarah Momynya Alena.

__ADS_1


"Ya Bibi, aku kesini mau memberikan ini" ucap Rayhan sambil menyodorkan kartu undangan pernikahannya.


"Kau akan menikah" tanya Hilman Dadynya Alena.


"Ya paman, aku akan segera menikah tiga hari lagi aku harap kalian datang" ucap Rayhan.


"Kami pasti akan datang Ray" ucap Sarah.


"Daddy" teriak Alena sambil menangis.


Karena sudah mulai tak beres Rayhan pun memutuskan untuk pergi dari sana.


"Paman Bibi kata mamah maaf karena gak langsung datang kemari karena di rumah sedang sibuk, Mamah harap kalian bisa datang lebih awal" ucap Rayhan.


"Ya Ray kami akan usahakan" ucap Sarah.


"Aku pulang" ucap Rayhan namun langkah Rayhan terhenti saat Alena dengan sangat tak malu berlutut di kaki Rayhan.


Bahkan Alena membuat langkah Rayhan terhenti.


"Alena kau sangat memalukan" ucap Sarah marah pada putrinya.


"Dad aku mau Rayhan menikah denganku" ucap Alena.


"Lepaskan dulu Rayhan, Len dia harus bekerja" ucap Hilman.


"Aku mau Rayhan" teriak Alena.


Dengan sedikit paksaan Alena di tarik oleh Hilman dan akhirnya bisa melepaskan tangannya pada kaki Rayhan.


"Kau pikir Rayhan itu mainan yang bisa kamu beli lalu kamu bisa mendapatkan" ucap Sarah.


"Tapi Mom aku mau Rayhan" teriak Alena.


"Ray maafkan sikap Alena" ucap Sarah pada Rayhan.


"Tak apa Bi aku pamit" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.


Flash back off


Rayhan bergidig ngeri membayangkan hal itu, Rayhan sangat bersyukur karena Raya mau menikah dengannya jadi setelah ini dia akan lepas dari Alena dan permintaan Kony*l dari Zia.


Bahkan dia sangat berharap dia bisa hidup bersama dengan Raya, karena sekarang orang yang paling bisa membuat dia nyaman adalah Raya seorang.


Entah jatuh cinta atau belum tapi Rayhan sudah mempercayai Raya untuk menjadi pendamping hidupnya sampai akhir ayat nanti.


"aku akan perjuangankan Raya, akan aku jaga dia semampu aku, aku akan bahagiakan Raya sebisa ku aku pastikan Raya tak akan menyesal karena sudah mau menikah denganku, Ya alloh semoga saja Raya menjadi jodohku dan menjadi ibu dari anak anak ku nanti" batin Rayhan.


Tanpa dia sadari akhirnya mereka semua sudah berada di kediaman Widirdja yang sekarang sudah di hias dengan bekroun dengan sangat mewah dan bagus.


Rayhan menatap kagum pada kewahan rumah itu tanpa dia sadari ternyata Raya sudah berada tak jauh darinya dan berjalan mendekat padanya.

__ADS_1


Dengan balutan busana kebaya Rayhan tak henti hentinya menatap Raya yang sangat cantik sekarang.


Bersambung..


__ADS_2