Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 22


__ADS_3

Rayhan kembali lagi ke kota dia hanya tidur sendirian di rumahnya karena hari ini Lukas tak ada karena banyak sekali pekerjaan jadi Lukas sampai tak pulang.


Rayhan memutuskan untuk mampir ke cafe yang tak jauh dari rumahnya dia hanya ingin sekedar menikmati kopi yang khas dari cafe itu.


Rayhan sekarang sedang duduk sendirian di Cafe itu tanpa terasa ada seorang laki laki yang menepuk punggung Rayhan dan repleks saja Rayhan segera berbalik.


"Kau sedang apa di sini" tanya Rayhan terkejut karena melihat Iqbal ada di sana bersama dengan dua wanita cantik.


"Girl kalian duduk dulu di sana, aku akan mengobrol dengan teman ku dulu" ucap Iqbal pada kedua wanita itu.


"Jangan lama lama" ucap wanita itu manja dan membuat Rayhan bergidig ngeri melihatnya.


"Sedang apa sendirian di sini" tanya Iqbal pada Rayhan.


"Kau tak lihat atau memang tak melihat" tanya Rayhan sinis pada temannya itu.


"Ya aku tau kau sedang menikmati Kopi tapi dimana pacarmu itu apa dia tak kau ajak" tanya Iqbal menggoda Rayhan.


"Parah, Bal ternyata Alena itu teman kecil Aziya dan lebih parahnya Alena adalah sepupu ku" ucap Rayhan yang pro pada Iqbal.


"What kenapa bisa" tanya Iqbal terkejut.


"Aku juga gak paham" ucap Rayhan.


"Wah Ray ternyata kau sangat kaya raya, kau cucunya Lynda Arya Wijaya yang sangat kaya itu dan sekarang kau sepupu dengan Alena keturunan dari Argantara" ucap Iqbal tak percaya pada temannya itu.


"Beneran dan yang paling membuat ku bahagia adalah pernikaha aku batal" ucap Rayhan.


"Bahagia bukannya kau sangat menginginkan pernikahan ini" tanya Iqbal.


"Kata siapa, aku tak suka padanya, dan kau tau Bal dia sangat bar bar saat tau pernikahan kita batal Alena mau melakukan hal itu denganku bahkan dia memaksa katanya tanam benih di rahimnya" ucap Rayhan panjang lebar.


"Hahahah" Iqbla mentertawakan kepolosan temannya itu.


"Lalu kau mau" tanya Iqbal yang masih tak bisa menahan tawanya.


"Mana mungkin aku mau, ihh ngebayangin nya aja aku udah ngeri apa lagi ihh" ucap Rayhan bergidig ngeri.


"Seharusnya kau mau saja Ray" goda Iqbal.


"Emangnya aku cowok apaan" ucap Rayhan ketus.


"Dan kau mau kemana dengan dua gadis sekali gus" tanya Rayhan menatap tajam pada temannya itu.


"Biasa cari sensasi baru" ucap Iqbal.


"Ck alasan, aku ingatkan Bal berhenti lah bermain main begini kau nikahi saja wanita itu, aku takut kalau nanti akan ada wanita yang hamil gara gara kau" ucap Rayhan.


"Tenang saja semuanya aman aku sudah memastikan kalau wanita yang aku tiduri semuanya sudah memakai kb" ucap Iqbal.


"Tapi aku sarankan kau segera menikah sebelum menyesal" ucap Rayhan lagi.


"Ya terserah kau saja aku akan pergi sekarang dan nikmati kesendirian mu" ucap Iqbal meninggalkan Rayhan disana sendirian.

__ADS_1


Saat ini sudah larut malam namun Rayhan masih belum pulang ke rumah dia berada di mobilnya niat hati Rayhan akan jalan jalan menikmati suasana malam kota yang cukup ramai.


Namun mata Rayhan memicing saat melihat dua gadis yang sedang berlarian karena di kejar oleh preman malam hari.


Mobil Rayhan berhenti tepat di depan gadis itu.


"Masuklah" teriak Rayhan.


Kedua gadis itu masuk dan betapa terkejutnya Rayhan saat melihat kalau gadis itu Julia dan Raya.


"Kalian kenapa malam begini belum pulang" tanya Rayhan.


"Pak Ray syukurlah kau ada di sini" ucap Raya sambil ngos ngosan.


"Mas Ray kami lembur jadi pulang malam" ucap Julia.


"Baiklah aku akan antar kalian pulang" ucap Rayhan.


"Terima kasih pak Ray" ucap Raya.


"Kau baik baik saja Ray" tanya Julia pada Raya temannya.


"Aku baik apa kau ada yang terluka" tanya Raya.


"Tak ada hanya saja aku merasa cape" jawab Julia.


"Lain kali kalau sudah larut malam jangan pulang sendirian, karena rawan kejahatan" ucap Rayhan datar.


Kemudian Julia dan Raya saling melirik satu sama lain mereka kemudian melihat pada Rayhan, dan Rayhan melihat gerak gerik mereka dari sudut matanya.


"Tenang saja jangan berfikir buruk tentangku aku tak akan melakukan apa pun pada kalian" ucap Rayhan dingin.


"Syukurlah aku pikir kau" ucap Raya.


"Dasar kau memang mesum" ucap Rayhan.


"Hah aku" ucap Raya menunjuk diri sendiri.


"Aku percaya mas Ray tak mungkin melakukannya karena sebentar lagi dia akan menikah" ucap Julia.


"Apa menikah" tanya Raya kaget.


"Dari mana kau tau Jul" tanya Raya pada temannya itu.


"Mas Ray sendiri yang bilang" ucap Julia.


"Oh" ucap Raya singkat.


"Memangnya kenapa kalau aku akan menikah apa kau iri Raya" tanya Rayhan.


"Apa iri, ayolah pak Ray aku tak akan menikah" ucap Raya.


Yang hanya di balas senyuman tipis oleh Rayhan.

__ADS_1


"Masa kau tak akan menikah aku tau seberapa besar cinta mu pada Fikri Ray" ucap Julia.


"Sudah lah Jul aku tak mau membahas itu, lagian aku masih sangat kecil kan" ucap Raya.


"Kecil, kau sudah sangat besar Ray lihat kita bahkan umur kita sudah sembilan belas tahun apa kau lupa teman kita dulu menikah saat usianya lima belas tahun" ucap Julia.


"Ya aku tau tapi nikah muda bukan keinginan ku" ucap Raya.


lagi lagi Rayhan hanya bisa mendengarkan saja celotehan dari kedua bocah yang baru saja Rayhan tolong itu.


"Sampai" ucap Rayhan datar tanpa menatap pada kedua gadis itu.


"Terima kasih pak Ray kau sudah mengantar kami" ucap Raya.


"Terima kasih mas karena sudah mau menolong kami" ucap Julia.


"Tak masalah sekarang sudah malam kalian masuk dan tidurlah" ucap Rayhan.


"Baiklah selamat malam pak Ray" ucap Raya yang langsung pergi dari sana bersama dengan Julia.


Rayhan hanya tersenyum tipis dalam hatinya Rayhan sangat damai jika terus bersama dengan Raya namun hati keras Rayhan menyangkal perasaan itu.


Pagi harinya sesuai dengan janji Rayhan hari ini akan menemui klien yang sangat sigap dan tepat waktu, bahkan Rayhan pun orang yang paling tepat dalam menempati Janji.


Dia sudah bersiap pagi sekali Lukas pulang ke rumah Rayhan, dia langsung mau berangkat lagi ke kantor dan menunggu Rayhan di sofa ruang tengah.


"Lukas kenapa kau tak istirahat" tanya Rayhan.


"Tidak tuan aku akan berangkat kerja bersama denganmu" ucap Lukas.


"Baiklah ayo berangkat" ucap Rayhan.


Namun langkah Rayhan di kejutkan oleh kedatangan Aziya ke dalam rumah itu.


"Dengan siapa kau pulang" tanya Rayhan pada Zia.


"Dengan Alena" jawab Zia.


"Oh apa paman dan Bibi juga pulang" tanya Rayhan.


"Tidak mereka menginap lebih lama di kampung, karena setelah 20 tahun ini mereka tak bertemu jadi paman dan bibi memutuskan untuk liburan di kampung" ucap Zia.


"Aku akan bekerja" ucap Rayhan dingin dan datar.


"Kak" Zia memanggil Rayhan dan menghentikan langkah Rayhan.


"Bolehkan Alena menginap di sini hanya malam ini saja" ucap Zia memohon.


"Terserah" ucap Rayhan dingin dan langsung pergi dari sana.


"Itu artinya Ya kan kak" teriak Zia dari dalam rumah.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2