Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 48


__ADS_3

Keesokan harinya Raya membukakan jendela sehingga cahayanya masuk membuat tidur Rayhan terganggu, Rayhan perlahan membuka matanya.


Baru kali ini Rayhan bangun kesiangan karena semalaman Rayhan merasakan lukanya yang semakin sakit, dan itu pun di temani oleh Raya yang setia memberikan obat pada luka Rayhan.


"Raya jam berapa sekarang" tanya Rayhan menatap jam dinding yang sekarang sudah menunjukan pukul 8 pagi.


"Kenapa kamu gak kuliah Raya, cepatlah ganti pakaian biar Lukas yang akan mengantarmu" ucap Rayhan.


"Tidak pak Ray aku sudah ijin, hari ini aku akan menjagamu" ucap Raya mendekat pada Ranjang dan membantu Rayhan untuk bangun dari tidurnya.


Rayhan duduk dan bersandar pada ranjang,


"Aku akan buatkan Bubur" ucap Raya yang hendak pergi dari sana namun di cegah oleh Rayhan dengan memegang tangan Raya.


"Ada apa" tanya Raya.


"Raya bisakah kau membuatkan aku makanan yang lain saja, aku hanya luka luka bukan sakit" ucap Rayhan dingin.


"Baiklah pak Ray mau apa" tanya Raya.


"Apa saja asalkan buatan mu" ucap Rayhan.


"Aku akan buatkan" ucap Raya yang langsung pergi dari sana menuju dapur.


Raya melihat kulkas dan stok sayuran masih banyak disana, Raya bingung harus masak apa, apa lagi Raya tak tau makanan kesukaan Rayhan.


"Bi Ratna kira kira apa ya makanan kesukaan Pak Ray" tanya Raya pada Bi Ratna.


"Kalau Den Rayhan suka sayur sup sama ayam goreng Non" ucap Bi Ratna.


"Tapi nakanan apa pun dia pasti makan" sambungnya lagi.


"Sesimple itu" tanya Raya pada Bi Ratna.


"Ya yang bibi tau begitu" ucap Bi Ratna.


"Baiklah aku akan buatkan" ucap Raya.


"Biar Bibi bantu" ucap Bi Ratna yang hendak membantu Raya.


"Jangan Bi" ucap Raya yang langsung membawa Bi Ratna duduk di meja makan.


"Biar Bibi di sini saja istirahat dan aku akan memasak" ucap Raya.


"Tapi Non".


"Tidak ada tapi tapi Bi, Pak Ray mau aku yang masak" ucap Raya.


Setengah jam kemudian Raya sudah selesai memasak, Dia membawanya kedalam kamar karena bisa Raya pastikan kalau sekarang Rayhan akan susah untuk berjalan apa lagi kaki Rayhan selalu mengalami keram.


"Pak Ray aku sudah membawakan makanan, ayo makan biar aku yang suapi" ucap Raya duduk di ranjang samping Rayhan.


Raya menyuapi Rayhan dengan antusias bahkan Rayhan pun terlihat seperti menikmati makanannya.


"Pak Ray kata Tuan Lukas kau harus istirahat total selama satu minggu" ucap Raya.


Uhukk uhukk


Rayhan terbatuk batuk mendengar hal itu, dengan cepat Raya memberikan Rayhan minum.


"Apa satu minggu istirahat total" tanya Rayhan tak percaya.


"Hemm" ucap Raya menganggukan kepalanya.


"Gak bisa aku banyak sekali pekerjaan, mana mungkin aku meninggalkan nya begitu saja" ucap Rayhan.


"Pak Ray ini demi kesembuhan mu" ucap Raya.


"Ya tapi Raya satu minggu berada di atas kasur itu sangat membosankan" ucap Rayhan.


"aku akan menemani mu" ucap Raya yang membuat Rayhan melongo di buatnya.


"Gak kau harus kuliah dan aku harus kerja" bantah Rayhan.


"Pak Ray ayolah jangan kekanak kanakan, tuan Lukas yang akan menghandle semuanya kau tenang saja" ucap Raya.


"Tapi mana mungkin aku..." ucap Rayhan terpotong karena mendapat tatapan tajam dari Raya.


Entah kenapa nyali Rayhan jadi menciut saat di tatap tajam oleh Raya istrinya itu, bahkan sekarang Rayhan hanya bisa menundukan kepalanya saja.


"Ayo makan lagi" ucap Raya yang hendak memberikan suapan pada Rayhan.


Rayhan memakannya sampai habis, hal itu membuat Raya senang karena Rayhan akhirnya mau istirahat total, padahal ini juga untuk kesembuhan Rayhan tapi Rayhan malah menolaknya.


"Pak Ray apa kau mau mandi" tanya Raya.


"Mandi" gumam Rayhan.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa mandi Ray, luka aku saja belum kering" ucap Rayhan.


"Tapi kata Dokter boleh" ucap Raya.


"Apa saja yang di katakan Dokter itu padamu" tanya Rayhan.


"Tak ada hanya itu saja, dan nanti sore Dokter akan datang kesini untuk melihat luka mu" ucap Raya.


"Dimana Zia" tanya Rayhan.


"Zia kerja tadi dia berangkat dengan tuan Lukas" ucap Raya.


Drttt drtt


📞📞


..."Ya Zia ada apa" tanya Raya....


..."Kakak ipar bisa kah kau bilang pada kakak, kalau aku butuh uang" tanya Zia di sebrang sana....


..."Aku akan bicarakan" ucap Raya....


..."Jangan kakak saja yang bujuk, bilang pada kak Rayhan aku butuh uang dua juta segera transfer" ucap Zia....


..."Aku akan bilang sekarang" ucap Raya....


📞📞


"Pak Ray kata Zia dia butuh uang dua juta dan segeralah Transfer" ucap Raya.


"Ck anak itu, selalu saja menggunakan Raya kalau ada maunya" gumam Rayhan.


"Biarkan saja kalau di kasih dia akan melunjak" ucap Rayhan.


"Kasihan pak Ray, cuman dua juta kan biar aku saja yang transfer" ucap Raya.


"Jangan, biar aku saja" ucap Rayhan yang langsung mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan mentransferkan uang sejumlah dua juta pada Zia.


"Sudah" ucap Rayhan.


"Terima kasih pak Ray kau sangat baik" ucap Raya.


Raya membawa handuk dan masuk kedalam kamar mandi, Raya menampung air panas dan air dingin di Bathub.


"Ayo pak Ray airnya sudah siap" ucap Raya yang hendak membawa Rayhan ke kamar mandi.


"Aku gak mau mandi" ucap Rayhan.


"Aku gak mau" ucap Rayhan.


Di luar kamar Zia sedang mendengar percakapan suami istri itu, niatnya Zia akan masuk kedalam kamar Rayhan karena mau menanyakan uang yang Rayhan transfer hanya satu juta.


"Ayo pak Ray sebentar saja" ucap Raya.


"Aku gak kuat Raya" ucap Rayhan.


Zia semakin menempelkan telinganya ke pintu.


"Ya ampun kakak ipar sangat ganas" gumam Zia.


"Ayo biar aku bantu" ucap Raya.


"Awwss... Aahhh..." erang Rayhan meringis kesakitan.


Zia bergidig ngeri di balik pintu kamar Rayhan.


"Ya ampun apa kakak dan kakak ipar... Ihh" gumam Zia bergidig ngeri.


Padahal yang terjadi di dalam adalah Raya sedang memaksa Rayhan untuk segera mandi karena sejak tadi Rayhan tak mau mandi dan selalu menolak.


"Ayo pak Ray aku janji tak akan sakit" ucap Raya.


"Aku gak sanggup Raya, aku takut sakit" ucap Rayhan.


"Gak akan sakit, katanya laki laki masa begitu saja sakit" ucap Raya.


"Besok saja ya kalau aku sudah sembuh" ucap Rayhan.


"Gak bisa aku maunya sekarang" ucap Raya merajuk pada Rayhan.


Brakk


Pintu kamar Rayhan di buka paksa oleh Zia.


"Kalian melakukan hal itu di siang hari.. Oh ya ampun kak kau kenapa" tanya Zia yang langsung masuk kedalam.


"Kau tau Zia, semalam kakak mu pulang dalam keadaan babak belur dan sekarang dia tak mau mandi" ucap Raya.

__ADS_1


"Jadi kakak ipar memaksa kakak untuk mandi, aku kira kalian akan melakukan.." ucap Zia tak melanjutkan ucapannya.


"Melakukan apa hah jangan ngada ngada Zia" ucap Rayhan.


"Ck Kakak percakapan kalian terdengar sampai ruang tamu, mungkin Bi Ratna juga akan berfikir seperti ku" ucap Zia.


"Oh ya, tuh kan Pak ayo lah mandi jangan kekanak kanakan" ucap Raya.


"Tapi Raya aku gak mau mandi" ucap Rayhan.


"Kalian pasutri aneh" gumam Zia sambil pergi dari kamar Rayhan sampai melupakan niatnya yang akan menanyakan uang yang kurang.


"Hey Zia kenapa kau pulang saat jam kerja" tanya Rayhan namun tak mendapat jawaban dari Zia.


"Anak itu memang keterlaluan" gerutu Rayhan.


Raya mendekat pada Rayhan dan hendak membawa Rayhan ke kamar mandi.


Namun Rayhan memberontak, tangan Raya memegang tangan Rayhan yang tak terluka karena tenaga Rayhan sangat kuat Raya yang kecil pun terbawa oleh tangan Rayhan yang sekarang di tarik oleh Rayhan.


Bughh..


Raya terjatuh ke pangkuan Rayhan dan sudah bisa di pastikan kalau Raya mengenai luka Rayhan.


Mata mereka saling tatap, bahkan sangat dekat hidung mereka pun saling bersentuhan.


"Kau tampan pak" ucap Raya tepat di wajah Rayhan.


"Aku memang tampan hanya orang Aneh saja yang tak mengakui aku tampan" ucap Rayhan dengan percaya diri.


"Kau terlalu percaya diri pak Ray" ucap Raya tepat di dekat mulut Rayhan.


"Bisakah kau bangun Raya, tanganku sakit" ucap Rayhan.


"Maafkan aku pak Ray, aku suka berada di pangkuan mu" ucap Raya sambil tersenyum malu malu.


"Nanti saat aku sudah sembuh kau bisa sepuasnya berada di pangkuan ku" ucap Rayhan.


Rayhan tersenyum penuh arti karena baru saja Rayhan melihat sikap Raya yang nak*l pada Rayhan.


"Ayo kita ke kamar mandi" ucap Raya.


"Baiklah bantu aku" ucap Rayhan mengulurkan tangannya pada Raya.


Raya memapah Rayhan sampai masuk kedalam kamar mandi dan mendudukan Rayhan di toilet duduk yang berada di kamar mandi itu.


"Ayo lepas bajunya" ucap Raya.


"Hah sekarang" tanya Rayhan.


"Ya kapan lagi" tanya Raya.


"Tapi aku malu" ucap Rayhan.


"Malu? Pak Ray aku kan istrimu kenapa malu" ucap Raya tersenyum.


"Aku akan mandi sendiri kau tunggu lah di luar" ucap Rayhan.


"Yakin" tanya Raya.


"Ya sangat yakin" ucap Rayhan.


"Baiklah aku akan pergi tapi benar ya jangan minta bantuan lagi" ucap Raya.


Raya berjalan meninggalkan Rayhan, namun Raya belum keluar dari kamar mandi itu, Raya melihat Rayhan yang kesusahan untuk berdiri.


"Jangan egois pak aku tau kau masih sakit" ucap Raya menyodorkan tangannya pada Rayhan.


"Bentar aku akan membuka dulu baju ku" ucap Rayhan.


"Aku bantu" ucap Raya sambil membukakan baju Rayhan dan celana bahan yang sejak kemarin Rayhan pakai.


Rayhan saat ini hanya tinggal memakai celana pendek saja, Raya memapah Rayhan untuk masuk ke bathub.


Tetapi karena lantainya licin, Rayhan terpeleset dan langsung masuk ke dalam Bathub membawa Raya yang sekarang sedang memapahnya.


Rayhan dan Raya berada di dalam Bathub, badan Rayhan terasa sakit karena terkena pinggir bathub dan tertindih juga oleh Raya.


Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula..


Tapi bagi Rayhan, Sudah jatuh tertimpa Melon import pula. Hahahah ( canda Melon Import ).


"Kalau begini terus kapan aku akan sembuh" batin Rayhan.


"Kau membawa aku jatuh pak" ucap Rayhan meringis kesakitan.


"Apa sakit" tanya Rayhan yang hanya mendapat anggukan kepala oleh Raya.

__ADS_1


"Kalau begitu mandilah besamaku" ucap Rayhan.


Bersambung..


__ADS_2