Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 18


__ADS_3

Sore harinya Rayhan memilih untuk pulang ke rumahnya, karena pekerjaannya sudah selesai jadi Rayhan memutuskan pulang dia ingin sekali makan makanan rumah.


Tapi Rayhan harus menelan kekecewaan karena saat Rayhan pulang di rumah Bi Ratna sedang sakit jadi tak bisa masak, Rayhan bukan orang egois yang akan memaksa bi Ratna untuk tetap masak.


Rayhan keluar mencari Cafe yang cukup dekat dengan rumahnya, hari sudah semakin malam tapi Rayhan belum menemukan Cafe yang pas dengan selera nya.


"Tak apa aku ke Cafe itu saja, perut ku sudah sangat lapar" gumam Rayhan saat melihat Cafe yang jaraknya 6 Kilo Meter dari rumahnya.


Rayhan masuk kedalam namun Cafe yang Rayhan datangi ini adalah Cafe yang membebaskan pelanggannya menyewa pekerja yang ada di Cafe ini.


Karena sudah kepalang lapar jadi Rayhan terpaksa masuk kedalam dan memesan makanan di sana.


Namun betapa terkejutnya Rayhan saat melihat Waiters yang melayaninya.


"Raya" ucap Rayhan.


"Pak kau ada di sini" tanya Raya.


Rayhan melihat bocah itu dari atas sampai bawah, bahkan seragam Cafe itu sangat cocok dengan Raya karena terlihat kalau Raya seperti gadis yang sudah besar.


"Pak mau pesan apa" tanya Raya.


"Aku mau nasi goreng saja sama air putih" ucap Rayhan.


"Tunggu sebentar ya pak, saya akan ambil kan" ucap Raya.


"Jangan lama lama" ucap Rayhan.


Rayhan memandang sekitar dia tak sangka Raya akan bekerja di sana padahal Rayhan kira Raya itu wanita baik baik, tapi Raya mau bekerja di tempat seperti itu.


"Oh Raya di ajak temannya" gumam Rayhan saat melihat Julia temannya Raya di sana dan memakai seragam yang sama.


Tak lama Raya datang dengan membawa nasi goreng dan air putih yang Rayhan pesan.


"Duduklah temani aku makan" ucap Rayhan.


Raya hanya menurut saja karena secepatnya Raya harus menganti uang yang waktu itu Rayhan berikan untuk membayar kosannya.


"Berapa hari kau bekerja di sini" tanya Rayhan datar.


"Baru empat hari pak" jawab Raya.


"Kenapa kau mau kerja di tempat ini Ray, aku menyanyangkan tubuh mu" ucap Rayhan.


"Aku tak menerima sembarangan ajakan laki laki pak, tapi hanya ini saja pekerjaan yang bisa menerima aku apa lagi aku kerja part time pak" ucap Raya.


"Oh".


Rayhan memberikan uang tips pada Raya,


"Bisa kita bicara saat kau pulang nanti" tanya Rayhan.


"Bicara apa" tanya Raya.

__ADS_1


"Ada, apa kau bisa" tanya Rayhan.


"Boleh pak".


"Baiklah aku tunggu kau di mobil" ucap Rayhan.


Niatnya Rayhan ingin memberikan Raya pekerjaan karena takutnya Raya akan salah jalan kalau bekerja di tempat itu.


Sampai cafe itu tutup dan semua karyawan pulang, Rayhan menunggu Raya di luar Cafe namun yang pertama keluar adalah Julia temannya Raya.


"Hy Mas Rayhan" ucap Julia.


"Kamu Julia" tanya Rayhan.


"Ya, sedang apa mas ada di sini" tanya Julia.


"Sedang menunggu Raya" jawab Rayhan datar dan dingin namun itu membuat Julia jatuh cinta pada Rayhan.


"Oh kita tunggu saja bersama pak" ucap Julia yang membuat Rayhan sedikit risih berdekatan dengannya.


"Tuh Raya datang" ucap Julia.


Rayhan langsung menatap pada Raya yang keluar dari Cafe itu dengan membawa tasnya.


Namun belum juga Raya mendekat kearah Rayhan dan Julia.


Seorang laki laki yang bernama Fikri lebih dulu menarik tangan Raya.


"Bicaranya besok saja" ucap Fikri menarik terus tangan Raya.


"Fikri lepasin tangan Raya" ucap Julia.


"Dia akan pulang denganku kenapa kau mau pulang denganku" tanya Fikri.


"Ogah lu songong Fik" ucap Julia.


"Terserah" ucap Fikri sambil membawa Raya masuk kedalam mobilnya.


Sedangkan Rayhan hanya diam saja menatap kepergian Raya bersama dengan laki laki itu, benar kata Julia kalau Fikri itu sombong dan songong.


"Mas Rayhan, bagaimana sekarang Raya sudah tak ada" ucap Julia.


"Aku akan mengantar mu pulang" ucap Rayhan datar dan langsung membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Julia masuk.


"Terima kasih mas" ucap Julia.


Mobil Rayhan melaju menuju kosan Julia, bukan karena apa apa Rayhan mengantar Julia, Rayhan hanya takut saja kalau Julia terkena apa apa saat di jalan karena ini sudah malam juga.


"Siapa laki laki itu" tanya Rayhan.


"Dia Fikri pacar baru nya Raya" ucap Julia.


"Oh pantas saja sangat agresif" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Ya begitulah" ucap Julia.


"Mas sudah punya pacar sekarang" tanya Julia yang penasaran karena yang ada di pikiran Julia sekarang adalah kalau Rayhan tak punya pacar maka Julia akan mengatakan cintanya.


"Pacar tidak punya tapi aku punya calon istri" ucap Rayhan yang membuat Julia kecewa.


"Wah selamat ya kapan Mas akan menikah" tanya Julia.


"Entah" ucap Rayhan.


"Oh aku ucapkan semoga mas bahagia" ucap Julia.


Saat Rayhan mendengar hal itu bukannya senang tapi Rayhan malah ragu, Ragu karena tak tau apa sekarang dia sudah mencintai Alena atau bagaimana karena rasanya hati Rayhan tak merasakan sesuatu saat dekat dengan Alena.


Malahan hatinya merasa senang jika Rayhan sedang bersama dengan Raya, walau pun begitu tapi Rayhan membuang jauh jauh perasaan itu.


Mobil Rayhan berhenti di pagar dekat kosan Julia.


"Terima kasih mas sudah mengantarkan aku" ucap Julia.


"Tak masalah" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Julia yang masih mematung di sana.


Malam harinya Rayhan merasa tak terima saat melihat Raya di bawa oleh pacarnya itu, apa Rayhan cemburu? Tentu saja Rayhan cemburu tapi dia malah menyangkal kebenaran itu.


Rayhan berada di meja makan, dia sedang menyiapkan makanan untuknya dan untuk Zia walau pun Rayhan sudah makan tapi rasanya dia masih sangat lapar.


Rayhan memasak makanan cepat saji dari kaleng, supaya lebih memudahkan Rayhan karena Bi Ratna sakit jadi Rayhan memintanya untuk istirahat sampai benar benar sembuh total.


"Makan apa kak" tanya Zia yang baru saja turun dari kamarnya.


"Makan saja" ucap Rayhan ketus.


"Makanan kaleng" ucap Zia cemberut.


"Lalu kau mau apa" tanya Rayhan.


"Seharus nya kamu yang masak Zi bukan kakak, di sini kamu kan wanita harusnya kamu bisa masak" ucap Rayhan yang tak mendapat jawaban dari Zia.


"Ya ampun kak kita pakai pembantu kan kenapa harus masak" ucap Zia.


"Kau wanita Zia seharusnya kau pandai memasak" ucap Rayhan.


"Aku juga bisa masak kok" ucap Zia sambil menyuapkan makanan pada mulutnya.


"Makan air" ucap Rayhan.


"Enak saja aku bisa masak mie" ucap Zia.


"Mie, hanya Mie, bahkan anak Sd pun bisa kalau cuman masak Mie Zia" ucap Rayhan.


Bersambung..


Jangan lupa like comen dan votenya ya

__ADS_1


__ADS_2