Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 14


__ADS_3

Malam harinya Rayhan tak bisa tidur, matanya tak merasakan kantuk dia keluar dari kamarnya sejak tadi banyak sekali pesan yang masuk ke ponsel rahasianya dan tentu saja semua pesan itu dari Alena.


...{ tuan Ray orang tua ku sudah ada di indonesia, kapan kau akan datang }...


...{ kalau kau akan datang kabari aku }...


Pesan dari Alena dan banyak lagi yang lainnya, Rayhan tak membaca semuanya karena matanya sangat malas kalau harus membaca hal yang basa basi seperti itu.


...{ besok aku akan datang, aku siapkan saja tempatnya } balasan Rayhan....


Rayhan duduk di meja makan dapur dia meminum Wine yang ada di lemari pendingin, Rayhan menatap datar pada gelas itu pikirannya kini di penuhi oleh Raya si bocah mesum itu.


Bibir Rayhan tersenyum tipis karena dia mengingat wajah Raya yang ketakutan saat Rayhan membawanya ke kamar.


"Ya ampun bocah ingusan itu membuat aku gemas" ucap Rayhan tersenyum.


Namun ada panggilan telpon yang membuyarkan lamunan indah itu,


"Mau apa mereka menghubungi aku malam hari begini" gumam Rayhan.


📞📞


"Tuan Maaf kan kami" sahut Anak buah Rayhan panik dari sebrang sana.


"Ada apa" tanya Rayhan.


"Markas kebakaran tuan" ucap anak buah itu dengan kondisi gemetar hebat karena takut Rayhan marah padanya.


"Apa" pekik Rayhan.


📞📞


"Lukassss" teriak Rayhan.


Lukas yang sedang mimpi indah pun harus segera bangkit dan menghadap pada tuannya.


"Ada apa tuan" tanya Lukas sambil ngos ngosan karena dia berlari dari kamarnya menuju dapur.


"Kita pergi ke markas sekarang, katanya markas kebakaran" ucap Rayhan dengan rahang mengeras menahan amarah.


"Baik tuan Ayo" ucap Lukas.


"Apa kau melupakan sesuatu" tanya Rayhan.


"Apa tuan" tanya Lukas yang belum Fokus itu.


"Ck apa kau mau pergi dengan iler yang memenuhi wajahmu" ucap Rayhan.


"Maaf tuan saya ke kamar mandi dulu" ucap Lukas.

__ADS_1


"Aku tak habis pikir bagaimana dia ingat iler padahal markas sedang kebakaran" batin Lukas.


Selama ini Rayhan sangat menjaga kebersihan dirinya dan anak buahnya karena dia tak mau kalau orang lain mentertawakan karena penampilan.


Rayhan dan Lukas pergi kesana, saat itu Lukas menghubungi semua anak buah untuk segera datang ke markas.


Namun saat Rayhan datang ke markas, bangunan itu sudah habis di lahap si jago merah kedua anak buah yang menginap di sana pun langsung keluar dari tempat persembunyiannya karena melihat Rayhan.


"Tuan maafkan kami karena tak bisa menyelamatkan markas" ucap anak buah itu memohon sambil berlutut di hadapan Rayhan.


"Kalian baik baik saja" tanya Rayhan.


"Baik tuan tapi markasnya".


"Fyuhh aku tau siapa yang melakukannya" ucap Rayhan sambil menghela nafasnya.


"Anggota Mafia musuh kita tuan, tadi mereka datang kemari, bahkan aku rasa mereka punya mata mata dan mata mata itu dari anggota kita tuan" ucap anak buah itu.


"Oh ya kenapa kalian bicara begitu" ucap Rayhan.


"Tadi kami mendengar sendiri tuan" ucap anak buah itu.


FLASH BACK ON..


kedua anak buah Rayhan sedang berjaga di markas itu mereka memutuskan akan membagi waktu untuk mereka istirahat, dan saat itu anak buah yang satu tidur dan yang satunya lagi bangun dan berjaga.


Sesuai dugaan dia melihat ada Api yang sedang berkobar di luar markas dengan cepat dia membangunkan temannya yang tidur dan keluar lewat jendela.


Kedua anak buah itu bersembunyi di semak semak yang cukup tinggi di sana.


"Hahahahah mereka akan hancur" ucap anggota Mafia musuh Rayhan.


"Tuan aku yakin mereka akan pensiun dengan cepat".


"Hahaha saat Rayhan si sombong itu sudah hancur kita akan rebut anak buah nya dan kita hancurkan Rayhan sampai sehancur hancurnya".


"Ya tak salah tuan kau membayar anak buah Rayhan itu dengan uang yang sangat besar".


" Hahah dasar Rayhan itu otak udang, bahkan dia diam saja saat kita merampas senjatanya".


"Aku yakin tuan dia mengalami kerugian besar kemarin dan sekarang akan semakin besar lagi".


Mereka tertawa mentertawakan nasib Rayhan selanjutnya.


FLASH BACK OF..


Rayhan mendengar semua hal yang di ceritakan anak buahnya.


" mereka menganggap aku bod*h lihat saja orang Bod*h ini akan membalaskan perbuatannya" ucap Rayhan.

__ADS_1


Satu persatu anak buah Rayhan datang kesana, bahkan Anak buah Rayhan hanya berjumlahkan seratus lebih jika mereka bertarung sudah di pastikan Rayhan akan kalah telak.


"Kebakaran" ucap anak buah yang baru datang.


"Api besar sekali".


"Markas kita".


"Tuan bagaimana ini" tanya Anak buah itu.


"Kalian tenang saja biarkan markas ini hancur, bukan kah ini yang kalian inginkan" ucap Rayhan menyindir anak buahnya.


"Apa yang tuan bicarakan" tanya anak buah itu heran.


"Lukas kita akan berterima kasih pada Anggota Mafia Blooder, siapkan diri kalian semua kita akan datang kesana dan berterima kasih padanya" ucap Rayhan.


Semua anak buah Rayhan bersiap naik ke motor dan mobilnya masing masing, Saat itu Rayhan tak punya senjata karena tak ada stok senjata yang tersisa.


"Tuan anda yakin akan datang kesana, sedangkan kita tak punya apa apa" tanya Lukas mewakili anak buahnya.


"Kau meragukan aku Lukas, kalau kalian tak mau datang ya sudah biar aku saja yang kesana" ucap Rayhan datar.


"Baik tuan kami ikut" ucap Lukas.


Semua berangkat menuju markas Blooder yang sudah Rayhan pastikan anak buahnya akan kalah tapi karena Rayhan bukan orang pecundang yang akan diam saja.


Saat itu dia sudah memaafkan kesalahan Mafia itu tapi mereka sudah menyia nyiakan kesempatan kedua dari Rayhan dan ini waktunya Rayhan akan memberi mereka pelajaran.


Semua anak buahnya turun dari mobil sesuai prediksi Rayhan anggota Mafia itu langsung berhamburan keluar dan berdiri depan Rayhan.


Mereka hanya berjarak dua meter saja dan anak buah anggota Blooder sangat banyak dan semuanya menatap pada Rayhan dengan tatapan kebencian.


"Kenapa kalian membakar Markas ku" tanya Rayhan dingin dan datar pada anggota Mafia Blooder itu.


"Kau bod*h otak udang, aku kira kau tak akan berani datang kemari tapi nyatanya kalian datang juga" ucap ketua Blooder.


"Pecund*ng, aku sudah memberikan kesempatan kedua pada kalian saat kalian merampas senjataku, tapi nyatanya kalian tak pernah menggunakan kesempatan itu dengan benar" ucap Rayhan menatap tajam pada ketua.


"Kalian hanya Mafia kecil bahkan anggota mu sedikit, aku sarankan kalian pergi saja aku memaafkan mu dari pada kalian harus menjadi bagkai di markas ku".


" Sayang ancaman mu tak membuat aku gentar" ucap Rayhan.


"Ck kucing berlagak Anj*ng, aku tau kalian takut bukan".


"Jangan meremehkan kucing, bahkan kau juga hanya seorang Anj*ng yang hanya menggonggong saat kau sedang bersama anak buahmu" ucap Rayhan.


Ketua anggota Blooder pun tersulut emosi karena ucapan Rayhan, dia membawa pistol yang ada di sakunya lalu menodongkannya ke arah Rayhan.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2