Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 78


__ADS_3

Keesokan harinya Raya sudah bersiap di dapur karena akan memasak makanan untuk Rayhan, apa lagi sekarang Raya harus berangkat bekerja.


"Non biar bibi saja yang melakukannya" ucap Bi Ratna.


"Jangan Bi biar aku saja" ucap Raya.


"Bibi cuci baju saja" ucap Raya.


"Baik Non" ucap Bi ratna.


Bi Ratna pergi dari sana dan Rayhan datang kesana, dia langsung memeluk tubuh Raya dari belakang.


"Aah pak Ray kau mengagetkan aku saja" ucap Raya.


"Kau kaget" tanya Rayhan.


"Tentu saja" ucap Raya.


Rayhan mengecup pipi Raya dengan singkat, Rayhan duduk di meja makan menunggu sang istri memasak makanan untuknya.


"Bagaimana luka mu" tanya Raya.


"Sudah baikan" jawab Rayhan.


"Syukurlah" ucap Raya.


"Raya hari ini aku ada urusan di luar, kau bekerja saja aku dan Lukas akan ada pertemuan di luar" ucap Rayhan.


"Kenapa aku gak boleh ikut" tanya Raya.


"Kau mau ikut" tanya Rayhan.


"Aku kan sekertaris mu jika kau selalu membawa Jeni dahulu lalu kenapa sekarang kau tak mengajak aku" tanya Raya.


"Kau kan harus wawancara kan sekarang" ucap Rayhan.


"Oh ya aku lupa" ucap Raya.


Mereka berdua pergi ke kantor secara bersamaan, tapi Rayhan akan membiarkan Raya masuk ke perusahaanya sendirian karena sekarang dia akan pergi ke kantor polisi untuk membebaskan kedua anak buahnya yang kemarin malam di tangkap.


"Kamu bisa kan meeting sendiri, ajak saja siapa pun di kantor kalau kau takut sendirian" ucap Rayhan.


Raya langsung keluar dari dalam mobil Rayhan.


"Raya kau melupakan sesuatu" tanya Rayhan.


"Apa" tanya Raya.


Rayhan mendekatkan wajahnya pada Raya, Rayhan mengkode agar Raya menciumnya.


"Tadi malam sudah" ucap Raya yang langsung masuk kedalam perusahaan Rayhan.


Sedangkan Rayhan terlebih dahulu mengirim kan pesan pada Lukas.


{Kita ke kantor polisi sekarang} pesan dari Rayhan.


Rayhan kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang cukup ramai di pagi hari,


Rayhan baru ingat pada Rega, Rayhan menelpon Lukas.


📞📞


..."Ya tuan saya sedang di perjalanan" ucap Lukas....


..."Ajak Rega bersama mu" titah Rayhan....


..."Baik tuan" ucap Lukas yang memilih patuh saja dari pada banyak bicara....


📞📞


Lukas kembali lagi ke kosannya padahal dia sudah menempuh jarak cukup jauh karena sekarang Lukas naik motor.


Rayhan menunggu Lukas di kantor polisi yang sudah Rayhan dapatkan dari anak buahnya, Rayhan melihat kalau anak buah Blooder sudah lebih dahulu di bebaskan oleh ketuanya.


"Li cik" gumam Rayhan.


Lukas datang kesana dengan membawa Rega ikut bersama dengannya.


"Tuan" ucap Lukas yang sudah dekat dengan Rayhan.


"Kau masuk kedalam dan bebaskan mereka, lihat ini berikan uang jaminan berapa pun pada polisi itu" ucap Rayhan sambil menyodorkan ponselnya.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Lukas masuk kedalam dengan di ikuti oleh Rega yang sekarang sudah seperti surat dan perangko, karena mereka selalu bersama.


"Kak untuk apa kita ke sini, aku yakin ini bukan tempat baik" ucap Rega.


"Ini kantor polisi Rega" ucap Lukas.


"Apa" tanya Rega.


"Tempat orang jahat di tahan" ucap Lukas.


"Oh ya kenapa kita datang kesini apa kita orang jahat" tanya Rega.


"Diam lah" ucap Lukas.


Lukas ber bicara dengan pihak polisi dengan sedikit paksaan akhirnya kedua anak buah Rayhan bisa pulang juga, dan Rayhan hanya menunggu di dalam mobil.


Lukas, Rega dan kedua anak buah Rayhan berjalan mendekat pada mobil Rayhan.


"Kalian pulang ke markas pakai motor Lukas" titah Rayhan.


"Baik tuan" ucapnya.


Sedangkan Lukas dan Rega masuk kedalam mobil Rayhan,


"Hy kak Ray" sapa Rega pada Rayhan.


"Ya" ucap Rayhan.


"Lukas kenapa kau terlihat suram sekarang" tanya Rayhan.


"Tidak apa apa tuan" jawab Lukas.


"Kak Ray apa kau tau semalam ada wanita cantik datang ke rumah kak Lukas, dia tak pakai baju" ucap Rega.


"Ember" gumam Lukas ketus pada Rega.


"Oh ya siapa" tanya Rayhan.


"Entah tapi wanita itu cantik dan kak Lukas kayanya suka pada wanita itu" ucap Rega.


"Siapa Lukas" tanya Rayhan pada Lukas.


"Bukan siapa siapa tuan, hanya Nona Alena yang datang" jawab Lukas.


"Lalu kata Rega kenapa Alena tak pakai baju" tanya Rayhan.


"Dia berbohong tuan, memang Non Alena kan selalu pakai pakaian yang pendek" jawab Lukas.


"Tapi kak aku benar kalau wanita itu tak pakai baju" ucap Rega.


"Diam kau" geram Lukas.


"Dari cerita ini dan kejadian tempo lalu aku semakin yakin kalau kau dan Alena memang ada apa apa" ucap Rayhan.


"Tidak tuan" ucap Lukas.

__ADS_1


"Jangan membantah Lukas, aku tau" ucap Rayhan.


"Tidak tuan saya tak suka pada Non Alena" ucap Lukas.


"Kau malu malu Lukas" ucap Rayhan yang langsung menghentikan laju mobilnya karena sudah sampai di tempat kejadian saat Rega mengalami kecelakaan.


"Turun" titah Rayhan.


Mereka bertiga turun dan melihat pada tempat yang dulu Rega mengalami kecelakaan,


"Kau tau tempat ini" tanya Rayhan.


"Apa aku pernah ke sini" tanya Rega.


"Siapa tau saja kau ingat" ucap Rayhan.


"Tidak" ucap Rega.


Tiba tiba di kepala Rega langsung terbayang suatu kejadian saat dirinya keluar dari mobil saat mobil itu akan ke jurang, namun bayangan itu hanya lah hitam dan membuat kepala Rega terasa sangat pusing.


"Tuan" bisik Lukas pada Rayhan.


"Biarkan dia mengingatnya Lukas" ucap Rayhan.


"Arrghhh" ucap Rega kesakitan.


"Kak Ray aku sangat pusing, bisa kita pulang" tanya Rega.


"Tuan bagaimana" tanya Lukas.


"Baiklah ayo pulang" ucap Rayhan.


Di perusahaan Rayhan.


Raya tengah melakukan meeting dengan klien Rayhan, saat ini Raya hanya di temani oleh Sasa bendahara di perusahaan Rayhan.


Setelah selesai mempresentasikan materi materi Raya kembali duduk.


Tangan Raya gemetar bahkan Raya sangat gugup sekarang karena baru kali ini Raya bicara di hadapan orang.


"Dimana tuan Rayhan" tanya Klien itu.


"Dia sedang ada urusan" jawab Raya.


"Oh apa anda sekertaris nya yang baru" tanya klien yang masih muda itu.


"Ya" jawab Raya.


"Pandai sekali tuan Rayhan memilih sekertaris masih muda dan pintar" ucapnya.


"Terima kasih" ucap Raya.


"Dimana alamat rumah mu" tanya Klien itu.


"Jalan ****" ucap Raya.


"Oh ya, itu sebuah perumahan yang cukup mewah kau tinggal disana" tanya nya.


"Ya itu rumah tuan Rayhan" ucap Raya.


"Tapi aku bertanya tentang rumah mu, yours house" ucapnya.


"Aku Raya istrinya Rayhan, jadi aku juga tinggal di sana" ucap Raya.


"Kamu istrinya tuan Rayhan" tanya nya.


"Ya".


"Baiklah kita kembali ke topik awal, jujur saja aku tertarik nanti aku akan kabari lagi pada tuan Rayhan" ucapnya memilih mengganti topik pembicaraan karena tak mau ber masalah dengan Rayhan karena menggoda istrinya.


"Terima kasih tuan" ucap Raya.


"Selamat siang tuan" ucap Raya.


"Oh ya Bu dia sangat bar bar" ucap Sasa.


"Entah aku bingung memikirkannya" ucap Raya.


"Baiklah kemana lagi kita, kembali ke perusahaan" tanya Sasa.


"Ayo" ucap Raya.


Di sebuah tempat Dion adinata sedang mengoreksi kehidupan Rayhan dan anak buahnya memberikan informasi kalau Topan Arya Wijaya masih hidup dan ternyata benar kalau Rayhan itu adalah anak sulung dari Topan.


"Hahahah selama dua belas tahun aku mencari mu dan sekarang kita bertemu lagi Topan" ucap Dion sambil tertawa.


"Tuan info yang kami dapatkan Topan sekarang hidup miskin bahkan rumahnya pun sangat sederhana" ucap anak buahnya.


"Bo doh begitu saja kau tak paham, dia sengaja tak memperlihatkannya karena si Topan itu tak mau sampai ada orang lain yang melihat kalau dia itu kaya" geram Dion.


"Baik tuan".


"Besok pagi sekali kita akan datang kesana, kita akan bawa Rayhan serta istrinya untuk datang ke sini" ucap Dion.


"Baik tuan kami akan bersiap sekarang" ucap anak buah Dion.


"Besok Bo doh" geram Dion.


"Ya tuan kami akan meng service mobil karena perjalanan nya cukup jauh" ucap anak buahnya.


"Terserah kau saja" ucap Dion.


Dion kembali tertawa karena akhirnya setelah sekian lama dia kembali menemukan Topan yang selalu membuat Tidur nyenyak Dion terganggu.


"Setelah aku berhasil menemukan Topan aku aka habisi dia berserta semua keluarganya, hahaha jangan senang dulu Topan aku belum tenang kalau kau masih hidup" ucap Dion.


Rayhan melajukan mobilnya hingga sampai di perusahaanya, Lukas dan Rega juga ikut kesana karena tak akan mungkin Rayhan memulangkan Rega ke kosan.


"Kau sudah baikan Rega" tanya Rayhan.


"Sudah kak" jawab Rega.


"Kau ikut saja ke perusahaan aku, nanti kau bisa istirahat di ruangan ku" ucap Rayhan.


"Terima kasih kak" ucap Rega.


"Apa kau sudah ingat sesuatu" tanya Rayhan yang masih penasaran pada Rega.


"Belum kak" ucap Rega.


"Baiklah kita mulai dengan perlahan lahan" ucap Rayhan.


"Tuan apa tak sebaiknya kita periksa lagi Rega ke Dokter" tanya Lukas.


"Ide bagus" ucap Rayhan..


Rayhan membawa Rega ke dalam ruangannya sedangkan Rayhan tak melihat keberadaan sang istri di meja kerjanya.


"Dimana Raya" tanya Rayhan pada karyawannya.


"Bu Raya meeting tuan" jawabnya.


"Baiklah terima kasih" ucap Rayhan.


"Kak ini kantor mu" tanya Rega pada Rayhan.


"Ya" jawab Rayhan.


"Bagus, kalau aku sudah besar nanti aku juga ingin punya perusahaan sebesar ini dengan pegawai yang cantik cantik" ucap Rega.

__ADS_1


"Kalau semua pegawai mu wanita cantik maka aku pastikan kau tak akan fokus dalam bekerja" ucap Rayhan.


"Ya kak" ucap Rega.


Rayhan membiarkan Rega duduk di sofa ruangannya, dan sekarang Rayhan akan bekerja karena pekerjaanya sekarang cukup banyak.


Tokk


"Permisi pak" sahut Raya di ambang pintu ruangan Rayhan.


"Ya Raya masuk" ucap Rayhan.


"Pak aku tadi sudah bertemu dengan klien katanya dia akan secepatnya menghubungi bapak" ucap Raya.


"Ya, capek ya" tanya Rayhan.


"Tidak" ucap Raya.


"Jangan bohong" ucap Rayhan.


"Tidak pak" ucap Raya.


"Baiklah kamu boleh istirahat" ucap Rayhan.


"Terima kasih pak" ucap Raya.


"Sama sama" ucap Rayhan.


Rega hanya memandang Raya dengan teliti


"Kak siapa dia" tanya Rega saat Raya sudah pergi dari sana.


"Dia Raya istri ku" jawab Rayhan.


"Oh ya" tanya Rega.


"Ya, aku juga kalau cari istri mau yang seperti istri kakak" ucap Rega.


"Kenapa" tanya Rayhan.


"Sudah cantik baik pintar apa lagi yang kurang" ucap Rega.


"Ya tapi dia istri ku, dan kau tak boleh mencari orang sepertinya karena Raya hanya ada satu" ucap Rayhan.


"Aku akan cari yang Kw nya" ucap Rega.


"Terserah" ucap Rayhan sambil tersenyum menatap Rega yang sekarang banyak sekali bicara.


Setelah lama bersikukuh dengan layar laptopnya akhirnya Rayhan akan pulang juga, namun terlebih dahulu Rayhan mengantarkan dulu Lukas dan Rega.


Mobil Rayhan berhenti di kosa Lukas dan Rega, Raya menatap jalanan itu sepertinya dia kenal dengan tempat itu.


"Pak Ray lihat yang di belakang kosan Julia" ucap Raya.


"Oh ya" tanya Rayhan.


"Ya hanya terhalang gerbang itu saja" ucap Raya.


"Aku gak tau Raya" ucap Rayhan.


"Ya aku juga tadinya gak kenal tapi serasa tak asing bagiku" ucap Raya.


"Tuan Lukas kalau kau tak keberatan boleh kan kau pantau sesekali Julia, setau aku kalau malam Julia suka ke warung" ucap Raya.


"Baik Nona" ucap Lukas.


"Terima kasih" ucap Raya.


Rayhan melajukan lagi mobilnya menuju jalan pulang,


"Oh ya Raya besok aku akan membawa Rega periksa ke rumah sakit" ucap Rayhan.


"Apa dia sakit" tanya Raya.


"Amnesia" ucap Rayhan.


"Oh ya aku rasa dia baik baik saja" ucap Raya.


"Dia hanya lupa" ucap Rayhan.


"Amnesia penyakit berat pak Ray karena dia berarti tak bisa mengingat apa apa" ucap Raya.


"Ya makannya dia memanggil aku kakak" ucap Rayhan.


"Oh aku kira itu memang adik mu" ucap Raya.


"Adik ku hanya Zia dan hanya Zia saja" ucap Rayhan.


"Bisa jadi kan itu adik adikan pak Ray" ucap Raya.


"Sudahlah" ucap Rayhan.


Malam harinya mereka rebahan di ranjang kamarnya Raya belum mengantuk, sedangkan Rayhan sekarang sedang mengutak atik layar ponselnya.


"Pak Ray" tanya Raya.


"Hmm".


"Seandainya aku punya anak lalu badan aku melar dan aku jadi dekil apa pak Ray masih mau sama aku" tanya Raya.


"Raya kau ini, sedekil dekilnya istri suami akan tetap menerima nya" ucap Rayhan.


"Tapi pak Ray lihat di luaran sana banyak sekali laki laki yang selingkuh" ucap Raya.


"Jangan sama kan aku dengan orang lain Raya sudah jelas aku beda, dengar ini sekarang dokter kecantikan banyak obat pelangsing juga banyak kamu jangan khawatir selagi punya uang untuk perawatan kamu jangan bilang begitu" ucap Rayhan.


"ya pak Ray aku hanya lihat orang saja" ucap Raya.


"sudah tidur lah mau aku peluk" tanya Rayhan.


"boleh" ucap Raya sambil tersenyum.


rayhan mendekat pada Raya dan memeluk Raya dengan sangat erat.


"pak Ray kau sangat tampan" ucap Raya.


"aku tau Raya" ucap Rayhan.


"ck sombong" ucap Raya.


"memang benar kan aku yang paling tampan" ucap Rayhan.


"ya" ucap Raya.


Di kosan Lukas saat ini Lukas dan Rega hendak tidur tapi mereka di kejutkan dengan suara gedoran pintu.


Lukas membukanya dan seorang gadis muda dan cantik langsung masuk kedalam kosan Lukas.


"hey kau siapa" tanya Lukas.


"aku Julia" ucap gadis itu.


"teman Raya yang kosannya di belakang itu" tanya Rega.


"ya" ucap Julia ketakutan.


"ada apa" tanya Lukas.


"ada preman yang mengikuti aku" ucap Julia.

__ADS_1


...,bersambung......


__ADS_2