
Rayhan keluar dari kamar mandi karena sabunnya habis, Rayhan tadinya akan mencari sabun di rak lemarinya namun Rayhan mencari cari Raya tetapi Raya tak ada.
"Dimana Raya apa dia sedang masak, ahh tak mungkin karena dia kan sudah makan" ucap Rayhan.
Rayhan berjalan keluar kamarnya dia melihat ke arah lantai bawah namun tak ada Raya di ruang tengah, Rayhan melihat kamar tamu yang terbuka.
"Kenapa Bi Ratna membiarkan pintu ini terbuka, apa bi Ratna lupa menutupnya" gumam Rayhan.
Namun saat Rayhan hendak menutup pintu, dia melihat Raya yang sedang melakukan Sholat di kamar itu,
"Raya Sholat dan melakukannya secara diam diam" gumam Rayhan.
Karena tak mau menganggu Rayhan pun kembali ke kamar dan mandi karena sekarang rasanya badannya sangat lengket karena keringat.
"Kenapa harus di kamar tamu" gumam Rayhan yang masih bingung dengan sikap Raya.
"Nanti biar aku tanyakan" gumam Rayhan lagi.
Rayhan menyelesaikan mandinya, dan Rayhan langsung ganti pakian menggunakan piyama bahkan Rayhan langsung rebahan di kasur sambil melihat ponselnya.
Lama hingga sampai jam delapan malam Raya baru datang ke kamar Rayhan, karena kepergian Raya yang sangat lama Rayhan menatap Raya dengan tatapan tajam.
"Pak Ray" ucap Raya.
"Hmm" ucap Rayhan.
"Aku akan tidur" ucap Raya.
"Silahkan" ketus Rayhan.
"Raya" tanya Rayhan pada Raya yang sekarang sedang menyelimuti badannya.
"Apa" tanya Raya menatap pada suaminya yang sekarang sedang rebahan di sampingnya.
"Kau Sholat" tanya Rayhan dengan tatapan tajam.
"Apa? Pak Ray tau tapi tau dari mana apa kamar tamu juga memakai Cctv" batin Raya.
"Ya pak" jawab Raya.
"Kenapa" tanya Rayhan.
Dengan bangga Raya mendekat pada Rayhan.
"Karena itu kewajiban pak" ucap Raya menjawab pertanyaan Rayhan.
"Bukan, maksud ku kenapa di kamar tamu, kamai ini juga luas lagi pula kamar ini cukup bersih untuk kau melakukan Sholat" ucap Rayhan.
Raya akhirnya bisa bernafas lega karena tadinya Raya takut kalau Rayhan tau maka Rayhan akan marah.
"Kau tak marah" tanya Raya.
"Kenapa marah" tanya Rayhan.
"Tidak" ucap Raya yang langsung rebahan di samping Rayhan.
Tanpa Raya sadari Rayhan memeluknya dengan sangat erat dari arah belakangnya, dan untuk malam ini Raya dan Rayhan tidur dengan saling berpelukan.
Sedangkan di sisi lain Lukas sedang di pusingkan dengan Rega yang selalu saja menanyakan siapa dirinya, dan bagaimana kehidupan Rega yang dulu.
"Kak, apa dahulu aku punya pacar" tanya Rega pada Lukas yang sekarang sedang mengutak atik laptopnya.
"Tidak" jawab Lukas singkat.
"Apa dulu aku pernah pacaran" tanya Rega.
"Tidak" jawab Lukas.
"Lalu apa aku punya keluarga" tanya Rega.
"Punya" ucap Lukas.
"Siapa, dimana mereka" tanya Rega.
"Mana aku tau" jawab Lukas.
"Oh ya kak, bagaimana cara membuka benda itu" tanya Rega menunjuk televisi.
"Kau lupa cara menyalakannya" tanya Lukas.
"Ya" ucap Rega.
"Untung kau hanya tak ingat dengan orang orang dan nama benda kalau dia lupa segalanya, bisa gak waras aku bersama dengannya terus" gumam Lukas.
"Hey lihat, kau hanya perlu menekan tombol ini" ucap Lukas.
"Terima kasih kak" ucap Rega.
"Ya sama sama" ucap Lukas.
Lukas kembali duduk di lantai, karena kosan Lukas cukup kecil jadi Lukas harus tidur bareng dengan Rega.
"Kak apa kau punya pacar" tanya Rega.
"Tidak" ucap Lukas.
"Kenapa tak punya pacar, bahkan harusnya kakak sudah menikah dan punya anak" ucap Rega.
"Apa kau punya uang" tanya Lukas.
"Uang apa itu, apa jenis makanan" tanya Rega.
"Ya ampun apa amnesia se buruk ini" gumam Lukas meremas rambutnya sendiri.
"Uang apa kak" tanya Rega yang masih penasaran.
"Tidak aku hanya bercanda" ucap Lukas.
"Baiklah" ucap Rega.
Lukas hanya bisa menepuk jidatnya saja karena bingung dengan kelakuan Rega yang dulunya dingin dan tak banyak bicara tapi sekarang dia sangat cerewet.
Keesokan harinya Rayhan sudah bersiap akan berangkat kerja, Raya yang baru saja melaksanakan Sholat pun langsung heran menatap suaminya itu.
"Pak Ray mau kemana" tanya Raya.
"Mau kerja" jawab Rayhan dengan santai sambil menyisir rambutnya.
"Pak Ray ini kan hari minggu" ucap Raya.
Rayhan menatap pantulan dirinya di cermin dengan heran, karena bisa bisanya Rayhan lupa kalau sekarang itu hari minggu.
"Aku lupa" ucap Rayhan dengan wajah datar.
"Lupa" gumam Raya sambil terkekeh geli melihat tingkah Rayhan.
"Raya, aku punya pesan dari Iqbal katanya dia mengajak kita nongkrong, bahkan Rahma juga ikut" ucap Rayhan.
"Wah benarkah" tanya Raya.
"Ya" singkat Rayhan.
"Baiklah aku ikut, kapan" tanya Raya.
"Pukul sembilan pagi, aku yakin El pasti mau melamar Rahma" ucap Rayhan.
"Benarkah, tapi pak Ray kemarin Rahma bilang kalau katanya dia belum siap menikah, bahkan kak El juga sudah membicarakan hal itu pada Rahma lewat pesan, tapi Rahma belum menjawabnya" ucap Raya.
"Kenapa, bukan kah bagus ya, aku dan El berteman, kau dan Rahma juga berteman jadi apa salahnya" ucap Rayhan.
"Pak Ray jodoh itu di tangan tuhan bukan di tangan teman" ucap Raya.
__ADS_1
"Ayo makan sayang" ucap Rayhan.
"Hah" tanya Raya merasa aneh pada ucapan Rayhan.
"Ayo" ucap Rayhan.
Tetapi Rayhan tidak membawa Raya ke dapur tapi membawa Raya menuju ranjang dan menidurkan Raya.
"Pak Ray katanya mau makan tapi kenapa tidur lagi" ucap Raya.
"Sekali lagi ya" tanya Rayhan.
"Tidak pak, aku lapar" ucap Raya.
"Ayolah" ucap Rayhan maksa.
"Aku lelah pak kita sudah melakukannya tadi" ucap Raya.
"Baiklah tapi nanti lagi" bisik Rayhan pada telinga Raya.
"Ya" ucap Raya.
Mereka berdua makan di meja makan, hanya suara sendok yang terdengar di meja makan karena Raya paham kalau Rayhan tak suka jika makan sambil mengobrol.
Drtt drtt
Ponsel Raya berbunyi dan penelponnya adalah Rahma.
"Pak Ray aku permisi" ucap Raya pergi dari sana menjauh dari Rayhan karena akan mengangkat panggilannya.
📞📞
..."Ya Rahma ada apa" tanya Raya....
..."Ray apa kau akan ikut, tadi kak El memberi aku pesan kalau dia akan mengajak aku nongkrong, kau ikut kan" tanya Rahma....
..."Ya aku ikut, ayolah Rah ikut saja ada aku kok" ucap Raya....
..."Baiklah aku ikut" ucap Rahma....
..."Selamat bertemu nanti" ucap Raya....
📞📞📞
"Siapa" tanya Rayhan yang sekarang sudah selesai makan.
"Rahma" ucap Raya.
"Oh" singkat Rayhan.
Sedangkan di tempat lain Lukas sudah berada di markas, karena mendapat pesan kalau barang yang akan di kirimkan kurang beberapa lagi.
Lukas memeriksa semua barang barang.
"Siapa yang memeriksanya" tanya Lukas.
"Adit tuan Lukas" ucap anak buah Rayhan.
"Oh baiklah aku akan coba telpon pihak pengiriman, siapa tau saja ada yang tertinggal" ucap Lukas.
"Baik tuan".
Lukas menelpon pihak pengiriman tapi yang mereka katakan tak ada barang yang tertinggal,
"Kemana empat senjata lagi" gumam Lukas.
Lukas pun menghubungi Rayhan karena tak mau Rayhan salah paham.
📞📞📞
..."Tuan ada senjata yang hilang, tapi sudah aku tanya pada pihak pengiriman tapi tak ada yang tertinggal" ucap Lukas....
..."Saya kurang tau tuan" ucap Lukas....
..."Baiklah tak masalah" ucap Rayhan....
..."Baik tuan" ucap Lukas....
📞📞
Rayhan hanya bisa menarik nafasnya kasar karena dia tak bisa berbuat apa apa sekarang apa lagi ada Raya disana jadi Rayhan untuk sementara menutupi pekerjaan hitamnya itu.
"Pak Ray, kak Alena cantik ya" ucap Raya.
"Cantik" ucap Rayhan.
"Ya apa lagi dia terlihat sangat de wasa" ucap Raya lagi.
"Ya" singkat Rayhan.
"Apa pak Ray suka pada Ka Alena" tanya Raya.
"Suka" ucap Rayhan.
"Lalu kenapa kalian batal menikah" tanya Raya.
"Ya mungkin tak berjodoh" ucap Rayhan.
"Padahal sayang kak Alena cantik" ucap Raya.
"Kau tau ada wanita yang lebih cantik dari Alena" ucap Rayhan.
"Siapa? Apa pak Ray menyukainya" tanya Raya.
"Tentu saja aku sangat menyukainya" ucap Rayhan.
"Siapa" tanya Raya penasaran.
"Kamu" ucap Rayhan.
"Aahhh pak Ray kau meng gombal" ucap Raya.
"Tidak meng gombal Raya itu benar" ucap Rayhan.
Siang harinya Raya dan Rayhan sudah bersiap akan berangkat nongkrong, bahkan Rayhan juga sudah mendapat pesan kalau Iqbal dan Elpan sudah berada di perjalanan.
"Pak Ray lihat baju ini bagus gak" tanya Raya memperlihatkan gaun hitam yang panjang.
"Jangan pakai itu Raya" ucap Rayhan.
"Lalu pakai apa" tanya Raya.
Rayhan melihat lihat baju Raya yang mengantung di lemari pakaiannya.
Rayhan memilih milihkan gaun untuk Raya.
"Yang ini Raya bagus" ucap Rayhan menunjuk daster yang dulu pernah Rayhan belikan saat Raya di sangka sedang hamil.
"Pak Ray" ucap Raya kesal.
"Canda Raya, pakai yang ini saja" ucap Rayhan memilih gaun berwarna hitam.
"Kita couple Raya" ucap Rayhan.
"Oh ya" ucap Raya.
Di sebuah cafe yang biasa Rayhan dan kedua temannya datangi, mereka semua sedang merasa kesal karena tanpa janjian mereka memakai baju yang sama.
Ketiga pria itu memakai jas dan jelana bahan berwarna hitam sedangkan Raya dan Rahma memakai gaun berwarna hitam.
"Kita Couple" tanya Raya.
__ADS_1
"Ya padahal kita gak janjian" ucap Rahma.
"Ck malas aku datang kesini" ucap Iqbal.
"Kau, kenapa memakai jas hitam kenapa tak pakai jas warna coklat saja" ucap Elpan.
"Lalu kau kenapa tak pakai celana navy saja" ucap Iqbal.
"Sudah tak apa anggap saja kita couple" ucap Rayhan.
"Hah malas aku, lihat kalian berpasang pasangan lalu aku" ucap Iqbal.
"Makannya cari pacar Iqbal bukan cari wanita yang hanya memuaskan saja has rat mu" ucap Elpan.
"Diam aku pusing dengan hal itu" ucap Iqbal.
"Oh ya ada hal yang akan aku bicarakan pada mu El" ucap Rayhan.
"Apa" tanya Elpan.
"Selama kau bekerja sama dengan pak Dion Adinata apa pernah dia meminta uang, dengan alasan biaya untuk Klien" tanya Rayhan.
"Tidak" jawab Elpan.
"Hanya orang bo doh yang akan melakukan hal itu, karena aku tak pernah mendengar hal itu" ucap Iqbal.
"Ya bo doh bukan" ucap Rayhan.
"Oh ya Rahma siapa nama Ayah mu" tanya Elpan.
"Argam Mahoji" ucap Rahma.
"Tuan Mahoji" ucap Iqbal tak percaya.
"Kau orang kaya Rahma" ucap Rayhan.
"Tak kaya biasa saja" ucap Rahma.
"Benar loh, kau orang terpandang Rahma" ucap Elpan.
"Yang kaya Ayah aku kak bukan aku" ucap Rahma.
"Tak sangka aku, ternyata kita semua sama sama orang kaya" ucap Iqbal.
"Sudahlah tetap saja jika di hitung dengan jumlah harta, hanya Elpan lah yang akan menang" ucap Rayhan.
"Malahan Ray mungkin kau yang sangat kaya, kalau kau harta mu tak di bobol oleh Zia" ucap Iqbal.
"Ya sekarang aku bisa tenang, setidaknya Zia aman di pesantren" ucap Rayhan.
"Apa orang itu menculik Zia lagi" tanya Elpan.
"Apa Zia di culik" tanya Raya.
"Ya" ucap Elpan.
"Dulu Raya" ucap Rayhan yang memberikan kode pada Elpan supaya diam dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir Rayhan.
"Oh ya" tanya Raya.
"Ya".
Pelayan datang mengantarkan makanan yang mereka pesan, hingga saat itu mereka semua makan dan tak ada obrolan lagi.
Hingga mereka selesai makan dan mengobrol ringan.
"Jadi Raya, kapan kalian punya bayi" tanya Rahma.
Ohokk ohokk
Raya tersedak kaget mendengar hal itu.
"Kau baik baik saja Raya" tanya Rayhan.
"Ya pak" ucap Raya.
"Rahma kenapa kau bertanya begitu" tanya Raya.
"Hanya tanya lagi pula kau sudah cocok kan punya anak, ya kan kak" ucap Rahma pada Elpan.
"Ya Rayhan kau pantas menjadi seorang ayah" ucap Elpan.
"Nanti saja kalau Raya sudah mau" ucap Rayhan.
"Romantis sekali" ucap Rahma.
"Baiklah Rahma berapa anak yang akan kau berikan pada suami mu nanti" tanya Elpan.
"Kalau aku terserah suami aku" ucap Rahma.
"Kalau aku mau dua belas" ucap Elpan.
"Hahahah kau mau buat anak atau buat tim sepak bola Elpan" ucap Iqbal mentertawakan temannya itu.
"Diam kau ini keinginan aku" ucap Elpan.
"Terserah" ucap Iqbal masih terkekeh melihat temannya yang kon nyol itu.
"Oh ya Rahma di hadapan teman teman ku dan teman mu Raya, aku mau melamar mu untuk menjadi istri ku" ucap Elpan serius pada Rahma.
"Tapi kak, bukan kah ini terlalu terburu buru" tanya Rahma.
"Aku tak maksa Rahma" ucap Elpan.
"Ayo Rahma terima saja" ucap Raya.
Rahma hanya tersipu malu karena menjadi tontonan teman temannya itu.
"Baiklah aku terima" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung memeluk Rahma di hadapan orang banyak.
"Jangan buru buru ingat kalian belum menikah" ucap Iqbal.
"Tahan" ucap Rayhan.
Semuanya tertawa bersama melihat ke kon yolan itu.
"baiklah aku harus pulang ada janji dengan wanita kencan ku dua jam lagi" ucap Iqbal.
"ya hati hati jangan lupa makan nanti lemas" ucap Rayhan meledek Iqbal.
"ya aku pasti akan puas sekarang" ucap Iqbal.
Iqbal pergi dari sana dan disana hanya ada Elpan dan Rahma sedangkan Rayhan dan Raya.
"apa kau tak kerja" tanya Elpan pada Rayhan.
"tidak aku libur" ucap Rayhan.
"ayo kita jalan jalan, aku yang akan traktir" ucap Elpan.
"so kaya depan wanita" gumam Rayhan.
"ayo Raya ikut" ucap Rahma.
"aku terserah pak Ray saja" ucap Raya.
"baiklah aku dan Raya ikut" ucap Rayhan.
Bersambung..
__ADS_1