
Mobil yang membawa Zia berhenti di bandara internasional, dan dengan cepat heli kopter pun turun ke bawah.
Rayhan dan kedua temannya sudah turun dari heli kopter, bahkan sekarang Rayhan sedang memaksa pada penjaga tiket untuk menyelamatkan Zia dari dalam pesawat itu.
"Maaf tuan tidak bisa masuk karena tiket sudah habis" ucap penjaga tiket.
"Argghh aku beli semua tiketnya" ucap Rayhan kesal.
"Tetap tidak bisa tuan karena semua sudah ada yang beli" ucapnya.
Iqbal menerobos masuk ke dalam pesawat karena lima menit lagi pesawat itu akan lepas landas, walau pun banyak penjaga disana dengan lihainya Iqbal masuk kedalam.
Walau pun pada akhirnya Iqbal di kejar juga tapi sekarang Iqbal sudah masuk dan melihat lihat keberadaan Zia di dalamnya, tetap tak ada karena Iqbal memasuki ruangan kelas B.
Iqbal maju ke kelas A dan benar saja ada Zia dan seorang laki laki disana, terlihat oleh Iqbal kalau Zia di ikat dan mulutnya di lakban.
"Bede bah" ucap Iqbal geram.
Bughh
Bughh
Dengan cepat Iqbal memukul laki laki itu sampai tumbang bahkan laki laki itu hanya diam saja saat Iqbal memukulinya.
"Beraninya kau menculik adikku dasar Bede bah tak punya otak kau" ucap Iqbal geram.
Iqbal dengan cepat membuka ikat dan lakban pada mulut dan tangan Zia, Iqbal kembali pada laki laki itu karena hendak melihat wajahnya.
Iqbal mengangkat kerah baju Glend, betapa terkejut nya Iqbal saat melihat kalau yang menculik Zia adalah temannya sekaligus fatner perusahaannya.
"Glend antonio Mahesta" ucap Iqbal.
Glen pun melihat Iqbal, dan betapa terkejutnya Glend melihat orang yang memukulinya itu.
"Iqbal" gumam Glend.
Bughh
"Beraninya kau menculik adikku" ucap Iqbal yang memukul lagi Glend.
"Maafkan aku, aku gak tau kalau wanita ini adik mu, aku hanya di kasih" ucap Glend
"Siapa yang berani memberikan adikku secara percuma" tanya Iqbal.
"Marwah teman satu pesantren Zia" ucap Glend.
"Untung kau teman ku kalau tidak, aku tak akan segan segan membu nuh mu" ucap Iqbal.
"Lain kali jangan pernah memaksa wanita baik baik untuk menjadi pemuas mu kau ingat banyak kan perempuan yang nak al di luaran sana" ucap Iqbal mendekat pada Zia.
"Ayo" ucap Iqbal.
Namun Zia mendekat pada Glend.
Plakk..
"Perjuangankan Ning Marwah dia sedang mengandung anak mu" ucap Zia sambil menampar Glend.
Sedangkan Iqbal hanya tersenyum tipis melihat keberanian Zia karena menampar Glend.
Zia dan Iqbal berjalan keluar dari pesawat walau pun para penjaga hendak menangkap Iqbal tapi setelah melihat hal itu mereka paham kalau Iqbal ternyata hendak menyelamatkan Zia.
"Kakak" ucap Zia yang langsung memeluk kakak sulungnya itu.
"Are you okey" tanya Rayhan pada adiknya.
"I m okey" ucap Zia.
Zia melihat kearah sekitar ada Adam juga di sana dengan wajah yang babak belur,
Zia menatap haru pada Adam karena dia mau menyelamatkan Zia walau hanya menggunakan motor saja.
"Kak Iqbal terima kasih karena sudah menolong ku" ucap Zia.
"Hanya terima kasih, kau tak mau memelukku" goda Iqbal.
Saat Zia hendak memeluk Iqbal, tangan Rayhan menarik baju belakang Zia sehingga Zia tergusur ke belakang.
"Jangan peluk dia, dia bukan laki laki baik" ucap Rayhan.
"Ck kau ini aku sudah berhenti jadi casanova" ucap Iqbal.
"Kapan kau berhenti" tanya Rayhan.
"Kemarin" ucap Iqbal.
"Zia aku pangling melihat mu, kau percaya tadinya aku tak mengenali mu, aku berpikir apa itu kamu atau bidadari yang baru saja turun" ucap Iqbal.
"Ck gombalan buaya" sungut Elpan.
Hahahah
Untuk pertama kalinya Iqbal di tertawakan oleh teman temannya termasuk oleh Adam juga yang sejak tadi ada di sana.
"Ini benar Zia mau kan kau menikah dengan ku" ucap Iqbal.
"Aku sudah punya kak" ucap Zia.
"Yaah padahal aku harap bisa menikah dengan mu, kalau kau mau aku janji akan berhenti menjadi cassanova dan semua harta ku akan menjadi milik mu" ucap Iqbal.
"Tetap tidak kak, aku na kal dan kau juga na kal kalau kita menikah maka anak kita juga akan sama kak" ucap Zia.
"Kau baik Zia" ucap Iqbal.
"Sudah" tanya Rayhan.
"Sudah membicarakan hal yang tak bermutu itu, ayo kita pulang banyak pekerjaan yang menanti kita" ucap Rayhan.
"Ayo" serempak.
"Zia jaga diri baik baik" ucap Rayhan kembali memeluk adiknya itu.
"Kak dimana kakak ipar aku rindu padanya" ucap Zia.
"Nanti kakak akan ajak Raya datang ke kampung" ucap Rayhan.
"Maaf sekarang kakak harus pergi kau pulanglah bersama dengan laki laki itu" ucap Rayhan.
"Ya kak".
" Hey Boy jaga adik ku jangan biarkan dia di culik lagi" ucap Rayhan pada Adam.
"Baik kak" ucap Adam.
"Kak? Ck aku tak terlalu tua untuk menjadi kakak mu, bahkan kalau aku lihat kau yang lebih tua dari ku" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan adik nya dan Adam.
Rayhan kembali masuk kedalam pesawat bersama dengan kedua teman kon yol nya itu.
"Kau tau siapa yang menculik Zia" tanya Rayhan pada Iqbal.
__ADS_1
"Tentu saja aku tau" ucap Iqbal.
"Siapa" tanya Elpan dan Rayhan.
"Glend antonio mahesta" ucap Iqbal.
"Siapa Glend" tanya Rayhan.
"Cassanova sama seperti aku, dia orang singapura" ucap Iqbal.
"Kenapa harus Zia" tanya Rayhan.
"Ya mungkin Zia cantik" ucap Iqbal berusaha menutupi siapa dalang di balik penculikan itu, karena kalau Rayhan tau kalau dalangnya itu teman Zia mungkin Rayhan akan mengeluarkan Zia dari sana.
Mereka semua pulang dan kembali lagi ke perusahaannya masing masing, karena hari juga sudah semakin siang jadi Rayhan memutuskan menjemput Raya ke kampus.
Rayhan mencoba menghubungi Lukas.
📞📞
..."Ya tuan" tanya Lukas saat panggilannya sudah terhubung....
..."Tolong handle pekerjaan ku" ucap Rayhan....
..."Baik tuan"....
..."Bagaimana keadaan Rega" tanya Rayhan....
..."Hari ini dia pulang dan aku akan antar dia ke kontrakan aku" jawab Lukas....
..."Baiklah aku akan kesana nanti" ucap Rayhan....
..."Ya tuan"....
📞📞
Tak lupa Rayhan juga mengirim pesan pada Raya.
{ aku jemput sekarang } pesan Rayhan.
Rayhan langsung menjemput Raya di kampusnya, saat ini Raya sudah menunggu di depan, menunggu Taksi yang sudah di pesan Julia.
Taksi pun datang dan Julia masuk, namun Raya tetap disana menunggu Rayhan karena tadi Rayhan sempat mengirim pesan padanya kalau Rayhan akan menjemputnya.
Mobil Avanza hitam milik Rayhan berhenti di hadapan Raya, dan dengan cepat Raya masuk kedalam mobil karena tau kalau itu adalah mobil suaminya.
"Pulang" tanya Rayhan dingin dan datar.
"Pulang saja" ucap Raya yang sekarang masih kesal karena kejadian semalam.
Walau Raya cukup senang karena Rayhan sudah mendapat hak nya tetapi Raya tak tau rasanya, karena hal itu menjadi pertama kali untuknya tapi dia tak sadarkan diri.
"Mau makan dulu" tanya Rayhan dengan tatapan fokus ke depan.
"Tidak" jawab Raya singkat.
"Kenapa" tanya Rayhan.
"Marah" ucap Raya yang langsung replek menutup mulutnya karena salah bicara.
"Kenapa marah" tanya Rayhan.
"Tidak" ucap Raya.
Rayhan tersenyum tipis.
"Baiklah kalau kau marah aku minta maaf" ucap Rayhan.
"Oh ya" ucap Rayhan.
Sesampainya di rumah, Rayhan dan Raya masuk kedalam kamar karena saat ini Raya ingin sekali mandi karena badannya sangat lengket karena keringat.
"Tunggu Raya" ucap Rayhan menghentikan Raya yang sekarang akan ke kamar mandi.
"Apa pak" tanya Raya.
"Luka di tubuh mu, apa itu ulah paman mu" tanya Rayhan.
"Ya" jawab Raya.
"Apa sakit" tanya Rayhan.
"Sudah tidak tapi kalau di pegang masih linu pak" jawab Raya.
"Kenapa tak bilang pada ku Raya" ucap Rayhan.
"Lalu kenapa" tanya Raya.
"Biar kita ke rumah sakit periksa" ucap Rayhan.
"Tak perlu pak aku baik baik saja" ucap Raya.
"Baiklah aku akan mandi dulu" ucap Raya langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Ahh Super Women" gumam Rayhan sambil tersenyum menatap Raya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Rayhan duduk di sofa kamarnya, dia menatap ponselnya yang baru saja mendapatkan notif.
{Tuan saya dan Rega sudah mau pulang sekarang} pesan dari Lukas.
{Tunggu aku, kita bawa Rega ke tempat itu} balas Rayhan.
{Baik tuan} pesan Lukas.
Rayhan mendekat pada pintu kamar mandi.
Tokk
Tok
"Raya" sahut Rayhan.
"Ya pak" tanya Raya dari dalam.
"Aku pergi sekarang ya, aku ada kerjaan" ucap Rayhan.
"Gak makan dulu" tanya Raya.
"Nanti saja" ucap Rayhan.
Rayhan langsung pergi dari sana menuju mobilnya yang berada di halaman rumahnya, Rayhan langsung menginjak pedal gas mobilnya.
Rayhan menuju langsung ke tempat kebakaran itu.
{Aku akan langsung ke lokasi, kau nyusul saja} pesan dari Rayhan.
{Baik tuan} balas Lukas.
Rayhan ke tempat itu sendirian, namun ada hal yang membuatnya terkejut, Rayhan melihat ada sekumpulan orang orang yang berada di sana tepat di lokasi kejadian.
__ADS_1
"Ada apa ini" Rayhan bertanya tanya.
Orang orang itu seperti sedang mencari sesuatu, tetapi Rayhan tak mengenali salah satu dari mereka.
"Bagaimana ada" teriak Seseorang pada orang orang yang turun ke bawah.
"Tak ada" teriak dari bawah jurang.
"Mereka sedang mencari apa" gumam Rayhan.
Rayhan masih menatap orang orang itu, tanpa berniat turun atau bertanya karena posisi Rayhan juga cukup jauh dari tempat mereka.
"Aku harus batalkan rencana ini" gumam Rayhan.
📞📞
..."Ya tuan" tanya Lukas di sebrang sana....
..."Kita batalkan saja, ada orang ramai di sini" ucap Rayhan....
..."Baiklah" ucap Lukas....
📞📞
Rayhan memutar balikan mobilnya berniat akan pulang ke rumah karena percuma saja disana banyak orang juga.
Rayhan memutuskan untuk pulang ke rumah dan istirahat karena pekerjaan sudah di handle juga oleh Lukas.
Sedangkan di sisi lain.
Dion Adinata sedang berada di perusahaanya dan sedang menunggu kabar dari anak buahnya.
Seorang anak buah Dion berjalan menuju pada tempat Dion duduk.
"Tuan kami tak menemukan bukti apa apa" ucapnya.
"Aargghh bagaimana kerja kalian, kalian tak bec us aku hanya menyuruh kalian mencari bukti apa anak buah Rayhan itu masih hidup atau tidak tapi kalian tak bisa mengerjakannya" geram Dion.
"Tapi tuan dari mana anda tau kalau anak buah Rayhan masih hidup, padahal aku yang melihat kalau mobil itu masuk ke jurang dan terbakar" ucap salah satu anak buah Dion.
Brakkk
Dion menggebrak meja karena marah pada anak buahnya itu.
"Be de bah tak punya otak, aku tau dari mata mata ku kalau seorang mayat di temukan oleh kedua orang laki laki, aku yakin kalau orang itu adalah Rayhan dan asistennya" ucap Dion geram.
"Tuan itu kan belum tentu" ucap anak buah nya terpotong karena di tatap tajam oleh Dion.
"Belum tentu apa? Kau meragukan aku" ucap Dion.
"Tidak tuan" ucap anak buah Dion terbata bata.
"Cari sampai dapat, aku gak mau tau" ucap Dion.
"Baik tuan".
Dion tersenyum sinis,
"Bagaimana pun cara nya aku harus mendapatkan kabar yang bagus, karena aku tak mau Rayhan sampai tau aku adalah orang yang menghancurkan keluarganya" gumam Dion.
Entah kenapa Dion sangat takut pada Rayhan, bukan takut Rayhan akan mengetahui kalau dia dalangnya tapi Dion takut Rayhan akan berbuat nekad.
Di kediaman Rayhan.
Rayhan kembali ke rumah dan melihat Raya yang sekarang sedang masak di dapur.
"Sudah pulang pak, tumben gak lama" tanya Raya.
"Ya aku gak jadi" ucap Rayhan.
"Oh yasudah ayo makan dulu" ucap Raya.
Karena lapar Rayhan pun memutuskan untuk makan siang bersama dengan Raya, setelah selesai makan Rayhan mengutak atik laptopnya melihat pekerjakan Lukas karena takutnya ada yang salah.
"Pak Ray" tanya Raya.
"Apa".
"Aku selesai ulangan besok, apa bisa aku bekerja di perusahaan mu" tanya Raya.
"Lalu kuliah mu" tanya Rayhan.
"Aku akan libur selama dua minggu dan setelah selesai ulangan aku tak akan masuk kuliah sampai nanti masuk ke semester dua" ucap Raya.
"Baiklah" ucap Rayhan.
"Lalu posisi aku menjadi apa" tanya Raya.
"Karyawan" ucap Rayhan.
"Oh baiklah" ucap Raya.
Malam harinya seperti biasa Raya dan Rayhan tidur di satu ranjang yang sama namun tak ada hal yang mereka lakukan padahal mereka belum tidur.
"Raya" tanya Rayhan.
"Ya pak".
"Aku berfikir tentang ucapan tantenya Rahma" ucap Rayhan.
"Apa" tanya Raya.
"Kalau laki laki akan betah di kamar" ucap Rayhan.
"Ck kau mes um pak Ray" ucap Raya mencubit perut Rayhan dan tertawa karena hal itu.
"Tapi benar kan" tanya Rayhan.
"Sudahlah, lagi pula malam hari suami tak akan kemana mana kan kecuali tidur" ucap Raya.
"Ya aku tau itu" ucap Rayhan.
Mereka berdua tertidur setelah bercanda dan tertawa namun, untuk malam ini Rayhan mendapat mimpi itu lagi yang membuat tidurnya menjadi terganggu.
Rayhan terbangun dengan nafas ngos ngosan, dia tak menyangka kalau sekarang dia mimpi lagi padahal kemarin kemarin dia tak pernah mimpi lagi.
"ada apa ini, kenapa mimpi itu datang lagi" ucap Rayhan.
Rayhan menatap pada jam dinding yang sekarang menunjukan pukul sebelas malam, Rayhan mengambil minum yang berada di atas meja.
"pak Ray" ucap Raya yang terbangun karena melihat Rayhan bangun.
"ya Ray" tanya Rayhan.
"mimpi lagi" tanya Raya.
"ya".
" pak Ray jika ingin tidur ber doa lah dahulu jadi tak akan ada mimpi buruk lagi" ucap Raya.
__ADS_1
"ber doa" gumam Rayhan.
Bersambung..