Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 16


__ADS_3

Rayhan dan Alena masuk kedalam kamar hotel orang tua Alena, terlihat dengan jelas kalau orang tua Alena menatap pada Rayhan dengan tatapan kagum.


"Selamat pagi tuan Nyonya Argantara" sahut Rayhan menundukan kepalanya di hadapan orang tua Alena.


"Len apa ini kekasih mu" tanya Mommynya Alena berbisik di telinga Alena.


"Ya Mom, dia tampan kan" bisik Alena.


"Selera mu sangat bagus Honey" bisik Mommy nya.


"Selamat pagi silahkan duduk nak" ucap Daddy nya Alena mempersilahkan Rayhan duduk di sofa yang ada di kamar hotel itu.


"Saya kira anda tak bisa bahasa Indonesia" tanya Rayhan.


"Kami memang tinggal di luar negri tapi jiwa kami tetap indonesia" ucap Momy nya Alena yang langsung bergabung dengan mereka.


"Nak Ray dimana kamu bekerja" tanya Daddy nya Alena.


"Wiguna Group" jawab Rayhan berusaha tak terlihat dingin dan datar lagi.


"Oh ya Nak, apa kau benar ingin menikah dengan Alena, dia sangat manja aku takut kau kerepotan" ucap Momnya Alena.


"Mom" ucap alena menatap tajam pada Mommy nya.


"Tak masalah Nyonya" ucap Rayhan sambil tersenyum menatap alena yang sekarang pipinya memerah karena menahan malu.


"Tapi itu pun jika kalian mengijinkan" ucap Rayhan.


"Kami sangat senang kalau ada laki laki yang berterus terang seperti ini pada kami" ucap Dad nya Alena.


"Syukurlah" ucap Rayhan.


"Nak Ray dimana orang tua mu" tanya Momnya Alena.


"Mamah dan papah ada di kampung, mereka mengundang tuan dan Nyonya kesana" ucap Rayhan.


"Terima kasih kapan kita bisa bertemu orang tua mu" tanya Momnya Alena.


"Minggu depan, apa bisa" ucap Rayhan.


"Tentu saja, sekalian kita akan tentukan tanggal pernikahan kalian" ucap Daddnya Alena.


"Orang tua ku sangat menunggu kalian" ucap Rayhan.


"Silahkan di minum Nak Ray" ucap Dady nya Alena.


"Terima kasih Tuan, tapi saya hari ini ada keperluan tuan saya permisi" ucap Rayhan.


"Baiklah aku tau kau sangat sibuk" ucap Dadnya Alena.


"Saya permisi tuan Nyonya, Alena aku pulang dulu" ucap Rayhan.


"Hati hati di jalan tuan Ray" ucap Alena.


"Ya".


Rayhan berjalan keluar dan pulang dari kamar Hotel itu, sedangkan Alena dia masih menatap Rayhan yang sekarang sudah hilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Ehemk" Daddy nya Alena berdehem melihat tingkah putrinya yang aneh itu.


"Sudah kita akan bertemu minggu depan kan, kalian akan segera menikah" ucap Daddy nya lagi.


"Mom aku gak sabar mau menikah dengan tuan Ray" ucap Alena.


"Selera mu memang bagus alena" ucap Momnya.


"Tentu Mom, aku harus pilih suami yang baik kan jadi menurut ku tuan Ray sangat baik padaku".


"Berapa lama kalian menjalin hubungan" tanya Dad nya Alena yang ikut tersenyum melihat putrinya bahagia.


"Kami belum pacaran, kami baru bertemu tiga kali" ucap alena.


"What" pekik Mom dan Dadnya alena.


**


Sedangkan di tempat lagi, tepatnya di Cafe yang sangat mewah ada tiga orang laki laki tampan yang sedang makan siang disana.


Siapa lagi kalau bukan Rayhan, Iqbal, dan Elpan mereka sedang menghabiskan waktu liburnya dengan bersenang senang.


"Rencananya aku mau bangun perusahaan baru, kira kira dimana lokasi yang bagus untuk membangunnya" tanya Elpan pada kedua temannya.


"Aku saran kan kau membangunnya di luar kota karena kebanyakan perusahaan mu ada di kota ini" ucap Iqbal.


"Tapi apa biaya nya akan sama" tanya Elpan.


"Entah" ucap Iqbal.


"Oh ya Ray kau kenapa" tanya Elpan melihat Rayhan yang sejak tadi hanya diam saja.


"Masalah apa cerita lah pada kita ya kan El" ucap Iqbal.


"Ya".


"Markas Tiger Group kebakaran".


" apa" ucap Iqbal dan Elpan secara bersamaan.


"Markas kebakaran" ulang Rayhan lagi.


"Kenapa bisa kebakaran" tanya Elpan.


"Anggota Blooder yang melakukannya" ucap Rayhan.


"Tapi kau sudah memberikan mereka pelajaran" tanya Iqbal.


"Kau kira luka di wajah ku ini hanya luka main main" ucap Rayhan.


"Oh pantas saja kau babak belur" ucap Iqbal.


"Itu tak bisa di biarkan Ray, kenapa kau tak balas mereka" ucap Elpan yang ikut geram.


"Aku sudah mem bom markas mereka, itu sudah cukup adil kan" ucap Rayhan.


"Kenapa kau tak tembak saja ketuanya" ucap Elpan.

__ADS_1


"Tidak".


"Kau terlalu baik Ray padahal orang lain sudah jelas jelas jahat padamu" ucap Elpan.


"Tak masalah aku hanya rugi saja, kalian bisa bayangkan berapa besar kerugian markas ku, ya ampun bahkan keuntungan ku pun tak sampai segitu" ucap Rayhan.


"Kasihan sekali kau Ray banyak sekali musibah yang menimpa dirimu" ucap Iqbal.


"Kalian akan kaget kalau mendengar musibah yang lebih besar dari ini" ucap Rayhan.


"Apa" serempak.


"Zia menyuruh gue menikah dan kalian tau siapa yang akan menikah dengan ku Alena Hilmaya Argantara" ucap Rayhan.


"What" serempak.


Haha haha hha


Iqbal dan Elpan pun mentertawakan Rayhan, sedangkan Rayhan hanya diam saja menatap jengah pada kedua teman luknut nya itu.


"Aku kira kau yang memegang kendali adik mu tapi adik mu yang memegang kendali mu Ray" ejek Iqbal masih mentertawakan Rayhan.


"Dia adik ku satu satu nya aku hanya tak mau membuatnya sedih saja" ucap Rayhan.


"Kau tipikal kakak sayang adik Ray" ucap Elpan.


"Tentu saja apa pun akan aku lakukan untuk dia, ya walau pun Zia sedikit menyebalkan tapi apa salah nya menuruti keinginannya" ucap Rayhan.


"Ya tapi nanti adik mu akan semakin melunjak Ray" ucap Elpan.


"Tak masalah ini adalah permintaan dia yang terakhir" ucap Rayhan.


"Aku tak yakin, aku sangat tau betapa manjanya adik mu Ray" ucap Elpan.


"Hey sudahlah jangan meledek lagi dia kasihan Rayhan, yang terpenting dia sudah menyelesaikan syarat dari kita kan" ucap Iqbal.


"Ya dan kau El tepati janji mu secepatnya" ucap Rayhan.


"Aku tak yakin, sebab hal yang paling aku bingungkan itu Dion yang itu kaya nya sudah ganti identitas" ucap Elpan.


"Ck aku sudah menduganya" ucap Rayhan.


"Memangnya siapa Lynda itu Ray apa dia masih kerabat mu" tanya Iqbal.


"Jangan beri tau ini pada siapa pun, dia Nenek ku" ucap Rayhan.


"Apa jadi kau cucu dari keluarga Wijaya yang sangat kaya raya itu" ucap Elpan kagum.


"Ya begitulah" ucap Rayhan.


"Pantas saja kau sangat ingin tau tentang masalah penge boman rumah itu" ucap Iqbal.


"Ya karena itu rumah ku juga" ucap Rayhan.


"aku paham sekarang kenapa kau bersi keras mencari tau informasi itu" ucap Elpan.


"ya jadi aku meminta kalian untuk segera menemukan nya, aku sangat ingin membalaskan dendam atas kematian Nenek, kalian bayangkan saja mana ada seorang cucu yang rela jika Nenek nya meninggal karena ulah orang lain, dan hal yang paling aku sesali adalah penjahat itu bukan cuman merampas Nenek ku dia juga merampas kasih sayang orang tua ku, kita terpaksa berpisah bahkan aku harus berganti identitas menjadi Wiguna padahal aku tak mengenal siapa itu Wiguna" ucap Rayhan terlihat kesedihan dari raut wajahnya.

__ADS_1


Elpan dan Iqbal hanya menatap Rayhan dengan tatapan iba padahal Elpan Dan Iqbal mereka hidup berkecukupan serta dengan orang tua yang lengkap yang selalu ada di samping mereka.


Bersambung...


__ADS_2