Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 114


__ADS_3

Acara berjalan dengan lancar bahkan Raya ada di sana sampai acara ijab qobul selesai,


Sedangkan sekarang Rayhan tengah melihat anak buah nya yang sekarang tengah bicara dengan seorang wanita yang pernah Rayhan kenal.


"Apa wanita itu keluarga Adam" gumam Rayhan.


Sedangkan anak buah Rayhan sekarang tengah menanyakan orang yang akan masuk ke sana.


"Selamat siang" ucap anak buah Rayhan.


"Siang aku akan masuk" ucap Sofi yang tak lain adalah bibi nya Adam.


"Mana undangan nya" tanya anak buah Rayhan.


"Undangan? Aku tak punya undangan" ucap Sofi.


"Oh kalau begitu anda tak boleh masuk" ucap anak buah Rayhan tegas.


"Ck kau tau aku ini Bibi nya Adam" ucap Sofi protes.


"Kalau tak punya undangan Maka tak boleh masuk itu peraturan nya Nyonya" ucap anak buah Rayhan.


"Peraturan? Di kampung pakai peraturan kau kira ini pernikahan gegeden, hah atau pernikahan presiden? tidak kan, mana mungkin gak punya undangan gak boleh masuk" ucap Sofi ketus.


"Tapi itu permintaan pihak keluarga" ucap nya.


"Kau salah lawan kalau bicara begitu pada ku, aku ini Bibi nya Adam" ucap Sofi kekeuh.


"Mana ada bibi nya tapi tak punya undangan kalau pun benar mungkin kau akan ikut rombongan tadi" ucap anak buah Rayhan.


"Berani nya kau " geram Sofi.


"Nona sebaik nya kita pulang saja besok kita akan datang ke pesantren Abah" ucap anak buah Sofi.


"Baik lah kalau kau tak mengijinkan aku masuk aku akan pulang, tapi awas saja ya aku akan ingat wajah kalian" ucap Sofi.


"Ya begitu lebih baik" ucap anak buah Rayhan ketus.


"Argh siapa mereka sampai berani bicara begitu pada ku" geram Sofi.


Anak buah Rayhan kembali masuk sedangkan Rayhan sekarang mendekat pada Anak buah nya itu.


"Siapa" tanya Rayhan.


"Katanya bibi nya Adam" ucap anak buah Rayhan.


"Kenapa tak kalian ijin kan masuk" ucap Rayhan.


"Tuan dia tak punya undangan aku rasa orang tuanya suami Non Zia memang sengaja tak mengundang nya".


"Oh baik lah, kembali lagi bekerja" ucap Rayhan.


Lukas datang mendekat pada Rayhan bersama dengan anak buah nya, sebenarnya Lukas sudah datang dari tadi ke sana karena anak buah Rayhan yang lain ikut ke sana tapi salah jalan jadi mereka tersesat dan terlambat datang ke sana.


"Tuan anak buah sudah datang" ucap Lukas.


"Ayo ikut aku" ucap Rayhan membawa Lukas dan kedua anak buahnya yang baru datang itu ke gudang tempat nya menyimpan anak buah musuh.


Rayhan membuka kan pintu gudang dan benar saja ada orang itu di sana.


"Bawa dia ke markas kalau aku datang ke kota aku akan tanya kan dia sampai dia berkata yang sebenarnya pada ku" ucap Rayhan.


"Baik tuan".


Kedua Anak buah Rayhan memasukan musuh pada karung yang besar dan menggotong layak nya sampah.


"Jangan sampai dia kelaparan" ucap Rayhan.


"Ya tuan".


Mereka memasuk kan orang itu ke bagasi mobil tanpa lama lama lagi mereka langsung tancap gas menuju ke kota.


Rayhan merasa tenang karena musuh sudah di bawa ke kota dan sebentar lagi Rayhan akan mendengar sendiri siapa yang sudah mencelakai Rayhan.


Acara berjalan hingga selesai dan sekarang waktunya sudah sore hari para tamu juga sudah pulang hanya tinggal orang orang dekor yang langsung membereskan dekorasi dan yang lain nya.


Rayhan masuk ke dalam kamarnya di sana sudah ada Raya yang sekarang berada di ruang tamu bersama dengan kelurga Alena dan keluarga aunty Puput.


Rayhan menatap pada layar ponsel Raya yang sekarang masuk pesan.


Rayhan mengambil nya dan membuka pesan dari nomor yang tak di namai itu.


Namun belum juga Rayhan melihat, Raya sudah datang ke sana dan merebut ponselnya dari tangan Rayhan.


"Raya" tanya Rayhan.


"Mas ayo mandi dulu, jangan langsung ke kamar mungpung di kamar mandi nya kosong" ucap Raya.


"Ya Raya" ucap Rayhan.


"Ya ayo lah nanti aku yang akan ke kamar mandi" ucap Raya.


"Ya ya" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana karena akan mandi.


Setelah Rayhan pergi, Raya bisa bernafas lega karena Rayhan tak melihat pesan pesan tentang keja hatan Rayhan.


Raya membuka pesan itu, ada sebuah Foto yang dia kirim kan, foto seorang laki laki yang di sekap di gudang.


{Suami mu ja hat dia mengurungkan laki laki tak berdosa di gudang rumah itu} pesan nya.


Raya mengerut kan kening nya,


"Ini kan bapak bapak yang tadi bantu bantu di sini, mungkin ini tetangga mamah" gumam Raya.


Namun karena sangat penasaran Raya melihat ke arah gudang rumah itu, tapi sayang nya pintu gudang di tutup jadi Raya tak bisa masuk.


Raya berusaha mencari celah untuk melihat keadaan di dalam, namun sayang sekali saat Raya mendekat kan matanya pada celah itu, sudah tak ada apa apa di dalam.


Sebuah tangan menepuk pundak Raya.


"Hah" ucap Raya terkejut dan langsung melihat pada orang yang memegang pundak nya itu.

__ADS_1


"Papah, bikin kaget saja" ucap Raya.


"Kamu sedang apa" tanya Topan.


"Ini pah aku lagi melihat ini, aku penasaran saja apa isi di dalam nya jadi aku ngintip di sini" ucap Raya berbohong.


"Kau ini, ini itu gudang tempat mamah Rayhan menyimpan sampah yang bisa di jual lagi" ucap Topan.


"Oh" ucap Raya.


"Baik lah papah akan masuk sekarang" ucap Topan.


"Ya aku juga akan masuk" ucap Raya.


Raya masuk kembali ke dalam rumahnya.


Drt


Ada pesan lagi masuk ke ponsel Raya dari nomor yang sama.


{Sayang sekali suami mu sudah membawa nya ke kota, miris sekali nasib pria malang itu} pesan nya.


{Siapa kau kalau kau memang berkata benar coba tunjukkan Wajah asli mu} pesan Raya pada orang itu.


{Kau tak perlu tau aku hanya ingin memberi tau kau kalau suami mu itu tak baik} pesan nya lagi.


"Terserah" geram Raya yang langsung memasukan kembali ponsel nya pada saku rok nya.


"Ada apa Raya" tanya Alena.


"Tak ada kak hanya ada pesan dari orang asing saja" ucap Raya.


"Orang asing" tanya Alena.


"Ya yang nawarin pinjaman" ucap Raya berbohong.


"Oh baik lah, aku pikir kau kenapa, oh ya aku akan pulang sekarang kalau mamah akan pulang besok aku banyak kerjaan sekarang" ucap Alena.


"Kenapa pulang kak nginap lah di sini" ucap Raya.


"Gak bisa Raya" ucap Alena.


"Lalu kakak akan pulang dengan siapa" tanya Raya.


"Dengan pacar baru aku" ucap Alena.


"Wah siapa aku tak lihat laki laki di sini" ucap Raya.


"Tuh" ucap Alena menunjuk pada Lukas yang sekarang tengah mengobrol dengan Rayhan.


"Waw jadi kalian pacaran" tanya Raya tak percaya.


Alena menganggu kan kepala nya.


"Kami baru saja jadian, dan rencana nya kami akan segera menikah" ucap Alena.


"Wah selamat ya" ucap Raya.


"Al Ayo" ucap Lukas.


"Ya ayo".


"Raya tolong beri tau pada Zia kalau aku pulang aku tak bisa ijin sekarang karena takutnya akan menganggu pengantin baru itu" ucap Alena.


"Ya aku akan beri tau Zia" ucap Raya.


"Aku permisi dahh" ucap Alena.


"Dahh"


Rayhan datang ke sana dan menatap pada Lukas dan Alena tepat di samping Raya.


"Sudah dadah dadah nya" tanya Rayhan.


"Mas" ucap Raya.


"Cepat lah mandi katanya harus cepat mandi tapi sendiri belum mandi" ucap Rayhan.


"Ya aku akan mandi" ucap Raya.


Rayhan duduk bersama dengan keluarga nya di ruang tamu.


"Pah kata Abi dia akan sampai besok" ucap Puput.


"Kemana saja Anak itu" tanya Arka.


"Sudah lah Abimana kan sudah besar jadi biarkan saja dia mungkin main dulu" ucap Topan.


"Ya anak remaja memang suka keluyuran" ucap Arka.


"Jangan salah aku lebih parah, Alena sekarang dia tau papah aslinya dan kau tau pan dia ingin jadi karyawan di kantor ku, bahkan aku beri dia gajih lebih salah dia hanya mengambil setengah nya saja" ucap Hilman membicarakan sikap Alena yang sekarang.


"Oh ya" tanya Topan.


"Ya dia mau kalau aku berhenti peduli pada nya dia mau mandiri dan dia sudah beli tanah di perumahan yang cukup jauh dari rumah" ucap Hilman.


"Kau masih beruntung kak" ucap Arka.


"Ya mungkin Alena mau berubah saja" ucap Topan.


"Ya mungkin kalian benar" ucap Hilman.


Sedangkan ibu ibu sekarang tengah mengobrol kan keadaan nikahan tadi yang menurut mereka cukup sederhana.


"Oh ya Nita berapa biaya yang kau keluar kan" tanya Sarah.


"Lumayan Sar" ucap Nita.


"Tak masalah kak karena setelah ini kau tak akan menikah kan lagi" ucap Puput.


"Ya aku sudah lega sekarang" ucap Nita.

__ADS_1


"Tentu saja aku yang sekarang akan pusing Nit" ucap Sarah.


"Kenapa" tanya Nita.


"Alena akan menikah dan kau tau aku adopsi anak" Ucap Sarah.


"Adopsi anak" tanya Nita dan Puput serempak.


"Ya di sana aku punya pembantu dari indo dan kau tau saat dia datang ke rumah dia bawa anak umurnya 10 tahun, dan aku bisa mengungkapkan dia sekarang karena surat surat adopsi nya baru keluar sekarang" ucap Sarah.


"Lalu di mana orang tua nya" tanya Puput.


"Ya jadi begini, dia itu nama nya Rima umur nya 10 tahun saat dia datang, dan saat itu Alena sedang berusia 14 tahun di sana, kau tau ibunya kabur entah kemana aku cari dia di luar negeri sana namun tidak aku temukan, kalian tau kan bagai mana mencari orang di kota besar apa lagi luar negeri" ucap Sarah.


"Oh jadi karena itu kau adopsi dia" tanya Nita.


"Ya" ucap Sarah.


"Kau sangat baik kak" ucap Puput.


"Bukan baik hanya saja aku kasihan padanya" ucap Sarah.


"Lalu di mana dia sekarang" tanya Nita.


"Ada di luar negri" ucap Sarah.


"Oh" ucap Nita.


"Dia masih kuliah" ucap Sarah.


"Ya kau sangat baik Sarah" ucap Nita.


Perbincangan mereka di akhiri oleh kantukan karena waktu sudah malam, semua yang ada di sana tidur di ruang tamu menikmati suasana kumpulan bersama karena baru kali ini mereka berkumpul lagi setelah beberapa tahun ini mereka berpisah.


Raya dan Rayhan saat ini sudah berada di kamarnya mereka berbincang bincang tentang hari pulang mereka ke kota, karena jujur saja Rayhan ingin segera pulang karena ingin tau siapa yang sudah melakukan itu pada Rayhan.


Rayhan untuk sekarang dia tak akan segan segan untuk menyerang musuh kalau sampai dia berani bermain main dengan Rayhan.


"Kalau mas mau nya kapan" tanya Raya.


"Besok" tanya Rayhan.


"Mas jangan besok kita harus bantu dulu mamah beres beres di sini" ucap Raya.


"Ya sudah besok nya lagi" ucap Rayhan.


"Ya baik lah" ucap Rayhan.


Mereka tertidur karena hari juga sudah malam, bahkan semua orang di sana juga sudah tertidur.


Di kota tepat nya di kediaman Dion adinata dia sekarang tengah bersama dengan anak buah nya, saat ini Dion punya rencana hebat untuk menjebak Van armasta.


"Aku akan Serang dia" ucap Dion.


"Tuan ide yang seperti apa itu" ucap Haykal.


"Apa" tanya Dion.


"Tuan, Van armasta itu bukan pria yang sembarangan tapi dia itu ketua dari mafia Blooder jadi kita akan kalah kalau langsung menyerang nya" ucap Haykal.


"Ya kau benar kenapa aku tak berfikir sampai ke sana" ucap Dion.


"Ya tuan".


"Lalu apa kalian punya ide" tanya Dion.


"Tuan bagai mana kalau kita culik istri nya Van" ucap salah satu anak buah Dion.


"Bo doh kau fikir Van sayang pada istri nya hah tidak dia itu tak perduli pada istri nya lalu kalau kita culik istri nya apa dia akan marah dan depresi begitu" tanya Dion.


"Ya tuan".


"Van itu bo doh karena sudah menyia nyiakan Mutiya yang sangat cantik itu" ucap Dion.


"Tuan yang saya dengar pernikahan mereka karena Wasiat dari orang tua mereka" ucap anak buah Dion.


"Ya aku tau" ucap Dion.


"Lalu apa rencana kita sekarang" tanya Haykal.


Dion membisikan rencana nya pada anak buahnya.


"Ide mu tak buruk juga tuan" ucap Haykal.


"Ya sudah ayo laksanakan" ucap Dion.


"Baik tuan" serempak.


Sedangkan sekarang Lukas dan Alena masih berada di mobil karena mereka pulang sore jadi di perjalanan mereka masih berada di jalanan.


"Alena tolong kirim kan pesan pada karyawan tuan Rayhan nama kontak nya satpam kantor untuk mengunci semua pintu perusahaan dan pasti kan kalau perusahaan aman" ucap Lukas.


"Baik lah".


{Pak tolong kunci semua pintu perusahaan dan pasti kan kalau perusahaan aman} pesan dari Lukas yang di tulis oleh Alena.


{Baik tuan}.


"Dia membalas katanya Baik tuan" ucap Alena.


"Ya terima kasih" ucap Lukas.


"Sama sama" ucap Alena.


mereka sampai di kota kira kira pukul sepuluh malam karena terjebak macet pula, Lukas langsung mengantar Alena ke rumah nya.


karena sudah malam Alena mengajak Lukas untuk tidur di kamarnya.


bahkan saat itu juga tak ada di pikiran Lukas untuk melakukan apa apa, hanya saja karena rasa lelah nya Lukas terpaksa mengiyakan permintaan Alena.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2