
Rayhan membawa Zia untuk membeli perhiasan untuk melamar Raya, karena Rayhan tau kalau Zia akan gampang memilih perhiasan karena Zia sering kali menghabiskan uang Rayhan untuk dia belikan perhiasan.
"Kak ini toko emas yang sangat mahal" bisik Zia saat mereka berdua sudah masuk kedalam.
"Aku mau yang paling mahal untuk Raya" ucap Rayhan.
"What" pekik Zia.
"Mbak tolong perlihatkan Emas yang paling bagus" ucap Rayhan pada wanita penjaga toko itu.
"Silahkan tunggu pak" ucap Wanita itu.
Wanita itu memberikan tiga kotak perhiasan yang sangat bagus dan mewah pada Rayhan, dengan teliti Rayhan melihat semua perhiasan itu.
"Zia lihat mana perhiasan yang paling kamu suka" tanya Rayhan.
"Untuk aku kah" tanya Zia.
"Untuk Raya, kau kan sudah banyak di rumah apa lagi sebentar lagi kau akan menikah dan Akash juga akan memberi kan kamu perhiasan" ucap Rayhan.
"Ck kau pelit kak" ucap Zia mencebikkan bibirnya.
Zia menatap perhiasan yang ada di hadapannya itu, dia sangat tertarik pada perhiasan yang kecil tapi sangat berkilau.
Zia memegang perhiasan itu.
"Kak apa calon kakak ipar ku itu cantik" tanya Zia.
"Tentu saja" ucap Rayhan.
"Aku kira perhiasan ini cocok untuknya" ucap Zia.
"Baiklah mbak aku ambil yang ini" ucap Rayhan.
"Baik pak" ucap penjaga toko itu.
"Kak apa boleh aku beli perhiasan, satu saja Pliss" ucap Zia.
Rayhan menatap pada adiknya itu walau pun kadang Zia menyebalkan tapi Zia tetap lah adik Rayhan.
"Pilihlah apa pun yang kamu suka beli" ucap Rayhan.
"Terima kasih kak kau baik" ucap Zia memuji Rayhan padahal lima menit sebelumnya Zia mengatai kalau Rayhan itu pelit.
Zia memilih perhiasan kalung yang sangat dia inginkan dari dulu walau pun harganya murah dan hanya 4 gram saja tapi Zia sangat tertarik pada kalung itu.
Setelah selesai membayar, Zia dan Rayhan pergi dari sana untuk pulang ke rumah karena hari juga sudah mulai malam.
Rayhan teringat sesuatu.
"Zia maafkan kakak, kakak tak bisa mengantar mu pulang kau pulang naik taksi saja kakak ada urusan sebentar" ucap Rayhan.
"Tapi kak" bantah Zia.
"Baiklah kau ikut saja" ucap Rayhan.
Rayhan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dia ingin menjemput Raya untuk mengantarnya pulang dan memberi taukan pada Bu Ajeng kalau besok orang tua nya akan datang.
Rayhan sampai di kampus Raya, dengan segera Rayhan turun dari dalam mobil menuju pada pak satpam untuk menanyakan apa Raya sudah pulang atau belum.
"Pak apa mahasiswi yang masuk sore sudah pulang" tanya Rayhan.
"Sudah tuan, baru saja keluar" ucap pak Satpam itu.
__ADS_1
"Oh terima kasih pak" ucap Rayhan.
"Ya sama sama".
Rayhan harus menelan kekecewaan karena Raya sudah pulang, Rayhan juga memutuskan untuk pulang ke rumah karena Zia juga ikut bersamanya.
"Kemana kakak ipar" tanya Zia.
"Sudah pulang" jawab Rayhan.
"Ck padahal aku sangat ingin melihatnya" ucap Zia.
"Besok kau ikutlah ke rumah Raya, kau akan melihatnya" ucap Rayhan.
"Boleh kah aku cuti" tanya Zia.
"Boleh" ucap Rayhan.
"Yeayy" ucap Zia senang.
Keesokan harinya Rayhan sudah bersiap dengan memakai jas hitam dan kemeja putih di dalamnya, pakaian itu membuat Rayhan terlihat sangat tampan dan gagah.
Sedangkan Nita dan Topan hanya memakai pakaian biasa, Topan hanya memakai batik dan Nita memakai baju setelan senada.
Tetapi tetap saja walau pun pakaian sederhana tapi ketampanan dan kecantikan yang Nita dan Topan punya tak berkurang sedikit pun.
"Ray apa perhiasannya sudah kau bawa" tanya Nita.
"Sudah mah" ucap Rayhan.
Namun tiba tiba Rayhan di kejutkan dengan kedatangan Alena, bahkan Alena semakin terlihat bar bar sekarang Alena hendak memeluk Rayhan dan untung saja Rayhan langsung menghindar.
"Tuan Ray" ucap Alena kesal karena Rayhan selalu mengacuhkannya.
"Kami mau mengantar Rayhan melamar kekasihnya Len" ucap Nita.
"Apa" pekik Alena tak percaya kalau Rayhan akan melamar kekasihnya.
"Kami akan berangkat, maaf ya kamu datang tapi kami hendak pergi" ucap Nita.
"Tak masalah Bi, aku yang salah karena tak menghubungi kalian terlebih dahulu" ucap Alena.
"Ayo berangkat" ucap Zia.
Semua orang berangkat dan Alena pun juga sudah berada di mobilnya sambil marah marah tak jelas karena Rayhan akan segera menikah.
"Daddy aku mau Rayhan" teriak Alena pada Daddynya di sambungan telpon.
"Tuan Ray kau sangat jahat kau akan menikah tapi bukan dengan aku" gumam Alena.
Hikss
Hikss
"Kenapa Takdir mempermainkan aku, aku benci" teriak Alena dari dalam mobilnya.
Sedangkan Rayhan sekarang terlihat biasa saja tak ada rasa gugup atau grogi pada dirinya padahal kebanyakan para laki laki akan merasa grogi atau gugup saat akan melamar seorang gadis.
*Rayhan memang beda...
Tetapi ada yang Rayhan belum sadari sampai sekarang, Karena terlalu bersemangat Rayhan sampai lupa kalau dia tak tau dimana rumah Raya.
Karena kemarin Rayhan dan mengantar Raya pulang ke rumah Bu Ajeng tapi langsung ke perusahaan Bu Ajeng karena kata Raya semua alat tulis sudah dia bawa ke perusahaan.
__ADS_1
"Ray kemana jalan ke rumah Raya" tanya Topan yang sekarang sedang mengendarai mobil.
Rayhan baru sadar dan langsung menatap tak percaya pada papahnya itu.
"Pah aku gak tau rumah Raya" ucap Rayhan yang langsung membuat semua orang kaget.
"Rayhan mana ada seorang laki laki yang tak tau rumah calon istrinya" ucap Topan.
Hahahahahh
Nita, Zia dan Topan mentertawakan Rayhan bahkan Zia sampai terbahak bahak, dalam mobil itu hanya ada suara tawa yang menggema di dalam sana.
"Kau lucu Ray" ucap Nita masih tertawa.
"Kakak tak tau rumah kakak ipar" sahut Zia yang tak kalah terbahak bahak.
"Telpon saja Raya" ucap Topan.
"Atau jangan jangan Kakak tak punya nomor kakak ipar" sahut Zia yang di sambut gelak tawa semua.
Hahahhahah
📞📞
..."Lukas cari tau rumah keluarga Bu Ajeng Widirdja" titah Rayhan....
..."Baik tuan" ucap Lukas...
📞📞
Karena sudah kepalang malu Rayhan tak berani menghubungi Raya, Rayhan lebih memilih menghubungi Lukas untuk dia mencari informasi.
{ tuan Rumahnya di Xxx nomor 34} pesan dari Lukas.
"Pah ke jalan Xxx nomor 34" ucap Rayhan.
"Benarkah" tanya Topan penuh selidik.
"Benar pah" ucap Rayhan.
Topan melajukan mobilnya menuju lokasi yang Rayhan sebutkan tadi, bangunan mewah dengan Desain yang sangat apik mendominasi rumah nomor 34 itu.
"Benarkah ini rumahnya" tanya Topan.
"Ya" ucap Rayhan yang tak yakin.
"Ayo kita masuk" ucap Nita.
Mereka semua turun dan langsung berjalan menuju pintu gerbang yang tertutup itu.
"Pak maaf apa ini benar rumah Bu Ajeng Widirdja" tanya Rayhan pada pak Satpam yang ada di sana.
"Benar apa kalian dari kelurga Wiguna" tanya pak Satpam itu.
"Kami dari keluarga Wij.. " ucap Topan yang langsung terpotong karena mendapar injakan kaki dari Nita.
"Ya pak kami keluarga Wiguna" ucap Nita dengan cepat.
"Silahkan masuk tuan" ucap pak satpam itu membuka pintu gerbang dengan sangat lebar.
Semua keluarga Rayhan sangat terkagum kagum pada ke mewahan rumah Bu Ajeng itu apa lagi di setiap inci rumah itu terdapat banyak sekali benda yang sangat mahal.
Bersambung...
__ADS_1