
Raya sekarang tengah berada di ruangan Rayhan karena sekarang Rayhan tengah memilih sekertaris untuk bekerja di sana bersama dengan Lukas.
Namun sekarang Raya tengah memikirkan kenapa orang yang menemukan ponsel Raya bisa menemukan Raya, apa lagi mereka pasti tak saling mengenal.
Dan kalau pun benar mereka saling mengenal, mungkin orang itu akan menemui Raya walau pun dia memberikan nya dengan ikhlas tanpa imbalan.
"Aku masih bingung dengan semua ini" gumam Raya.
Raya Menatap pada ponsel nya yang sekarang berada di atas meja.
Raya mengambil nya dan mengutak Atik ponsel nya.
📞📞
"Ya Raya ada apa" tanya Kevin.
"Vin kata mu tadi kakak mu Mafia, apa saja yang di lakukan mafia" tanya Raya.
"Raya mafia itu sadis, mereka itu suka melakukan one nigh dengan wanita ja lang, apa kau tau bahkan kakak ku juga sering melakukan nya bahkan depan kakak ipar" ucap Kevin.
"Apa kakak mu tak punya perasaan" tanya Raya.
"Entah aku juga sering merasa kasihan pada kakak ipar apa lagi kalau kakak keterlaluan begitu, tapi Ray aku juga tak bisa apa apa karena kan itu rumah tangga kakak ku" ucap Kevin.
"Oh" ucap raya.
Rayhan datang ke sana.
"Aku telpon kamu lagi nanti" ucap Raya.
📞📞
"Bicara dengan siapa" tanya Rayhan.
"Teman aku" ucap Raya.
"Oh".
"Apa kau sudah dapat sekertaris baru" tanya Raya.
"Sudah nama nya Devi" ucap Rayhan.
"Apa dia cantik" tanya Raya.
"Dia wanita dan pasti terlihat cantik" ucap Rayhan.
"Oh".
"Mau pulang" tanya Rayhan.
"Kau mengusir aku" tanya Raya.
"Bukan tapi aku hanya tanya saja apa kau akan pulang begitu" ucap Rayhan.
"Aku akan pulang sebentar lagi" ucap Raya.
"Ya aku antar" ucap Rayhan.
"Tidak perlu aku bisa sendiri" ucap Raya yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rayhan.
"Ray dengarkan aku dulu" ucap Rayhan.
Rayhan langsung mengejar Raya.
"Kalau aku tak bujuk Raya, bisa bisa aku gak dapat jatah malam ini" batin Rayhan.
"Ray dengar kan aku dulu" teriak Rayhan.
"Tidak perlu" ucap Raya.
"Ayo lah maaf" ucap Rayhan.
"Tak masalah" ucap raya.
Semua karyawan melihat pertengkaran tuan nya itu, mereka hanya diam saja karena tak berani bicara apa apa karena takutnya tuan nya itu akan marah.
Raya masuk ke dalam taksi dan Rayhan hanya diam saja tanpa melarang lagi Raya,
"Raya kau ini mau nya apa lagi" gumam Rayhan.
Rayhan kembali lagi ke dalam ruangan nya karena masih banyak pekerjaan yang sedang menunggu nya.
Sekarang Raya sudah akan pulang ke rumah, dia berhenti di depan gerbang rumahnya dengan segera Raya membayar dan hendak masuk.
Namun ada hal yang membuat Raya bingung, kenapa tak ada satpam yang selalu membuka kan pintu padahal kalau Raya pulang Pak satpam pasti langsung sigap membukakan gerbang untuk Raya.
"Kemana pak Satpam" gumam Raya.
Raya membukakan gerbang, namun saat Raya hendak masuk, sebuah tangan menghentikan.
"Paman" gumam Raya.
"Kau harus ikut aku" ucap paman.
"Tidak mau, kau ja hat aku tak Su di bersama dengan mu" ucap Raya.
"Kau menolak? Raya apa kau tak sadar sebelum kau kuliah siapa yang membiayai mu hah" tanya paman.
"Kau mengungkit uang sepuluh ribu mu itu" tanya Raya.
"Kau lupa rupanya, apa kau tak ingat biaya rumah sakit papah mu siapa yang bayar kalau bukan aku" tanya paman.
"Tapi aku sudah menggantinya kan" bentak Raya.
"Pelan kan suara mu" ucap Paman geram.
"Kenapa? Kau takut ada yang dengar" tanya raya.
"CK kau terlalu banyak bicara" ucap paman.
Saat itu juga paman membius Raya dengan menempelkan kain yang sudah di berikan obat bius, tiba tiba Raya pingsan.
Paman membawa Raya pergi dari sana karena Paman akan membawa Raya ke suatu tempat.
Sedangkan Rayhan sekarang dia tengah melihat lihat berkas yang harus dia tanda tangani, pekerjaan Rayhan sekarang masih sangat banyak apa lagi ada masalah di pabrik nya.
"Bagai mana ini" gumam Rayhan melempar berkas yang ada di tangan nya ke atas meja.
Drtt drtt
"Siapa yang menelpon" gumam Rayhan melihat ponsel nya.
📞📞
"Ada apa" tanya Rayhan.
"Tuan rumah mu dalam keadaan berantakan saat aku datang barusan pak satpam sudah tergeletak di lantai aku kira dia di bius tuan" ucapnya.
"Apa" tanya Rayhan terkejut dan tak percaya.
"Ya tuan saya baru datang tadi saya beli dulu makanan di warung depan" ucapnya.
"Lalu di mana Raya" tanya Rayhan.
"Non Raya, apa dia sudah pulang? Tuan saya tak melihat nona Raya" ucapnya.
__ADS_1
"Apa yang benar" tanya Rayhan.
"Ya tuan" ucapnya.
"Ck aku akan coba hubungi Raya" ucap Rayhan.
📞📞
Rayhan mencari kontak istri nya itu.
Rayhan mencoba menghubungi Raya namun tak di angkat, Rayhan mencoba lagi menelpon Raya.
📞📞
"Ray kau di mana Ray" tanya Rayhan saat telpon nya tersambung.
"Tuan ini aku, ternyata tas Nona ada di dekat gerbang rumah mu" ucap anak buah yang tadi menelpon Rayhan.
"Apa lalu di mana Raya" tanya Rayhan.
"Entah tuan saya tidak tau karena rumah anda terkunci tuan" ucap nya.
"Aku akan cek cctv luar" ucap Rayhan.
📞📞
Rayhan melihat cctv rumahnya dari laptop yang dia bawa.
Ternyata di sana benar Raya di bius oleh paman nya sendiri.
"Astaga kenapa paman Raya senekat itu" geram Rayhan.
"Lukassss" teriak Rayhan dari ruangan nya.
Saat ini Lukas sedang menandatangani berkas, karena mendengar ada suara teriakan Rayhan, Lukas pun langsung datang ke sana.
"Ya tuan ada apa" tanya Lukas.
"Raya di culik oleh paman nya" ucap Rayhan.
"Di culik? Paman nya? Tuan kenapa kau cemas dia paman nya mungkin dia akan mengajak Nona bertemu saja" ucap Lukas.
"Kau" geram Rayhan.
Lukas melihat kalau Rayhan sekarang sedang marah.
"Kalau aku tau dia baik mungkin aku tak akan meminta mu datang Lukas, paman Raya itu ja hat dia ingin Raya" ucap Rayhan meninggikan suaranya.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Rayhan dan Lukas pergi dari sana menuju rumah paman nya Raya, ingat tak ingat Rayhan berusaha mengingat jalan dan rumah paman nya Raya itu karena sudah lama sekali Rayhan tak pernah ke sana.
"Tuan apa kau ingat" tanya Lukas yang sekarang sedang menyetir mobil.
"Aku ingat jalan ke sini" ucap Rayhan.
"Baik lah kita ikut saja jalan sini" ucap Lukas melakukan kembali mobil nya sesuai yang Rayhan tujukan.
Sedangkan di hotel paman Soni yang tak lain adalah paman Raya, sekarang dia sedang melakukan transaksi karena sedang menyewakan Raya pada seorang cassanova.
"Aku minta sepuluh juta karena dia itu masih kuliah" ucap paman Soni.
Laki laki itu menyerahkan uang sepuluh gepok pada Paman Soni.
"Kau benar kan dia bukan istri orang" tanya nya.
"Aku jamin" ucap paman.
"Dulu aku pernah sewa istri orang dan dia sedang hamil" ucapnya.
"Baiklah" ucap nya.
Sedangkan Raya yang sekarang masih pingsan mulai membukakan mata nya dia terkejut saat melihat kalau dia sedang berada di hotel dengan pasilitas mewah.
"Astaga kenapa aku di sini" gumam Raya.
Saat ini Raya ingat pada telpon, Raya berjalan ke arah telpon genggam di ponsel itu.
Raya mencoba menelpon ponsel nya, namun tak di angkat.
"Mungkin tas aku jatuh di jalanan" gumam Raya.
"Astaga bagai mana ini" gumam Raya.
Tak sampai di situ saja Raya mencoba menghubungi nomor Rayhan tapi Raya lupa nomor telepon Rayhan.
"Nomor mas Ray berapa" gumam Raya.
Raya Ingat nomor Kevin, dia langsung menekan nomor Kevin dan tanpa menunggu lama akhirnya Kevin menjawab juga.
📞📞
"Maaf dengan siapa ini" tanya Kevin.
"Vin ini aku Raya, bisa kah kau bantu aku Vin" tanya Raya.
"Raya kenapa nomor mu asing seperti nomor hotel" ucap Kevin.
"Vin aku sedang di hotel" ucap Raya.
"Hotel mana" tanya Kevin.
Raya berjalan ke arah jendela hotel itu.
"Aku gak tau hotel apa tapi depan hotel ini ada bangunan sebuah perusahaan PT asuransi jiwa" ucap Raya.
"Oh ya aku tau, sedang apa kau di hotel Raya" tanya Kevin.
"Aku di culik Vin tolong datang lah ke sini Vin aku mohon aku takut" ucap Raya.
"Ya aku akan ke sana langsung" ucap Kevin.
📞📞
"Ya Alloh kenapa aku ada di sini" ucap Raya.
Brakk
Pintu kamar itu di tendang orang di luar sana, Raya menatap pada laki laki itu.
"Siapa kau? mau apa kau kemari?" tanya Raya.
"Layani aku, karena aku sudah membayar mu mahal" ucap laki laki itu.
"Jangan mendekat pada ku, kau tak tau aku siapa" tanya Raya.
"CK seekor kucing berlaga seperti singa, hahaha dasar pe la cur" gumam laki laki itu.
"Diam kau aku bukan pe la cur" geram Raya.
"Ayo layani aku" ucapnya.
"Ck apa kau tak bisa dengar aku bukan pe la cur" ucap Raya.
"Ayo lah jangan buang waktu berharga ku, aku sedang sibuk Sekarang" ucap nya.
__ADS_1
Laki laki itu mendekati Raya namun Raya berusaha untuk menjauh darinya.
"Kau mau membantah kau tau aku membayar mu sebesar sepuluh juta rupiah" ucapnya.
"Itu urusan mu dengan paman ku bukan dengan ku" ucap Raya.
"Sama saja kan" ucapnya.
Laki laki itu mencekal tangan Raya namun Raya berusaha berontak,
"Lepas kan aku dasar orang gi la" ucap Raya.
"Berani nya kau" geram laki laki itu mendorong Raya sampai kepala Raya kejedot tembok.
"Awss" Raya merintih kesakitan karena kepala nya sampai benjol.
Laki laki itu duduk di ranjang.
"Aku beri waktu lima menit" ucapnya.
Sedangkan sekarang Kevin sudah berada di hotel dia memaksa pada resepsionis untuk masuk ke dalam kamar hotel.
"Ayo lah Nona teman ku sedang di culik" ucap Kevin maksa.
"Tidak bisa tuan ini privasi" ucap resepsionis.
"Ayo lah" ucap Kevin.
"Ada apa ini" tanya Alena yang sekarang datang ke hotel milik nya itu.
"Nona ini teman ku di culik dia di bawa ke mari" ucap Kevin.
"Apa buktinya" tanya Alena.
"Lihat ini tak lama teman ku telpon dan ini nomor dari hotel kalian kan" tanya Kevin memperlihatkan layar ponselnya.
"Ya ini memang nomor dari hotel kami" ucap Alena.
"Aku ingin membebaskan nya" ucap Kevin.
"Oh baik lah kita akan Pastikan saja apa di kamar itu teman mu atau bukan" ucap Alena.
"Ya" ucap Kevin.
"Mbak cek nomor nya dari kamar mana" titah Alena pada resepsionis.
"Baik nona" ucapnya.
Kevin berjalan ke arah kamar yang di maksud bersama dengan Alena selaku pemilik hotel itu.
"Aku tebak orang itu sangat berharga bagi mu, apa dia pacar mu" tanya Alena.
"Bukan dia hanya teman ku, pagi pula dia sudah menikah" ucap Kevin.
"Oh, berarti kau teman yang baik" ucap Alena.
"Ya".
Sedangkan Raya di kamar itu tengah merasakan sakit kepala nya yang terbentur dengan tembok.
"Ayo lah kapan kau akan melayani ku, aku mahal membayar pe la cur seperti diri mu" ucap Laki laki itu.
"Diam lah aku Ben ci kau" ucap Raya.
Laki laki itu meraih dagu Raya.
Brakk
Kevin dan Alena masuk ke dalam kamar itu.
"Lepaskan dia" sahut Kevin.
"Hah kak Van" ucap Kevin merasa terkejut karena yang sekarang berada di hadapan nya itu adalah kakak kandung nya dan sahabat nya.
"Astaga Raya" ucap Alena.
"Kak Al" ucap Raya yang langsung mendekat pada Alena .
"Kau baik baik saja" tanya Alena.
"Sedang apa kau di sini" tanya Van.
"Raya teman ku" ucap Kevin.
"Apa" tanya Van yang tak lain adalah Van armasta suami dari Mutiya Atmala.
"Berani nya kau menyewa teman ku kak" ucap Kevin.
"Aku sudah membayar dia mahal" ucap Van.
"Tapi kak kau tak bisa menyewa dia karena kan dia bukan wanita pe la cur" ucap Kevin.
"Aku membayar dia pada paman nya" ucap Van armasta.
"Tapi dia bukan wanita murah han to lol" geram Alena.
Plakk
Alena menampar pipi Van Armasta.
"Beraninya kau melakukan hal keji di hotel ku akan aku laporkan kau ke polisi" ucap Alena.
"Aku tak salah" ucap Van.
"Lalu" tanya Alena.
Alena menghubungi nomor Rayhan untuk segera datang ke sana.
"Kak aku Malu padamu, apa kau tak punya hati bagai mana kalau kakak ipar tau kelakuan mu" ucap Kevin.
"aku tak salah paman dia yang menjual nya pada ku" ucap Van membela diri.
Rayhan yang mendapat kabar pun langsung menuju ke arah yang Alena sebutkan.
"lukas, kata Alena, Raya ada di hotel nya" ucap Rayhan yang sekarang berada di mobil.
"kita ke sana tuan" ucap Lukas.
"ya aku harap kita tak terlambat" ucap Rayhan.
Lukas mengebut mobil nya menuju Hotel punya Alena yang tak lain adalah pacar nya.
sesampainya di sana Rayhan masuk ke dalam bersama dengan Lukas.
tanpa segan segan Rayhan langsung masuk ke kamar yang sudah banyak orang itu.
"mas Ray" ucap Raya saat melihat keberadaan suaminya di sana.
raya langsung memeluk suaminya itu,
"Ray ini laki laki yang akan menodai Raya" ucap Alena.
bughh..
bersambung
__ADS_1