
Mereka semua tengah diam di parkiran karena akan pulang ke rumah masing masing.
"Tuan Lukas" ucap Raya.
"Ya" tanya Lukas.
"Aku mau minta maaf aku tau aku salah, kau benar tuan" ucap Raya.
"Tak masalah, maaf kan aku juga nona karena aku sudah keterlaluan" ucap Lukas.
"Tak apa kau benar" ucap Raya.
"Baik lah aku akan pulang Nona, tuan aku duluan" ucap Lukas.
"Ya" ucap Rayhan.
Lukas dan Alena pergi dari sana hanya tinggal Raya, Rayhan, Rega, dan Julia yang belum pulang karena masih menunggu Rahma yang sejak tadi tak mereka temukan keberadaan nya.
"Kemana Rahma" tanya Raya.
"Apa mungkin Rahma ada keperluan" tanya Julia.
"Biar aku coba telpon" ucap Raya.
"Ya coba saja" ucap Julia.
📞📞
"Rahma kamu di mana sekarang" tanya Raya.
"Ray aku ada di rumah sakit, papah masuk rumah sakit" ucap Rahma.
"Apa? Lalu bagai mana kondisi nya sekarang" tanya Raya.
"Alhamdulillah sudah mendingan" ucap Rahma.
"Baik lah semoga segera sembuh ya" ucap Raya.
"Ya, oh ya Ray apa acara nya masih berjalan" tanya Rahma.
"Ya Rah masih" ucap Raya.
"Ray maaf aku tak bisa berlama lama karena sekarang aku harus menunggu papah" ucap Rahma.
"Ya baik lah" ucap Raya.
📞📞
"Ada apa Ray" tanya Julia.
"Katanya Rahma ke rumah sakit karena tuan Argam masuk rumah sakit" ucap Raya.
"Kenapa dia" tanya Julia.
"Entah" ucap Raya.
"Baik lah aku harus pulang karena Rega sekarang akan bekerja jadi aku tak bisa lama lama" ucap Julia.
"Ya baik lah" ucap Raya.
"Hati hari di jalan Jul" ucap Rayhan.
"Baik kak" ucap Julia.
"Tuan aku permisi" ucap Rega.
"Ya" ucap Rayhan.
Rayhan dan raya juga pulang karena akan ke kediaman Widirdja akan mengambil pakaian Raya yang tempo lalu Raya bawa ke sana.
Bahkan Raya juga mendadak membeli pakaian pagi sekali untuk datang ke acara itu.
Sekarang mereka tengah dalam perjalanan.
...7 bulan kemudian.....
Saat ini Raya merasakan mual sejak pagi, bahkan Rayhan juga tak jadi bekerja karena Raya mengeluh sakit mual dan bahkan muntah.
"Mas aku tak mau ke dokter" ucap Raya.
"Sayang kamu harus di periksa, karena aku terganggu Bekerja" ucap Rayhan.
"Aku akan sembuh sekarang" ucap Raya.
"Bohong ayo periksa sekarang" ucap Rayhan.
"Mas aku Hanya ingin tidur saja" ucap Raya.
Rayhan menggendong Raya karena akhir akhir ini Raya semakin malas.
"Ayo Ray jangan malas takut nya ada hal yang serius" ucap Rayhan.
"Ya baik lah aku bisa jalan mas" ucap Raya.
"Ya sudah ya" ucap Rayhan yang langsung melepaskan Raya dari gendongan nya.
Raya masuk ke mobil, sekarang mereka akan ke rumah sakit terdekat dari rumah Rayhan.
Tak ada yang berubah dalam waktu 7 bulan ini, hanya saja sikap Raya yang sedikit kekanak Kanakan.
"Mas aku tak mau di suntik" ucap Raya.
"Gak akan di suntik" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Aku takut" ucap Raya.
"Gak akan percaya sama aku" ucap Rayhan.
"Ya deh" ucap Raya.
Sekarang banyak sekali yang berubah pada diri Rayhan apa lagi sekarang Rayhan sudah mulai Sholat dan melakukan hal yang lain lagi.
Bahkan Raya sekarang tak melarang Rayhan kalau Rayhan mau ke markas dan mengelola lagi markas, karena Raya sekarang mencoba belajar menerima Rayhan dengan baik.
Ohekk
Raya merasakan mual lagi,
"Mual" tanya Rayhan yang di balas anggukkan kepala oleh Raya.
"Aku heran sebenarnya kamu ini kenapa sih, bisa mual muntah begitu apa kau masuk angin" tanya Rayhan.
"Entah mas aku tak tau" ucap Raya.
"Setelah di periksa nanti kita akan tau" ucap Rayhan.
Sesampainya di sana Raya dan Rayhan turun dari mobil dan masuk ke dalam.
Rayhan daftar terlebih dahulu.
"Raya Wijaya" ucap Rayhan.
"Tempat tinggal nya pak" tanya suster.
"Jalan *** nomor 3" ucap Rayhan.
"Silahkan di tunggu Bu pak" Ucap Suster itu.
Rayhan dan Raya menunggu di kursi tunggu.
Raya melihat ke arah sekitar rumah sakit itu, namun Raya melihat ada Rahma yang sedang berjalan di sana.
"Mas ada Rahma" ucap Raya.
"Mana" tanya Rayhan.
"Itu" ucap Raya menunjuk pada Rahma.
"Ya dia Rahma, sedang apa dia di sini" tanya Rayhan.
"Rahma" sahut Raya.
Rahma menatap pada Raya.
"Ray sedang apa di sini" tanya Rahma mendekat pada Raya.
"Aku merasa gak enak badan Rah jadi aku mau di periksa, lalu kau sedang apa di sini" tanya Raya.
"Mbak Wanda melahirkan" ucap Rahma datar.
"Apa yang gak bisa dari Mbak Wanda, Ray" ucap Rahma.
"Maksud ku Rah, kak El menikah dengan pela kor itu kan baru juga tujuh bulan ya kan" ucap Raya.
"Ya bahkan belum pas tujuh bulan pun dia sudah melahirkan" ucap Rahma.
"Bukan kah melahirkan di usia kandungan tujuh bulan itu prematur, benar kan seperti di pelajaran dulu" ucap Raya.
"Ya prematur dengan BB 3 kg dan panjang 45 cm, Ray semua yang keluar dari mulut Mbak Wanda itu selalu benar, mana mungkin seseorang akan melahirkan bayi di usia kandungan yang masih kurang tujuh bulan, yang tujuh bulan lebih oke lah ada tapi di usia kandungan nya sekarang" ucap Rahma.
"Apa wanita itu berbohong" tanya Raya.
"Ray aku bahkan bukan orang bo doh yang bisa di bohongi, aku gini gini juga belajar" ucap Rahma tersenyum seolah menangapi masalah nya itu dengan senyuman.
"Sabar ya" ucap Raya.
"Baik lah Raya aku harus ke mini market membeli popok, kau cepat sembuh ya" ucap Rahma.
"Ya terima kasih" ucap Raya.
"Nyonya Raya Wijaya" ucap suster yang memanggil Raya.
"Ayo mas" ucap Raya.
Mereka masuk ke dalam dan duduk di kursi yang sudah di sediakan yang posisi nya saling berhadapan dengan Dokter.
"Ada yang bisa kami bantu" tanya Dokter itu.
"Begini Dok istri saya dia pusing dan mual bahkan sampai muntah" ucap Rayhan.
"Oh kapan hari terakhir datang bulan Nyonya Raya" tanya Dokter itu.
"Datang bulan? Setau saya hari terakhir itu tanggal 5 kaya nya" ucap Raya.
"Kalau di hitung dengan sekarang, berarti Nyonya Raya sudah telat datang bulan sekitar sepuluh hari" ucap Dokter itu.
"Ya" ucap Raya.
"Nyonya masuk lah ke kamar mandi ada wadah kecil di sana pipis lah di sana dan bawa urine nya sedikit ke sini" ucap Dokter.
"Tapi Dok saya pernah di test urine dulu saat di kampus" ucap Raya.
"Tapi saya gak akan test urine Nyonya" ucap Dokter.
"Ayo lah Ray lakukan saja" ucap Rayhan.
"Ya baik lah" ucap Raya.
__ADS_1
Raya masuk ke kamar mandi dan melakukan apa pun yang di perintahkan Dokter itu.
Raya membawa Urine nya ke hadapan Dokter itu, dengan cepat Dokter itu memasukan benda pipih ke dalam urine itu.
"Tes peck" tanya Raya.
"Ya dari gejala nya seperti nya Nyonya hamil tapi kita coba dulu dengan tes peck ini" ucap Dokter.
"raya hamil" tanya Rayhan menatap wajah istri nya.
"Tidak mungkin Dok" ucap Raya.
"Kenapa, apa Nyonya pakai KB" tanya Dokter.
"Tidak" ucap Raya.
"Nona kalau anda tak pasang KB, bisa saja kan anda hamil" ucap Dokter.
"Ya sih tapi aku gak percaya" ucap Raya.
"Sebelum nya juga pernah Dok pakai tes peck dan hasil nya selalu gagal bahkan sampai beberapa kali" ucap Rayhan.
"Oh, kita bukti kan saja sekarang" ucap Dokter itu.
"Ya" ucap Raya.
Dokter melihat itu dan tak ada garis di sana, hanya garis samar samar saja yang terlihat di sana.
"Tuh kan Dok tak ada" ucap Raya.
"Ada Nona ini lihat samar samar" ucap dokter.
"Ya Dok itu bohong" ucap Raya.
"Dok bulan kemarin juga begitu" ucap Rayhan.
"Tapi ini benar benar ada" ucap Dokter.
"Tapi kemarin sama" ucap Raya.
"Nyonya saya saran kan untuk mencoba lagi di pagi hari karena biasa nya hasil di pagi hari selalu jelas" ucap Dokter.
"Ya besok kita lakukan" ucap Raya.
"Nyonya saya berikan tes pack dan pakai besok kalau hasil nya jelas datang lah lagi kemari" ucap Dokter.
"Ya Dok" ucap Rayhan.
Mereka pulang ke rumah.
"Mas aku gak mau coba lagi ah takut nya mengecewakan" ucap Raya.
"Ray coba lagi apa salah nya" ucap Rayhan.
"Ya tapi besok" ucap Raya.
"Ya Dokter itu juga nyuruh nya besok" ucap Rayhan.
"Baik lah mas aku mau istirahat" ucap Raya.
"Mau makan apa biar aku yang buatkan" ucap Rayhan.
"Mau makan ayam bakar tapi sampai gosong" ucap Raya.
"Ya sampai hitam aku akan bakar tuh ayam" ucap Rayhan.
"Ja hat" gumam Raya.
Rayhan berjalan ke arah dapur karena akan memasak ayam bakar sampai gosong.
Rayhan menyiapkan bumbu bumbu nya.
Rayhan tersenyum mengingat ucapan Dokter tadi, yang katanya kalau Raya hamil, karena jujur saja Rayhan sangat ingin punya anak.
Apa lagi usia Rayhan yang sekarang sudah tak muda lagi, Rayhan ingin punya keturunan tapi satu hal yang Rayhan ingin kan.
Rayhan ingin punya anak cewek, dan keinginan itu harus Raya tepati.
Karena Rayhan berfikir kalau punya anak cewek, pertama ada teman buat Raya dan anak cewek rata rata lucu lucu.
"Sudah lah aku tak bisa memaksakan Raya pada masalah inilah, karena Raya harus siap dahulu karena percuma Rayhan mau kalau Raya masih belum mau.
Rayhan memasak dengan sangat telaten apa lagi Rayhan sangat senang kalau memasak untuk Raya.
sudah menjadi kebiasaan Rayhan sekarang untuk memasak untuk Raya walau pun pada akhirnya Rayhan lah yang menghabiskan nya, karena Raya sebal dan mual.
"Ray ayo makan" ucap Rayhan.
"ya mas" ucap Raya.
raya langsung duduk di meja makan dan memakannya dengan lahap, Rayhan bangga karena istri nya suka pada makanan nya.
"bagai mana enak" tanya Rayhan.
"enak mas" ucap Raya.
"syukur lah" ucap Rayhan.
"terima kasih kau sudah susah susah membuatkan nya" ucap Raya.
"tak apa asal kau mau makan apa pun akan aku buatkan" ucap Rayhan.
"kau baik mas" ucap Raya.
__ADS_1
mereka menyelesaikan makan nya, karena Rayhan tak masuk kerja dia akan bekerja lewat laptop nya.
bahkan di perusahaan pun tak ada yang menghandle apa lagi hanya Yuli saja yang Rayhan Suruh mengurus nya, bahkan Rayhan juga belum bisa membebas kan Yuli karena walau pun pintar Yuli terbilang baru di perbisnisan.