Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 62


__ADS_3

Raya merasakan sentuhan yang di berikan oleh Rayhan, terasa sangat nyaman dan tak ingin berakhir, namun dengan cepat Rayhan tersadar dan melepas ciuman itu.


Rayhan langsung memalingkan wajahnya karena malu sudah melakukan hal selancang itu pada Raya, sedangkan Raya hanya mematung saja karena Rayhan mengakhiri ciu man mereka.


"Maaf" ucap Rayhan canggung.


"Tak apa" jawab Raya tersenyum tipis.


"Ya ampun tuan kenapa kau meninggalkan aku" sahut Jeni yang baru saja datang dengan menenteng banyak tas belanjaan.


"Kau lama" ketus Rayhan.


"Pak Ray aku akan buatkan nasi goreng untuk mu" ucap Raya yang langsung pergi dari sana.


Raya duduk di kursi yang berada di dapur penginapan itu, jantungnya sekarang berdetak cukup kencang karena perlakuan Rayhan tadi bahkan bibirnya masih merasakan betapa hangatnya Rayhan saat berada di dekatnya.


Raya memotong motong bawang yang akan dia campur ke nasinya nanti, tangannya bergetar sangat hebat sekarang karena grogi tadi berdekatan dengan Rayhan.


"Ya ampun Raya, kau sangat menyebalkan" gerutu Raya pada diri sendiri.


Raya menyelesaikan nasi gorengnya, dia membawa satu piring nasi goreng pada Rayhan yang sekarang sedang duduk bersama dengan Jeni.


"Tuan apa kita akan pulang sekarang" tanya Jeni menatap pada Rayhan.


"Aku ingin mengajak Raya jalan jalan dulu" ucap Rayhan.


"Bolehkah aku ikut" tanya Jeni.


"Tidak aku akan berdua saja dengan Raya" jawab Rayhan ketus tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel.


"Yahh padahal aku mau jalan jalan" ucap Jeni.


"Kau boleh jalan jalan dan itu di antar oleh anak buah ku" ucap Rayhan.


"Tapi tuan aku mau bersama mu" ucap Jeni.


"Tidak bisa" jawab Rayhan.


"Pak Ray makanlah" ucap Raya.


Rayhan langsung menghabiskan nasi goreng buatan istrinya itu, sungguh Rayhan sangat gugup dekat dengan Raya apa lagi betapa bo doh nya dia barusan yang langsung menyumpal bibir Raya.


"Ya ampun jantung ku tak aman" batin Rayhan.


Semenjak kecil Rayhan tak pernah berdekatan dengan wanita, hanya Zia dan Nita saja yang pernah Rayhan peluk dahulu bahkan Rayhan tak pernah pacaran jadi tak tau rasanya jatuh cinta.


Bahkan untuk sekedar memegang wanita pun Rayhan tak bisa karena Rayhan sibuk dengan pekerjaan dan musuh musuhnya. Jadi jangan salah jika Rayhan grogi karena melakukan ini.


"Raya ayo kita jalan jalan dulu masih ada waktu dua jam" ucap Rayhan.


"Ayo" ucap Raya.


Jeni di biarkan menunggu sendirian di sana karena Rayhan tak mengijinkan Jeni untuk ikut jalan jalan bersama dengannya dan Raya.


Rayhan menaiki mobil anak buahnya yang sekarang sudah berada di depan penginapan.


"Pak Ray mobil siapa ini" tanya Raya.


"aku menyewa mobil Raya" jawab Rayhan berbohong.


"Oh" ucap Raya.


Mereka berdua masuk kedalam mobil, dan Rayhan yang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ingin menikmati waktu di bali bersama dengan Raya.


Mobil Rayhan berhenti karena lampu merah.


"Raya aku harap kau bisa melupakan kejadian tadi" ucap Rayhan.


"Kenapa" tanya Raya.


"Aku tak sengaja maafkan aku" ucap Rayhan.


"Kenapa kau merasa bersalah pak Ray, bukan kah aku istri mu kan jadi aku dan kau sah pak Ray" ucap Raya.


"Ya tapi tetap saja" ucap Rayhan.


"Baiklah aku maafkan" ucap Raya.


Rayhan mengunjungi sebuah taman bermain yang terkenal disana, bahkan banyak sekali anak anak dan orang tua yang ada di sana.


Raya dan Rayhan duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana.


"Kau mau naik itu" tanya Rayhan.

__ADS_1


"Tidak aku mau nonton saja" ucap Raya.


Mata Raya melihat pada boneka beruang yang cukup besar, namun mata Rayhan malah menatap pada sosok satu keluarga kecil yang di lengkapi dengan seorang anak yang sangat lucu.


Mata Raya menatap pada boneka dan pikir Rayhan, Raya menatap pada sebuah keluarga kecil.


Mereka sedang membawa anak bayinya bermain, bahkan sesekali anak itu tertawa karena merasa lucu.


"Aahhh pengen" ucap Raya.


Kening Rayhan mengkerut.


"Kau mau" tanya Rayhan yang berfikir kalau Raya mau punya seorang bayi.


"Ya tentu saja dia sangat lucu" ucap Raya.


"Ayo bikin" ucap Rayhan.


Raya menatap pada Rayhan mengartikan ucapan Rayhan.


"Kau bisa membuatnya pak Ray" tanya Raya.


"Tentu saja semua laki laki bisa kan" ucap Rayhan.


Raya semakin bingung dengan ucapan Rayhan,


"Benarkah semua laki laki bisa membuat boneka beruang" tanya Raya.


"Tentu saj... Eh tunggu, boneka beruang" tanya Rayhan.


"Ya pak Ray aku mau boneka beruang itu, lucukan" ucap Raya.


"Huhhh aku pikir" gumam Rayhan menarik nafas.


"Pak Ray kau fikir apa" tanya Raya.


"Tidak" ucap Rayhan.


"Yasudah kalau kau mau ayo beli" ucap Rayhan.


Di dalam mobil Raya tak henti hentinya memeluk boneka beruang itu, sedangkan Rayhan sekarang bisa bernafas lega karena apa yang dia fikirkan ternyata tak benar.


"Untung Raya polos kalau saja dia tau tadi aku ber fikir apa mungkin aku sudah habis di tertawakan olehnya" batin Rayhan.


"Pak Ray kita akan kemana sekarang" tanya Raya.


"Pak Ray aku mau beli minum, aku haus" ucap Raya.


"Baiklah kita ke cafe" ucap Rayhan.


Setelah sampai di cafe mereka memesan minuman dingin,


"Pak Ray apa aku gendut" tanya Raya pada Rayhan.


"Kenapa" tanya Rayhan.


"Aku cuman nanya saja" jawab Rayhan.


"Sedikit gendut tapi cantik" ucap Rayhan yang membuat Raya terbang karena pujian itu.


"Terima kasih, tapi apa kau suka cewek gendut" tanya Raya.


"Suka tapi aku tak terlalu tertarik pada wanita yang kelebihan berat badan" ucap Rayhan.


"Apa aku harus diet ya" ucap Raya.


"Diet saja kalau kau mau" ucap Rayhan.


"Berarti kau tak suka padaku" tanya Raya.


"Suka" ucap Rayhan.


Jam menunjukan pukul tiga lebih tiga puluh menit dan setengah jam lagi pesawat Rayhan akan lepas landas, Rayhan memutuskan untuk kembali ke penginapan dan langsung pergi ke bandara.


Namun saat sampai di penginapan Raya dan Rayhan terkejut karena melihat Jeni yang sekarang sedang asik rebahan di kasur empuk penginapan itu, bahkan kasurnya terlihat berantakan padahal tadi pagi Raya sudah membereskanya.


"Jeni" teriak Rayhan membangunkan sekertarisnya itu.


"Ya tuan" ucap Jeni yang langsung bangkit dari tidurnya.


"Hah maafkan aku tuan aku sangat mengantuk" ucap Jeni.


"Kemasi pakaian mu dan jangan lupa bereskan kasur itu terlebih dahulu" titah Rayhan.

__ADS_1


"Siap tuan" ucap Jeni.


"Ck kalau aku tak pulang mungkin kau akan terlambat mengejar pesawat" ucap Rayhan.


"Ya maaf tuan" ucap Jeni.


"Pak Ray apa tak ada yang ketinggalan" tanya Raya.


"Apa" tanya Rayhan.


"Laptop mu" ucap Raya.


"Sudah aku masukan kedalam tas, dan pakaian yang baru kau beli kemarin" tanya Rayhan.


"Oh ya baju untuk Zia, aku sampai Lupa" ucap Raya.


"Untuk Zia aku fikir itu baju untuk mu" ucap Rayhan.


"Aku segaja belikan untuk Zia" ucap Raya.


Mereka bertiga menuju bandara dan pesawat langsung lepas landas karena sudah waktunya penerbangan, tentu saja dengan beda kelas, karena Rayhan dan Raya ambil kelas A sedangkan Jeni naik di kelas B.


Malam harinya Rayhan, Raya, dan Jeni sudah berada di kota kelahiran Rayhan, mereka pulang di jemput supir sedangkan Jeni, Rayhan suruh naik taksi karena arah jalan menuju rumah mereka cukup jauh.


Rayhan dan Raya sudah sampai di rumah, Zia sudah menanti nantikan kakak dan kakak iparnya itu karena Zia sangat suka jika di kasih oleh oleh dari sang kakak karena Rayhan akan memberikan Zia barang yang malah, bahkan kalau pun Rayhan lupa membelinya Rayhan akan memberikan uang pada Zia.


"Kakak aku rindu" ucap Zia langsung memeluk kakak kandungnya.


"Kau, malu Zia" ucap Rayhan melepas pelukan Zia.


"Biarin, Kakak ipar" ucap Zia sambil memeluk kakak iparnya itu.


"Aku punya sesuatu untuk mu" ucap Raya.


"Apa? Perhiasan? Atau mobil?" tanya Zia.


"Hanya pakaian biasa, aku tak punya uang untuk membelikan mu mobil" ucap Raya.


"Ck aku sudah yakin kalau kakak tak memberikan uang pada kakak ipar" ucap Zia.


"Aku berikan semua uang gajih ku pada Raya" ucap Rayhan.


"Hah lalu aku tak kau beri" tanya Zia.


"Aku tau kau pasti akan minta pada Raya jadi aku berikan saja semua pada Raya, aku pintar kan" ucap Rayhan.


"Kau pintar tapi kau pelit kak" ucap Zia.


Raya dan Rayhan tidur di kamar, Rayhan meminum kopi hitam yang sudah Raya buatkan tadi.


"Pak Ray akun mu, RayhanPW kan" tanya Raya.


"Ya" jawab Rayhan.


"aku sudah mengikuti mu" ucap Raya.


"Bisa aku lihat ponselmu" tanya Rayhan.


"Buat apa" tanya Raya.


Rayhan mengutak atik ponsel Raya dan memposting sebuah status.


Rayhan memposting sebuah Foto pernikahan mereka dengan caption.


( punya ku ) sambil menandai Rayhan di dalamnya.


"Sudah terima kasih" ucap Rayhan.


Raya melihat postingan itu.


"Ya ampun pak Ray" ucap Raya.


"Aku akan tidur" ucap Rayhan.


Sedangkan Raya merasa kesal pada suaminya itu, memposting sesuatu sambil menandainya.


"Kenapa gak dia saja yang buat postingan dan menandai aku saja" ucap Raya.


{ Ray besok kita nongkrong yukk, aku tebak kau baru pulang kan dari bulan madu mu itu} pesan dari Elpan pada Aplikasi hijau Rayhan.


{ ayo sebentar saja aku sibuk } balas Rayhan.


"Pak Ray besok aku akan sekolah" ucap Raya.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Rayhan.


Bersambung..


__ADS_2