Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 113


__ADS_3

Rega tak bisa lagi melihat Cctv di kediaman Rayhan di kampung.


Rega mengutak atik ponsel nya dan menghubungi Rayhan.


📞📞


"Mana orang nya aku gak bisa lihat disini banyak yang pakai baju Hitam dan merah" ucap Rayhan.


"Tuan tadi kau berpapasan dengan nya" ucap Rega.


"Berpapasan? Apa yang memakai celana pendek" tanya Rayhan.


"Ya tuan celana pendek jeans warna biru" ucap Rega.


"Aku akan cari sekarang" ucap Rayhan.


📞📞


Rayhan mencari cari orang itu dan benar saja ada, namun sepertinya mereka akan pergi dari sana.


Rayhan berlari mengejar mereka namun semakin Rayhan lagi maka orang itu semakin kencang berlari supaya tidak dapat di susul oleh Rayhan.


Rayhan mengkode pada Anak buah nya agar mengejar orang itu.


Dan terjadi lah kejar kejaran antara Anak buah Rayhan dan kedua orang itu.


Karena anak buah Rayhan sangat handal dalam menembak dengan terpaksa dia melolos kan peluru nya ke kaki salah satu orang itu.


Dor.


"Ayo ikat dia" ucap nya.


Namun sayang sekali yang satu orang lagi berhasil kabur dari sana karena dia tak di tembak.


"Tuan saya sudah berhasil" ucap anak buah Rayhan saat Rayhan sudah berada di sana.


"Baik lah bawa dia ke kota" ucap Rayhan.


"Tapi tuan bagai mana di sini" tanya nya.


"Ikat dia dan masukan ke gudang rumah mamah ku tapi secara diam diam, besok Lukas dan anak buah ku akan datang ke sini" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucapnya.


Mereka memasukan musuh itu ke dalam karung besar dan kedua anak buah Rayhan menggotong nya untuk di bawa ke rumah orang tua nya Rayhan.


"Tunggu" ucap Topan menghentikan kedua anak buah Rayhan itu.


Mereka berdua melihat pada Topan.


"Ada apa ini" tanya Topan.


"Ini t-tuan" ucap anak buah Rayhan terbata bata.


"Pah itu mereka akan menyimpan kain dekorasi di gudang, kata Mua nya takut hujan atau apa jadi dia menyediakan kain tambahan" ucap Rayhan.


"Oh baik lah bawa saja" ucap Topan.


"Baik tuan" ucap Anak buah Rayhan.


Mereka memasukan nya ke gudang, namun mereka mengikat musuh itu dengan tangan dan kaki menyatu dengan kursi supaya dia tak bisa lari.


"Diam lah di sini, dan besok kau akan ke kota" ucap anak buah Rayhan.


"Apa peluru nya tak akan inspeksi" tanya salah satu anak buah Rayhan.


"Biarkan saja paling juga di amputasi" ucapnya.


"Ampun tuan maaf kan saya" ucapnya.


"Maka nya kalau jadi orang itu cerdik sedikit" ucap Anak Buah Rayhan.


"Tuan ampun".


"Tutup mulut nya".


"Pakai ini saja" ucap anak buah Rayhan yang langsung memasang kan kain pada mulut nya dan mengikat nya kencang.


"Ayo kita ke depan lagi" ucapnya.


Sedangkan Musuh di biarkan sendiri di gudang itu, bahkan mau berteriak pun dia tak akan mungkin.


Sedangkan di kota tepat nya di markas Mafia Blooder, Dion saat ini tengah menatap pada layar ponsel nya yang sejak tadi tak ada pesan atau panggilan masuk padahal Dion sangat penasaran dengan rencana nya yang menyuruh anak buah nya datang ke sana.


"Bagai mana" tanya Van.


"Belum ada kabar" ucap Dion.


"Oh" ucap Van.


Drtt drtt


Layar Ponsel Dion nyala tanda ada yang menelpon Dion.


📞📞


"Bagai mana, apa Rayhan mati" tanya Dion.


"Tuan gawat Denni tertangkap" ucapnya.


"Argh Bo doh" geram Dion.

__ADS_1


"Ya tuan kaki nya tertebak" ucap nya.


"Jangan hubungi dan datangi aku lagi bahkan uang sisa bayaran mu pun tak akan aku berikan" ucap Dion.


"Tapi tuan" ucapnya.


📞📞


Dion langsung memutuskan sambungan telpon nya.


"Bagai mana" tanya Van.


"Gagal" ucap Dion.


"Sudah aku duga" ucap Van.


"Ini karena anak buah mu tuan" ucap Dion.


"Anak buah ku? Lalu siapa yang mengatur rencana" tanya Van.


"Ck" Dion berdecak kesal.


"Dion Adinata alias Dion leodra, aku tak sangka orang seperti diri mu akan menjadi lawan Rayhan, aku harap kau bisa mengendalikan diri mu dari rencana payah mu itu" ucap Van.


"Biarkan saja aku tak mengandalkan diri mu" ucap Dion.


"Oh ya, kau tak mengandalkan aku lalu uang ku? Dan anak buah ku? Itu semua apa?" Tanya Van Sambil tertawa mengucapkan hal itu.


"Jangan sombong Van kalau kau lebih unggul mungkin sampai sekarang kau bisa mengalahkan Rayhan, tapi apa buktinya kau hanya pecun dang" ucap Dion.


"Wow berani nya kau, baik lah Dion, Upss maksud ku paman Dion kau boleh pergi sekarang dan jangan temui aku lagi" ucap Van.


"Tak akan awas saja Van aku akan meng hancurkan mu" ucap Van.


"Aku tak takut walau pun aku kalah itu lebih baik dari pada kerja sama dengan mu yang hanya ingin menang sendiri bahkan aku tau Dion apa yang ada dalam pemikiran mu itu" ucap Van.


"Jangan so paling benar" ucap Dion.


"Dan kau jangan so paling pintar" ucap Van.


Dion pergi dari sana bersama dengan anak buah nya, padahal Dion sangat rugi kalau harus jauh dari Van.


Di dalam mobil Dion menggerutu pada Van.


"Tuan apa kita tak akan menyesal jika jauh dari Van" tanya Haykal.


"Mau bagai mana lagi dia besar kepala" ucap Dion.


"Tuan aku tau masalah perusahaan mu jadi apa kita tak akan rugi kalau harus jauh dari Van apa lagi kalau seperti ini Van sudah tak akan percaya lagi dengan kita" ucap Haykal.


"Ubah rencana kita hancur kan Van terlebih dahulu" ucap Dion.


Malam harinya di kampung Rayhan sedang tidur bersama dengan Raya di kamarnya, sekarang Raya tengah berusaha untuk bersikap baik baik saja walau pun dia tau sekarang Rayhan bukan orang yang baik.


Sekarang Raya tengah berfikir untuk memasang KB lagi karena kemarin Raya sudah melepas nya.


"aku harus pakai KB lagi, aku tak mungkin punya anak dari Laki laki seperti Mas Ray yang ja hat ini" batin Raya.


Rayhan memeluk Raya namun Raya berusaha untuk tetap tenang karena tak mau Rayhan sampai tau kalau Raya tegang jika dekat dengan nya.


"Belum tidur" tanya Rayhan namun matanya masih terpejam.


"Hah belum" jawab Raya gugup.


"Tidur lah sudah malam" ucap Rayhan.


"Ya aku akan tidur" ucap Raya yang sekarang berusaha tenang walau pun sekarang Raya merasa ji jik sangat berdekatan dengan Rayhan.


Raya menutup matanya namun tanpa dia sadari akhirnya Raya terlelap juga dalam mimpinya.


Pagi sekali Raya sudah bangun dan melaksanakan Shalat subuh karena sekarang hari pernikahan Zia jadi Raya harus berada dekat dengan Zia untuk memberikan dukungan.


raya mendekat pada Rayhan.


"Mas bangun sudah siang" ucap Raya.


"Ya mas akan bangun" ucap Rayhan.


Raya keluar dari sana menuju kamar Zia namun ada seseorang yang sudah menegang tangan Raya dan menghentikan langkah Raya.


"Hey Raya" tanya Alena.


"Ya kak" tanya Raya.


"Mau kan kau bantu aku menghias kamar Zia seperti kamar pengantin" ucap Alena.


"Boleh" ucap Raya.


"Baik lah aku beri tau kau lagi" ucap Alena.


"Ya".


"Ada apa bisik bisik" tanya Nita.


"Tak ada Bi" ucap Alena.


"Aku permisi" ucap Raya.


Raya berjalan ke arah kamar Zia.


"Apa aku tanya saja pada Kak Alena ya Apa lagi kan kak Alena itu mantan Mas Ray dan sepupunya siapa tau saja dia tau kan" batin Raya.

__ADS_1


Raya masuk ke dalam kamar Zia dan di susuk mamah mertua nya itu.


"Selesai" ucap mua


"Kau sangat cantik Zia" ucap Nita.


"Benar kah" tanya Zia.


"Benar sekali Zia aku sangat pangling melihatnya" ucap Raya.


"Benar kah aku se cantik itu" tanya Zia.


"Bener" ucap Raya.


Zia menatap pantulan dirinya di cermin.


Sedangkan Raya sekarang tengah di rias karena Raya sudah cantik Mua itu hanya menambahkan sedikit saja make up pada wajah Raya namun hasil nya sangat bagus.


"Kak aku sangat gugup" ucap Zia.


"Begitu lah seorang wanita Zia" ucap Raya.


"Ya kak" ucap Zia.


"Zia ayo rombongan Adam sudah datang" ucap Nita mamah nya.


"Ayo Zia" ucap Raya mengandeng Zia untuk keluar melihat rombongan Adam.


"Kak aku sangat gugup" bisik Zia.


Raya berjalan ke luar bersama dengan Zia, mereka mendekat pada rombongan Adam dan Zia mengalungkan bunga melati pada leher Adam.


Alena mendekat pada Raya.


"Ayo Raya" ucap Alena.


"Sekarang" tanya Raya.


"Ya Sekarang kapan lagi" tanya Alena.


Raya ikut pada Alena menuju ke kamar Zia karena akan menghias kamar Zia supaya layak nya seperti kamar pengantin.


Alena sudah menyiapkan bunga mawar untuk menghias kamar Zia itu.


"Apa kita bagai bunga segini saja" tanya Alena.


"Kak ini sangat banyak" ucap Raya.


"Tak apa lah kalau terlalu banyak kita simpan saja di pas itu" ucap Alena.


Mereka berdua menghias kamar Zia hingga Raya pun memberanikan diri untuk bertanya pada Alena.


"Kak" tanya Raya.


"Ya" tanya Alena.


"Kau kan mantan nya Mas Rayhan, aku mau tanya bagai mana sih pandangan kakak tentang mas Rayhan" tanya Raya.


"Hah? Rayhan ya? Menurut aku baik bahkan Rayhan sangat baik namun ada resiko berbahaya jika bersama dengan Rayhan" ucap Alena.


"Resiko berbahaya" tanya Raya.


"Ya Rayhan itu Ganteng Raya para wanita akan suka pada Rayhan jadi kau harus sabar hati kalau Rayhan banyak yang suka" ucap Alena.


"Apa mas Ray punya bisnis lain" tanya Raya.


"Hahaha Raya kau salah bertanya pada ku kenapa kau tak tanya kan saja langsung pada Rayhan aku yakin dia akan menjawab nya, aku gak tau soalnya" ucap Alena.


"Ya aku akan tanya" ucap Raya.


Mereka menyelesaikan menghias kamar Zia hingga selesai dan terlihat sangat bagus.


Puput datang ke sana.


"Kalian sedang apa" tanya Puput.


"Eh Tante ini aku sedang menghias kamar Zia bagai mana bagus kan" tanya Alena.


"Wah bagus cocok lah untuk pengantin baru" ucap Puput.


"Baik lah aku akan keluar, aku mau lihat acara nikahan Zia" ucap Alena yang langsung pergi ke luar.


Sedangkan Raya sekarang dia akan keluar juga bersama dengan Alena.


"Tunggu Raya" ucap Puput.


"Ya" tanya Raya.


"Aku tau sekarang kau penasaran pada Rayhan kan, aku beri tau Raya sebenarnya Rayhan itu baik dia anak yang sangat baik cuman kehidupan nya saja yang merubah nya seperti itu aku bahkan sangat yakin kalau Rayhan tak akan pernah melukai mu, asal kau tau saja Raya, Aku bibi nya kau harus percaya pada ku" ucap Puput.


"Ya Aunty" ucap Raya.


"Suatu saat nanti kau akan tau siapa Rayhan aku harap kau bisa menerima nya Raya, Rayhan itu hidup dalam dunia penghianat jadi aku harap kau tak menghianati nya nanti" ucap Puput.


"Ya" ucap raya.


"Baik lah ayo ke depan" ucap Puput.


Mereka ke depan karena akan melihat Zia menikah dengan laki laki tampan anak dari pemilik pesantren yang sekarang Zia tempati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2