
Malam harinya Raya dan Rayhan sudah pulang, sesuai perjanjian Zia sudah berangkat untuk main dengan Alena, walau pun Rayhan merasa Alena itu wanita tak baik namun Rayhan juga tak berhak mengekang kebebasan Zia.
"Aku akan mandi" ucap Rayhan pada Raya.
"Ya" ucap Raya yang sekarang sedang melipat pakaian setelah selesai di jemur.
Rayhan mengguyur badannya dengan air dingin yang membuat otaknya terasa lebih dingin dan adem.
Rayhan menyelesaikan mandinya karena sudah setengah jam di kamar mandi.
Saat Rayhan hendak membuka pintu dia melihat ada Raya yang sekarang sedang berdiri di hadapannya.
"Raya kau membuat aky kaget saja" ucap Rayhan.
"Maaf pak Ray tadinya aku akan mengetuk pintu karena kau lama" ucap Raya.
"Maafkan aku" ucap Rayhan yang langsung keluar dari kamar mandi dan gantian Raya yang masuk untuk mandi.
Setelah selesai Raya menatap dirinya di pantulan cermin, Raya bingung apa malam ini harus di pakai Lingrie itu karena selama ini Raya belum pernah memakainya.
"Aku pakai saja sekarang" ucap Raya bermonolog sendirian.
Raya memakai baju Lingrie itu rasanya sangat ketat di tubuh Raya.
"Apa ini kekecilan tapi kebawahnya besar perut ku sangat terlihat" gumam Raya.
Raya keluar dari kamar mandi dengan memakai baju lingrie itu, saat ini Rayhan sedang melihat layar ponselnya namun mata Rayhan sekilas memandang Raya.
Dan betapa terkejutnya Rayhan saat melihat Raya dengan sekilas kemudian Rayhan melihat lagi dengan teliti.
"Ya ampun kenapa Raya memakai baju begitu" batin Rayhan.
"Pak Ray apa kau akan tidur" tanya Raya.
"Hah Ya kau duluan saja aku lagi melihat ini" ucap Rayhan memperlihatkan layar ponselnya pada Raya.
"Oh aku akan tidur duluan" ucap Raya.
Melihat lekuk tubuh Raya yang sangat bagus membuat has rat Rayhan seketika naik, Rayhan menelan salivanya karena biar bagaimana pun juga Rayhan adalah laki laki normal sama seperti yang lain.
"Raya kenapa kau memakai baju begitu" tanya Rayhan menatap pada Raya yang sekarang sedang berbaring membelakanginya.
"Apa kau tak suka" tanya Raya.
"Tidak aku suka, tapi untuk apa kenapa gak pakai piyama saja" ucap Rayhan.
"Kata Rahma laki laki akan betah di kamar jika pakai baju ini, upps" ucap Raya yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
"Apa saja yang di katakan Rahma" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Tidak hanya itu saja" ucap Raya bangun dan duduk di samping Rayhan.
"Kenapa kau mendengarkan Rahma, bahkan dia belum menikah" ucap Rayhan.
"Ya tapi kata Rahma, tante nya juga begitu setiap malam pasti memakai baju seperti ini malahan Om nya pun sampai tak keluar kamar semalaman" ucap Raya.
Rayhan tersenyum melihat istri polosnya itu.
"Boleh aku memeluk mu" tanya Rayhan.
"Hah kenapa memeluk" tanya Raya.
"Katanya kau ingin suami mu tetap ada di kamar kan, makannya kamu harus memelukku" ucap Rayhan.
"Tapi pak Rayhan gak akan melakukan apa apa kan" tanya Raya memastikan.
"Tidak" ucap Rayhan.
Raya mendekat pada Rayhan dan langsung memeluk Rayhan dengan sangat erat.
Rayhan mencium tubuh Raya yang sangat wangi itu membuat Rayhan semakin berhas rat jika terus seperti ini.
Rayhan melepaskan pelukannya.
"Aku gak akan pernah meninggalkan kamu sendirian di kamar Raya" ucap Rayhan.
"Aku akan ke dapur dulu untuk membawa minum" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Raya.
Kepala Rayhan sangat pusing karena mengingat Raya yang malam ini sangat menggoda baginya.
Rayhan membuka lemari pendingin dan mengeluarkan Wine lalu meminumnya di meja makan.
"Raya kenapa kau memakai baju begitu, oh ya ampun aku tak bisa menahannya lagi" gumam Rayhan gelisah.
Tapi Rayhan berusaha menghilangkan Has ratnya yang sekarang sedang menguasai pikirannya dengan cara meminum Wine sampai mabuk.
Sedangkan Raya sekarang sedang menunggu suaminya itu,
"Katanya mengambil air tapi lama" gumam Raya.
Raya memutuskan untuk melihat Rayhan di lantai bawah karena penasaran.
Raya melihat Rayhan yang sedang mabuk di meja makan.
"Ya ampun pak Ray kau mabuk" tanya Raya terkejut melihat Rayhan.
"Raya kenapa kau turun, kenapa kau tidak tidur" ucap Rayhan.
Dengan bersamaan Lukas datang kesana dan melihat Raya yang memakai baju lingrie, dengan cepat Rayhan memeluk tubuh Raya dan menyembuyikan tubuh Raya dengan membelakangi Lukas.
__ADS_1
"Kenapa kau datang Lukas" tanya Rayhan tanpa melihat Lukas karena sekarang Rayhan sedang menyembunyikan Raya supaya lekuk tubuh Raya tak terlihat oleh Lukas.
"Tuan saya baru pulang" ucap Lukas.
"Pergilah ke kamar" titah Rayhan pada Lukas.
"Baik tuan" Lukas yang paham pun langsung pergi dari sana meninggalkan pasangan suami istri yang sedang berpelukan itu.
"Pak Ray kau memelukku dengan sangat erat aku kehabisan nafas" ucap Raya.
"Raya aku ingatkan, kau hanya boleh memakai baju ini di dalam kamar saja dan ingat jangan sampai ada laki laki yang melihat kau memakai baju ini selain aku" ucap Rayhan.
"Ya pak Ray" ucap Raya patuh.
"Sekarang pergilah ke kamar sebentar lagi aku akan menyusul mu" ucap Rayhan.
"Ya pak Ray" ucap Raya yang langsung pergi dari sana menuju kamarnya.
Rayhan kembali duduk di meja makan dan meminum minuman sampai tandas, tiba tiba Zia datang dengan berjalan sempoyongan.
"Zia kenapa kau baru pulang" tanya Rayhan menatap datar pada Zia.
"Kak ini baru jam 9 malam" ucap Zia.
"Kemarilah" titah Rayhan dan membuat Zia mendekat padanya ke meja makan.
Saat Zia mendekat pada Rayhan, bau Alkohol menyeruak sampai ke hidung Rayhan, sampai sampai Rayhan mengendus ke sembarang arah.
Rayhan mengendus botol Wine yang ada di hadapannya itu, tapi baunya beda bahkan sangat jelas tercium oleh Rayhan kalau bau ini adalah bau minuman lain.
"Aku akan tidur aku mengantuk" ucap Zia yang langsung pergi dari sana.
Rayhan menatap Zia yang sekarang sudah masuk kedalam kamarnya.
"Apa Zia mabuk? Tidak? Mana mungkin Zia berani mabuk" gumam Rayhan.
Rayhan memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur, Rayhan melihat Raya yang sekarang sudah tidur dengan pulas.
Kepala Rayhan semakin pusing karena mencium bau Alkohol itu, Rayhan dengan cepat langsung tertidur saat tubuhnya sudah berbaring di ranjang.
karena malam ini terasa sangat dingin Rayhan mendekat pada Raya dan memeluk tubuh Raya dengan sangat erat karena merasa kedinginan.
Hujan di luar pun terdengar cukup deras membuat siapa pun yang mendengarnya langsung tertidur.
Berbeda dengan Zia yang sekarang sedang muntah muntah karena minum Alkohol terlalu banyak dan untung saja Rayhan tak mencurigainya.
Zia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
Bersambung..
__ADS_1