Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 6


__ADS_3

Rayhan duduk di taman itu keadaan di sana cukup ramai dengan orang orang, padahal Rayhan dulunya sangat tak suka dengan orang ramai namun entah kenapa dia lebih memilih menyendiri di barisan orang orang.


"Apa aku memang terlalu baik, tapi aku gak sejahat itu Tuhan, tolong jangan buat aku begini" keluh Rayhan dalam Doanya.


Rayhan mengambil ponsel yang berada di saku celananya, dia menghubungi Lukas karena sore harinya dia akan kembali ke kantor.


📞📞


..."Lukas beri tau Resepsionis aku akan ke kantor, jika ada yang ingin bertemu denganku bilang saja aku sedang makan siang" ucap Rayhan pada Lukas....


..."Baik tuan"...


📞📞📞


Rayhan menatap pada jalanan yang ramai dengan orang orang yang lalu lalang, namun mata Rayhan memicing saat melihat laki laki berandalan yang pernah menghentikan mobilnya tempo lalu.


Siapa lagi kalau bukan Akash kekasih Aziya adik kandungnya Rayhan.


"Hallo kak, senang bertemu denganmu" ucap Akash yang sudah berada dekat dengan Rayhan.


"Ck dia lagi" gumam Rayhan.


"Ada apa kau kemari" tanya Rayhan baik baik.


"Kak kata Zia aku harus ikut dengan kakak ke kampung" ucap Akash to the point pada Rayhan.


"Untuk" tanya Rayhan ketus dan dingin.


"Katanya Zia meminta aku datang ke kampung dan menemani kakak di jalan takutnya terjadi apa apa" ucap Akash berbohong.


"Kau baik tapi sayang anak buah ku banyak aku tak perlu bantuanmu" ucap Rayhan ketus dan langsung pergi dari sana.


"Plis kak ijinkan aku ikut" ucap Akash yang memohon pada Rayhan sambil memegang kaki Rayhan sehingga mereka menjadi tontonan orang orang yang ada di sana.


"Lepaskan aku" ucap Rayhan datar.


"Aku akan lepaskan asal kau ijinkan aku ikut" ucap Akash memaksa.


"Baiklah pukul lima sore kau harus tunggu di depan perusahaan aku jangan telat karena kalau kau telat aku tak akan membawa mu" ucap Rayhan dengan tatapan tajam.


"Terima kasih kak" ucap Akash bahagia.


"Fyuhhh" Rayhan menghela nafas dan langsung pergi dari sana menuju perusahaanya.


Rayhan sudah berada di ruangannya, di mejanya sudah ada air minum yang tersedia hanya untuk Rayhan, namun saat Rayhan akan mengambil berkas dia tak sengaja menyenggol gelas yang berisi air itu sehingga air minumnya tumpah ke lantai.


"Ck ceroboh" gumam Rayhan.


Tok tok..


"Masuk" teriak Rayhan dari dalam karena mendengar ada suara pintu di ketuk.


Seorang wanita masuk ke ruangan itu.


"Permisi pak saya mau melamar kerja" ucap gadis itu yang sudah masuk dan mendekat ke arah pak direktur utama yaitu Rayhan.


Rayhan melihat wajah gadis yang baru masuk itu.


"Kamu" ucap Rayhan kaget melihat gadis yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Oh bapak yang tadi di taman" sahut gadis itu.


"Kenapa kamu ada disini hah" bentak Rayhan sambil kaget melihat kehadiran Gadis yang tadi bertemu di taman itu.


"Saya mau melamar kerja pak" ucap gadis itu sambil memberikan berkas yang ada di tangannya.


"Tidak ada pekerjaan buat orang seperti kamu, silahkan pergi dari ruangan saya" ucap Rayhan masih dengan ekspresi dingin.


Gadis itu mendekat ke arah Rayhan.


"Saya mohon pak" ucap gadis itu memohon.


"Silahkan pergi anda mengganggu waktu saya" ketus Rayhan.


Gadis itu membalikan badannya dan berniat mau pergi dari hadapan Rayhan, namun kakinya menginjak lantai yang licin dan itu membuatnya terjatuh.


Bughh..


Gadis itu jatuh tepat di pangkuan Rayhan sehingga membuat jarak mereka sangat dekat, mata mereka saling tatap satu sama lain hanya jarak 5 centi saja yang memisahkan mereka.


"Bangun kamu berat" ucap Rayhan segera tersadar dari tatapan gadis itu yang akan menghipnotisnya.


"Maaf pak lantainya licin" ucap gadis itu sambil berdiri dan merasa malu karena telah kurang ajar pada Rayhan.


"Silahkan pergi" ucap Rayhan ketus dan dingin.


Gadis itu pergi dari sana karena tak dapat kerjaan padahal presentasinya sangat bagus, tapi Rayhan menolak lamarannya.


"Dasar gadis aneh, masa mau melamar kerja dengan memakai Jeans dan hoddie saja dia kira perusahaan aku itu perusahaan kecil kecilan, bahkan OG di perusahaan aku saja bajunya bagus bagus" gumam Rayhan.


Rayhan hendak melanjutkan kerjaannya, namun entah kenapa rasanya sangat malas sekali bagi Rayhan menyelesaikan pekerjaanya.


"Lukass" teriak Rayhan dari ruangannya.


Dengan cepat Lukas datang ke ruangan Rayhan karena sang Tuan memanggilnya.


"Selesaikan pekerjaan aku, besok aku akan datang lagi ke sini sekarang aku akan ke kampung" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Rayhan pergi dari sana, niatnya Rayhan akan pergi ke markas Tiger Group untuk melihat perkembangan senjata yang akan di kirimkan secepatnya ke Negara lain.


Sesampainya di markas Tiger Group Rayhan di sambut oleh semua anak buahnya, Rayhan melihat lihat senjata yang keluaran baru itu.


"Bagaimana cara memakainya" tanya Rayhan.


"Sama seperti pistol tuan, hanya saja peluru senjata ini mengandung peledak kalau saja terkena sesuatu maka akan langsung meledak" ucap anak buah Rayhan menjelaskan.


"Dengar, aku tak mau ada kesalahan dan untuk sekarang jangan biarkan grup Mafia itu merebut senjata kita lagi, kalau saja dia berani menggagalkan kita segera hubungi aku kita bantai mereka bersama" teriak Rayhan pada semua anak buahnya.


"Baik tuan" serempak.


"Aku percayakan markas padamu, aku harus pergi sekarang" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana tanpa di kawal.


Sekarang sudah pukul empat sore Rayhan akan pulang dahulu ke rumahnya dan akan kembali lagi ke kampung karena akan menyerahkan uang itu pada kedua orang tuanya.


Rayhan masuk kedalam rumahnya dia mencari sekotak perhiasan milik ibunya yang pernah Rayhan simpan dari dahulu sampai sekarang.


Rayhan hendak mengembalikannya karena Rayhan tau kalau Orang tuanya sangat butuh uang karena akan merenovasi rumah.

__ADS_1


"Aku harus pulang sekarang karena kalau tak sekarang aku akan sampai larut malam nantinya" gumam Rayhan.


"Bi Ratna aku titip rumah malam ini Lukas akan pulang" ucap Rayhan.


"Baik Den".


Rayhan keluar dari rumahnya, matanya terkejut saat melihat laki laki yang selalu membuatnya kesal.


"Kakak ipar katanya aku harus menunggu di perusahaan mu pukul lima tapi kau malam ada di rumah pukul empat lewat" ucap Akash.


"Diam atau aku akan melakban mulutmu" ancam Rayhan dengan tatapan tajam.


"aku boleh naik kak" tanya Akash.


"Hem".


"Kak kapan kita akan sampai".


" apa kampung halaman kalian sangat jauh".


"Aku pernah ke kampung tapi dulu".


" bagaimana kondisi kampung".


"Apa Zia punya teman di sana".


" apa ibu dan ayah mertua akan mengijinkan kita pacaran".


Deretan pertanyaan keluar dari mulut Akash dan hal itu membuat Rayhan sangat kesal dan marah karena Akash sangat banyak bicara dan terkesan bawel.


"Apa kau tak bisa diam" tanya Rayhan dingin.


"Bisa".


"Maka diamlah kau akan tau jawabanya saat kau sudah ada di sana" ucap Rayhan marah namun tatapannya masih fokus ke depan.


"Jika kau mengeluarkan satu kata saja maka aku akan menurunkan kamu di sini" ancam Rayhan.


"Jangan kak aku janji tak akan bicara lagi" ucap Akash bersungguh sungguh.


Akhirnya Rayhan sampai juga di kampung, mereka sampai disana pukul sembilan malam dan keadaan rumah Nita masih ramai dan lampunya pun masih menyala.


Nita ibunya Rayhan langsung keluar karena mendengar suara mobil yang berhenti depan rumahnya.


"Syukurlah Ray kau datang" ucap Nita senang melihat putra sulungnya datang lagi dan menempati janjinya.


"Aku pasti datang mah, apa lagi koper ku ada di sini" ucap Rayhan.


"Siapa dia" tanya Nita menunjuk pada Akash yang berdiri tak jauh dari Rayhan.


"Cecunguk itu? Pacarnya Zia" jawab Rayhan.


"Hah" Nita sangat terkejut.


**Siapa wanita yang bertemu dengan Rayhan itu??


Cari tau jawabannya di bab berikutnya ya..


Jangan lupa like dan comennya pantengin biar Author semangat nulisnya**..

__ADS_1


__ADS_2