Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 63


__ADS_3

Rayhan memutuskan pergi ke kamar mandi,


Sedangkan Raya sedang berbaring di tempat tidur.


Saat ini Rayhan sedang mengganti pakiannya dengan baju tidur.


"Aaaaa" teriak Raya dari luar, membuat Rayhan langsung keluar dari kamar mandi dan mendekat pada Raya.


"Ada apa Raya" tanya Rayhan.


Tanpa Rayhan duga, Raya yang sekarang sedang berdiri di atas ranjang langsung memeluk Rayhan dan mengangkat kedua kakinya mengunci pada pingang Rayhan.


"Pak Ray ada kecoa" ucap Raya memeluk erat Rayhan.


Saat ini Raya menempel pada Rayhan layaknya seorang bayi yang sedang di gendong, namun karena Raya yang tak bisa Diam sesuatu di bawah sana pun menjadi tegak namun bukan keadilan. (Hahah becanda ya).


"Oh ya ampun di bawah sana" batin Rayhan.


"Pak Ray ada kecoa tolong usir pak" titah Raya.


"Raya gak ada kecoa" ucap Rayhan.


"Ada pak Ray lihat di bawah selimut" ucap Raya.


Karena merasa berat, Rayhan membawa Raya ke atas sofa dan mendudukan Raya disana.


"Diam di sini aku akan cari kecoanya" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Raya patuh karena takut.


Rayhan menyingkap kan selimut dan benar saja ada kecoa disana, dengan cepat Rayhan membawanya keluar dari kamar dan membuangnya ke luar rumahnya.


"Buang yang jauh pak" sahut Raya.


"Bi Ratna" sahut Rayhan pada pembantunya.


"Ya Den" tanya Bi Ratna yang baru saja akan tidur.


"Apa kamar ku tak bibi bersihkan" tanya Rayhan.


"Maaf Den kamar aden di kunci dan Bibi gak tau kuncinya dimana" ucap Bi Ratna.


"Oh ya tak apa" ucap Rayhan yang langsung kembali lagi ke kamarnya.


"Sudah aku buang, kata Bi Ratna kamar ini memang tak di bersihkan karena aku menguncinya" ucap Rayhan.


"Tapi tak ada lagi kecoanya kan pak" tanya Raya.


"Aku pastikan aman" ucap Rayhan.


Raya kembali pada Ranjang dan merebahkan tubuhnya disana, walau pun ada rasa ketakutan tapi Raya mencoba menghilangkannya.


Keesokan harinya Raya sudah bersiap memakai pakaian sopan karena akan pergi ke kampus, bahkan Raya juga sudah memberi pesan pada teman temannya bahwa hari ini Raya akan kembali masuk kuliah.


Raya menyiapkan makanan untuk Rayhan, hanya makanan kaleng yang Raya siapkan karena Raya cukup kesiangan sekarang, sedangkan Bi Ratna, Raya suruh membeli sayuran.


"Ray masak apa" tanya Rayhan yang baru saja turun.


"Masak makanan kaleng pak Ray, tak apa kan" tanya Raya.


"Tak masalah" ucap Rayhan.


Zia datang kesana dan langsung ikut bergabung di meja makan.


"Kak siang nanti aku ada janji dengan Alena" ucap Zia.


"Mau kemana" tanya Rayhan.


"Salon" ucap Zia.


"Gak boleh" ucap Rayhan.


"Kenapa kak" tanya Zia.


"Pokoknya gak boleh, Alena itu na kal Zia aku tak mau kau kebawa bawa nakal karena Alena" ucap Rayhan.


"Aku janji tak akan na kal, boleh ya kak" ucap Zia memohon pada Rayhan.


"Tak boleh" tegas Rayhan.


"Kakak ipar" ucap Zia memohon pada Raya, karena sudah menjadi kebiasaan bagi Zia untuk mengadu pada kakak iparnya dan menyuruh kakak iparnya membujuk Rayhan.


"Pak Ray kasih ijin saja kasihan, lagi pula hanya sebentar kan" ucap Raya.

__ADS_1


"Jangan membela dia Raya" ucap Rayhan.


"Bukan membela tapi kan itu kebebasan Zia" ucap Raya.


"Baiklah aku ijinkan" ucap Rayhan.


"Yeayy terima kasih" ucap Zia senang.


Rayhan mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Rayhan mengutak atik ponselnya.


{ikuti Zia nanti siang} titah Rayhan pada anak buahnya.


{ baik tuan } balas anak buah Rayhan.


Di dalam mobil, Rayhan mengemudi dengan fokus sedangkan Raya hanya membuka catatan yang dulu pernah dia tulis, bahkan Raya sampai lupa kalau ada tugas yang di berikan oleh dosen dan Raya belum kerjakan.


"Apa ada tugas" tanya Rayhan.


"Ya pak aku lupa tak mengerjakannya" ucap Raya.


"Kapan di periksanya" tanya Rayhan.


"Besok" ucap Raya.


"Nanti malam aku bantu kau menyelesaikannya" ucap Rayhan.


"Ahh tak usah pak aku bisa sendiri" ucap Raya.


Sesampainya di kampus, Raya menyalami pungung tangan Rayhan dengan takzim lalu keluar dari mobil dan masuk kedalam kelas karena takutnya ada kelas pagi yang sudah mulai.


"Raya" sahut Rahma dan Julia yang tak lain adalah teman Raya.


"Kalian di sini lalu, kelas paginya bagaimana" tanya Raya.


"Dosennya gak ada mungkin kita akan libur lagi" ucap Rahma.


"Oh ya" tanya Raya.


"Ada yang baru pulang jalan jalan nih, kita gak di bawain oleh oleh nih" ucap Julia menyindir Raya.


"Maaf tapi aku tak beli apa apa di sana" ucap Raya.


"Yahh kenapa tak beli apa apa padahal disana kau bisa membeli baju pantai" ucap Julia.


"Baiklah sebagai ucapan maaf ku, aku mau mengajak kalian makan di cafe" ucap Raya.


"Benarkah, kita ke cafe **** banyak sekali yang review tempat itu dan katanya bagus" ucap Julia.


"Ayo, aku pesankan taksi dulu" ucap Raya.


Mereka bertiga naik taksi untuk sampai di cafe itu, walau pun jaraknya cukup jauh tapi sekarang mereka tak ada Dosen jadi mereka anggap bebas.


Tiga laki laki yang tampan sedang makan dan minum di cafe, yang tak lain adalah Rayhan, Iqbal, dan Elpan.


Kemarin mereka sempat janjian dan sekarang mereka nongkrong bersama.


Raya, Rahma, dan Julia datang kesana tanpa sadar Raya dan kedua temannya langsung masuk dan duduk di dalam cafe itu.


Namun mata Raya bertemu dengan mata Rayhan, jadi mereka berdua sedang bertatap muka walau dengan jarak yang cukup jauh.


"Pak Ray" gumam Raya.


"Siapa" tanya Rahma.


"Pak Rayhan" ucap Raya.


"Ayo kita gabung bersama dengan suami kamu saja Raya" ucap Julia.


"Ya ide bagus" ucap Rahma.


"Siapa Ray" tanya Elpan pada Rayhan sambil melihat ke mana arah tatapan Rayhan.


"Ya ampun bidadari ku datang" gumam Elpan saat melihat Rahma temannya Raya.


"Kak boleh kah kami ikut gabung" tanya Rahma.


"Bukan apa apa, soalnya teman kami ini adalah istri dari teman kalian juga jadi kami tak mau suaminya berfikir yang macam macam" ucap Julia.


"Kalian ini" geram Raya.


"Duduklah cantik" ucap Elpan.


"Ayo duduklah mejanya lebarkan" ucap Iqbal.

__ADS_1


Raya dan Rayhan duduk bersebelahan, bahkan sejak tadi Rayhan tak melepaskan pandangannya dari Raya.


"Kenapa datang kemari katanya mau kuliah" tanya Rayhan dengan ekspresi datar.


"Dosen nya gak datang pak" ucap Raya.


"Oh ya" tanya Rayhan yang hanya di balas anggukan kepala oleh Raya.


"Mau pesan apa" tanya Elpan.


"Ayo pesan lah yang banyak aku yang akan bayar" ucap Elpan lagi.


"Benarkah, terima kasih kak El" ucap Rahma.


"Sama sama" ucap Elpan.


"Uhh kayanya kalian double date, lalu aku" ucap Iqbal.


"Kan ada dia" ucap Elpan.


"Ya teman kami jomblo kok" ucap Rahma.


"Cieee kita berpasangan" ucap Rahma lagi menggoda Julia dan Iqbal.


"Mau pesan apa" tanya Rayhan pada Raya.


"Aku mau minum saja, aku masih kenyang" ucap Raya.


Semua orang memesan makanan kesukaannya masing masing dan tak lama kemudian seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka semua.


"Terima kasih" ucap para wanita serempak.


"Kau yakin tak akan makan" tanya Rayhan pada istrinya.


"Aku masih kenyang" ucap Raya.


"Oh ya Ray, kapan kau akan pergi ke hongkong" tanya Iqbal.


"Entah aku akan kirimkan saja Lukas kesana" ucap Rayhan.


"Ya Ray kau kaya, kau diam saja uang mu banyak" ucap Elpan.


"Tidak begitu, aku senang kerja" ucap Rayhan.


"Oh ya Raya, lain kali nasehati suami mu supaya tak terlalu kecapean atau bila perlu kunci saja dia di kamar" ucap Iqbal pada Raya.


"Kak Iqbal bisa saja" ucap Raya tersenyum.


"Rayhan itu sangat keras kepala Raya, hanya kau saja yang bisa meluluhkannya" ucap Elpan.


"Oh ya" tanya Raya.


"Sudah mengurusi hidup ku" tanya Rayhan ketus.


"Belum karena kalau kau belum punya bayi aku akan mengkoreksi hidupmu" ucap Iqbal.


"Ya Raya kau lucu kalau punya bayi, maka aku akan jadi Aunty nantinya, aku sarankan segera lah buat anak" sahut Julia.


"Kau lucu" ucap Iqbal memuji Julia.


"Terima kasih" ucap Julia.


"Kalau saja ukuran mu lebih dari empat puluh C mungkin aku akan suka padamu" ucap Iqbal.( ukuran apa Iqbal, Mak othor jadi bertanya tanya).


"Ukuran apa" tanya Julia.


"Ukuran sepatu" jawab Iqbal berbohong karena dia lupa sekarang sedang bicara dengan siapa.


Raya, Rahma, dan Julia masih kuliah dan masih cukup kecil untuk memahami ucapan Iqbal barusan.


Hahahhaha


Rayhan dan Elpan mentertawakan Iqbal yang bar bar itu, bahkan dengan blak blakan Iqbal membicarakan ukuran sesuatu di hadapan gadis yang masih kecil.


"Ada apa" tanya Raya dan Rahma heran.


"Tidak hanya lucu saja" ucap Rayhan.


"Ya maafkan Iqbal Jul, dia sering bercanda" ucap Rayhan.


"Tak masalah" ucap Julia.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2