
Malam harinya Rayhan sibuk mempacking barangnya dan barang barang punya Raya, malahan semenjak tadi Raya tak di perbolehkan beranjak dari ranjang.
"Pak Ray ayolah biar aku bantu" ucap Raya.
"Jangan bawa yang berat berat" ucap Rayhan.
"Gak akan boleh ya" ucap Raya.
"Yasudah kesini" titah Rayhan.
"Kau lihat apa ada yang kurang" tanya Rayhan.
"Handuk pak" ucap Raya.
"Biar aku bawa di kamar mandi" ucap Raya.
"Jangan lama lama dan hati hati" ucap Rayhan.
"Ya Pak Ray yang bawel".
Raya masuk ke kamar mandi namun mata Raya melihat pada pakaian Rayhan yang berada di kamar mandi, karena biasanya Rayhan akan menyimpannya di keranjang pakian kotor.
Namun sekarang Rayhan meletakkannya di kamar mandi, Raya melihat celana Rayhan yang tergeletak di lantai, Raya memungutnya dan melihat kalau celana itu sangatlah kotor dan tepat di bagian pantatnya ada bolong bolong kecil.
"Kenapa bisa begini" gumam Raya.
Raya membawanya keluar dan memperlihatkannya pada Rayhan.
"Pak Ray ini kenapa kok bolong" tanya Raya penuh selidik.
"aku jatuh tadi" ucap Rayhan santai.
"Oh ya kenapa jatuh celana nya bisa kotor dan bolong kecil begini" tanya Raya.
"Sudahlah buang saja celana itu, aku masih ada di lemari" ucap Rayhan.
"Apa pantatmu terluka" tanya Raya.
"Ah tidak aku hanya sakit saja sedikit" jawab Rayhan.
Setelah selesai mempacking barang Raya pun tak berani membicarakan celana itu lagi, mereka berdua tertidur dengan posisi Raya membelakangi Rayhan.
Namun Rayhan tanpa sengaja memeluk Raya dari belakang, dan mengelus elus perut datar Raya.
Rayhan mengigau karena matanya sudah terpejam dan tertidur.
Sedangkan Raya sangat nyaman saat berada di dekapan Rayhan yang membuat tubuhnya hangat.
Pagi harinya mereka sudah bersiap dan akan pergi ke Bali untuk honey moon dan Rayhan akan bekerja mengurus pabrik yang berada di bali.
"Ayo Raya" ucap Rayhan.
"Nanti pak aku lagi menyisir rambut" ucap Raya.
Rayhan mengambil alih sisir dan menyisir rambut Raya yang panjang dan lurus.
"Sudahkan Ayo" ucap Rayhan menarik koper besar yang isinya baju Rayhan dan baju Raya.
Sedangkan di sisi lain.
Pak Dion adinata sudah berada di perusahannya bersama dengan para anak buahnya.
"aku pikir si Rayhan itu sekarang sudah sangat keterlaluan padaku" ucap Pak Dion.
"Kau tenang saja tuan, anak buahnya yang kemarin meretas salah satu komputer sudah mati karena terpangang di mobilnya" ucap Anak buah Dion.
"Kau sudah pastikan kalau dia mati" tanya Dion penuh selidik.
"Sudah tuan karena saat saya turun ke bawah tak ada apa apa disana hanya mobil dan banyak abu di dalamnya aku sudah pastikan kalau anak buah Rayhan sudah menjadi abu" ucap Anak buah Dion.
"Dan sekarang aku semakin yakin kalau Rayhan itu pasti anak dari Topan Arya Wijaya hanya saja sekarang Rayhan sedang sembunyi di balik nama Wiguna" ucap Pak Dion.
"Tuan saya mendengar dari infomen kita kalau hari ini Rayhan dan istrinya akan ke bali melakukan honey moon" ucapnya.
"Apa Rayhan sudah menikah" tanya pak Dion.
"Ya tuan tiga minggu yang lalu" ucap Anak buah Dion.
"Bagus, kita punya kelemahan Rayhan sekarang, walau pun kita tak bisa menemukan Topan dan istrinya tapi setidaknya aku masih punya Rayhan dan istrinya untuk aku habisi".
"Tuan jika di lihat dari informasi identitas Rayhan dia punya adik namanya Aziya" ucap anak buah Dion.
"Apa? Kenapa aku tak tau" tanya Dion.
"Aku baru tau kemarin tuan".
"Aku ingin kita sekap istri dan adiknya Rayhan, aku tak mau tau kalian harus bawa istri dan adiknya Rayhan kemari" titah pak Dion.
__ADS_1
"Siap tuan".
Rayhan berangkat ke bali bersama dengan Raya, saat ini Rayhan yang mengemudikan mobilnya dan sesekali Rayhan melihat kearah belakang memastikan kalau anak buahnya juga ikut bersama dengannya.
"Pak Ray" tanya Raya.
"Ya".
"Apa kak Alena cantik" tanya Raya menatap wajah suaminya yang sekarang sedang fokus menyetir.
"Cantik" ucap Rayhan singkat.
"Sudah aku duga" gumam Raya.
"Apa kau sayang pada Alena" tanya Raya lagi.
"Tentu saja, dia sepupu ku" ucap Rayhan.
"Tapi kata Zia kau dan kak.." ucap Raya terpotong.
"Ah ya aku lupa mengabari Zia, untung kamu sebut nama Zia" ucap Rayhan.
Raya hanya tersenyum tipis saja melihat tingkah Rayhan, padahal Raya ingin sekali bicara tentang Alena.
📞📞
..."Zia kakak lupa mengabari mu, kakak sekarang ke bali" ucap Rayhan....
..."Kakak kau tak megajak ku" rengek Zia....
..."Aku akan honey moon Zia, apa kau tak malu jika akan ikut" tanya Rayhan....
..."Kak kapan kau pulang" tanya Zia....
..."Hanya tiga hari saja" ucap Rayhan....
..."Baiklah selamat berbahagia kakak" ucap Zia....
📞📞📞
"Baiklah apa yang akan kau katakan tadi? Apa kata Zia?" tanya Rayhan.
"Tak ada" ucap Raya kesal.
"Oh baiklah".
Anak buah Dion adinata memata matai Rayhan walau pun dari jarak jauh mereka bisa mengikuti Rayhan, namun mereka tak tau kalau di dekat Rayhan banyak sekali anak buah Rayhan.
📞📞
..."Tuan, Rayhan berada di bandara Xxx" ucap anak buah Dion....
..."Tetap ikuti dia" titah Dion....
📞📞
Sedangkan Rayhan yang berada di dalam mobil, dia mengendarai dengan tenang dan damai bahkan Rayhan sesekali tersenyum melihat Raya yang hanya cemberut saja.
"Raya tolong beri pesan pada anak buah ku untuk menjaga Zia namun dari jauh saja" ucap Rayhan.
{ tuan Lukas kata pak Ray, tolong jaga Zia tapi dari kejauhan } pesan dari ponsel Rayhan yang di tulis oleh Raya.
"Sudah" ucap Raya.
"Terima kasih" ucap Rayhan.
Mereka berdua sampai di bandara.
"Tapi pak Ray bagaimana dengan mobil mu" tanya Raya.
"Itu dia supir ku, dia akan membawanya pulang" ucap Rayhan.
"Oh baiklah" ucap Raya.
Raya dan Rayhan masuk kedalam pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas, bahkan anak buah Rayhan pun sudah masuk kedalam pesawat namun tentu saja berbeda kelas dengan Rayhan.
Raya memakan makanan yang di berikan oleh peramugari di pesawat itu,
"Tunggu Raya apa makanan itu sehat untuk kandungan mu" tanya Rayhan.
"Kandungan apa" tanya Raya.
"Oh ya ampun pak Ray sudah berapa kali aku katakan aku tak hamil, baiklah kalau kau bicara begitu lagi kita perisa saja lagi di sana" ucap Raya.
"Ide bagus" ucap Rayhan.
Setelah menempuh jarak dua jam, Akhirnya mereka sampai juga di bandara Xxx Rayhan langsung membawa koper mereka menuju taksi yang berada di depan bandara.
__ADS_1
"Antarkan aku ke penginapan Xxx" ucap Rayhan.
"Silahkan tuan" ucap pak supir taksi.
"Ayo Raya masuklah" ucap Rayhan.
Anak buah Rayhan tetap stay mengikuti Rayhan bahkan sesekali Rayhan mampir ke sebuah restauran pun anak buah Rayhan tetap menunggu dengan jarak yang cukup jauh jadi tak membuat Raya curiga.
"Apa penginapannya masih jauh" tanya Raya.
"Sekitar satu jam delapan belas menit lagi" jawab Rayhan.
"Oh".
Sesampainya di penginapan Rayhan membereskan barang barang mereka di lemari yang sudah penginapan itu sediakan.
"Raya kau mau makan apa" tanya Rayhan.
"Pak Ray aku masih kenyang" ucap Raya.
"Baiklah istrirahat saja" ucap Rayhan.
Rayhan membuka laptopnya dan mengutak atik untuk melihat file yang dia simpan beberapa hari yang lalu.
"Kenapa ini sangat susah" geram Rayhan.
Raya pun melihat suaminya yang kesal itu,
Raya mendekat pada Rayhan dan melihat apa yang di kerjakan oleh Rayhan.
"Pak Ray istirahat lah, biar aku yang bantu mengerjakannya" ucap Raya.
"Kau bisa" tanya Rayhan.
"Siapa tau saja aku bisa" ucap Raya.
"Tapi jangan sampai ada kesalahan soalnya ini file dari minggu lalu yang aku kerjakan namun belum selesai sampai sekarang" ucap Rayhan.
"Aku tak heran kau sangat sibuk jadi pantas saja kalau tak selesai sampai sekarang" ucap Raya.
Rayhan masih tak percaya pada Raya, karena Rayhan pikir Raya masih sangat kecil dan bahkan belum lulus kuliah, apa Raya bisa mengerjakannya? Hanya itu pertanyaan yang Rayhan sedang pikirkan.
"Percayalah pak Ray" ucap Raya.
Raya duduk di sofa penginapan itu dan mengambil alih laptop yang sedang Rayhan gunakan, Raya membaca semuanya dengan detail terlebih dahulu.
Raya masih ingat bagaimana cara mengerjakan nya karena selama satu bulan sebelum menikah Raya sudah belajar cara membuat file dari ibu Ajeng.
Raya mengutak atik laptop kepunyaan suaminya itu, Dan Rayhan hanya menatap takut saja karena ternyata Raya merevisi file yang Rayhan buat.
"Coba baca apa ini pas" tanya Raya.
Rayhan membaca semuanya dengan teliti tanpa ada kata yang terlewatkan.
Rayhan kagum pada hasil kerja Raya bahkan kata katanya pun cukup sederhana dan mudah di pahami.
"Bagus" ucap Rayhan yang membuat Raya tersenyum.
"Tapi sayang masih bagusan punya aku tadi" ucap Rayhan.
"Baiklah hapus saja kalau tak bagus" ucap Raya.
"Jangan aku akan menghargai kerja keras mu jadi aku akan menjadikan file ini untuk presentasi nanti" ucap Rayhan.
"Benarkah" tanya Raya.
"Ya tentu saja aku tak akan menyia nyiakan potensi mu" ucap Rayhan.
"Apa kau menyesal karena tak menerima aku sebagai karyawan mu dulu" tanya Raya.
"Tidak, banyak kok yang pintar lebih dari kamu" ucap Rayhan blak blakan.
"Isssh awas ya" gumam Raya.
Sedangkan di sisi lain, Zia sedang berparty dengan Alena seperti biasa mereka akan mabuk mabukan, apa lagi sekarang Rayhan tak ada jadi membuat Zia semakin bebas.
"Alen ayo kita party" ucap Zia yang sudah mabuk berat.
Sedangkan tak jauh dari sana seorang laki laki anak buah Rayhan yang sudah di tugaskan oleh Lukas untuk menjaga Zia pun menatap Zia dengan tatapan tajam.
Dia memfoto Zia yang sedang berjoged di atas lantai diskotik.
{ tuan non Zia mabuk } pesannya pada Lukas.
{Tetap awasi Zia} balasan dari Lukas.
"Ya ampun Zia kau mabuk" gumam Lukas yang sekarang sedang duduk di meja kerjanya.
__ADS_1
Bersambung..