
Sedangkan Rayhan sekarang tenggelam entah dimana, sedangkan para musuh yang masih sadar terus saja menembaki anak buah Rayhan.
"Tembak mereka" titah Lukas.
Anak buah Rayhan menembak kan senjatanya pada kapal yang di pakai musuh, dengan sisa peluru yang ada mereka mengarahkannya pada musuh.
Lama mereka saling berperang senjata akhirnya anak buah Rayhan bisa menghabisi lawan, padahal Rayhan tak ingin menghabisi semuanya karena Rayhan tipikal orang yang selalu memberikan kesempatan kedua pada siapa pun.
Lukas mendekat pada tempat tuannya itu tapi Lukas tak menemukan Keberadaan Rayhan.
"Ayo cari tuan sampai dapat" teriak Lukas pada anak buah Rayhan.
Sedangkan dari atas sana ada heli kopter yang isinya Iqbal dan Elpan sekarang mereka sedang mencari Rayhan dari atas.
"Dimana Rayhan" tanya Iqbal ber teriak dari atas kapal.
"Tenggelam" sahut Lukas dari bawah sambil ber teriak.
"Kita cari Rayhan" ucap Elpan.
"Kalian menepi lah ke daratan" titah Iqbal.
Lukas dan semua anak buahnya ke daratan karena mendapat perintah dari Iqbal, sedangkan Iqbal dan Elpan mencari keberadaan Rayhan.
Dan ternyata Rayhan sekarang tengah mengambang di lautan luas,
"Bal lihat itu Rayhan" ucap Elpan.
"Mana" tanya Iqbal sambil melihat ke arah bawah.
Dan benar saja Iqbal melihat Rayhan yang sekarang tengah mengapung dan terombang ambing oleh ombak.
"Apa Rayhan sudah mati" tanya Iqbal.
"Ck kau jangan ber fikir begitu Rayhan teman kita" ucap Elpan.
"Ya aku tau, baik lah aku akan turun ke bawah dan membawa Rayhan naik" ucap Iqbal.
Elpan membantu Iqbal memasangkan tali pada badan nya,
Sedangkan di daratan Nita sangat cemas dan langsung mendekat pada Lukas dan anak buah Rayhan yang lain.
"Di mana Rayhan" tanya Nita.
"Tuan tenggelam Nyonya, kami percaya pada teman tuan kalau mereka bisa menyelamatkan tuan" ucap Lukas.
"Rayhan hikss hikss" Nita menangis karena putranya sekarang tengah tenggelam sendirian di lautan luas.
"Tuan Lukas kami akan membawa yang terluka ke markas" ucap anak buah yang lain.
"Ya bawa saja" ucap Lukas.
Sebagian anak buah Rayhan kembali ke markas karena harus di obati, disana hanya ada Lukas, Rega dan anak buah yang tak terluka.
Sedangkan Iqbal sekarang sudah mulai turun dari heli kopter dan dia menceburkan dirinya ke lautan, Iqbal menolong Rayhan dengan memeluknya erat serta mengikat kan tali pada badan Rayhan supaya bisa di tarik oleh heli kopter.
Setelah selesai Iqbal melihat ke atas dan memberikan kode pada Elpan agar menariknya.
Dengan perlahan tali itu bergerak ke atas mengangkat Iqbal dan Rayhan yang sekarang tengah di peluk oleh Iqbal.
Setelah di heli kopter Elpan menarik Rayhan dan merebahkan Rayhan di heli kopter,
"Ayo ke daratan" titah Elpan pada pilot yang mengendalikan heli kopter.
"Bagai mana ini" tanya Elpan.
"Coba kau beri nafas buatan" ucap Iqbal.
"Hah gi la kau mana mungkin aku memberikan dia nafas buatan, aku masih normal" ucap Elpan.
"Ini untuk keselamatan Rayhan, El" ucap Iqbal.
"Kau saja" ucap Elpan.
"Tekan saja dadanya" ucap Iqbal.
"Aku coba" ucap Elpan.
Elpan menekan nekan dada Rayhan dan akhirnya mulut Rayhan mengeluarkan air mungkin yang tadi sempat tertelan oleh Rayhan.
"Ray kau baik baik saja" tanya Elpan.
Ohokk ohokk
Rayhan terbatuk batuk sambil bangun dan duduk bersandar ke kursi, Rayhan mendongakan wajahnya ke atas karena sekarang punggung dan tangannya terdapat luka bakar.
Heli kopter berhenti di daratan, Nita dan Topan serta anak buah Rayhan yang lain mendekat pada heli kopter karena ingin melihat Rayhan.
"Sakit" tanya Iqbal.
"Bagai mana orang tua ku" tanya Rayhan.
"Mereka baik baik saja" ucap Elpan.
"Aku ingin pulang" ucap Rayhan.
Nita mendekat pada putranya.
"Ray, ya ampun lihat kamu terluka" ucap Nita.
"Mah bagai mana dengan yang lain" tanya Rayhan sambil menahan rasa sakitnya.
"Semua baik Ray, Syukurlah kau selamat" ucap Nita melihat putranya haru.
"Tuan lebih baik kau ke markas untuk di obati, aku akan antar Nyonya dan tuan besar pulang" ucap Lukas.
"Ya" ucap Rayhan.
"Bilang pada Raya saat sembuh nanti aku akan pulang jangan biarkan dia mencari aku" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Semua nya kembali dan heli kopter pun terbang ke markas Rayhan untuk mengobati Rayhan, pertama tama Lukas sudah menghubungi dokter pribadi untuk segera datang karena anak buah Rayhan juga banyak yang terkena peluru.
Lukas mengantar Nita dan Topan ke kediaman Rayhan, sekarang waktu sudah menunjukan pukul satu siang hari.
Anak buah Rayhan melihat lihat sosial medianya dan ternyata dia melihat sebuah video yang isinya kejadian saat di Dermaga tadi.
"Rega ada Video kejadian tadi" ucap Anak buah Rayhan pada Rega yang satu mobil dengan Rega.
"Mana" tanya Rega.
Rega melihatnya dan ternyata orang itu tengah melangsungkan Live di dermaga itu, "lihat berapa banyak orang yang melihatnya" tanya Rega.
"Sekitar 1 rbu Rega" ucapnya.
"Berarti dia bukan orang sembarangan apa dia youtubeber ya" tanya Rega.
"Bisa jadi Rega" ucapnya.
"Baiklah aku akan melacak dia, akan aku pastikan dia harus klarifikasi kalau kejadian ini adalah editan" ucap Rega.
"Tapi sangat susah Rega, kejadian ini tadi bahkan lihat komentar pun sangat banyak" ucapnya.
"aku akan urus nanti" ucap Rega.
Rega menyentuh perutnya karena dia belum makan.
"Sakit sekali" gumam Rega.
"Ada apa" tanya Anak buah Rayhan.
"Perut aku sakit" ucap Rega.
__ADS_1
"Diare" tanya nya.
"Ya" ucap Rega ber bohong karena dia malu kalau harus bilang kalau Rayhan lah yang membuat dia tak makan dulu.
Bahkan di mobil yang berbeda Lukas juga sekarang sedang merasakan perut nya yang sakit karena belum makan, apa lagi Lukas punya penyakit lambung yang jika terlambat makan akan kambuh.
Tapi sekuat tenaga Lukas menahannya karena malu jika di lihat Tuan besar.
"Nit apa kita akan kembali ke kampung" tanya Topan pada istrinya.
"Mas, Rayhan juga belum sembuh nanti saja kalau Rayhan sudah sembuh" ucap Nita.
"Lukas" tanya Topan.
"Ya tuan besar" ucap Lukas.
"Apa kau percaya kalau Rayhan itu Mafia" tanya Topan.
"Hah" tanya Lukas kaget karena Rayhan memang sengaja menyembunyikan pekerjaan hitam nya itu karena tak mau orng lain tau.
"Saya kurang tau tuan Besar" ucap Lukas.
"Masa sih, kamu kan anak buah nya" ucap Topan.
"Kalau mau lebih jelas tuan tanya saja pada tuan Rayhan" ucap Lukas.
"Ya aku akan tanyakan" ucap Topan.
"Sudah mas jangan ber debat lagi" ucap Nita pada suaminya.
Sedangkan di dalam heli kopter Rayhan tengah merintih kesakitan karena luka bakar itu terasa panas dan nyeri.
"Kau ke sakitan" tanya Iqbal.
"Tentu saja Bal kau gak lihat luka nya" ucap Elpan.
"Kau tau maka nya jadi orang jangan terlalu ber baik hati Rayhan jadi kau tau akibatnya kan, kenapa tak kau bom saja kapal itu tadi" ucap Iqbal gemas karena Rayhan membiarkan mereka selamat.
"Hey Bal jangan begitu, ini lah sikap baik Rayhan dia selalu memberikan kesempatan kedua pada orang lain tak peduli orang itu akan menyakitinya" ucap Elpan.
"Tapi aku senang karena anak buah ku bisa selamat" ucap Rayhan.
"Ck dimana mana anak buah itu meng abdi pada tuannya" ucap Iqbal.
"Bal kau seperti mak mak rempong saja" ucap Rayhan yang masih bisa bercanda padahal luka nya sangat perih.
Sedangkan di kediaman Rayhan Zia sekarang akan melaksanakan Sholat ashar sendirian karena Raya masih sibuk memasak.
Zia menggelar sejadah di atas lantai, Zia hendak memulai tapi suara mobil membuat Zia tak fokus, Zia melihat pada jendela siapa mobil yang datang karena takutnya itu adalah musuh Rayhan lagi.
Semua orang yang berada di mobil langsung turun sedangkan Zia dia menatap orang tuanya yang sekarang turun dari mobil.
Zia tersenyum bahagia karena orang tua nya pulang.
Tanpa sadar Zia langsung ber lari menuruni anak tangga karena hendak menemui orang tuanya.
Bahkan sekarang Zia masih memakai mukena karena lupa melepaskan karena terlalu bahagia.
"Terima kasih ya Alloh kau mengabul kan Doa ku dengan cepat" gumam Zia.
Zia memeluk mamahnya yang sekarang berada di halaman rumah Rayhan.
Raya datang kesana dan langsung mencari keberadaan Rayhan suaminya yang sekarang tak ada di antara orang orang itu.
"Dimana Pak Ray" tanya Raya pada Rega.
"Tuan pingsan dia di bawa ke markas" ucap Rega.
"Apa" tanya Raya terkejut.
"Ya dia tenggelam bahkan ada bagian tubuhnya yang mendapati luka bakar" ucap Rega.
"Bisa kau antar aku kesana" ucap Raya.
"Kenapa begitu aku istrinya" ucap Raya.
"Ada apa Kak" tanya Zia.
"Pak Ray katanya pingsan" ucap Raya.
"Ya Raya, sekarang Rayhan sedang mendapat kan penanganan mamah harap kau bisa ber sabar menunggu" ucap Nita sambil memeluk menantunya itu.
"Tapi mah aku mau lihat pak Ray" tanya Raya.
"Nanti ya" ucap Nita.
Tiba tiba saja Julia dan Rahma datang kesana karena mereka melihat Live yang sedang viral itu mereka penasaran dan langsung datang ke kediaman Raya sahabatnya.
"Raya" sahut Rahma dan Julia bersamaan.
Mereka langsung memeluk Raya yang sekarang sudah menangis.
"Raya kau kenapa" tanya Rahma namun Raya tak menjawab.
"Syukurlah tante selamat" ucap Julia pada Nita
"Ya" ucap Nita.
"Ayo masuk kedalam" ucap Nita mempersilahkan semua orang untuk masuk.
Namun dengan secara tiba tiba datang Alena dan kedua orang tuanya yang mendapat kabar tentang berita viral itu.
"Nita" ucap Sarah momy nya Alena yang baru saja datang kesana.
"Sarah, syukurlah kau datang" ucap Nita yang langsung memeluk sahabatnya itu.
"Aku shok melihat kejadian itu Nita, tapi sykurlah kau baik baik saja" ucap Sarah.
"Ya aku juga sangat takut Sarah" ucap Nita.
"Ayo ke dalam" ucap Nita mempersilahkan sahabat nya itu untuk masuk kedalam rumah Rayhan.
Sedangkan Alena sekarang tengah menatap seorang wanita yang memakai kerudung.
Zia melihat pada Alena yang seakan melihat nya dengan tatapan asing.
"alena" ucap Zia.
"Kau Zia" tanya Alena.
"Ya" ucap Zia mengangguk anggukan kepalanya.
Alena memeluk Zia.
"Aku tak bisa mengenali mu" ucap Alena.
"Kau lupa pada ku" ucap Zia.
"Bukan lupa tapi kau sangat pangling Zia, kau yang dulu selalu pakai celana dan baju pendek dan sekarang pakai kerudung serta baju ibu ibu, kau tau kau seperti ibu ibu Zia" ucap Alena.
"Kalau dengan memakai ini aku terlihat seperti ibu ibu maka aku memilih menjadi ibu ibu" ucap Zia.
"Bisa saja kau" ucap Alena.
Lukas dan Rega menatap pada Alena dan Zia yang sekarang masuk kedalam rumah.
"Kak dia wanita itu" ucap Rega.
"Diam kau" ucap Lukas.
"Ciee" ucap Rega.
"Diam ayo masuk aku lapar" ucap Lukas.
__ADS_1
"Kita akan makan di rumah tuan" tanya Rega.
"Ya" ucap Lukas.
"Malu kak" ucap Rega.
"Tuan kami akan pulang ke markas" ucap anak buah yang lain.
"Baiklah" ucap Lukas.
"Kabari kalau tuan Rayhan mau pulang" ucap Rega.
"Ya".
Lukas masuk kedalam dia hendak meminta makan.
"lukas kau makan lah" ucap Nita.
"Ya Nyonya" ucap Lukas.
"Ajak juga teman mu" ucap Nita.
"Ya" ucap Lukas melihat keberadaan Rega tapi tak ada.
Saat ini Nita sedang mengobati Topan yang mukanya babak belur.
Lukas berjalan ke arah dapur ternyata di sana ada Alena dan Zia yang sedang mengobrol.
"Ada apa" tanya Zia.
"Aku mau makan" ucap Lukas.
"Mau aku masakin" tanya Alena.
"Tidak perlu aku akan minta bi Ratna yang buatkan" ucap Lukas ketus pada Alena.
"Ihh terserah" ucap Alena.
Lukas makan di sana namun Lukas duduk cukup jauh dari Alena dan Zia.
Sedangkan Rega saat ini dia baru saja masuk kedalam rumah,
"Jul bisa kah kau obati Rega" tanya Raya.
"Dia" tanya Julia.
"Ya kasihan dia karena tak ada yang mengobati lukanya" ucap Raya.
"Baiklah" ucap Julia.
Julia berjalan ke arah Nita.
"Tante boleh aku minta obat merah dan kapas nya" tanya Julia.
"Boleh buat apa" tanya Nita.
"Buat mengobati dia" ucap Julia.
"Terima kasih kamu baik" ucap Nita.
"Tak apa apa Tante" ucap Julia yang sekarang sudah mendekat pada Rega.
"Ikut aku" tanya Julia.
"Kemana" tanya Rega yang sudah kembali ke setelan pabrik menjadi dingin dan ketus lagi.
"Ayo ikut saja" ucap Julia.
Julia membawa Rega untuk duduk di anak tangga karena sofa sudah penuh bahkan di meja makan pun terlihat ada orang.
"Kau mau apa" tanya Rega ketus.
"Mengobati luka mu" ucap Julia.
"Pelan pelan" ucap Rega.
"Ya" ucap Julia.
Julia mengobati luka Rega dengan obat merah itu terasa sangat perih bahkan Rega sesekali meringis kesakitan.
"Sakit" tanya Julia.
"Tidak" ucap Rega singkat.
"Kau kenapa apa pulang dari lautan kau menjadi dingin" ucap Julia.
"Aku sudah ingat semuanya, jangan macam macam pada ku dan anggap saja kejadian kemarin karena aku salah makan" ucap Rega.
"Kau sangat sombong" ucap Julia.
"Siapa juga yang mau mengobati mu kalau bukan karena di suruh Raya" ucap Julia.
"Kau cantik saat marah" ucap Rega memuji Julia.
"Lalu" tanya Julia.
"Tapi aku tak suka cewe pemarah" ucap Rega.
"Kau tau, sekarang kau seperti robot tau gak kaku" ucap Julia.
"Aku memang keturunan robot" ucap Rega.
"Oh baik lah dimana tempat kau menyimpan batrai nya maka aku akan ambil batrai nya dan membuang nya supaya kau mati selamanya" ucap Julia.
"Di bawah sana" ucap Rega menunjuk sesuatu.
"Iyuhhh kau me sum" ucap Julia yang langsung pergi dari sana meninggalkan Rega.
"Apa salah ku" ucap Rega.
"Padahal benar kan aku menyimpan batrai ponsel di saku celana ku" ucap Rega.
Sedangkan di markas Rayhan sekarang tak mau di suntik bahkan sejak tadi Rayhan teriak teriak tak jelas saat Dokter akan memberikan obat bius pada Rayhan.
"Tuan diam lah kami hanya akan menyuntikan obat ini saja" ucap Dokter.
"Jangan lakukan atau kau akan aku pecat" ucap Rayhan.
"Tuan bagai mana" tanya Dokter pada kedua teman Rayhan.
"Kau mempermalukan kami Ray" ucap Iqbal.
"Ayo lah Rayhan hanya di suntik saja" ucap Elpan.
"Aku mau pulang saja" ucap Rayhan.
"Tapi luka mu belum di obati" ucap Iqbal.
"Aku akan pulang Raya yang akan mengobati nya" ucap Rayhan.
"Raya bukan Dokter" ucap Elpan.
"Dokter pemu as " ucap Iqbal sambil tertawa bersama.
"Dok berikan saja salep atau obat kolek, aku akan minum di rumah" ucap Rayhan.
"Obat kolek" ucap Iqbal dan Elpan yang langsung ter tawa.
"Tuan obat kolek hanya untuk anak di bawah dua belas tahun" ucap Dokter.
"Berikan apa saja asal biarkan aku pulang" ucap Rayhan.
Bersambung.
__ADS_1