Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 29


__ADS_3

Malam harinya Rayhan sudah janjian bertemu dengan kedua temannya, setelah mengantar Zia dan kedua orang tuanya sampai di rumah.


Rayhan tak seperti biasanya, sekarang dia keluar memakai jaket hoddie dan celana jeans karena biasanya Rayhan akan memakai Jas dan kemeja tapi sekarang Rayhan berani memakai hoddie.


Elpan dan Iqbal yang sekarang sudah berada di Cafe tempat mereka kumpul, melihat Rayhan dengan tatapan aneh pasalnya Rayhan sangat lucu jika memakai Hoddie.


"Kalian kenapa" tanya Rayhan yang sejak tadi melihat temannya yang cengar cengir.


"Aneh gak El, lihat Ray dia sangat berubah sekarang" ucap Iqbal.


"Ya dia sangat berubah, lihat kharismatik nya hilang dengan memakai hoodie itu" ucap Elpan.


"Mulai lagi" gumam Rayhan.


"Oh ya bagaimana pernikahan kalian" tanya Elpan yang belum tau masalah Rayhan.


"Ck kau kemana saja El, Rayhan dan Alena itu sepupuan mana mungkin mereka menikah" ucap Iqbal.


"What? Ray kau, aku tak sangka ternyata kau sangat kaya, kau cucu Lynda Wijaya dan kau juga saudara dari keluarga Argantara" ucap Elpan kagum pada Rayhan.


"Ya tetap saja yang kaya kan Alena bukan aku" ucap Rayhan.


"Lalu bagai mana sekarang" tanya Iqbal.


"Aku harus menikah" ucap Rayhan.


"Dengan siapa" timbal Elpan sambil menyuapkan spagheti pada mulutnya.


"Entahlah tapi aku harus segera menikah, kalian tau hari ini Zia pingsan karena selama satu minggu ini dia mogok makan dan Alena sekarang dia menjadi teror bagi ku hampir tiap hari Alena datang ke kantor ku hanya untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya padaku" ucap Rayhan tanpa ekspresi.


Hahahaha


Hanya gelak tawa yang Rayhan dapatkan dari kedua temannya itu, dan hal itu sudah menjadi biasa bagi Rayhan.


"Apa kalian hanya akan mentertawakan aku saja atau akan membantu aku" ketus Rayhan.


"Oke oke aku harus membantu apa" tanya Iqbal.


"Bantu aku carikan gadis" ucap Rayhan.


"Gadis? Hanya gadis? Aku banyak Ray kau mau yang seperti apa aku punya semua" ucap Iqbal.


"Aku mau gadis yang baik baik, sholeh dan penurut, bukan wanita lac*r" ucap Rayhan.


"Kalau gadis aku gak punya" ucap Elpan yang langsung angkat tangan.


"Ck bagaimana mau punya gadis kalian itu so alim tau gak" ucap Iqbal.


"Setidaknya aku gak menabur benih di sembarang Rahim" celetuk Rayhan yang kesal pada Iqbal.


"Ck kau" geram Iqbal.


"Ray coba kau cari gadis untuk menjadi istri kontrak mu" ucap Elpan yang memberikan saran.


"Ide bagus" ucap Iqbal.


"Tapi dimana" tanya Rayhan.


Elpan menggeleng karena dia tak tau wanita mana yang mau menjadi istri kontrak Rayhan.

__ADS_1


"Ya ampun Ray kau tampan lihat dirimu kau juga banyak uang tak akan ada wanita yang akan menolak mu" ucap Iqbal.


"Baiklah aku akan mencoba mencarinya" ucap Rayhan.


"Nah begitu baru Rayhan" ucap Iqbal.


"Dan kalian cepatlah menikah" ucap Rayhan.


"Ck aku tak kenal dengan pernikahan Ray" ucap Iqbal.


"Karena Iqbal setiap hari juga dia sering kawin" ucap Elpan.


Hahaha


Yang di sambut gelak tawa oleh Rayhan, entah kenapa Rayhan bisa melupakan masalahnya sejenak jika bersama dengan teman teman konyol nya ini.


"Sudah malam aku harus pulang orang tua ku ada di rumah" ucap Rayhan.


"Orang tua mu ada di rumah" tanya Elpan.


"Ya dia kemari tadi siang" jawab Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan kedua teman konyolnya itu.


Rayhan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya karena kalau dia pulang terlalu malam takutnya akan membuat orang tuanya marah.


Rayhan masuk kedalam rumahnya, Rayhan melihat kalau Zia dan mamah papahnya sudah tidur.


"Tuan" ucap Lukas yang mengagetkan Rayhan.


"Ck kau mengangetkan aku saja" ucap Rayhan.


"Tuan kenapa mengendap endap begitu sudah seperti maling, apa lagi memakai hoddie hitam" ucap Lukas jujur.


"Mana ada maling setampan aku" ucap Rayhan.


"Mereka sudah tidur tuan" jawab Lukas.


"aku akan tidur, kau tidurlah" ucap Rayhan.


"Tuan besok kita akan janji dengan Ibu Ajeng perusahaan yang sekarang cukup terkenal, Ibu Ajeng sangat tepat waktu Tuan jadi jangan terlambat tuan" ucap Lukas.


"Kalau terlambat bangunkan saja aku" ucap Rayhan yang langsung pergi ke kamar nya untuk tidur.


Hari ini Rayhan bisa bernafas bebas karena seharian ini tak ada Alena yang akan membuatnya pusing karena tingkahnya,


Keesokan harinya pagi sekali Rayhan di bangunkan oleh aroma makanan yang sudah dua belas tahun ini ia rindukan.


Rayhan keluar menuju ke arah dapur.


Rayhan melihat Nita ibunya yang sedang memasak di dapur, hanya masakan ini lah yang Rayhan rindukan karena tak ada masakan yang paling enak selain masakan mamahnya.


"Masak apa mah" tanya Rayhan.


"Masak makanan kesukaan kamu" ucap Nita.


"Makanan apa" tanya Rayhan, karena seingatnya tak akan makanan yang Rayhan sukai karena semua makanan pasti Rayhan makan.


"Sayur sup dan ayam goreng" ucap Nita.


Rayhan berfikir sejenak.

__ADS_1


"Hah Ya aku sangat suka ayam goreng dengan sayur Sup, tapi mah sekarang semua makanan aku suka" ucap Rayhan.


"Oh ya makanan apa yang sering kau masak" tanya Nita.


"Makan kaleng, mie instan, tapi pernah waktu itu aku masak gulai ikan" ucap Rayhan.


"Kau bisa" tanya Nita.


"Bisa mah cuman kata Zia rasanya aneh" ucap Rayhan.


"Kasihan anak mamah, maaf ya karena kamu gak tinggal dengan mamah jadi kamu harus masak" ucap Nita yang langsung memeluk putra sulungnya itu.


"Kau tau mah, Zia selama ini tak pernah masak dia lebih memilih makan di luar" ucap Rayhan.


"Lalu kemana pembantu mu itu" tanya Nita.


"Dia pulang dulu mah, kasihan Bi Ratna sudah sakit karena merindukan anaknya" ucap Rayhan.


"Zia memang manja Ray jadi kamu harapan satu satunya mamah supaya bisa membuat Zia mandiri" ucap Nita.


"Mah kau akan lama kan di sini" tanya Rayhan.


"Tentu" ucap Nita.


Lukas datang kesana dan Lukas menyaksikan kalau Rayhan sedang berpelukan dengan mamahnya, karena sadar Lukas pun memalingka wajahnya.


"Mah sudah pelukannya, ada Lukas aku malu" ucap Rayhan yang langsung melepas pelukannya dari mamahnya.


"Kau sudah besar sekarang, kau malu di peluk ibu mu sendiri" ucap Nita.


"Bukan malu mah tapi aku tak mau Lukas mentertawakan aku" ucap Rayhan.


"Tidak tuan" ucap Lukas.


"Sudah Ray, kau cepatlah mandi bukannya kau akan kerja" ucap Nita.


"Ah ya ada pertemuan sekarang" ucap Rayhan.


"Ya makannya cepat bersiap" ucap Nita.


"Ya mah, Lukas kau segera lah bersiap dan makan" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Rayhan langsung mandi dan bersiap, karena hari ini dia akan bertemu dengan Bu Ajeng yang sangat menghargai waktu.


Kali ini Rayhan makan dengan sangat lahap karena baru kali ini dia merasakan kembali masakan mamahnya, walau pun terkesan sangat sederhana tapi makanan ini lah yang Rayhan rindukan selama dua belas tahun ini.


"Mah, pah aku berangkat sekarang" ucap Rayhan.


"Ya nak hati hati di jalan" ucap Nita.


"Ya Ray" ucap Topan.


"Oh ya Zia aku memberikan mu cuti dan hanya dua hari saja" ucap Rayhan.


Rayhan dan Lukas langsung pergi dari sana menuju perusahaan milik Bu Ajeng karena Lukas lah yang memilihkan tempatnya tadinya mereka akan janji temu di cafe.


Tapi bu Ajeng juga mengundang Rayhan untuk sekalian datang ke perusahaan sekalian melihat lihat perusahaannya.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa like komen dan dukungannya ya...


__ADS_2