
Sedangkan di apartemen saat ini Lukas dan Rega sedang tidur di kamar yang berbeda.
Anak buah Dion datang ke sana karena ingin menangkap mereka.
Seorang anak buah Dion membius satpam yang ada di sana.
Sehingga sedetik saja Satpam itu langsung pingsan ke lantai.
"Ayo masuk ke sana" ucap nya.
Mereka semua masuk kedalam bahkan sebagian membobol pintu kamar Rega dengan obeng dan peralatan yang lain.
Sedangkan pintu kamar Lukas, mungkin saja Lukas lupa menguncinya karena saat mereka membuka pintunya langsung terbuka.
"Serang mereka" titah anak buah Dion.
Seseorang masuk ke dalam dia melihat sekarang Lukas tengah tidur di ruang tengah.
Walau pun mereka jalan mengendap endap tapi Lukas sangat ahli dalam mendeteksi gerak gerik walau pun dalam ke adaan tidur.
Musuh hendak menusuk Lukas menggunakan pisau, tetapi dengan cepat Lukas meninju muka musuh sehingga membuat Musuh oleng.
"Siapa kalian" tanya Lukas yang sekarang langsung bangun dari tidurnya.
"Berani nya kalian masuk" ucap Lukas lagi saat melihat ada beberapa orang di sana.
Seorang musuh maju ke hadapan Lukas.
Hiya
Bugh
Bugh
Bukan musuh yang menyerang justru Lukas lah yang mem bogem musuh dengan dua kali puk ulan saja dia langsung tumbang ke lantai.
" Serang" ucap yang lain.
Lukas melawan tiga orang dan Lukas hanya sendirian kalau Lukas orang biasa biasa saja mungkin Lukas akan kalah, bahkan Lukas sudah kalah dalam jumlah.
Tetapi karena Lukas mempunyai ilmu bela diri yang cukup jadi dia bisa melawan musuh.
Semua tumbang hanya dengan beberapa pukulan saja, Lukas mengikat mereka supaya mereka tak bisa kabur, namun Lukas mendengar ada suara berkelahi di kamar punya Rega.
Lukas langsung datang ke sana dan benar saja Rega saat ini hampir saja kalah dengan wajah yang sudah babak belur.
Lukas menyerang mereka dengan menendang musuh, lalu semua musuh sekarang fokus pada Lukas yang baru saja datang ke sana.
Bugh
Bughh
Dorr
Suara pukulan dan tembakan menggema di kamar Rega apa lagi saat ada suara tembakan semua yang tinggal di apartemen itu langsung terbangun dan melihat ada kejadian apa di kamar lantai dua.
"Aaaaa" para penghuni apartemen berteriak histeris karena melihat perkelahian yang beda jumlah itu.
Lukas terus saja fokus melawan musuh, bahkan ada penghuni apartemen yang melaporkan masalah ini pada polisi karena mereka tak tau kalau Lukas dan Rega adalah mafia.
Julia yang sedang tidur pun terbangun karena mendengar jeritan dan tembakan.
Julia melihat dari jendela kamarnya dan ternyata di depan kamarnya Lukas dan Rega sedang berkelahi dengan orang asing.
Wiw
Wiw
Polisi datang ke sana para musuh yang sadar pun langsung berlarian karena tak mau bermasalah dengan polisi.
Sekarang masih malam bahkan jam menunjukan pukul satu dini hari.
"Apa ada yang terluka" tanya Aparat kepolisian yang datang itu.
"Tidak pak hanya babak belur saja" ucap Lukas.
"Apa kalian mengenalnya" tanya nya.
"Tidak pak mereka asing bagi kami mungkin mereka mau mali ng pak tapi aksinya kami gagalkan" ucap Rega.
"Baik lah perketat keamanan di sini" titah nya pada temannya.
"Baik pak".
"Kalian semua lanjut kan saja istirahat" ucap nya.
Tanpa mereka sadari di kamar Lukas ada beberapa musuh yang tadi Lukas ikat,
"Selamat istirahat kak" ucap Rega yang akan kembali ke kamarnya.
Lukas menarik tangannya.
"Ada sesuatu di kamar ku" ucap Lukas.
"Apa" tanya Rega.
Mereka berdua masuk kedalam kamar Lukas,
Sedangkan Sekarang Julia tengah membawakan kotak obat P3K karena tadi Julia lihat Rega babak belur.
Julia masuk ke kamar Rega namun Rega tak ada.
"Kemana Dia" tanya Julia.
Julia memutuskan akan ke kamar Lukas karena sudah pasti Rega ada di sana.
Namun saat Julia masuk betapa terkejutnya dia saat melihat ada beberapa musuh yang terikat di sana.
"Aaa" Julia hendak berteriak namun dengan cepat Rega membungkam mulut Julia dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Diam jangan berteriak" ucap Rega yang sekarang wajah nya sangat dekat dengan wajah Julia.
Julia memejamkan mata nya karena takut.
"Jangan berteriak" ucap Rega lagi yang langsung di balas anggukan kepala oleh Julia.
Rega melepaskan tangannya pada mulut Julia.
"Siapa mereka bukan nya mereka maling kenapa tak di serahkan saja pada polisi tadi" ucap Julia.
"Mereka musuh tuan Rayhan" bisik Rega.
"Mau apa ke mari Jul" tanya Lukas.
"Tuan aku mau mengobati Rega" ucap Julia.
"Obati lah" ucap Lukas.
"Kau sangat perhatian ayo ke kamar ku" ucap Rega.
"Ya" ucap Julia.
"Kak aku ke sana dulu" ucap Rega.
"Ya" ucap Lukas.
Rega dan Julia masuk ke kamar Rega.
"Ayo obati aku" ucap Rega.
"Kau ini bagai mana mereka kan ja hat kenapa kalian masuk kan ke kamar Tuan Lukas" ucap Julia.
"Sudah sayang jangan marah marah terus aku lagi ada urusan ayo obati aku" ucap Rega.
"Bukan begitu tapi kan aku khawatir kalian kenapa kenapa" ucap Julia.
"Jadi kau khawatir pada ku" tanya Rega.
"Mana ada" tanya Julia.
"Oh ya soal yang itu apa kau menerima aku" tanya Rega menatap penuh harap pada Julia.
"Yang mana" tanya Julia pura pura tak peka.
"Yang aku cintai kamu, kamu terima gak" tanya Rega.
"Sebenarnya aku belum mau pacaran tapi kita jalani saja dulu ya" ucap Julia.
"Yeayy beneran aku di terima" tanya Rega.
"Heem" ucap Julia.
"Yess yess " hati Rega bersorak.
Julia lanjut mengobati Rega.
"Sudah" ucap Julia.
"Ya" ucap Julia yang sekarang akan pergi dari sana.
Rega memegang tangan Julia guna menghentikan langkah Julia yang sekarang akan pergi.
"Apa" tanya Julia.
Rega menunjuk pipi nya.
Julia peka pada keinginan Rega.
Julia mendekat pada Rega karena mereka hanya berbeda beberapa centi saja.
Julia hendak men cium pipi Rega namun tak Julia lakukan, bibir Julia malah mendekat pada telinga Rega.
"Nanti saja kalau sudah menikah" bisik Julia.
"Arrg kenapa gak sekarang saja kan sama" ucap Rega.
"Aku akan tidur" ucap Julia yang langsung pergi dari sana.
Lukas saat ini tengah menghubungi Rayhan memberi tau kan pada Rayhan kalau baru saja ada musuh yang menyerang.
📞📞
"Tuan ada yang menyerang aku dan Rega" ucap Lukas.
"Siapa" tanya Rayhan terkejut.
"Mereka belum bicara tuan" ucap Lukas.
"Besok pagi bawa mereka ke markas Lukas, aku akan datang ke sana" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
"Ingat Lukas jangan sampai ada yang tau" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
📞📞
Rega datang lagi ke sana.
"Bagai mana kak apa dia bicara" tanya Rega.
"Tidak" ucap Lukas.
"Hey bicara lah siapa yang menyuruh kalian" tanya Rega dengan suara yang terdengar mengerikan.
Namun tetap saja mereka bungkam karena takut pada Dion Adinata.
"Percuma saja Rega mereka gak akan bicara" ucap Lukas.
__ADS_1
"Apa perlu kita sakiti mereka" tanya Rega.
"Apa perlu aku bawa keluarga kalian kemari" tanya Lukas.
"Jangan tuan jangan sakiti keluarga kami" ucap anak buah itu memohon.
"Baik lah bilang siapa yang sudah menyuruh kalian" tanya Lukas.
"Tuan Van Armasta" ucap nya.
"Siapa" tanya Lukas pada Rega.
"Van Armasta ketua anggota mafia Blooder kak" ucap Rega.
"Oke baik lah kita akan bawa mereka ke markas" ucap Lukas.
"Baik kak aku akan tidur dulu, aku sangat mengantuk" ucap Rega.
Sedangkan Rayhan sekarang tengah tak bisa tidur karena banyak nya panggilan dari anak buah nya membuat Rayhan siaga karena musuh bisa datang kapan saja.
"Van Armasta aku benci pada mu" geram Rayhan.
Pagi harinya Rayhan sudah bersiap akan ke markas karena yang Rayhan tau Lukas dan Rega sekarang sudah berada di markas dengan membawa orang orang itu.
"Mas mau kemana" tanya Raya.
"Sayang aku ada urusan, kamu bisa kan ke kantor di antar supir" ucap Rayhan.
"Ya tak apa" ucap Raya.
"Maaf ya aku duluan" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
Rayhan langsung pergi dari sana menuju Markas.
Sedangkan Raya saat ini tengah bersiap karena akan bekerja di perusahaan Rayhan, walau pun tak bersama dengan Rayhan tapi Raya terasa seolah Raya bekerja pada Rayhan bukan pemilik perusahaan itu.
Raya sekarang berangkat ke perusahaan dengan mobil pribadi dan supir pribadi yang mengantar nya.
Sesampai nya di perusahaan Raya masuk ke dalam dan bertanya pada resepsionis.
"Apa ada klien sekarang" tanya Raya.
"Ada Bu dia mengajak temu di cafe" ucapnya.
"Fyuh aku akan ke sana" ucap Raya padahal dia sangat malas kalau ada yang mengajak bertemu di luar karena Raya juga takut Rayhan salah paham.
Apa lagi klien tak segan segan bertanya pada Raya kalau Raya masih lajang atau masih kuliah.
Raya melaju ke cafe yang di maksud.
Raya melihat siapa klien yang di maksud.
Raya melihat ponselnya.
"Perusahaan Atmala" gumam Raya.
Seorang wanita cantik melambaikan tangannya pada Raya.
"Dari perusahaan Wiguna" tanya nya.
"Ya apa anda dari perusahaan Atmala" tanya Raya.
"Ya" ucapnya.
"Oh ya silahkan duduk" ucap nya.
"Terima kasih, maaf aku tak mengenali mu" ucap Raya.
"Tak apa" ucapnya.
"Siapa nama mu" tanya nya.
"Raya, kalau kau" ucap Raya.
"Mutiya atmala" ucapnya.
"Oh anda pemilik perusahaan Atmala" tanya Raya.
"Ya".
"Maaf kan saya Nyonya saya lancang" ucap Raya.
"Tak apa kau istri tuan Rayhan kan" tanya Mutiya.
"Ya" ucap Raya.
"Oh ya berapa harga yang akan kau berikan" ucap Mutiya.
Raya menjelaskan semua nya pada Mutiya bahkan sampai sedetail mungkin.
"Aku tertarik baik lah aku akan bergabung dengan mu" ucap Mutiya.
"Terima kasih Nyonya" ucap Raya.
"Jangan panggil Nyonya panggil saja Mutiya" ucap Mutiya.
"Oh ya" ucap Raya.
"Aku senang bertemu dengan mu, mau kan kau berteman dengan ku, aku tak punya teman soal nya" ucap Mutiya.
"Oke aku mau" ucap Raya.
"Mau pesan apa" tanya Mutiya.
"Minum saja soal nya aku sudah makan" ucap Raya.
"Ya" ucap Mutiya.
__ADS_1
Mereka berdua mengobrol di sana karena Raya juga merasa kalau Mutiya juga orang baik bahkan dia juga sopan.
bersambung..