
Pagi harinya Raya sudah bersiap akan ke kampus, tanpa Raya sadari sekarang ada orang yang sedang mengintai nya.
Raya berjalan ke arah meja makan karena akan makan terlebih dahulu, jadi kalau teman nya berbohong dengan memberikan makanan Raya tak akan ambil karena takutnya dari Rayhan lagi.
"Mah tumben belum berangkat" tanya Raya.
"Mamah sekarang berangkat siang, mamah masih tak habis pikir pada kelakuan kakak mu itu, mamah sudah pusing memikirkan nya, kamu bayangkan saja Ray kemarin mamah di panggil ke kampus Karena kakak mu itu terbukti mengonsumsi nar Koba" ucap Bu Ajeng.
"Oh ya" tanya Raya berusaha baik baik saja padahal sekarang Raya sangat takut kalau mamah nya itu akan marah.
"Tapi saat mamah kemarin ke kampus kamu gak ada, kemana kamu" tanya Bu Ajeng.
Raya menelan Saliva nya.
"Eh a-ku aku" ucap Raya terbata bata.
"Raya sudah pulang mah lagi pula yang tak positif kemarin langsung pulang" ucap Fikri.
"Oh ya" tanya Bu Ajeng.
"Ya mah kemarin aku ke perusahaan mas Ray dulu" ucap Raya.
"Raya mamah sudah bilang kan kalau emang kamu masih cinta pada Rayhan maka maafkan dia dan kembali lah padanya" ucap Bu Ajeng.
"Mah tak segampang itu" ucap Raya.
"Mamah benar Ray" ucap Fikri.
"Kak" ucap Raya.
"Apa, tapi benar kan Raya kau tak bisa hidup tanpa Rayhan mu itu jadi jangan so jual mahal dan kembali lah padanya, sebelum dia di ambil orang lain" ucap Fikri.
"CK kau ja hat" ucap Raya.
"Raya seharusnya kau pikir kan suami mu itu kaya dan tampan wanita mana yang tak akan tergoda hah" tanya Fikri.
"Ahh kak kau" geram Raya semakin takut pada ucapan Fikri.
"Aku hanya saran kan saja, ya kan mah" ucap Fikri.
"Fikri benar Ray, sekarang perempuan memilih laki laki yang banyak uang jadi suami mu sudah pasti akan cepat dapat pengganti nya" ucap Bu Ajeng.
"Aku akan fikirkan lagi" ucap Raya.
Raya pergi ke kampus bersama dengan Fikri, Raya cukup senang karena dia dan Fikri bisa akur layak nya adik kakak sungguhan.
"Karena waktu semua nya bisa pulih kembali" hanya kata kata itu yang menjadi kata kata mutiara bagi Raya.
"Ray kau tau Kevin sebenarnya jatuh cinta pada Rahma" ucap Fikri.
"Kata siapa" tanya Raya.
"Ck aku kan teman nya tentu saja aku tau" ucap Fikri.
"Sayang sekali ya Rahma sudah menikah" ucap Raya.
"Ya mungkin aku dan Kevin satu frekuensi dalam hal percintaan" ucap Fikri.
"Mulai lagi" ucap Raya.
Sesampainya di kampus Raya sekarang langsung masuk ke dalam kelas bersamaan dengan Fikri.
Bahkan orang orang yang tak tau menganggap Kalau Raya dan Fikri itu pacaran.
"Aku akan ke kantin mau ikut" tanya Fikri.
"Gak ah aku malas" ucap Raya.
"Ya sudah terserah aku akan ke sana" ucap Fikri.
"Ya" ucap Raya.
Raya menunggu kedua teman nya yang sampai saat ini belum datang ke sana.
Raya melihat ponsel nya yang baru saja menerima pesan dari kontak Yang Raya namai suamiku.
{Selamat pagi} pesan dari Rayhan.
Namun Raya tak sampai membalasnya karena malas saja.
Padahal Raya itu tipikal orang yang cepat memaafkan sesalah apa pun orang lain Raya pasti cepat memaafkan nya.
Tapi Raya punya gengsi yang tinggi jadi dia so jual mahal.
"Ck" raya berdecak kesal.
Rahma dan Julia datang ke sana, mereka langsung duduk bersama dengan Raya yang sekarang tengah berada di kelas.
"Hy" sahut Raya.
Namun Raya merasa aneh pada sikap Rahma bahkan sekarang Rahma sangat murung apa lagi matanya sembab.
"Rah kau kenapa" tanya Raya.
Rahma hanya menggeleng saja.
"Ayo lah Rahma cerita aku dan Julia siap mendengar nya" ucap Raya.
"Ray aku tak sanggup lagi sekarang" ucap Rahma yang langsung menangis.
"Tak sanggup kenapa" tanya Julia.
"Kak El akan menikah lagi, dan kau tau calon nya itu adalah mantan kak El dulu bahkan mamah Mira sudah membawa nya ke rumah hiks.. hikss.." ucap Rahma menangis.
"Apa" tanya Raya dan Julia secara bersamaan dan terkejut.
"Benar mamah mertua mu itu sama seperti yang di film film" ucap Julia.
"Jul" ucap Raya menggeleng pada Julia karena tak mau menyinggung Rahma.
"Rah lalu apa kak el mau" tanya Raya.
"Entah tapi saat pertemuan itu kak El dan wanita itu sangat akrab" ucap Rahma.
"Lalu di mana kak El sekarang" tanya Raya.
"Kak El ke kota karena ada bisnis di sana" ucap Rahma.
"Lalu apa kau setuju" tanya Raya.
"Ray bahkan ucapan ku tak pernah mamah dengar kau tau, sekeras apa pun aku bicara tetap saja mamah tak akan mendengar nya" ucap Rahma.
"Kita akan tanya pada kak El besok" ucap Raya.
"Ya baik lah" ucap Rahma.
"Sudah lah jangan nangis lagi ya" ucap Raya.
"Ya" ucap Rahma.
Siang harinya Rayhan harus meeting sekalian makan siang bersama dengan klien nya, Rayhan terpaksa mengajak sekertaris nya karena Rayhan tak bisa meng handle semuanya sendirian.
"Tuan anda mau makan apa" tanya Yuli saat mereka sudah berada di cafe yang klien tentukan.
"Nanti saja" ucap Rayhan.
"Baiklah aku akan pesan sekarang" ucap Yuli.
__ADS_1
"Terserah" gumam Rayhan ketus.
Begitulah Rayhan di depan orang lain dia akan menjadi ketus dan dingin tapi di hadapan Raya dia akan menjadi ceria dan banyak bicara.
"Di mana orang itu" gumam Rayhan.
"Tuan apa istri mu itu masih muda" tanya Yuli.
"Ada apa kau tanya istri ku" tanya Rayhan.
"Ya aku hanya ingin tau saja, yang aku lihat istri mu seperti anak SMA " ucap Yuli.
"CK dia sudah kuliah" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Yuli.
Saat bersamaan sekarang Raya datang ke sana bersama dengan Rahma dan Julia karena berniat akan menghibur Rahma.
Sekarang mereka sudah pulang kuliah jadi mereka memutuskan untuk jalan jalan dulu sambil menghibur Rahma.
Ketiga gadis itu masuk ke dalam cafe yang terkenal di lokasi itu, mata Raya menatap pada Rayhan yang sekarang tengah bersama dengan wanita.
"Ray, tuh" ucap Julia menunjuk pada Rayhan.
"CK biarkan saja aku tak peduli" ucap Raya.
"Tapi Ray kita pergi saja dari sini" ucap Rahma.
"Ayo lah Rahma kita sudah jauh jauh datang kemari" ucap Raya.
"Tapi aku takut kau" ucap Rahma.
"Sudah lah jangan hiraukan dia" ucap Raya.
"Kau yakin" tanya Julia.
"Yakin seratus persen" ucap Raya.
Mereka memesan makanan dan duduk di meja yang cukup dekat dengan Rayhan, posisi mereka hanya terhalang beberapa meja saja.
Karena keadaan di sana sangat kosong jadi Rayhan bisa langsung melihat Raya.
"Raya ada di sini" gumam Rayhan.
Rayhan hendak bangun dari duduknya.
"Tuan jangan pergi nanti kalau klien nya datang bagai mana" ucap Yuli.
"Ck, ya aku duduk" ucap Rayhan.
Raya seolah olah tak melihat keberadaan Rayhan namun tetap saja hatinya tak bisa Raya bohongi.
Sesekali Raya mencuri pandang pada Rayhan memastikan kalau Rayhan tak melakukan apa apa dengan sekertaris nya itu.
"Rah aku benar benar geram pada mertua mu" ucap Julia.
"Tapi Jul aku harus apa sekarang" ucap Rahma.
"Rah kau Cerai saja, lagi pula kau orang kaya jadi perceraian mu akan cepat di selesaikan" ucap Julia.
"Jul aku gak mau sampai papah tau kalau Kak El menyakiti aku, papah punya riwayat jantung bagai mana kalau papah serangan jantung saat mendengar hal itu" ucap Rahma.
"Ya aku paham masalah mu" ucap Julia.
"Kau tenang saja Rahma aku akan mendukung diri mu" ucap Raya.
"Ya terima kasih" ucap Rahma.
Mereka makan bersama saat pesanan mereka datang.
Rayhan pun bangun dan mendekat pada Raya yang sekarang sedang makan.
Raya menatap pada Rayhan.
"Ada apa" tanya Raya.
"Kau di sini" tanya Rayhan.
"Kau tau kenapa tanya" ucap Raya ketus.
"Bisa kita bicara" ucap Rayhan.
"Maaf aku gak bisa" ucap Raya.
"Kenapa" tanya Rayhan.
"Apa kau tak lihat aku sedang makan" ucap Raya.
"Baik lah nanti setelah makan aku ingin bicara" ucap Rayhan.
"Terserah" ucap Raya.
Rayhan kembali ke sana karena klien nya sudah sampai di sana.
"Selamat siang tuan" ucapnya menjabat tangan Rayhan.
"Siang" ucap Rayhan.
Mereka membahas meeting dengan sanga lancar.
Sedangkan Raya sekarang sudah selesai makan.
Bahkan Julia dan Rahma pun memutuskan untuk pulang.
Julia sudah di jemput oleh Rega sedang kan Rahma memesan taksi online, dan Raya masih di pinggir jalan menunggu Fikri datang ke sana.
Sekarang Rayhan masih membahas meeting bersama Dengan klien nya.
Sudut mata Rayhan bisa melihat kalau Raya berada di pinggir jalan.
"Baiklah pak aku setuju bergabung dengan mu" ucapnya.
"Terima kasih" ucap Rayhan menyodorkan berkas untuk di tanda tangani klien itu.
Terlihat oleh Rayhan kalau sekarang Raya di ganggu para laki laki,
Rayhan memicingkan matanya menatap pemandangan itu.
Seseorang membawa balok kayu dan memukul kan tepat di kepala belakang Raya.
Sehingga membuat Raya langsung terjatuh pingsan,
Rayhan langsung berlari ke sana.
"Hey lepaskan Raya" sahut Rayhan pada laki laki itu.
"Hah UPS berusaha menjadi pahlawan kesiangan" ucapnya.
"Dia istri ku" ucap Rayhan.
"Oh suaminya" ucap mereka.
Rayhan maju dan langsung memukul mereka yang sekarang tengah mentertawakan nya.
Bughh
Bughh
__ADS_1
Kedua orang langsung terkapar di tanah.
"Lepaskan istri ku" ucap Rayhan.
"Lawan lah mereka" ucap nya menatap pada kedua orang yang sudah Rayhan kalahkan.
"Mereka" tanya Rayhan yang langsung menendang perut mereka.
"Aku ingin istri ku, kalau kau tak melawan aku akan membebaskan Kalian" ucap Rayhan.
"Ambilah" ucap laki laki itu memberikan Raya pada Rayhan.
Namun Rayhan Sangat pintar dia menembak kaki laki laki itu supaya tak bisa lari dari sana.
Dor
Rayhan mengurai Atik ponsel nya.
📞📞
"Datang ke Cafe *** ada orang yang ingin menculik Raya" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
📞📞
Rayhan memasukan Raya yang sekarang pingsan ke mobilnya.
Sedangkan Rayhan sekarang kembali lagi ke sana.
Rayhan mengikat ketiga orang itu supaya Lukas bisa dengan mudah membawanya.
Tak lama setelah nya Lukas datang ke sana.
"Lukas bawa mereka" sahut Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Rayhan langsung pergi dari sana membawa Raya pulang ke rumah nya, Rayhan sekarang tak memperdulikan Yuli yang masih bersama dengan Klien.
Sekarang Rayhan hanya fokus pada Raya saja, apa lagi Rayhan takut kalau Raya kenapa kenapa.
Tak ada niat untuk Rayhan membawa Raya ke rumah sakit karena sekarang Rayhan akan membawa Raya pulang ke rumah nya.
Sesampai nya di sana, Rayhan menggendong Raya menuju ke kamarnya.
Rayhan membaringkan Raya di kasur tempat tidur nya.
Rayhan membuka sepatu yang Raya pakai dan tas yang ada di tangan Raya.
Rayhan menyelimuti Raya, karena Rayhan sudah pastikan kalau Raya tak kenapa kenapa.
"Aku akan buatkan dia makanan" gumam Rayhan.
Rayhan langsung mandi dengan secepat kilat dan segera memasak, Rayhan akan membuat bubur untuk Raya.
Walau pun tak tau caranya tapi Rayhan pernah membuat nya,
"Semoga saja enak" gumam Rayhan.
Rayhan sibuk memasak di dapur, hingga akhirnya selesai juga.
Terlihat bubur itu sangat menggugah selera, bahkan Rayhan yang memasak nya pun perlu beberapa kali dia cicipi karena takut nya tak enak.
Rayhan membawa bubur dan satu gelas air ke kamarnya.
Saat ini Raya baru saja membuka matanya, Raya merasa tak asing dengan kamar itu tapi sekarang Raya masih merasa sangat pusing.
"Oh astaga kepala ku" gumam Raya memegang kepala nya.
" Sudah bangun Ray" tanya Rayhan.
"Kenapa aku bisa ada di sini" tanya Raya.
"Kau pingsan tadi" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Raya.
"Mau makan" tanya Rayhan.
"Gak usah aku harus pulang aku takut mamah khawatir pada ku" ucap Raya.
"Ini rumah mu juga kan kenapa harus pulang" ucap Rayhan.
"Ya tapi dulu" ucap Raya.
"Ayo lah makan dulu ya" ucap Rayhan maksa.
Rayhan mengambil bubur itu dan menyuapi Raya dengan hati hati, walau pun Raya tak mau tapi karena Rayhan memaksa dia jadi memakan nya.
"Bagai mana enak" tanya Rayhan.
"Lumayan beli di mana" tanya Raya.
"Beli? Aku buat sendiri" ucap Rayhan.
"Pantas kurang garam" ucap Raya.
"Kurang garam" ucap Rayhan yang langsung mencoba nya.
"Tidak ah" ucap Rayhan.
"Sudah lah" ucap Raya.
Setelah selesai makan, Raya memaksa ingin pulang karena tak mau bersama dengan Rayhan.
"Aku mau pulang" ucap Raya.
"Aku akan antar" ucap Rayhan.
"Sekarang" ucap Raya.
"Ray dengar kan aku, aku ingin bicara dulu" ucap Rayhan.
"Bicara apa cepatlah aku ingin pulang" ucap Raya.
Bukan nya bicara Rayhan malah meraih bibir Raya dan melakukan ci uman dengan Raya, saat ini Raya berusaha menolak dan berontak karena tak mau di sentuh Rayhan.
Tapi lama kelamaan Raya menikmati setiap permainan yang Rayhan lakukan.
Rayhan membuka kaos polos nya yang sekarang menutupi perut nya.
Dengan perlahan Rayhan membuka resleting baju yang di pakai Raya.
Raya mencoba menahan Rayhan supaya melakukan hal yang lebih.
Tapi Begitu lah Rayhan tak akan terima kalau ada yang menolak nya.
"Aku sudah berubah Raya, aku mohon kau mau ya kembali pada ku" ucap Rayhan berbisik di telinga Raya.
"Mas aku tak percaya kau berubah" ucap Raya.
"Percaya lah aku ingin hubungan kita baik baik saja seperti dahulu" ucap Rayhan.
"Apa kau tak akan merahasiakan apa apa lagi dari ku" tanya Raya.
"Tak akan Aku janji" ucap Rayhan.
__ADS_1
Hingga mereka melakukan aktivitas suami istri hingga lama sekali.
bersambung