Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 82


__ADS_3

Di kediaman Dion saat ini Dion tengah marah karena anak buahnya gagal membawa istri dan adik Rayhan.


"Kalian tak be cus, aku hanya menyuruh membawa istri Rayhan kau tak bisa apa harus aku sendiri yang turun tangan" tanya Dion geram.


"Maaf tuan tapi benar tuan kami menang dan sudah kami geledah juga tapi tak ada tanda tanda istri dan adiknya Rayhan" jawabnya.


"Kalian memang tak be cus kata nya ada di rumah dan tanpa perngawalan tapi kenapa ada anak buah Rayhan yang melawan kalian, bo doh" geram Dion.


"Tuan, Rayhan itu bukan orang sembarangan jadi tak bisa kita sepelekan" ucap Anak buah Dion.


"Kalian saja yang tak be cus" ucap Dion.


"Besok aku akan bawa Topan dan Nita ke Dermaga aku akan tenggelamkan mereka di lautan" ucap Dion.


"Baik tuan" ucap anak buahnya.


Keesokan harinya Rayhan langsung berangkat ke setiap samsat karena ingin mencari tau nama dan alamat nomor plat yang pernah Zia sebutkan.


Pertama kali Rayhan pergi tanpa sarapan dan minum bahkan Lukas dan Rega yang menemaninya pun tak makan dan minum dahulu.


Rayhan langsung masuk ke suatu Samsat yang saat itu tak di penuhi oleh orang orang, Rayhan langsung bertanya tanpa basa basi dahulu.


Namun kecewa di rasakan oleh Rayhan karena tak ada yang tau dengan plat nomor mobil begitu.


Padahal platnya menunjukan di kota itu.


"Kita cari di tempat lain tuan, masih banyak kan" ucap Lukas.


"Ya ayo" ucap Rayhan.


Mereka berangkat lagi ke sebuah samsat di kota itu namun sekarang yang lebih jauh.


Namun tetap saja tak ada yang Rayhan temukan hanya kekecewaan saja yang selalu Rayhan dapatkan.


Lalu Rayhan mendapat panggilan dari anak buahnya.


📞📞


"Bagai mana" tanya Rayhan.


"Tuan kami sudah mendapatkannya" ucap anak buah Rayhan.


"Aku segera kesana" ucap Rayhan.


📞📞


"Ayo Lukas" ucap Rayhan pada Lukas dan Rega.


Rayhan melajukan mobilnya menuju lokasi dimana anak buahnya berada, bahkan saat ini Rayhan sangat mengecewakan tentang amnesia Rega kalau kalau Rega sehat hanya dia lah yang mampu melacak apa pun dengan cepat.


Padahal Rega termasuk anak buah Rayhan yang baru saja masuk tapi kemampuannya dalam bidang elektronik tak bisa di ragukan lagi.


"Apa mereka menemukannya" tanya Lukas.


"Ya" ucap Rayhan.


"Kau tau Rega dahulu melacak sesuatu itu adalah keahlian mu" ucap Lukas.


"Oh ya" tanya Rega.


"Ya kau paling ber prestasi dalam hal itu" ucap Lukas.


"Bukan kah melacak sesuatu itu ilegal ya" tanya Rega.


"Ada yang ilegal ada yang tidak" ucap Lukas.


"Bahkan kau dahulu tak secerewet ini Rega" sahut Rayhan tapi matanya tetap fokus pada jalanan.


"Apa" tanya Rega.


"Kau dahulu manusia paling dingin Rega" ucap Lukas.


"Ck apa yang aku dapatkan dari ber sikap dingin kak, kalau ceria begini kan aku punya banyak teman" ucap Rega.


"Ya kau dulu begitu" ucap Lukas.


"Oh ya kak aku penasaran bagai mana aku di masa lalu" ucap Rega.


"Kalau kau tau apa kau akan menyesal" tanya Rayhan.


"Tak akan kak aku tak akan menyesal" ucap Rega.


"Secepatnya kau akan tau Rega" ucap Rayhan.


Rayhan menghentikan laju mobilnya tepat di lokasi anak buah nya berada, dengan tak sabarannya Rayhan langsung keluar dari mobil dan menghampiri orang itu.


"Apa" tanya Rayhan.


"Ini alamatnya tuan" ucap anak buah Rayhan.


"Jalan ****, ini cukup dekat dari sini" ucap Rayhan.


"Ya tuan hanya sekitar 10 km saja" ucapnya.

__ADS_1


"Ayo kita kesana sekarang" titah Rayhan pada semua anak buahnya.


Mereka semua berangkat ke lokasi dimana yang punya plat nomor mobil yang menculik orang tua Rayhan itu.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam mereka baru sampai karena jalanan cukup macet walau tak ramai tapi cukup menyita waktu.


Rumah sederhana yang Rayhan dapati, dan benar saja di dalam rumah itu ada mobil Avanza hitam dengan plat nomor yang sama.


"Tuan" ucap Lukas menatap pada seorang wanita yang baru keluar dari rumah.


Wanita muda itu ketakutan melihat Rayhan dan anak buahnya, dia langsung masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintunya dari dalam.


"Tuan apa mungkin dia takut pada kita" tanya Lukas.


"Kau yang menakutkan Lukas" ucap Rayhan.


"Siap tuan" ucap Lukas pasrah.


Rayhan berjalan menuju pintu rumah itu.


Rayhan memerintahkan pada anak buahnya untuk membuka pintu dengan mengkodenya menggunakan tangan Rayhan.


Kedua anak buah Rayhan terpaksa mendobrak pintu karena tak mendapatkan jawaban dari orang yang berada di dalam rumah.


"Seret mereka keluar" titah Rayhan.


Keempat anak buah Rayhan masuk dan menggeledah rumah sederhana itu, anak buah Rayhan membekap satu laki laki paruh baya, lalu anak wanita yang tadi keluar, dan seorang wanira paruh baya yang di duga istri dia.


"Ampun tuan jangan sakiti keluarga kami" ucap bapak itu.


"Katakan siapa yang menculik mamah dan papah ku" tanya Rayhan menatap tajam pada orang itu.


"Ampun tuan, kami gak tau" ucapnya.


"Jangan bohong ayo jawab, siapa yang sudah memerintah kan kamu" tanya Rayhan lagi.


"Ada tuan" ucapnya.


"Siapa" tanya Rayhan sedikit membentak.


"Ada tuan" ucapnya lagi.


"Siapa jawab hah, atau kau mau anak dan istri mu kami tembak" ucap Rayhan.


"Ayo pak beri tau kan saja" ucap wanita paruh baya itu.


"Ya pak" ucap Anaknya.


"Jawab" bentak Rayhan.


"Dimana Dion menyekap orang tua ku" tanya Rayhan.


"Di rumah istri tuanya" jawabnya.


"Lokasi" tanya Rayhan.


"Jalan *** nomor 6" ucap bapak itu sambil ketakutan.


"Baiklah ayo pergi, kalian jaga keluarga ini jangan sampai mereka menghubungi Dion Adinata" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap anak buah Rayhan.


Rayhan menghubungi anak buahnya untuk segera datang ke kediaman Adinata karena akan menggerbeg Dion, dari ini Rayhan berfikir kalau ternyata benar dugaan Rayhan kalau Dion Adinata adalah Dion yang sama yang meledekan kediaman Lynda, neneknya Rayhan.


"Akhirnya aku menemukannya, aku sudah menyangka kalau Dion itu adalah Dion Adinata" gumam Rayhan.


Semua anak buah Rayhan sudah sampai di kediaman Adinata, bahkan semuanya sudah turun dari mobil dengan membawa senjata.


Dorrr


Suara tembakan menggelegar di kediaman Dion Adinata, tetapi sayang saat itu Dion sudah membawa Topan dan Nita pergi ke Dermaga.


"Geledah rumahnya" titah Rayhan.


"Baik tuan" ucap anak buahnya.


Semua anak buah Rayhan masuk kedalam rumah, saat itu di dalam rumah hanya ada istri tua nya Dion saja.


Karena tak menemukan juga akhirnya anak buah Rayhan membawa Istri nya Dion menghadap pada Rayhan.


"Tolong jangan sakiti saya" ucap Istrinya Dion meminta ampun pada Rayhan.


"Nyonya Adinata, saya akan bertanya dimana suami anda menawan orang tua saya, Topan Arya Wijaya dan istri nya" tanya Rayhan menatap pada wanita paruh baya itu.


"Saya gak tau tapi yang saya tau Dion akan pergi ke Dermaga, dia baru berangkat satu jam yang lalu" ucapnya.


"Dermaga" gumam Rayhan.


"Tuan apa mungkin Dion membawa orang tua anda ke Dermaga" tanya Lukas.


"Baiklah ayo ke dermaga" ucap Rayhan.


Tetapi sebelum melangkah pergi Dion menatap pada wanita paruh baya yang tak lain adalah istrinya Dion Adinata.

__ADS_1


"Terima kasih informasi nya, maaf kalau nanti kami akan menyakiti suami anda" ucap Rayhan.


Wanita itu hanya menelan salivanya karena takut pada Rayhan.


Rayhan dan semua anak buah nya berangkat ke Dermaga, saat ini Rayhan sedang ber fikir yang tidak tidak karena yang Rayhan takut kan adalah Dion menenggelamkan kedua orang tuanya.


Apa lagi yang Rayhan tau Dion tak akan dengan mudah memaafkan seseorang, bahkan Dion ter bilang sangat nekad dahulu juga dia berani mengebom kediaman Lynda dan mengambil aset aset berharga Topan.


"Lukas apa Dion akan mencelakai orang tua ku" tanya Rayhan pada Lukas yang sekarang sedang mengemudikan mobilnya.


"Tenang tuan kami semua akan membantu anda" ucap Lukas.


Drrtr drtt


Ponsel Rayhan bergetar tanda ada yang menghubunginya, Rayhan melihat siapa orang yang sudah menghubunginya itu.


📞📞


"Ya ada apa" tanya Rayhan.


"Orang tua mu sudah ketemu" tanya Iqbal yang menelpon Rayhan.


"Belum aku sedang ke dermaga kata istrinya Dion mereka ke Dermaga, aku takut orang tua ku di bawa mereka" ucap Rayhan.


"Baiklah aku dan El akan kesana" ucap Iqbal.


"Ya" ucap Rayhan.


📞📞


Iqbal dan Elpan kesana naik Heli kopter karena ingin membantu Rayhan mencari orang tuanya.


Sedangkan Rayhan dan anak buahnya sekarang sedang terjebak macet jalanan kota, Rayhan terus saja marah marah karena sejak tadi tak bisa maju.


"Arrgg be de bah, mau kemana orang orang ini sampai memadati jalanan" gerutu Rayhan.


"Tenang tuan" ucap Lukas.


"Bagai mana aku bisa tenang Lukas sekarang orang tua ku sedang dalam bahaya, apa kau mau orang tua ku kenapa kenapa kalau sampai terjadi apa apa maka aku tak akan segan segan men cek kik Dion sampai dia meninggal" ucap Rayhan marah sambil teriak teriak di dalam mobil.


Lukas tak menjawab lagi karena dia tau kalau tuan nya itu sekarang sedang marah marah apa lagi saat Rayhan sedang marah dia terlihat sangat menyeramkan.


"Kau akan tau Dion bagai mana murka nya seorang Rayhan kalau terjadi apa apa pada orang tua ku, aku tak akan biarkan kau hidup lagi Dion" geram Rayhan memukul kaca jendela mobilnya dan untung saja tak sampai pecah.


"Ayo Lukas klakson lagi mobil yang di depan lihat mobil yang lain sudah maju tapi dia masih berhenti, dasar sibut lambat" gerutu Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Titttt


Tittt


Lukas menekan klakson dengan kencang sehingga membuat mobil di depan maju, dan saat itu Lukas bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Ternyata dia yang menyebabkan jalanan jadi macet, kalau ada apa apa akan aku tuntun kau" ucap Rayhan pada polisi yang sedang merazia mobil.


"Sudah tuan lihat polisi itu melihat kita" ucap Lukas pada Rayhan.


"Ayo Lukas sebentar lagi kita akan sampai" ucap Rayhan marah.


Sedangkan di dermaga Dion tengah menunggu kapal yang akan membawa mereka karena ada kesalahan jadi kapal nya akan datang sedikit terlambat.


"Kemana mereka lamban" gerutu Dion.


"Tuan itu kapalnya" ucap anak buah Dion.


"Cepat bawa Topan dan istrinya masuk" titah Dion.


Anak buah Dion menyeret Topan dan Nita untuk masuk kedalam kapal, mau berontak pun mereka tak bisa karena tangan dan kaki mereka di ikat bahkan mulut mereka pun di ikat kain.


Setelah lama mengendarai mobil, akhirnya sampai juga di dermaga tempat Rayhan ber transaksi senjata ke luar negri.


Rayhan langsung turun dan melihat lihat ke arah sekitar, Rayhan tak melihat ada kapal atau apa apa disana.


"Tuan ada teropong di dalam mobil ku" ucap anak buah Rayhan.


"Mana ambil" titah Rayhan.


anak buah Rayhan mengambilnya, dan langsung memberikannya pada Rayhan.


Rayhan mencoba melihat keadaan di tengah lautan dan benar saja ada kapal yang besar di sana.


"apa kapal yang itu" ucap Rayhan.


"tuan kita sewa jet sky" ucap Lukas.


"baiklah sewa yang banyak, untuk semua anak buah yang lain" ucap Rayhan.


"baik tuan" ucap Lukas.


Lukas menyewa sebanyak 13 jet sky untuk semua anak buahnya dan untuk Rayhan satu, Rayhan langsung naik dan mencoba menyusul kapal yang sedang ada di tengah lautan.


Rayhan tak sadar kalau dia baru pertama kali mengemudi kan jet sky ini karena kalau Rayhan di lautan Rayhan akan naik kapal pribadi yang sudah dia sewa.

__ADS_1


Dan sekarang dengan rasa amarah nya Rayhan mengendarai, jet sky itu karena ingin menyelamatkan orang tuanya.


Bersambung...


__ADS_2