Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 71


__ADS_3

Rayhan sedang sibuk dengan pekerjaanya, namun ada hal yang membuat fokusnya hilang yaitu kejadian semalam bersama dengan Raya.


"Ya tuhan, benar kata tantenya Rahma seorang laki laki tak akan keluar kamar jika bersama dengan istrinya, dan ini adalah akibatnya aku tak fokus" gumam Rayhan memijat pelipisnya.


Rayhan melihat ponselnya dia hendak mengirim pesan pada Raya, namun saat Rayhan melihat jam di ponselnya bahkan baru pukul sembilan pagi, sudah pasti Raya belum pulang.


"Aku sudah tak waras sekarang" gumam Rayhan.


Rayhan memberikan pesan pada Iqbal dan Elpan untuk bertemu sekarang karena Rayhan ingin nongkrong bersama dengan mereka.


Rayhan langsung mengendarai mobilnya menuju Cafe tempat biasa mereka nongkrong, Rayhan lebih dahulu datang ke cafe itu karena jarak perusahaan Rayhan dengan Cafe itu cukup dekat.


Rayhan lebih dahulu memesan kopi yang biasa Rayhan pesan, banyak sekali orang orang yang menatap Rayhan di sana.


Namun Rayhan biasa saja bahkan tak memperdulikan orang lain.


Cukup lama Rayhan menunggu datanglah Elpan dan Iqbal.


"Selamat pagi tuan Rayhan" ucap Elpan memberikan salam.


"Ck alay" gerutu Rayhan.


"Ada apa kau menyuruh kami datang, kau tau kan Ray aku sangat sibuk sekarang" ucap Iqbal.


"Entahlah aku hanya ingin kumpul saja" ucap Rayhan.


"Baiklah kalau memang ada yang ingin kau bicarakan, bicarakan saja pada kita" ucap Elpan.


"Aahh paling Rayhan hanya akan membicarakan masalah kakak ipar" ucap Iqbal.


"Ya memang aku akan membicarakan Raya" ucap Rayhan.


"Apa lagi dulu kau katakan kakak ipar hamil dan akhirnya kau menge frank kami" ucap Iqbal.


"Entah lah sekarang aku selalu ingat padanya, kalian tau? Aku bahkan tak Fokus bekerja karena memikirkan Raya" ucap Rayhan.


"Itu artinya kau jatuh cinta pada kakak ipar Rayhan" ucap Elpan.


"Ya aku jatuh cinta" ucap Rayhan.


"Ada hal yang akan aku bicarakan, tolong dengarkan aku dan beri aku saran yang bagus" ucap Elpan.


"Apa" serempak.


"Aku ingin melamar Rahma, apa kalian setuju" tanya Elpan.


"Ck kau menikah dan Rayhan sudah menikah, lalu aku" tanya Iqbal.


"Maka kau juga menikah saja" ucap Rayhan.


"Menikah, bukan kah itu suatu yang bertentangan dengan ku" ucap Iqbal.


"Ck diam lah aku minta saran pada kalian" ucap Elpan.


"Menurut ku Rahma cantik dan aku yakin teman Raya pasti baik" ucap Rayhan.


"Cantik lah sangat" ketus Iqbal.


"Iri saja kau" ucap Elpan.


"Benarkah apa aku dan Rahma akan cocok" tanya Elpan.


"Ya kalian cocok, lagi pula umur kita sama dan istri kita juga ber umur sama" ucap Rayhan.


"Kalau begitu aku akan segera melamar Rahma" ucap Elpan.

__ADS_1


"Bagus, kita biarkan teman kita yang buaya ini menjomblo sendirian" ucap Rayhan.


"Ahh untuk apa menikah kalau banyak wanita yang bisa kau cicipi di luaran sana" ucap Iqbal.


"Kau laki laki bej at Bal, awas saja kalau kau menodai wanita baik baik" ucap Elpan.


Drttt drt


Rayhan mendapatkan telpon dia melihat siapa yang menghubunginya itu.


"Apa itu Raya" tanya Elpan.


"Mamah" ucap Rayhan.


"Angkatlah siapa tau penting" ucap Iqbal.


📞📞📞


..."Ray adik mu di culik" ucap Nita....


..."Aku akan cari" ucap Rayhan....


..."Selamatkan adik mu" ucap Nita....


..."Ya mah" ucap Rayhan....


📞📞


Rayhan terkejut mendengar ucapan ibunya itu.


"Ada apa" tanya Iqbal.


"Adikku di culik" ucap Rayhan pada kedua temannya.


"Apa Zia" tanya Elpan pada Rayhan.


"Ayo" ucap Rayhan.


Ketiga pria tampan itu langsung pergi dari sana dan mencari Zia, walau pun mereka gak tau sekarang Zia di bawa kemana.


{ 082120982836 } Pesan dari Nita mamahnya Rayhan.


{Nomor Adam} pesan Nita lagi.


Rayhan menghubungi nomor itu, namun tetap tak ada jawaban dari orang yang bernama Adam itu.


"Tak ada jawaban" ucap Rayhan.


"Kita naik Heli kopter punya ku saja" ucap Elpan.


"Baiklah" ucap Rayhan.


Ketiga pria itu masuk kedalam heli kopter punya Elpan, Rayhan bisa melihat kebawah dengan jelas saat berada di atas bahkan naik Heli kopter bisa membuat Rayhan cepat sampai.


Rayhan mencoba menghubungi lagi nomor yang tadi di berikan oleh Nita mamahnya dan tetap saja tak ada jawaban dari Adam.


"Kemana dia" gumam Rayhan marah.


"Apa mamah Mu memberikan nomor yang benar" tanya Iqbal.


"Entah" ucap Rayhan.


Ketiga laki laki tampan itu naik kedalam heli kopter dan menuju ke kampung tempat pesantren Zia sekarang.


"Siapa yang berani menculik adik ku" ucap Rayhan geram.

__ADS_1


"Apa mungkin musuh mu" ucap Elpan.


"Siapa" tanya Rayhan.


"Aahh aku baru ingat kalau dulu ada juga orang yang akan menculik Zia, apa orangnya sama ya" ucap Rayhan.


"Mungkin saja" ucap Iqbal.


Rayhan mencoba lagi menghubungi Adam dan sekarang ada jawaban dari Adam.


📞📞📞


..."Siapa" tanya Adam....


..."Dimana adik ku" tanya Rayhan....


..."Nomor mobil plat ***** jalan ke arah selatan, aku sedang mengisi bensin dulu" ucap Adam....


..."Bandara" tanya Rayhan....


..."Mungkin" ucap Adam....


📞📞


"Arah bandara" ucap Rayhan pada pilot.


Keadaan jalanan sangat macet jadi Rayhan memutuskan untuk melihat lihat dahulu mobil yang terjebak macet.


Sedangkan heli kopter yang Rayhan naiki sekarang sedang mencari plat nomor mobil yang tadi Adam sebutkan tapi mencari dari atas sangatlah susah bagi mereka.


"Bagaimana ini sangat susah" tanya Elpan.


"Kita gunakan saja drone, karena gak akan mungkin kan kita turun ke bawah dan mencari satu satu plat mobil yang nomor yang sama" ucap Iqbal.


"Kamu punya Drone" tanya Rayhan pada Elpan.


"Ada tapi ini punya adikku" ucap Elpan.


"Ayo gunakan Ray" ucap Iqbal.


Rayhan menggerakan Drone dan mengarahkannya untuk turun ke bawah dan melihat lihat plat mobil yang Rayhan cari.


Terlihat kalau jalanan sedang macet jadi dengan cepat Rayhan mencari cari mobil yang di maksud, namun tetap tak ada.


"Ray bagaimana kalau laki laki itu bohong atau dia lupa pada plat nomornya" ucap Iqbal.


"Mana mungkin" ucap Rayhan.


"Ya gak mungkin Bal karena kan mungkin saja tadi dia juga melihatnya" ucap Elpan.


"Lalu sekarang gak ada" ucap Iqbal.


"Belum, kita hanya belum menemukannya" ucap Elpan.


Dari atas sana Rayhan bisa melihat perkelahian itu.


"Apa orang itu" tanya Rayhan menunjuk.


"Dari gelagatnya mungkin benar Ray itu Adam yang Mamah kamu maksud" ucap Elpan.


"Ck pa yah dia tak bisa berkelahi" ucap Iqbal meledek.


"Kita ikuti mobil itu" ucap Rayhan.


Heli kopter yang Rayhan naiki mengikuti mobil yang sempat berkelahi dengan Adam, dari mana Rayhan yakin kalau itu Adam, karena terlihat sangat jelas kalau saat itu Adam memakai sarung dan baju koko.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2