
Satu bulan kemudian..
Rayhan sedang duduk di kamarnya karena hari ini hari minggu jadi Rayhan hanya diam saja di rumah, karena jika dia keluar dari rumah sudah Rayhan pastikan kalau Aziya adiknya itu akan menyuruhnya untuk menikah.
Karena sudah satu bulan ini Aziya terus merengek pada Rayhan agar Rayhan segera menikah, entah apa yang di bicarakan Aziya dan pacarnya malam itu sampai sampai Aziya memaksa Rayhan untuk menikah.
Bahkan Aziya sampai rela mogok makan selama satu minggu agar Rayhan segera menikah, tapi apa lah daya Rayhan tak punya pacar bahkan tak ada wanita yang dekat dengan Rayhan.
Untuk keluar rumah pun Rayhan enggan karena Rayhan terus terusan di teror oleh Alena yang selalu saja datang ke perusahaan Rayhan dan terus menggoda Rayhan.
Kali ini Rayhan harus segera menghindar dari Alena karena wanita itu sangat bar bar pada Rayhan bahkan Alena tak segan segan ingin mencium Rayhan di depan umum untung saja Rayhan bisa menghindar.
"Tak bisa begini aku harus mencari wanita" gumam Rayhan.
Rayhan bangkit dari duduknya dan hendak mengambil kunci mobil miliknya.
"Tapi wanita siapa? Aku mencari dimana?" gumam Rayhan bertanya tanya.
Kepalanya sangat pusing sekarang, jujur saja sudah satu minggu ini Aziya bahkan tak keluar dari kamarnya dan tak makan apa pun.
Hal itu membuat Rayhan sangat cemas takut adiknya itu kenapa kenapa, karena walau pun Rayhan sering kali memarahi Aziya tetap saja hanya Aziya lah yang Rayhan sayangi.
Rayhan memutuskan untuk menemui Aziya, Rayhan akan secepatnya menikah agar Aziya mau makan dan minum lagi.
Rayhan masuk kedalam kamar Aziya, Rayhan melihat kalau Aziya sedang rebahan di kamarnya matanya menatap pada langit langit kamar itu.
"Mau apa kesini" tanya Zia ketus pada Rayhan.
"Kapan kau akan makan" tanya Rayhan yang langsung duduk di ranjang samping Zia.
"Tak akan kalau kakak belum menikah" ucap Zia.
"Baiklah aku akan menikah tapi kau harus makan" ucap Rayhan.
"Dengan siapa" tanya Zia.
"Kau tak perlu cemas, aku punya kekasih" ucap Rayhan berbohong pada adiknya itu.
"Benarkah kapan" tanya Zia.
"Besok aku akan menemuinya" ucap Rayhan.
"Benarkah" tanya Zia yang sekarang sudah mulai tersenyum lagi.
"Ya" ucap Rayhan singkat.
Zia bangkit dan langsung memeluk Rayhan, sedangkan Rayhan hanya tersenyum tipis melihat ada adiknya yang sekarang bisa ceria lagi.
"Dan sekarang kamu harus makan" ucap Rayhan.
"Ya kak aku akan makan" ucap Zia yang sekarang wajahnya pucat pasi dan lemas.
Brughh.
Zia pingsan dan terbaring lemah di lantai kamarnya itu, Rayhan melihanya dan berapa cemasnya Rayhan saat melihat kalau adiknya itu tergeletak pingsan di lantai.
"Zia bangun... Zia.." ucap Rayhan menepuk nepuk pipi adiknya itu.
Tanpa berfikir panjang Rayhan menggendong Zia dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Rayhan sangat khawatir pada Zia apa lagi baru kali ini Rayhan melihat Zia pingsan.
Di sebuah rumah sakit..
Rayhan mundar mandir di depan ruangan yang bertuliskan UGD, Rayhan semakin bingung saat memikirkan kata apa yang akan dia ucapkan pada kedua orang tuanya, karena Zia pingsan.
Drtt drtt..
Detak jantung Rayhan semakin tak normal saat mendapat telpon dari Mamahnya Nita yang ada di kampung.
Rayhan sudah pastikan kalau Nita punya piling kalau anak nya itu sedang tak baik baik saja, karena waktu itu juga begitu saat Rayhan terluka Nita selalu saja menghubungi Rayhan dan menanyakan kabar Rayhan.
"Kenapa Mamah telpon" gumam Rayhan.
📞📞
__ADS_1
..."Ya mah" tanya Rayhan berusaha baik baik saja....
..."Ray mamah tak enak hati, apa terjadi sesuatu pada mu atau pada Zia" tanya Nita di sebrang sana....
..."Aku baik mah tapi" ucap Rayhan memotong ucapannya....
..."Tapi apa Ray" tanya Nita penasaran....
..."Zia pingsan mah" ucap Rayhan....
..."Apa" pekik Nita tak percaya....
..."Ya mah, maafkan aku tapi Zia mogok makan selama satu minggu" ucap Rayhan....
..."Mamah akan kesana sekarang" ucap Nita panik dan khawatir pada kondisi putrinya itu....
📞📞📞
"Fyuhh, mamah datang lagi, bagaimana kalau ada yang mengenalinya" gumam Rayhan.
Dengan cepat Rayhan menghubungi Lukas untuk datang kesana dan membawa baju salin untuk Zia.
Sedangkan Lukas yang sekarang berada di kediaman Rayhan merasa bingung, sekarang dia berada di kamar Zia memilih pakaian Zia untuk di bawa ke rumah sakit.
"Pakaian Non Zia begini semua" gumam Lukas memilih baju Zia yang kebanyakan baju tidur dan baju Lingrie untuk tidur.
"Apa Non Zia tak punya baju yang panjang, atau daster gitu" gumam Lukas lagi.
Lukas memasukan pakaian Zia yang pendek pendek bahkan Zia tak punya kaos polos apa lagi celana Jeans, kebanyakan baju Zia rok pendek dan gaun selutut.
Lukas langsung tancap gas menuju ke rumah sakit yang sudah Rayhan kirimkan lokasinya pada Lukas lewat aplikasi hijaunya.
Rayhan menunggu di rumah sakit dengan perasaan cemas, karena sudah satu jam ini dokter yang menangani Zia tak keluar juga dari dalam ruangan itu.
Hal itu membuat Rayhan takut terjadi apa apa pada Zia adiknya itu.
"Bagaimana keadaan Nona, Tuan" tanya Lukas yang baru saja sampai kesana.
"Kenapa bisa pingsan tuan" tanya Lukas.
"Zia selama satu minggu ini mogok makan Lukas jadi mungkin saja Zia pingsan karena tak makan" ucap Rayhan.
"Tak makan, kenapa mogok makan" tanya Lukas bingung.
"Dia menyuruh aku menikah sampai mogok makan" ucap Rayhan.
"Sampai segitunya Non Zia ingin anda menikah" ucap Lukas.
Dokter keluar dari ruangan itu, dengan cepat Rayhan mendekat pada dokter yang baru saja keluar itu karena penasaran bagaimana kondisi adiknya itu sekarang.
"Dok bagaimana keadaan Zia sekarang" tanya Rayhan.
"Adik anda baik baik saja tuan, penyakit magh nya kambuh" ucap Dokter.
"Ada yang harus di oprasi kah" tanya Rayhan.
"Tidak tuan, di saran kan agar adik anda jangan telat makan karena akan bahaya bagi lambungnya" ucap Dokter itu.
"Ya dok terima kasih, apa boleh saya melihatnya sekarang" tanya Rayhan pada Dokter itu.
"Silahkan tuan" ucap Dokter itu.
Rayhan dan Lukas langsung masuk kedalam ruangan untuk melihat Zia, saat ini Zia sudah sadar dan baik baik saja.
"Bagaimana kondisi mu" tanya Rayhan.
"Sudah baikkan" ucap Zia lemah.
"Lukas belikan makanan untuk Zia" titah Rayhan pada Lukas.
"Baik tuan saya akan belikan" ucap Lukas patuh pada setiap perkataan Rayhan.
"Kau tau mamah akan datang kemari" ucap Rayhan yang langsung duduk di kursi dekat ranjang Zia.
__ADS_1
"Kenapa datang, bagaimana kalau ada yang mengenali mamah" ucap Zia.
"Ck Mamah sayang padamu baru saja mendengar kabar kau pingsan Mamah langsung akan datang kemari" ucap Rayhan.
"Huhh kakak sirik saja" ucap Zia.
"Bukan sirik Zia, tapi aku berfikir kalau anak mamah itu cuman kamu saja" ucap Rayhan.
"Memangnya kakak mau jadi anak siapa" tanya Zia.
"Anak papah" ucap Rayhan datar.
"Ck" zia berdecak kesal.
Nita dan Topan datang kesana dan langsung masuk kedalam ruangan Zia, Nita begitu khawatir pada putrinya itu bahkan Nita rela datang ke kota hanya karena demi Zia.
"Zia kau baik baik saja kan" tanya Nita yang langsung memeluk putrinya yang sedang duduk di atas ranjang rumah sakit.
"Aku baik mah, kenapa mamah datang kemari" tanya Zia.
"Mamah khawatir padamu Zia" ucap Nita.
"Mamah kalian sangat bahaya ada di sini" ucap Zia menatap pada mamah dan papahnya secara bergantian.
"Tenang saja ada anak buah ku yang akan menjaga mamah dan papah, aku harap kalian akan lama di sini" ucap Rayhan.
"Kami akan menginap di rumah mu boleh kan" tanya Topan pada putranya itu.
"Pah kau membuat aku malu, tentu saja boleh itu rumah kalian juga" ucap Rayhan.
"Yeay mamah sama papah nginap di rumah" ucap Zia bahagia.
"Kenapa kau bisa pingsan" tanya Nita penuh selidik.
Sedangkan Zia langsung diam saat mendengar perkataan itu, entah kenapa rasanya takut kalau bicara hal sejujurnya, pikir Zia.
"Zia mogok makan selama satu minggu, hanya karena dia ingin Rayhan cepat menikah" celetuk Rayhan yang gemas karena Zia tak bicara.
"Kak" ucap Zia menatap tajam pada Rayhan.
"Benarkah itu, kenapa harus mogok makan Zia kau sangat ke kanak kanakan" ucap Nita yang langsung memeluk Zia.
"Dan kau Ray, cepatlah menikah kasihan adikmu dia sudah ingin menikah tapi kau masih belum menikah" ucap Nita.
"Mah, mulai lagi" ucap Rayhan memutar bola matanya malas.
"Tapi mah kata kakak besok dia akan menemui pacarnya" ucap Zia yang mendapat tatapan tajam dari Rayhan.
Padahal Rayhan hanya berbohong saja karena tak mau Zia melanjutkan mogok makannya.
"Jadi runyam" batin Rayhan.
"Oh ya bagus Ray, mamah doa kan semoga kau segera menikah dan mamah akan segera menimang cucu" ucap Nita.
"Sudah Nit jangan paksa Rayhan, kasihan dia" ucap Topan membela putranya.
"Tapi mas tak salah kan kalau kita ingin segera punya cucu" ucap Nita.
"Ya tapi kita gak boleh maksa Ray, siapa tau wanitanya itu tak mau sama Rayhan" ucap Topan meledek putranya itu.
"Pah" kesal Rayhan.
"Maaf Ray, tapi benar kata mamah kami sudah tua kami ingin segera punya cucu" ucap Topan.
"Baiklah aku akan segera menikah" ucap Rayhan pasrah, walau pun dia tak tau dengan gadis mana dia akan menikah.
Lukas datang kesana dengan membawa nasi kuning untuk Zia, dan Nita yang menyuapi Zia kali ini Zia makan dengan sangat lahap karena dia baru bisa makan lagi sekarang setelah satu minggu dia mogok makan.
Bersambung..
****Jangan lupa like comen dan dukungannya ya..
Terima kasih****
__ADS_1