Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 123


__ADS_3

Sedangkan sekarang Rayhan tengah menatap lurus ke arah depan.


Sejak dulu Rayhan bukan tipikal orang yang gampang menyerah dan untuk sekarang juga Rayhan tak akan menyerah untuk mendapatkan Raya kembali.


Rayhan membawa ponsel nya yang sekarang berada di saku celana nya.


Rayhan akan menelpon orang tua nya karena ingin memberikan kabar baik itu.


📞📞


"Pah" ucap Rayhan.


"Ada apa Ray" ucap Topan.


"Ada kabar gembira pah, aku berhasil membu nuh Dion adinata, setidaknya dendam kita terbalas kan" ucap Rayhan.


"Apa tapi Ray bagai mana kalau kau di penjara" tanya Topan.


"Tidak pah, aku sudah punya akibat nya" ucap Rayhan.


"Apa maksudmu" tanya Topan.


"Raya minta pisah karena dia melihat aku menghabisi Dion" ucap Rayhan.


"Apa lalu bagai mana sekarang" tanya Topan.


"Entah lah, tapi aku akan coba membujuk lagi Raya" ucap Rayhan.


"Ya bujuk lah jangan sampai kalian pisah" ucap Topan.


"Ya pah" ucap Rayhan.


📞📞


Topan menatap pada istri nya yang sekarang tengah penasaran pada percakapan antara Topan dan Rayhan.


"Ada apa mas" tanya Nita.


"Rayhan berhasil menghabisi Dion, tapi sekarang Raya minta pisah" ucap Topan.


"Apa" tanya Nita.


"Ya" ucap Topan.


"Kita ke kota sekarang" ucap Nita.


"Jangan ini urusan Rayhan kita tak punya hak pada rumah tangga nya, biarkan mereka menyelesaikan nya dengan cara mereka sendiri" ucap Topan.


"Ya" ucap Nita.


Rayhan sekarang akan menemui Raya di kediaman Widirdja, mau bagai mana pun Raya masih menjadi istri nya.


Rayhan mengendarai mobil nya sekarang, walau pun hari sudah mulai malam tapi Rayhan memaksa ingin bertemu dengan Raya.


Sesampainya di sana Rayhan tak di biarkan masuk oleh satpam yang ada di sana karena itu permintaan Raya juga.


"Pak aku hanya mau bertemu istri ku" ucap Rayhan kesal.


"Tapi ini permintaan nona Raya" ucap Satpam.


"Raya" teriak Rayhan dari arah gerbang.


"Tuan tolong jangan berisik" ucap Satpam.


"Keluar Raya" teriak Rayhan lagi.


"Tuan tuan aku mohon jangan berisik" ucap pak Satpam.


Raya melihat dari jendela kamarnya, dia melihat ada Rayhan di sana yang sedang berteriak memanggil Raya.


"Ray lihat suami mu berisik sekali" geram Fikri yang langsung masuk ke dalam kamar Raya.


"Lalu aku harus apa" tanya Raya.


"Kau usir saja Raya" ucap Fikri.


"Fik aku tak mau bertemu dengan nya" ucap Raya.


"Aku akan usir dia untuk mu" ucap Fikri.


"Baik lah terima kasih" ucap Raya.


"Ya sama sama" ucap Fikri.


Fikri tersenyum senang karena untuk Sekarang dia bisa mengusir orang lain dari rumahnya, apa lagi orang yang akan di usir oleh Fikri sekarang ini adalah adik ipar nya.


Sudah lama Fikri merasa geram pada Rayhan karena sudah berani menikahi Raya dan sekarang Fikri semakin geram saat tau kalau Rayhan menyakiti Raya.


Fikri mendekat pada gerbang rumah itu.


"Ada apa? Kenapa berisik" tanya Fikri pada Rayhan.


"Aku mau bertemu dengan Raya" ucap Rayhan.


"Gak bisa dia tak mau melihat diri mu" ucap Fikri.


"Aku mau bertemu dengan istri ku" geram Rayhan yang langsung menarik kerah baju yang Fikri pakai.


Sehingga membuat Fikri terbentur ke pagar gerbang.


"A n j" geram Fikri.


"Tuan mohon lepaskan" ucap Satpam.


Rayhan melepaskan nya dengan kasar.


"Aku mau bertemu Raya, bilang pada nya aku menunggu" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Gak bisa aku di suruh Raya datang ke sini untuk mengusir mu" ucap Fikri.


"Raya keluar Raya" teriak Rayhan.


"Diam kau ini, Kalau aku bilang Raya tak mau bertemu maka jangan" ucap Fikri.


"Apa salah jika seorang suami ingin menemui istrinya" tanya Rayhan.


"Suami? Apa kau tuli hah sudah jelas kan Raya tak mau menemui mu karena dia ingin mengugat cerai pada mu" ucap Fikri.


"Berani nya kau" ucap Rayhan.


"Pergi lah kita akan bertemu lagi di pengadilan" ucap Fikri.


"Bilang pada Raya aku akan kembali besok" ucap Rayhan.


"Kau ini benar benar tuli" ucap Fikri.


"Tinggal bilang saja apa salah nya" ucap Rayhan.


"Ya aku akan sampai kan" ucap Fikri.


Rayhan pergi dari sana karena hari juga sudah semakin malam, walau pun tak bisa melihat Raya terlebih dahulu Rayhan berjanji kalau dia akan kembali besok.


Sedangkan Raya sekarang hanya menatap Kepergian Rayhan dengan tatapan datar, bukan apa apa dia sangat kecewa pada Rayhan apa lagi kebohongan Rayhan yang selama ini Raya tak tau.


Raya duduk di pinggir ranjang melihat lurus ke arah depan.


"Sebatas ini kan aku sebagai istri mu mas" gumam Raya.


Rayhan mengendarai mobil nya menuju markas nya karena sekarang dia ingin menyerah kan markas nya pada anak buahnya.


Rayhan berpikir kalau sekarang dia akan pakum dalam dunia hitam, Rayhan akan memilih anak buahnya yang bisa Rayhan percaya kan.


Sekarang dia hanya akan mengurus perusahaan saja apa lagi dendam Rayhan juga sudah terbalas kan, tapi tak ada alasan lagi untuk Rayhan tetap menjadi seorang Mafia.


"Aku hanya ingin kau paham pada kehidupan ku Raya" gumam Rayhan.


Rayhan mengambil ponsel nya untuk menghubungi anak buah nya supaya mereka kumpul sekarang di markas.


📞📞


"Beri tau yang lain kita kumpul sekarang" ucap Rayhan pada Rega.


"Baik tuan" ucap Rega.


📞📞


Rayhan menatap pada jam yang ada di ponsel nya, ternyata sudah pukul sepuluh malam hari.


Jalanan sekarang tak terlalu Ramai jadi Rayhan bisa Dengan cepat sampai di markas.


Kondisi Rayhan sekarang sedang tak baik baik saja penampilan Rayhan sangat kacau apa lagi baju Rayhan belum Rayhan ganti dari tadi siang.


Rayhan masuk ke dalam Markas nya, saat ini hanya beberapa orang saja yang belum datang ke sana.


"Sebenar lagi aku tak akan menduduki kursi ini lagi" ucap Rayhan.


"Ada apa tuan" tanya Rega.


"Nanti aku akan bicarakan setelah Lukas dan yang lain nya datang " ucap Rayhan.


Rayhan hanya menatap datar saja dia tak sangka takdir akan berbuat begitu pada nya.


Anak buah yang lain tak bisa bicara apa apa karena mereka tau kalau tuan nya itu sedang tak baik baik saja.


Tak lama setelah itu Lukas dan beberapa anak buah Rayhan datang ke sana.


Mereka semua menghadap ke arah Rayhan.


"Tuan maaf aku sedikit terlambat" ucap Lukas.


"Tak masalah" ucap Rayhan.


"Ada apa Tuan kau meminta kami datang" tanya Lukas.


"Apa semua sudah datang" tanya Rayhan.


"Sudah Tuan" ucap Lukas.


"Baiklah aku mengumpulkan kalian di sini, aku ingin memberi tau pada kalian semua Bahwa, Dendam ku dendam lama ku sudah terbalas kan" ucap Rayhan.


"Apa Dion sudah tewas tuan" tanya Lukas.


"Ya aku yang menembak kan peluru pada nya" ucap Rayhan.


"Kenapa kau tak beri tau kami Tuan" tanya Lukas.


"Anak buah Van dan Van sendiri lah yang sudah membantu ku, aku berhutang Budi padanya" ucap Rayhan.


Semua anak buah Rayhan tak menjawab.


"Sekarang aku ingin memberi tau kan sesuatu pada kalian, aku ingin memberi kan tanggung jawab pada kalian, aku akan pakum dari dunia hitam ini" ucap Rayhan.


Semua anak buah Rayhan terkejut.


"Tapi tuan kenapa harus pakum" tanya Lukas yang mewakili isi hati anak buah yang lain.


"Raya marah pada ku karena bisnis hitam ini, sekarang dia ingin pisah dengan ku, aku akan memberikan tanggung jawab markas ini pada seseorang yang sudah lama bersama dengan ku" ucap Rayhan.


"Aku akan berikan tanggung jawab ini pada Mu Lukas, dan Rega kau yang akan menjadi wakil nya, kalian setuju" tanya Rayhan.


"Tapi tuan" ucap Rega.


"Tapi apa" tanya Rayhan.


"Aku baru di sini" ucap Rega.

__ADS_1


"Aku tak melihat baru atau lama nya kalian berada di sini tapi aku hanya melihat kalian dari kinerja kalian, aku juga tau kalau kalian semua juga kerja bagus dan sigap tapi aku pilih kau Rega" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Rega.


"Dan kau Lukas sekarang fokus kan saja diri mu pada markas ini, soal perusahaan itu biar aku yang handle semua" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


"Ingat aku hanya meminta kalian bertanggung jawab pada markas ini, soal pemilik markas ini tetap menjadi milik ku" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap nya serempak.


"Aku akan pulang malam ini" ucap Rayhan.


"Biar aku antar tuan" tanya Lukas.


"Tak perlu aku bisa sendiri" ucap Rayhan.


Rayhan pergi dari sana karena akan pulang ke rumah nya, Rayhan saat ini sangat mengantuk berat.


Rayhan mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh, Rayhan sekarang hanya ingin segera sampai di rumah karena Rayhan belum mandi lagi dia merasa sangat risih dengan pakaian nya.


Sesampainya di rumah Rayhan langsung menyuruh pak satpam untuk memasukan mobil nya ke garasi rumah nya.


Sedangkan Rayhan sekarang langsung masuk ke dalam rumahnya, Rayhan meng hidup kan lampu yang berada di ruang tengah.


Rayhan menata pada Sofa yang empuk dan mahal itu.


Rayhan ingat saat dulu dia baru saja pulang dari kampung Rayhan pernah bilang pada Raya.


"Ray apa kau menyesal menikah dengan ku" tanya Rayhan.


"Menyesal" tanya Raya.


"Ya".


"Tidak mas aku tak menyesal" ucap Raya.


"Aku takut kau menyesal dan akan pergi dari ku" ucap Rayhan.


"Jika ini asli mu aku akan terima tapi kalau kau berbeda aku pasti akan pergi" ucap Raya.


"Apa maksudmu" tanya Rayhan.


"Tak ada, maaf mas aku harus segera mandi aku sangat berkeringat" ucap Raya.


Rayhan mengingat ucapan Raya yang itu, Rayhan berfikir kalau ucapan Raya saat itu adalah petunjuk bagi Rayhan kalau Raya sudah tau Rayhan itu siapa.


"Bo doh sekali aku baru menyadari nya sekarang, seharusnya dulu aku beri tau saja Raya" gumam Rayhan.


Rayhan berjalan ke arah kamarnya dia ingin segera mandi karena sekarang dia sangat berkeringat.


Hati Rayhan merasa sangat kesepian bahkan kamar itu pun berasa seperti kehilangan, karena jika Rayhan pulang dia pasti di sambut hangat oleh Raya.


Teh hangat akan selalu ada di meja kamar nya, makanan yang menggugah selera akan langsung tersaji di meja makan.


Rayhan sekarang bagai kan hidup sebatang kara yang tak punya siapa siapa.


Karena dulu sebelum menikah Rayhan kalau pulang pasti akan bertemu dengan Zia dan akan di pusing kan dengan ulah Zia tapi sekarang, Rayhan tau arti sikap manja Zia itu adalah obat rasa lelah untuk nya.


Rayhan menatap pada foto pernikahannya bersama dengan Raya, saat itu Raya terlihat sangat cantik.


Rayhan memeluk foto itu, tanpa terasa air matanya menetes.


"Aku sudah bagai kan seorang penja hat yang sedang mendapat kan karma, aku punya harta tapi aku tak punya keluarga padahal mamah dan papah masih ada, tapi aku merasakan kesepian" gumam Rayhan.


Tanpa terasa Rayhan tertidur tanpa mandi terlebih dahulu, kejadian tadi siang bahkan sampai terbawa mimpi oleh Rayhan, Hingga pukul setengah dua dini hari Rayhan terbangun karena mendapat mimpi buruk.


Mata Rayhan langsung terbuka dan dia langsung bangun.


"Astaga aku ketiduran dan aku belum mandi" ucap Rayhan.


Rayhan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, entah kenapa perut nya sangat kelaparan apa lagi dari tadi siang Rayhan belum makan karena niat akan ke cafe siang tadi itu Rayhan berniat akan makan bersama Raya di sana.


Namun niat nya itu tak terkabul kan karena Raya Di culik.


Setelah selesai mandi, Rayhan berjalan ke arah dapur dia melihat persediaan di kulkas banyak sekali makanan di sana.


Walau pun Rayhan bisa masak, sekarang dia sangat malas untuk memasak apa lagi sekarang Rayhan seperti tak punya semangat untuk hidup.


Rayhan menyeduh mie instan dengan telur.


Setelah siap Rayhan memakan nya.


Karena perut nya sangat lapar mie saja tak bisa membuat Rayhan kenyang.


Rayhan mengambil minuman mahal nya di kulkas, dia meminum nya hingga habis beberapa botol.


Saat itu Rayhan mabuk parah, dia bicara ngaler ngidul karena baru pertama kali Rayhan sampai menghabiskan beberapa botol minuman biasanya sampai tiga atau empat saja dan sekarang Rayhan meminum nya sangat banyak.


Rayhan berjalan sempoyongan ke arah kamarnya, belum juga sampai kamarnya Rayhan sudah tepar duluan, Rayhan tepar di dekat tangga untuk saja dia tak jatuh ke bawah.


Sedangkan sekarang Raya yang sedang tidur pun merasa terganggu karena perut nya yang keroncong apa lagi setelah makan bersama mutiya, Raya belum makan lagi.


"Aku lapar jam berapa sekarang? Astaga jam dua pagi" ucap Raya.


Raya berjalan ke arah dapur karena akan makan, di sana banyak sekali makanan sisa sore tadi.


Raya hendak mengambil makanan itu tapi rasanya dia ingin mie instan saja.


"Apa mas Ray sudah makan ya" gumam Raya.


Namun Raya teringat kejadian itu lagi.


"Sudah lah Raya kau tak perlu memikirkan nya lagi dia ja hat kau harus bisa melupakan nya" gumam Raya pada diri nya sendiri.


sungguh kejadian tadi siang membuat Raya tak bisa melupakan nya bahkan masih teringat jelas di kepala Raya tentang penembakan itu.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2