
Malam hari di penginapan Raya dan Rayhan tak bisa tidur bahkan sudah hampir dini hari mereka belum juga terlihat memejamkan matanya.
Rayhan saat ini sedang mengutak atik laptopnya mengerjakan suatu urusan yang belum dia selesaikan, Raya pun hanya duduk di sana melihat Rayhan bekerja.
"Raya tidurlah sudah pukul dua pagi" ucap Rayhan namun matanya fokus pada layar laptop.
"Aku belum mengantuk pak" ucap Raya.
"Mau aku kelo ni" tanya Rayhan menatap Raya dengan senyuman penuh arti.
"Lalu pekerjaan mu" tanya Raya.
"Aah ini bisa aku kerjakan besok, ayo kita tidur" ucap Rayhan.
Tanpa Raya duga Rayhan mengangkat tubuh ramping Raya dan merebahkan tubuh Raya di atas ranjang yang empuk itu, mata mereka menatap satu sama lain, membuat detak jantung Raya tak aman di buatnya.
"Ayo tidur, aku akan peluk kau dari belakang" ucap Rayhan sambil merebahkan tubuhnya di samping Raya.
Lengan Rayhan melingkar di perut Raya, membuat rasa nyaman tercipta pada tubuh Raya, Raya memejamkan matanya dan tanpa dia sadari dia langsung tidur bersama dengan Rayhan.
Pagi harinya di kediaman Rayhan, Lukas sudah berdiri di depan pintu kamar Zia karena semalaman Alena juga tidur di sana, tujuan Lukas adalah mengusir Alena karena Alena lah yang menyebabkan Zia jadi sering mabuk mabukan.
Lama Lukas menunggu akhirnya Zia dan Alena keluar juga, mereka sudah memakai pakian yang rapih.
"Non Zia mau kemana" tanya Lukas.
"Aku akan main dengan Alena" jawab Zia ketus.
"Hari ini anda bekerja dan untuk anda Nona Alena saya sudah panggil supir pribadi anda dan sekarang anda juga harus bekerja" ucap Lukas.
"Beraninya kau memerintah ku" geram Alena.
"Maaf Non Zia harua segera bekerja" ucap Lukas yang langsung menarik tangan Zia menjauh dari Alena.
"Lepas Lukas kau tak berhak memerintah ku" ucap Zia berontak.
.
Di sebuah hotel bintang lima, Dion duduk dan memikirkan rencana untuk menculik istrinya Rayhan, karena dia baru tau kalau ternyata di empat arah Rayhan berada pasti ada anak buah Rayhan yang menjaga.
Apa lagi adiknya Rayhan juga di jaga ketat, saat Dion memerintahkan anak buahnya untuk mengintai rumah Rayhan, Dion mendapat kabar kalau rumah Rayhan sangat ketat akan keamanannnya.
"Tuan sekarang adiknya Rayhan pergi ke kantor bersama dengan kaki tangan Rayhan yang sering bertemu dengan anda" ucap anak buah Dion.
"Oh ya apa ada anak buah lain yang menjaga disana" tanya Dion.
"Tidak tuan hanya itu saja" ucap Anak buahnya.
"Beri tau anak buah ku yang ada di sana untuk mengikuti mereka saat mereka lengah bawa Adiknya Rayhan ke apartemen ku" titah Dion.
"Baik tuan".
Di perjalanan Zia sangat kesal pada Lukas apa lagi Lukas sangat menyebalkan pada Zia.
"Lain kali kalau kau begin lagi tak akan aku maafkan kau Lukas" ketus Zia.
"Tuan putri yang terhormat aku sarankan kau jangan dekat dekat lagi dengan alena karena wanita itu tak bener" ucap Lukas.
"Tak bener gimana? Dia teman sekaligus sepupu aku" ucap Zia.
"Tetap saja" .
"Aku sumpahin kamu dan Alena menikah, supaya kau tau bagaimana baiknya Alena" ucap Zia marah.
"Aku harap itu tak terjadi" ucap Lukas.
Namun di tengah perjalanan, mobil yang Lukas kendarai di hadang oleh sebuah mobil yang langsung berhenti di depan mobil Lukas dengan terpaksa Lukas mengerem mobilnya secara mendadak.
"Siapa dia" gumam Lukas melihat mobil yang sudah berani menghentikan mobilnya.
"Kalau ngerem pelan pelan Lukas" ucap Zia kesal.
"Kau tetap diam di dalam mobil" ucap Lukas.
__ADS_1
Lukas keluar dan melihat siapa yang berada di mobil itu, keluarlah empat orang laki laki yang memakai jas hitam serta kaca mata hitam.
"Ada masalah apa kalian kenapa menghentikan mobilku" tanya Lukas.
"Banyak Bac*t" ucapnya yang langsung mengkeroyok Lukas yang sekarang hanya sendirian.
Sedangkan yang satu orang berjalan pada mobil Lukas dan menarik Zia keluar dari mobil itu, walau pun Zia berontak tapi tetap saja kalah tenaga karena laki laki itu sangat kuat.
"Lukas.... Tolongg.." teriak Zia pada Lukas.
"Non" ucap Lukas melihat Zia yang sekarang sudah di tangan lawan.
"Sudahlah kau menyerah saja kita sudah kalah jumlah" ucap Lawan.
"Walau pun aku kalah dalam jumlah tapi aku pastikan aku tak akan kalah dari nyali" ucap Lukas.
Bughh
Bughh
Lukas menonjok kedua lawan dengan membabi buta bahkan kedua lawan pun tumbang seketika.
Bughh.
Brakk..
Lukas mengalahkan satu lawan lagi dengan memukul hingga mendorong lawan sampai terkapar di tanah aspal, Lukas mendekat pada laki laki yang menahan Zia.
Saat Lukas hendak mendekat laki laki itu menodongkan pistol pada kepala Zia.
"Berani mendekat lagi akan aku pastikan dia mati di tempat" ancamnya pada Lukas.
"Lukas" ucap Zia ketakutan.
Lukas memutar bola matanya malas,
"Apa seperti ini cara mu, berlindung di belakang perempuan, hah pecund*ng" ucap Lukas.
Dengan cepat Lukas mendekat dan menarik Zia dari lawan dan membelakangi Zia berusaha melindungi Zia, pistol itu mengayun pada Lukas dan..
Dorrr
"Beraninya kau" ucap Lukas geram.
Bughh
Dorrr
Lukas menendang lawan dan mengambil alih pistol lawan.
Lawan sudah tergeletak tak berdaya di atas aspal jalanan.
Lukas melihat kearah sekitar ada satu sampai dua orang yang berada di sana dan ada juga yang sedang merekam aksi mereka.
Karena tak mau Zia terlibat Lukas menarik Zia masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan Rayhan untul bekerja.
"Aku harus cari orang itu" gumam Lukas.
"Lukas kau membunuhnya" tanya Zia.
"Dia masih bernafas" jawab Lukas.
"Kau jahat Lukas" ucap Zia.
"Tentu saja" ucap Lukas enteng.
Di penginapan seorang laki laki menyamar untuk masuk ke dalam penginapan yang sudah di sewa oleh Rayhan,
"Siapa" tanya satpam.
"Aku cleaning service" ucapnya pada satpam.
"Baiklah silahkan masuk" ucap Satpam.
__ADS_1
Dia masuk dengan membawa alat alat kebersihan kedalam yang dia masukan kedalam troli yang cukup besar.
Dia masuk tanpa di periksa karena cleaning service tak akan membawa apa apa, pikir satpam.
"Bod*h" gumam laki laki itu.
Dia masuk ke kamar Rayhan dan Raya, namun pintu kamarnya di kunci jadi terpaksa dia harus mengetuk dahulu kamarnya.
Tokk.
Tok..
"Siapa" tanya Raya sambil membukakan pintu, saat itu Raya baru saja bangun karena semalam bergadang jadi Raya baru saja bangun sedangkan Rayhan masih tertidur.
"Aku cleaning service" ucapnya.
"Masuklah" ucap Raya yang hendak berjalan masuk ke dalam namun laki laki itu membekap Raya dengan kain yang sudah di berikan bius di atasnya.
Seketika Raya terjatuh dan pingsan karena obat bius itu, dengan cepat dia menyeret tubuh ramping Raya dan memasukannya kedalam troli.
Dia menutupi tubuh Raya dengan kain hitam dan menumpuknya dengan peralatan kebersihan, dia kembali mendorong trolinya menuju gerbang jalan keluar.
"Kenapa balik lagi" tanya Satpam.
"Ruangannya masih bersih" jawabnya.
Tanpa satpam curigai dia langsung kembali ke dalam mobil dan langsung tancap gas dari sana dengan kecepatan penuh.
"Orang Aneh" gumam satpam.
Tiba tiba Rayhan berlari dari arah penginapan ke arah gerbang,
"Apa ada orang yang datang" tanya Rayhan.
"Ada tuan Cleaning service tapi dia sudah kembali karena katanya ruangannya masih bersih" ucap Satpam.
"Kemana dia" tanya Rayhan.
"Pergi kearah sana tuan" ucap Satpam.
"Pinjam kunci motor mu" ucap Rayhan.
"Ini tuan" ucap Satpam.
Dengan cepat Rayhan memakai motor satpam dengan kecepatan tinggi guna mengejar orang yang mengaku cleaning service itu.
"Tuan hati hati menggunakannya itu baru saja aku service" teriak Satpam.
Rayhan mengikuti mobil tertutup yang berwarna putih khas mobil untuk cleaning service,
"Aku pastikan kalian akan menyesal" gumam Rayhan.
Sedangkan di dalam mobil dua orang anak buah Dion sedang tertawa karena berhasil membawa istrinya Rayhan, bahkan mereka sudah pastikan kalau Dion akan memberikan mereka bonus karena berhasil menyelesaikan misi mereka.
"Kita berhasil sekarang" ucap anak buah Dion.
"Hahaha kau tau Rayhan itu sangat bod*h, dia ceroboh dan sangat payah" ucapnya.
"Ya tapi apa Rayhan tau kau membawa istrinya" tanya nya.
"Tentu tidak aku bisa mengatasi hal itu".
Namun Rayhan mengikuti mobil itu dari arah belakang, dengan memakai kaos warna coklat polos dan celana bahan berwarna hitam, anak buah Dion tak tau kalau itu Rayhan.
Karena yang semua orang tau seorang Rayhan tak pernah keluar dengan pakaian biasa dia selalu saja memakai jas kebangaannya yang mahal.
"Lihat kau mengenal penguna motor di belakang itu" tanya anak buah Dion.
"Tidak, aku tak bisa melihat wajahnya karena dia memakai helm".
"Aku rasa dia sedang mengikuti kita".
"Mana ada itu hanya sebuah motor saja mungkin kang ojeg".
__ADS_1
Dari arah belakang Rayhan anak buah Rayhan sudah siap untuk menyerang lawan, saat Rayhan baru keluar dari penginapan dengan cepat Anak buah Rayhan mengikuti dan ternyata anak buah Rayhan baru tau kalau istri Rayhan di culik.
Bersambung..