Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 81


__ADS_3

"Mafia" gumam Topan.


"Oh kau belum tau ya, kasihan" ucap dion tertawa keras di hadapan Topan dan Nita yang sekarang masih di ikat.


"Jangan mengada ngada kamu" ucap Nita membela anak sulungnya.


"Nyonya Wijaya aku tak mengada ngada tanyakan saja pada anak kesayangan mu itu" ucap Dion.


"Jangan dengarkan di mas" ucap Nita.


"Hahaha kalian keluarga baik ternyata tapi sayang anak mu yang itu melenceng dari prinsip kalian" ucap Dion tertawa.


"Lakban kembali mulut Nyonya Wijaya" titah Dion pada anak buahnya.


"Baik tuan" ucap anak buahnya.


"Jangan sakiti istri ku" ucap Topan.


"Kau tenang saja" ucap Dion.


Malam harinya Dion masih berada di gudang tempat Topan dan Nita di sekap,


Karena sekarang anak buahnya akan menyerang kediaman Rayhan karena menurut informan Dion rumah itu tak ada yang jaga.


Dion menunggu di sana dengan sangat tenang karena ingin membuat Rayhan hancur sehancur hancurnya dengan menculik semua keluarganya.


Sedangkan di sisi lain Rayhan tak henti hentinya mencari kedua orang tuanya walau pun Rayhan tau mereka tak akan menemukannya.


Rayhan menatap jalanan yang sangat sepi karena sekarang sudah pukul 12 malam, Rayhan melihat anak buahnya yang satu mobil dengannya.


Mereka terlihat sangat mengantuk bahkan penampilan mereka kacau karena kecapean sejak tadi sore mencari orang tua Rayhan yang hilang.


Sedangkan di kediaman Rayhan.


Dorr


Suara tembakan terdengar jelas di setiap telinga bahkan Raya dan Julia yang masih tidur pun langsung bangun karena mendengar hal itu.


"Ada apa" tanya Raya.


"Mereka berkelahi di luar" ucap Rega.


"Apa" tanya Raya terkejut.


Saat ini ada seseorang yang mencoba mendobrak pintu rumah Rayhan,


"Ray bagaimana ini" tanya Julia.


"Kalian tenang" ucap Raya.


"Kak kita ke ruang bawah tanah saja" ucap Zia.


"Ruang bawah tanah" gumam Raya.


"Memang ada" tanya Raya lagi.


"Ada kak aku lama tinggal di rumah ini jadi aku tau" ucap Zia.


"Ayo Ray kita ikut saja" ucap Julia.


"Ayo" ucap Raya.


Mereka ber empat berjalan menuju pintu ruang bawah tanah karena mereka akan sembunyi dari ancaman musuh itu.


Jalan menuju ruang bawah tanah itu sangat lah sempit bahkan mereka berdesak desakan untuk masuk apa lagi jalan nya licin.


Raya baru sadar kalau Bi Ratna masih ada di dalam.


"Rega panggilkan Bi Ratna dia masih di kamarnya" ucap Raya.


"Tapi kak aku takut" ucap Rega.


"Ck ya ampun Rega ayo lah panggil Bi Ratna kamu laki laki" ucap Julia.


"Tapi aku takut" ucap Rega yang terkesan sangat penakut dan laki laki pa yah.


"Lalu sekarang bagai mana" tanya Zia.


"Tak apa lah aku saja yang panggilkan" ucap Raya.


"Tapi kakak ipar aku tak bisa bayangkan kalau mereka menemukan tempat persembunyian kita" ucap Zia.


"Kau tenang saja" ucap Raya yang langsung keluar dari sana.


Raya langsung keluar dari ruang bawah tanah itu, Raya mencoba mencari Bi Ratna yang sekarang berada di kamarnya.


Namun ada seorang laki laki anak buah Dion memegang pundak Raya, replek saja Raya menatap ke arah belakang.


"Akhirnya kau ketemu juga" ucapnya.


Raya mendorong orang itu, saat Raya hendak lari dia langsung menghadang Raya.


Sedangkan di ruang bawah tanah Zia merasa sangat cemas pada kakak iparnya itu.


"Aku akan menemui kakak, kalian tunggu lah di sini" ucap Zia.

__ADS_1


"Tapi kak Zia" ucap Julia.


"Ya Nona jangan" ucap Rega.


"Tapi aku takut kakak kenapa kenapa" ucap Zia yang langsung keluar dari ruangan bawah tanah.


"Ini gara gara kau, kenapa kau tak mau keluar lihat jadi Raya dan kak Zia keluar" gerutu Julia pada Rega.


"Ya maaf" ucap Rega.


Zia keluar dia melihat seorang laki laki yang mencoba membawa Raya, Zia mencari sesuatu untuk memukulnya, Zia melihat sebuah tongkat kasti yang berada tak jauh dari sana.


Zia mengambilnya dengan perlahan, dan mendekat pada Laki laki yang sedang berusaha membawa Raya itu.


Dengan perlahan lahan Zia memu kul orang itu dengan tongkat kasti itu.


Bughh


Seketika orang itu terjatuh ke lantai dan pingsan, Zia membawa Raya.


"Kau tak apa apa kak" tanya Zia.


"Zia orang itu" tanya Raya.


"Jangan cemas dia hanya pingsan saja" ucap Zia menatap pada laki laki yang sudah terkapar itu.


"Ayo kita bawa Bi Ratna" ucap Zia.


Mereka berdua menuju kamar Bi Ratna dan benar saja Bi Ratna ada disana, dan sedang bersembunyi mungkin ketakutan mendengar suara tembakan.


"Bi ayo" ucap Raya.


Bi Ratna ikut menuju ruang bawah tanah, saat itu musuh sudah masuk ke dalam kediaman Rayhan dan untungnya mereka sudah menutup kembali pintu rahasianya.


Dorr


Bugh


Suara pukulan dan tembakan terdengar sampai ke ruang bawah tanah.


"Kakak ipar coba hubungi kak Rayhan" bisik Zia.


"Ya Raya" bisik Julia.


Berdesak desakan di tempat sempit membuat mereka ber lima merasa pengap dan bahkan kehabisan udara.


Drtt drtt


Ponsel Rayhan berbunyi dan Rayhan mengambilnya, Rayhan melihat siapa yang sekarang sedang menelponnya itu.


📞📞


"Pak Ray dimana" tanya Raya ber bisik pada Rayhan.


"Raya ada apa" tanya Rayhan.


"Pak Ray ada orang yang menyerang rumah kita" ucap Raya.


"Oh ya, aku akan kesana" ucap Rayhan.


📞📞


"Gawat" ucap Rayhan.


"Ada apa tuan" tanya Lukas yang sekarang duduk di samping Rayhan.


"Ada musuh yang menyerang rumah" ucap Rayhan.


"Apa lalu bagai mana dengan Nona" tanya Lukas.


"Aku tak tau, ayo kita pulang sekarang" ucap Rayhan yang langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Di perjalanan ada saja masalah yang menghadap pada Rayhan, tiba tiba saja mobil Rayhan langsung berhenti.


"Arrgg mobil si al an kenapa berhenti di tengah jalan begini" gerutu Rayhan sambil memukul stir mobilnya.


"Tuan bensinnya habis" ucap Lukas.


"Ck kenapa aku sampai lupa isi bensin" gerutu Rayhan sambil kesal.


"Tuan aku akan pesan kan taksi online" ucap Lukas.


"Apa malam begini ada" tanya Rayhan.


"Kita coba saja tuan" ucap Lukas yang langsung mengutak atik ponselnya memesan taksi online di jam 12 malam.


"Ada" tanya Rayhan.


"Belum tuan" ucap Lukas.


"Memesan taksi online di malam hari itu gak gampang Lukas apa lagi sekarang keadaan malam sangat sepi" ucap Rayhan.


Rayhan mengambil ponselnya untuk melihat cctv yang berada di luar rumah Rayhan, Rayhan melihat dan benar saja anak buah dan musuhnya sedang berkelahi bahkan anak buah Rayhan banyak yang tumbang.


"Berapa orang anak buah yang berjaga di rumah" tanya Rayhan dingin.

__ADS_1


"Sekitar delapan orang tuan" jawab anak buah yang lain.


"Pantas saja kita kalah" ucap Rayhan.


Rayhan sangat geram sekarang apa lagi saat dia melihat rekaman cctv di rumah semua anak buah Rayhan sudah kalah.


Taksi datang kesana.


"Dengan bapak Lukas" tanya supir taksi online itu.


"Ya" ucap Lukas.


"Ayo tuan taksi nya sudah datang" ucap Lukas.


"Baiklah ayo" ucap Rayhan yang langsung keluar dari mobil.


"Kalian bawa mobil ini pulang" ucap Rayhan pada anak buah nya yang berada di mobil Rayhan.


"Baik tuan" ucap anak buah Rayhan.


Setelah masuk kedalam taksi Rayhan menghubungi anak buahnya yang sedang mencari.


📞📞


"Kalian ikutlah ke rumah ku" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucapnya.


📞📞


Setelah lama menempuh perjalanan karena sekarang malam hari jadi dengan leluasa pak supir itu melajukan mobilnya menuju kediaman Rayhan.


Sedangkan di kediaman Rayhan sekarang para musuh sudah berhasil menumbangkan anak buah Rayhan, bahkan musuh pun sudah menghancurkan isi di dalam rumah Rayhan.


Terlihat di cctv kalau musuh mencari cari Raya namun mereka tak menemukannya, karena tak menemukan juga, musuh akhirnya pulang dengan membawa temannya yang sempat tumbang.


Di rumah Rayhan hanya tersisa anak buah Rayhan yang semuanya sudah tergeletak di lantai bahkan ada juga yang berada di tanah.


"Lihat Lukas anak buah kita kalah dan musuh menang" ucap Rayhan.


"Tuan kita masih ber syukur karena non Raya tak di bawa oleh mereka" ucap Lukas.


"Lalu dimana non Raya bersembunyi" tanya Lukas.


"Di ruang bawah tanah" jawab Rayhan.


"Oh ya sangat pandai sekali" ucap Lukas.


Rayhan berhenti di pekarangan rumah Rayhan dan benar saja rumahnya hancur.


"Kalian semua bawa mereka semua ke markas dan panggil kan dokter secepatnya" titah Rayhan pada anak buah nya yang baru saja datang kesana.


"Tuan benar saja anak buah kita kalah" ucap Lukas.


Semua anak buah Rayhan membawa yang lain yang sekarang sudah terkapar di lantai, mereka memiliki luka yang cukup parah mungkin musuh menggunakan senjata tajam.


Setelah selesai membawa anak buah yang tumbang ke markas, Rayhan dan Lukas masuk kedalam rumah, dan benar saja rumah Rayhan hancur berantakan tak lain bak kapal yang baru saja pecah.


Rayhan berjalan ke pintu rahasia menuju ruang bawah tanah sedangkan Lukas dia membantu membereskan perabotan rumah Rayhan yang sekarang berantakan.


Rayhan membuka pintu itu, dan saat Rayhan membukanya ada Zia yang berada di sana namun mata zia ter pejam.


"Zia" panggil Rayhan yang baru saja membuka pintu rahasia menuju ruang bawah tanah.


Mata Zia ter buka dan langsung melihat kakaknya yang sekarang sudah berada di hadapannya.


"Kak syukurlah kau datang, kau tau kak aku sangat takut" ucap Zia.


"Dimana yang lain" tanya Rayhan.


"Kakak ipar ada di dalam" ucap Zia.


"Kak ada kak Rayhan keluarlah" teriak Zia.


Mereka semua keluar dari ruang bawah tanah dan benar saja ada Rayhan disana, Raya langsung memeluk suaminya itu karena akhirnya Raya bisa bernafas bebas.


"Kau datang pak Ray" tanya Raya.


"Ya aku datang" ucap Rayhan.


"Baiklah Bibi akan buatkan teh hangat" ucap Bi Ratna.


"Kami tunggu di ruang tamu Bi" ucap Rayhan.


Semuanya kumpul di ruang tamu, jujur saja sebenarnya Rayhan tak ingin melakukan ini apa lagi menikmati segelas teh sedangkan orang tuanya sedang di tawan.


"Bagai mana selanjutnya tuan" tanya Lukas.


"Aku belum punya rencana" ucap Rayhan.


"Kita akan tunggu sampai besok" ucap Lukas.


"Ya itu ide baik" ucap Rayhan.


"Panggilkan anak buah yang lain kita istirahat saja sekarang" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Lukas yang langsung menghubungi anak buah Rayhan untuk istirahat dulu saja karena pencarian akan di lanjutkan besok.


__ADS_2