Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 50


__ADS_3

Hari ke hari Rayhan semakin sembuh dari lukanya dan hari ini Rayhan akan melakukan aktifitasnya seperti biasa, walau pun belum sampai satu minggu Rayhan istirahat tapi kata Dokter kalau lukanya sembuh maka Rayhan sudah bisa bekerja lagi.


"Kak aku akan berangkat bareng Lukas" ucap Zia pada kakaknya.


"Ya" ucap Rayhan.


Saat ini Raya sedang membuatkan bekal untuknya dan untuk Rayhan, hanya roti dan selai coklat yang Raya bekal untuknya dan nasi serta lauk pauknya untuk Rayhan.


"Aku harap pak Ray tak makan di luar" ucap Raya menyerahkan bekalnya pada Rayhan.


"Terima kasih" ucap Rayhan namun pandangannya tetap pada layar ponselnya.


Raya menatap pada suaminya itu, ada rasa cemburu di hati Raya karena pesan Rayhan pada Alena itu apa lagi Rayhan mengkhususkan satu ponsel untuk menghubungi Alena.


"apa kau sangat sibuk pak Ray" tanya Raya.


"Hem" jawab Rayhan singkat.


"Ayo berangkat nanti terlambat" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana sambil menenteng tas kerjanya dan meninggalkan bekal yang sudah Raya buatkan.


Raya membawa bekal itu,


"Secantik apa Alena itu" gumam Raya.


Raya berfikir kalau Rayhan sekarang sedang berbalas pesan dengan Alena padahal kenyataanya Rayhan sekarang sangat sibuk karena pekerjaanya dia tinggalkan selama empat hari ini.


"Bisakah kita berangkat sekarang" tanya Raya karena sejak tadi Rayhan hanya menatap saja layar ponselnya saja padahal mereka sudah di dalam mobil dan siap berangkat.


"Pegang ponselku tolong bacakan jika ada pesan" titah Rayhan sambil mengemudikan mobilnya.


Satu buah notif masuk ke ponsel Rayhan dengan cepat Raya melihatnya.


{ Aku akan usahakan bekerja lembur, asalkan dengan tuan Rayhan apa pun saya mau } pesan dari Sekertaris Jeni.


"Ck genit sekali" gumam Raya.


"Kau bilang apa" tanya Rayhan.


"Tak ada, ini pesan dari sekertaris Jeni katanya dia akan lembur kalau bersama dengan Tuan Rayhan" ucap Raya.


"Tolong balaskan selamat bertemu di kantor" ucap Rayhan.


Raya langsung mengetik walau pun hatinya sangat cemburu melihat percakapan ini.


Raya semakin penasaran pada posel Rayhan apa lagi sekarang ponsel Rayhan berada di tangannya.


Raya menscrool aplikasi hijau punya Rayhan, tak ada hal yang aneh hanya percakapan dengan para kliennya yang ada di sana.


Raya tercengang melihat nama kontaknya pada ponsel Rayhan.


"Bocah mes*m" gumam Raya.


"Pak Ray" ucap Raya marah.


"Ya" tanya Rayhan pada Raya sedangkan matanya fokus pada jalanan.


"Kenapa nama kontak ku Bocah Mes*m" tanya Raya.


"Hah dari mana kau tau" tanya Rayhan menatap Raya yang sedang memegang ponselnya.


"Aku lupa Ray" ucap Rayhan.


"Lupa bagaimana? Kau hanya tinggal mengubahnya saja" ucap Raya.


"Baiklah kau ubah saja sendiri, terserah kau mau nama apa untuk mu bebas" ucap Rayhan.


Raya memajukan bibirnya.


"Padaku saja gak romantis tapi pada Alena" batin Raya mengingat kembali pesan Rayhan pada Alena.


"Raya dua hari lagi aku akan pergi ke Bali, apa kau mau ikut sekalian Honey Moon kalau kau mau ikut aku akan beri tau dosen mu" ucap Rayhan.


"Wah benarkah, aku mau pak" ucap Raya antusias.


"Ya, turunlah aku sudah terlambat" ucap Rayhan saat sudah sampai di kampus Raya.


Setelah memastikan kalau Raya keluar Rayhan langsung tancap gas menuju ke perusahaannya yang sudah Rayhan pastikan kalau banyak sekali pekerjaan yang sudah menunggu Rayhan.


Sesampainya di perusahaan Rayhan langsung di suguhi oleh pemandangan karyawannya yang menghormat padanya.


"Bisakah kalau kalian bertemu dengan ku bersapa saja, jangan berlebihan begini" ucap Rayhan melihat karyawanya yang menunduk.


"Baik tuan".


"Sekertaris Jeni, aku tunggu kau di ruangan ku" ucap Rayhan pada sekertarisnya.


"Baik tuan" ucap Jeni.


Dengan sumbringah Jeni berjalan mengikuti Rayhan, karena dalam pikirannya adalah Rayhan suka pada nya padahal Rayhan sudah punya istri.

__ADS_1


"Tuan apa kita jadi ke Bali" tanya Jeni.


"Jadi dua hari lagi kan" tanya Rayhan.


"Ya jangan sampai lupa ya, Ku akan ingatkan jika kau lupa" ucap Jeni dengan nada manja.


Rayhan menandatangani berkas yang berada berada di atas mejanya.


"Ambil ini dan pergilah dari ruangan ku" ucap Rayhan.


"Tuan kau mengusir ku" tanya Jeni.


"Mau apa kau lama lama di sini, apa kau mau aku pecat karena bolos di jam kerja" ucap Rayhan sambil memijat keningnya pusing.


"Tuan mau aku pijatkan" ucap Jeni yang langsung mendekat pada Rayhan dan berdiri di belakang Rayhan hendak memijat kening Rayhan.


Namun Rayhan langsung bangkit dari duduknya dan menjauh dari Jeni.


"Kau mau apa" tanya Rayhan dengan nada marah.


"Mau memijat mu" ucap Jeni.


"Apa kau tak malu karena berani menyentuh suami orang" ucap Rayhan.


"Suami orang? Jadi kau sudah" ucap Jeni tak melanjutkan ucapannya.


"Ya aku sudah menikah, pergilah aku mau sendiri" titah Rayhan.


"Saya permisi tuan" ucap Jeni yang langsung pergi dari sana meninggalkan Rayhan dengan rasa kekecewaan.


"Berani sekali dia" gumam Rayhan.


Sedangkan di sebuah kampus tempat Raya menuntut ilmu, sudah ada tiga gadis yang cantik tengah duduk di bangku kantin karena jam kelas belum masuk.


"Dua hari lagi aku akan Honey Moon" ucap Raya.


"Oh ya selamat" ucap Rahma.


"Kau sangat beruntung" ucap Julia.


"Tapi aku ada pertanyaan" ucap Raya.


"Apa" serempak.


"Apa yang di lakukan saat Honey Moon" tanya Raya heran.


"Apa ya" ucap Rahma berfikir.


"Bagaimana cara kami melakukannya" tanya Raya.


"Kau diam saja Raya, biarkan Mas Rayhan yang melakukannya" ucap Julia.


"Tapi Jul dia sangat tak peka, bahkan saat aku pakai lingrie pun dia malah bertanya kenapa memakai baju begini" ucap Raya.


"Oh kalau begitu kita harus tanya pada tanteku" ucap Rahma.


"Jangan pada tante kamu aku malu Rah, kita tanya pada yang lain saja" ucap Raya.


"Tanya saja pada Google" ucap Julia.


"Memang ada" tanya Rahma dan Raya.


"Tentu saja" ucap Julia.


"Ah jangan masa kita tanya pada mesin" ucap Rahma.


"Lalu bagaimana" tanya Julia sambil berfikir.


"Tunggu aku tau sesuatu, aku pernah membaca Novel yang di dalamnya ada adegan making love nya" ucap Julia.


"Apa saja yang kamu baca" tanya Raya antusias.


"Hanya sebuah adegan ciuman kesana nya aku gak baca karena penulisnya langsung gak update lagi" ucap Julia.


"Sayang sekali padahal aku sangat ingin tau" ucap Raya.


"Kita mulai saja dengan membeli baju lingrie yang ***** untuk mu" ucap Rahma.


"Ayo" ucap Raya.


"Tidak aku tak akan ikut" ucap Julia.


"Ayolah Jul aku yang akan mentraktir kalian" ucap Raya.


"Tidak Raya aku malu, kalian banyak uang sedangkan aku hanya mendapat traktiran saja dari kalian" ucap Julia.


"Jul kita kan teman ya kan Rah" tanya Raya.


"Ya Jul kenapa merasa gak enak begitu kita teman jadi jangan perhitungan" ucap Rahma.

__ADS_1


"Aku juga ingin menjadi kaya" ucap Julia.


"Jul kamu harus percaya Rezeki itu datang dari mana saja" ucap Raya.


"Ya" ucap Julia.


Mereka bertiga pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari kampus mereka bahkan hanya dengan jalan kaki saja langsung sampai.


Mereka masuk ke sebuah toko yang menyediakan perlengkapan pakian lengkap, Raya sudah pernah kesana saat bersama dengan Zia tempo lalu jadi Raya tau tempat Lingrie.


"Tempatnya di sana" ucap Raya pada kedua temannya.


"Yasudah ayo" ucap Julia.


Rahma dan Julia memilih baju Lingrie yang pantas di tubuh Raya sedangkan Raya hanya melihat lihat deretan lingrie yang sama yang tempo lalu dia beli.


"Aku kemarin membeli ini" ucap Raya.


"Raya lihat baju ini panjang bahkan hampir menutupi semuanya" ucap Julia.


"Lihat yang ini" ucap Rahma sambil memperlihatkan baju lingrie yang sangat ngetat dan ***** apa lagi bahannya juga bolong bolong seperti saringan kopi.


Julia menggeleng.


"Ini gak bagus Rahma, lihat bahkan bolong bolong begini" ucap Julia.


"Lihat ini" ucap Raya memperlihatkan baju tidur yang terbelah sehingga kalau Raya memakainya maka perutnya akan terlihat tetapi baju itu di lengkapi dengan baju panjang yang menutupinya.


"Jika kau memakai itu suami mu gak akan tergoda Ray" ucap Julia.


"Ya tapi buat hari hari biasa saja, bagus kan" ucap Raya menjajarkan tubuhnya dengan baju itu.


"Bagus, tapi kita cari yang lain" ucap Rahma.


Setelah setengah jam memilih milih pakaian akhirnya mereka mendapatkan juga apa yang mereka inginkan, bahkan Raya juga membelikan Rahma dan Julia yang couple agar sama.


"Terima kasih pakiannya Ray" ucap Julia.


"Tak masalah" ucap Raya.


"Kita pulang saja yu, lagian gak ada jadwal kelas juga kan" ucap Rahma.


"Ya lebih baik aku kerja saja" ucap Julia.


"Baiklah ayo, aku juga akan pulang ke kantor pak Ray" ucap Raya.


Mereka semua berpisah di kampus itu karena arah jalan mereka berbeda jadi mereka berpisah disana, sebelum naik taksi Raya sudah membayar taksi punya Julia.


Raya menatap jalanan menuju kantor Rayhan, Raya sangat ingin menjadi istri yang baik untuk Rayhan apa lagi meluluhkan hati Rayhan sangat lah susah bagi Raya.


"Di sini saja pak" ucap Raya yang langsung turun dan masuk kedalam ruangan Rayhan dengan menenteng tiga paper bag.


"Pak Ray" ucap Raya yang langsung masuk kedalam ruangan suaminya.


"Raya, sedang apa kau di sini? Kenapa tak kuliah" tanya Rayhan terkejut karena melihat istrinya ada di sana.


Sedangkan Raya menatap pada seorang wanita yang ***** yang berada di ruangan Rayhan, bahkan bisa Raya pastikan kalau mereka sedang bekerja sama.


"Masuklah dan duduk" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Raya memajukan bibirnya kesal pada Rayhan.


"Kau keluar lah" titah Rayhan pada sekertaris Jeni yang sedang berdiskusi dengannya.


"Tapi tuan kita belum selesai" ucap Jeni.


"Pergilah pada Lukas dan selesaikan pembicaraan tadi" ucap Rayhan.


"Saya permisi" ucap Jeni yang langsung pergi dari sana.


Rayhan mendekat pada Raya yang sekarang sedang duduk di sofa dengan bibir yang cemberut,


"Kau marah" tanya Rayhan.


"Tidak" ucap Raya singkat.


"Belanja apa" tanya Rayhan.


"Tidak belanja apa apa" jawab Raya.


"Boleh aku lihat" tanya Rayhan yang hendak mengambil paper bag yang berada di atas meja.


"Jangan ini punya ku, isinya hanya C d*" jawab Raya sambil merebut paper bag dan menaruhnya di samping tempat duduknya.


"Yasudah" ucap Rayhan sambil tersenyum tipis.


"Pak Ray, maaf aku belanja menggunakan uang mu" ucap Raya merasa tak enak pada Rayhan.


"Tak masalah itu kan uang mu juga" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Aku akan selesaikan pekerjaan ku dulu" ucap Rayhan kembali ke meja kebesarannya.


Bersambung...


__ADS_2