
Rayhan bekerja di ruangannya tapi Rayhan tak Fokus pada pekerjaannya karena dia terus saja melihat Foto laki laki yang bernama Dion yang menjadi dalang di balik hancurnya keluarga kecilnya.
Rayhan mencari Dion adinata yang sekarang sedang buming di media karena pencapaiannya yang sangat banyak bahkan sering kali menjadi perbincangan hangat di televisi.
"Memang tak mirip tapi aku rasa dia orangnya" pikir Rayhan.
"Kakak" suara cempreng Aziya membuyarkan lamunan Rayhan.
"Apa" sentak Rayhan.
"Kakak aku sudah memberikan pesan pada Mamah dan papah kalau kakak akan datang kesana dan membawa calon istri kakak minggu depan, dan kau tau mamah sangat senang dengan kabar ini" ucap Aziya.
"Apa" pekik Rayhan tak percaya.
"Kau kenapa tak bicara dulu padaku bahkan aku tak punya pacar" ucap Rayhan.
"Kakak dulu kau bawa wanita ke rumah dan itu pasti pacarmu kan" ucap Aziya.
"Bukan dia teman Kakak" ucap Rayhan.
"Mana ada Kakak punya teman wanita, aku tau teman kakak hanya Kak Iqbal dan kak Elpan saja" ucap Aziya.
"Sudah diam aku akan membawanya minggu depan" ucap Rayhan mengalah saja.
"Yeayy akhirnya aku akan segera menikah" batin Aziya.
Rayhan mengambil ponsel rahasianya yang hanya dia gunakan untuk menghubungi alena.
{ Al apa lamaran itu masih berlaku } pesan Rayhan pada alena.
{ untukmu masih berlaku tuan Ray } balas Alena dengan cepat.
{ Baiklah aku akan segera menemui orang tuamu } balas Rayhan.
"Yeayyy aku akan segera menikah" ucap Alena girang di dalam ruangannya karena akan menikah dengan Rayhan laki laki yang dia idamkan.
Alena langsung menghubungi Ayahnya yang sekarang ada di kanada.
📞📞
__ADS_1
..."Dad datanglah kemari ada laki laki yang akan melamarku" ucap Alena girang....
..."Benarkah akhirnya ada juga yang mau menikah dengan putri Dady yang cantik ini" ucap Ayahnya Alena....
..."Datanglah kemari Dad" ucap alena....
..."Siap putri Dad yang cantik" ucap Ayahnya....
📞📞
Sedangkan Rayhan malam harinya dia datang ke markas besar Tiger Group karena selama beberapa hari ini Rayhan tak datang kesana.
Rayhan duduk di kursi kebesarannya, Rayhan menyerahkan tugasnya pada Lukas jadi Lukas siang hari akan bekerja di perusahaan Rayhan dan malam harinya dia akan datang kesana.
Maka dari itu di usianya yang sudah 29 tahun Lukas belum juga menikah, bahkan dia tak punya pacar karena sangking sibuknya bekerja pada Rayhan.
Namun Lukas pun mendapat gaji yang sangat banyak dari Rayhan karena kerjanya yang rapih dan bagus Lukas juga sudah Rayhan anggap sebagai saudaranya sendiri.
Rayhan melihat keadaan markasnya yang semakin hari semakin besar dan berkembang sangat pesat, namun hal itu yang membuat Rayhan sedih saat dia sukses orang tuanya bahkan tak mau menikmati harta yang sudah Rayhan peroleh dengan kerja kerasnya.
Bukan tak menikmati tetapi Topan dan Nita tak mau menghabiskan harta anaknya yang dia kumpulkan sendiri bahkan Rayhan dan Aziya tak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya karena masalah yang menimpanya itu.
"Tuan ada orang yang ingin bertemu dengan anda" ucap anak buah Rayhan.
"Dia seorang wanita tuan" ucap anak buah itu.
"Wanita siapa" tanya Rayhan.
"Kakak" teriak Aziya yang datang kesana, Rayhan menatapnya malas.
"Dari mana kau tau kalau aku ada di sini" tanya Rayhan pada Zia.
"Dia adikku, biarkan saja dia" ucap Rayhan pada anak buahnya.
"Baik tuan" ucap anak buah itu yang langsung pergi dari sana.
"Ya ampun kak, tadi aku ada di belakang mobil yang kamu kendarai aku ketiduran dan saat aku bangun aku melihat kau masuk kesini, tapi saat aku mau masuk orang itu tak memperbolehkan aku masuk" ucap Aziya menunjuk anak buah yang tadi.
"Oh ya kak punya siapa gedung tua ini" tanya Aziya menatap ke sekitar bangunan itu.
__ADS_1
"Kau tak berhak tau" ucap Rayhan ketus pada adiknya itu.
"Ck dasar kakak pelit" gerutu Zia sambil memonyongkan bibirnya.
"Maaf tuan saya terlambat" ucap Lukas menundukan kepalanya.
"Tak apa, Lukas kita pulang saja lagian semua senjata juga sudah di kirimkan bukan" ucap Rayhan.
"Ya tuan, mereka mengabari saya kalau senjata itu sudah hampir sampai" ucap Lukas.
"Dengar, kalian semua pulang lah istirahat karena besok kita akan bekerja lagi" teriak Rayhan pada semua anak buahnya.
"Baik tuan" serempak.
Semua anak buah Rayhan berhamburan keluar karena akan pulang ke rumahnya masing masing namun ada dua orang anak buah yang tak pulang.
"Apa kalian tak akan pulang" tanya Rayhan.
"Tuan ijinkan saya menginap di sini" ucap Anak buah itu.
"Kami tak punya rumah tuan, hanya markas ini yang menjadi tempat tidur kami" ucapnya lagi.
Keduanya memohon pada Rayhan.
"Baiklah kalian boleh menginap di sini, aku akan menambah gaji kalian" ucap Rayhan.
"Terima kasih tuan" ucap anak buah itu.
Rayhan memastikan kalau tak ada senjata yang tersisa disana karena akan bahaya kalau ada senjata yang tertinggal.
Semua aman Rayhan pulang dengan Lukas dan Aziya.
"Hey Lukas kenapa kau mau bekerja pada kakak, kau tau kan kalau kakak itu jahat dan suka memerintah" ucap Zia blak blakan di depan Rayhan.
"Tapi saya suka bekerja dengan tuan" ucap Lukas.
"Ck kau sama saja padahal nyawa mu bisa saja tiada karena bisnis hitam ini" ucap Aziya.
"Diam kau, kau menghina ku dan menghina pekerjaan aku tapi kau ikut menghabiskan uang dari hasil bisnis hitam ku ini" ucap Rayhan ketus.
__ADS_1
"Jangan salah kak aku tak tau uang itu dari mana bahkan aku baru tau sekarang, jadi aku tak salah kan" ucap Aziya.
"Terserah" gumam Rayhan malas.