Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 59


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya Lukas pun kembali lagi ke kantor Rayhan karena pekerjaanya sangat banyak sekarang, bahkan Lukas pun melihat kembali sosial media dan tak ada lagi video tentangnya.


Bahkan orang itu pun sudah klarifikasi tentang video itu, dia menyebutkan kalau Video itu hanya lah setingan dan katanya lagi kalau Video itu adalah video seseorang yang lagi syuting Film.


Lukas cukup aman karena hanya di gertak saja dia langsung ketakutan dan langsung menghapus semuanya.


"Aku harus fikirkan lagi siapa yang menyuruh menculik Non Zia dan Non Raya" gumam Lukas.


Sedangkan di penginapan, Rayhan sudah menunggu Raya sadarkan diri namun sudah hampir satu jam belum juga sadar.


"Sebanyak apa mereka memberikan obat bius itu sampai sekarang Raya ku belum juga sadar" ucap Rayhan.


Rayhan menunggu lagi dengan membaringkan dirinya di samping Raya, Rayhan menatap pada langit langit kamar penginapan itu.


Mata Raya perlahan terbuka dan dia melihat Rayhan berbaring di sampingnya.


"Pak Ray" tanya Raya sedang suara pelan.


"Kau sadar sayang" tanya Rayhan.


"Aku kenapa pak" tanya Raya.


"Kau baik baik saja" ucap Rayhan.


Rayhan mengambil air minum dan memberikannya pada Raya untuk Raya minum,


"Pak Ray aku merasa tadi aku mimpi hal yang aneh" ucap Raya.


"Jangan di pikirkan lagi Raya, kau tau kan kalau mimpi itu bunga tidur" ucap Rayhan.


"Ya tapi ini terasa sangat nyata" ucap Raya.


"Sudah istirahatlah" ucap Rayhan.


**


Sedangkan di sisi lain tepatnya di hotel bintang lima, Dion sedang beristirahat bersama dengan istri mudanya.


Anak buah Dion berjalan masuk kedalam kamar hotel Dion,


"Permisi tuan ada kabar yang kurang mengenakan tuan" ucap anak buahnya.


"Apa beri tau aku" ucap Dion.


"Kedua anak buah tuan yang kita tugaskan untuk menculik Istrinya Rayhan, mereka te was karena mobil yang mereka kendarai meledak di pinggir jalan.


"Baguss" ucap Dion sambil bertepuk tangan.


Anak buahnya heran melihat sikap tuannya itu, bukannya marah dia malah bertepuk tangan seolah merayakannya.


"Tapi tuan" ucap anak buahnya lagi.


"Apa? Sudah jelas kan mereka berhasil menculik Istrinya Rayhan dan sudah bisa kita pastikan kalau istri nya Rayhan pun ikut dalam kebakaran itu" ucap Dion.


"Tidak tuan istrinya Rayhan berhasil lolos karena yang kita dengar dari saksi mata kalau anak buah kita di tembak oleh beberapa orang dan orang itu mengeluarkan seorang wanita dari mobil sana dan pergi dengan cepat" ucapnya.


"Apa" pekik Dion terkejut mendengar kebenaran itu.


"Benar tuan" ucapnya.


"Dasar tak be cus tak ber guna, kalian aku bayar untuk menyelesaikan masalah ku bukan menambah kan masalah, dasar Be de bah kau tak tau di untung" ucap Dion marah marah sambil melempar semua barang barang pada anak buahnya itu.


"Tuan saya permisi" ucap anak buahnya memilih aman saja.

__ADS_1


"Awas kau Rayhan tak akan aku biarkan kau menang" geram Dion.


"Tenang mas, kau kan berteman dengannya kau bisa kan hancurkan dia dengan perlahan" ucap wanita yang di duga istri mudanya Dion.


"Apa maksudmu" tanya Dion.


"Ck mas kau kan bergabung dengan perusahaanya, kenapa kau tak hancurkan saja dia secara perlahan contohnya ambil uang perusahaanya lalu setelah semua di ambil batalkan perjanjian itu" ucapnya.


"Uhh Honey kau sangat pintar tak menyesal aku menikahi wanita cantik seperti mu" ucap Dion memuji istrinya.


"Lihat saja Rayhan aku akan menghancurkan mu" ucap Dion.


"Bo doh atur kepulangan ku besok" titah Dion pada anak buahnya.


"Baik tuan".


"Mas kenapa pulang besok" tanya wanita itu.


"Ya karena mulai besok mas akan jalankan misi ini pada Rayhan" ucap Dion.


**


Rayhan berniat membawa Raya jalan jalan sore ini, karena Rayhan takut kalau Raya mengingat kejadian tadi siang jadi Rayhan terpaksa membawa Raya keluar padahal Rayhan tau kalau di luaran sana tak aman bagi mereka.


"Kita akan jalan jalan kemana pak" tanya Raya.


"Kemana saja asalkan kau senang" ucap Rayhan.


"Ya terima kasih" ucap Raya.


Rayhan mengajak Raya ke pantai yang tak jauh dari penginapan, bahkan Rayhan pun tetap memastikan kalau anak buahnya tetap berada tak jauh dari Rayhan.


Karena Rayhan sekarang sangat khawatir pada Raya, karena seharusnya penculikan ini tak melibatkan Raya karena sudah pasti masalah itu berasal dari Rayhan tapi lawan malah ingin menculik Raya dan Zia.


Drtt drrt


📞📞📞


..."Tuan kami dari rumah sakit" ucap Dokter....


..."Ya" ucap Rayhan....


..."Pasien sekarang sudah mulai pulih tuan perkembangannya juga sangat cepat, tapi masih belum siuman juga" ucap Dokter....


..."Kabari aku jika dia sudah sadar" ucap Rayhan....


..."Baik tuan"....


..."Apa benar dia akan amnesia" tanya Rayhan....


..."Mungkin saja tuan karena lukanya cukup parah"....


..." baiklah terima kasih" ucap Rayhan....


📞📞📞


"Siapa yang amnesia pak" tanya Raya yang sekarang sudah berada di belakang Rayhan.


"anak buah ku Ray, dia mengalami kecelakaan" ucap Rayhan.


"Apa tuan Lukas" tanya Raya.


"Bukan anak buah ku yang lain" ucap Rayhan tanpa sadar, dengan cepat Rayhan langsung menggigit lidahnya karena bisa bisanya dia lupa memberi tau kan sisi gelap dirinya pada Raya.

__ADS_1


"anak buah yang mana" tanya Raya.


"Karyawan aku di kantor Ray" ucap Rayhan.


"Oh semoga cepat sembuh ya" ucap Raya.


"Ya terima kasih cantik" ucap Rayhan.


Raya hanya tersenyum saja malu malu karena di puji oleh Rayhan.


"Pak Ray bisakah kita beli itu" tanya Raya.


"Apa" tanya Rayhan.


"Kerang ijo" ucap Raya.


"Jangan Ray tak baik bagi kesehatan" ucap Rayhan.


"Tak baik bagaimana, ini sangat bagus bagi tubuh pak Ray" ucap Raya sambil membeli kerang ijo yang lewat ke pantai sana.


"Kau tak paham Ray" ucap Rayhan.


Raya duduk bersama dengan Rayhan di atas pasir putih, Raya sangat menikmati jajanannya itu sedangkan Rayhan hanya bergidig ngeri di buatnya.


" kau mau" tanya Raya yang di balas gelengan kepala oleh Rayhan.


"Ini enak pak Ray" ucap Raya.


"Kau mau dengar sebuah cerita" tanya Rayhan.


"Cerita apa" tanya Raya.


Flash back onn..


Saat itu umur Rayhan dan Zia masih 14 tahun bahkan saat itu Rayhan dan Zia sudah berada di sekolah menengah pertama, mereka di asuh oleh Aunty Puput dan paman Arka.


Saat libur datang Rayhan dan Zia pasti ke kampung menemui mamah dan papahnya, namun satu hal yang Zia ingin kan saat pulang kampung.


Yaitu membeli kerang ijo yang menjadi kesukaanya.


Namun saat itu Zia dan Rayhan menikmati makanan itu dengan sangat lahap, entah apa yang di lakukan Zia sampai sampai cangkang kerangnya itu tertelan dan membuat pernafasan Zia terganggu.


Dengan cepat Rayhan memukul mukul punggung Zia sehingga keluarlah cangkang kerang itu dan untungnya Zia selamat sampai sekarang.


Namun Rayhan tak mengijikan Zia makan kerang ijo selepas kejadian itu.


Flash back off..


"Oh jadi dulu Zia tersedak" tanya Raya.


"Ya, aku cemas memikir kannya jadi aku larang dia memakan makanan itu" ucap Rayhan.


"Tapi kalau hati hati pasti gak apa apa pak" ucap Raya.


"Ya".


Sampai sore harinya Rayhan dan Raya menikmati pemandangan senja, mata hari tenggelam dan menampakan warna orange yang cukup indah, membuat semua orang kagum pada keindahannya.


" kau tau pak Ray, Senja mengajarkan kita bahwa yang indah itu hanya sementara" ucap Raya.


"Ya walau pun sementara tapi senja berjanji akan kembali lagi Raya, tak seperti pelangi" ucap Rayhan.


"Kau sangat benar pak" ucap Raya.

__ADS_1


Malam harinya mereka kembali ke penginapan walau pun singkat tapi Raya sangat bahagia apa lagi bisa menghabiskan waktu berdua dengan Rayhan suaminya.


__ADS_2