
Lama mereka berbincang bincang, Rayhan memutuskan untuk memesan makanan untuk Raya mengingat kalau pagi hari Raya hanya makan sedikit.
"Aku pesankan kamu Spagheti mau" tanya Rayhan.
"Jangan pak" ucap Raya.
"Kenapa, kau pasti lapar" ucap Rayhan yang langsung memanggil pelayan.
"Saya mau spagheti satu" ucap Rayhan pada pelayan.
"Tambah cake nya ya cantik" ucap Iqbal pada pelayan.
"Siap tuan" ucapnya yang langsung pergi dari sana.
"Gombal" sahut Elpan.
"Ck kau ini penggosip, biarkan saja hidup ku kan" ucap Iqbal.
"Ya terserah kau saja" ucap Elpan.
"Makannya cepat Nikah" ucap Rayhan.
"Ah untuk apa menikah kalau perempuan di luar sana saja semakin menarik untuk di jajahi" ucap Iqbal.
"Dasar buaya" ucap Rayhan.
"Aku tak mau terikat pada suatu hubungan, kau tau kan aku ini Cassanova" ucap Iqbal.
Pesanan datang, pelayan itu menyajikannya di atas meja.
"Makanlah" ucap Rayhan.
"Terima kasih" ucap Raya.
"Ya" ucap Rayhan.
Saat itu rambut Raya terurai, sehingga membuatnya kesusahan saat makan atau saat menundukan kepala, dengan peka Rayhan merapihkan rambut Raya ke belakang.
Rayhan hendak mengikat rambut Raya.
"Apa kau membawa ikat rambut" tanya Rayhan.
"Tidak" jawab Raya.
"Yasudah makan saja biar aku yang pegang rambut mu" ucap Rayhan.
"Aahhhh aku mauu" ucap Rahma dan Julia bersamaan saat melihat keromantisan sahabatnya itu.
"Kau mau biar aku yang lakukan" ucap Iqbal pada Julia.
Namun bukan di ikatkan tapi malah di tarik sehingga membuat Julia meringis kesakitan karena rambutnya sama saja di jambak oleh Iqbal.
"Kau menjambak rambutku" ketus Julia.
"Maaf aku terbiasa menjambak rambut wanita" ucap Iqbal.
"Tak bisa kah kau melakukannya dengan lembut" tanya Julia protes.
__ADS_1
"Aku suka bermain kasar" ucap iqbal.
"Main apa" tanya Julia.
"Main motor" bohong Iqbal karena tak mau gadis itu berfikir fikir yang tidak tidak.
Hahahahah
Iqbal di tertawakan oleh semua orang yang berada di sana,
Sore harinya Rayhan kembali ke kantor sedangkan Raya sudah pulang ke rumah karena tak ada pelajaran, begitu juga dengan teman temannya.
Rayhan mengutak atik laptopnya karena sekarang pekerjaannya sangat lah banyak, bahkan Lukas saja tak akan mungkin bisa menyelesaikan nya dalam dua hari.
"Aku lupa kalau kerjaan sangat banyak" gumam Rayhan.
{ tuan Non Zia mabuk berat } pesan masuk dari ponsel anak buah Rayhan yang sudah dia tugaskan mengikuti Zia.
Brakk..
Rayhan menggebrak meja yang berada di ruangannya karena sangat marah mendengar kabar itu.
"Zia aku tak sangka kau akan melakukan ini" ucap Rayhan.
{ bawa Zia pulang ke rumah } titah Rayhan pada anak buahnya.
Rayhan dengan cepat bergegas untuk pulang karena saat ini dia ingin sekali memarahi Zia atas kelakuannya yang sangat melewati batas itu.
Dalam keadaan marah Rayhan melajukan mobilnya menuju rumah, bahkan saat sampai di rumah pun Rayhan hanya marah dan menatap dengan tatapan datar.
"Aku ada urusan" ketus Rayhan.
Raya hanya berlalu saja ke dapur karena akan membuat teh hangat.
Mobil anak buah Rayhan terparkir di halaman rumah Rayhan.
Zia di seret masuk kedalam rumah Rayhan, sedangkan Rayhan sudah menunggu Zia di sofa ruang tengah rumahnya.
"Ray buatkan jus lemon untuk Zia" titah Rayhan pada Raya.
Raya langsung membuatkan jus Lemon untuk Zia, dengan cepat Raya memberikan itu pada Rayhan.
Zia saat ini duduk tepar di sofa rumah Rayhan.
Rayhan memaksa Zia untuk meminum jus Lemon itu walau pun Zia sempat berontak tapi Zia meminum jus itu sampai habis.
Ohekk..
Zia memuntahkan semua isi di dalam perutnya, sampai semuanya keluar dan membuat Zia sedikit membaik tak seperti tadi.
Rayhan saat ini sudah kepalang marah dengan cepat dia membawa air satu ember dan mengguyurkan air satu ember itu tepat di wajah Zia.
Byurr.
"Hahhh" Zia kehabisan nafas karena air itu bahkan matanya terbuka dan menatap pada Rayhan yang sedang marah di hadapannya.
Kepala Zia masih sangat pusing bahkan matanya sangat mengantuk sekarang dan ingin rasanya Zia berbaring di ranjang kamarnya.
__ADS_1
"Pak Ray kau keterlaluan" ucap Raya.
"Zia dia ma buk parah, Ray" ucap Rayhan.
"Kenapa kau melakukan ini Zia" tanya Rayhan sambil membentak.
Namun Zia tak menanggapi ucapab Rayhan dia langsung pergi dari sana menuju kamarnya, walau pun dengan jalan sempoyongan Zia memaksa untuk pergi ke kamarnya.
"Zia jawab aku" ucap Rayhan.
"Pak Ray biarkan Zia istirahat dulu" ucap Raya.
Dengan cepat Rayhan menghubungi orang tuanya yang ada di kampung, dan memberi taukan pada mereka kelakuan Zia yang sekarang sedang mabuk parah.
📞📞
..."Mah besok aku akan kesana" ucap Rayhan....
..."Ada apa Ray apa semuanya baik" tanya Nita mamahnya Rayhan....
..."Zia mabuk parah mah, entah dari kapan tapi sekarang Zia sedang mabuk" ucap Rayhan....
..."Astagfirulloh benarkah itu, mamah tak sangka Zia begitu" ucap Nita....
..."Zia sudah keterlaluan Mah, aku harap Mamah bisa menghukumnya" ucap Rayhan....
..."Baiklah bawa kemari dia" ucap Nita....
📞📞
Rayhan hanya duduk di Sofa itu menunggu Zia sepenuhnya sadar setelah tidur.
Sedangkan Zia dia tertidur pulas di kamarnya karena seharian kecapean.
"Pak Ray ayo tidurlah karena sekarang sudah malam, kau sudah duduk di sini selama dua jam dan sekarang sudah hampir jam sembilan pak Ray" ucap Raya.
"Kau tidurlah duluan Ray" ucap Rayhan yang sudah mulai mengontrol emosinya.
"Segeralah menyusul pak" ucap Raya.
Rayhan berjalan ke arah dapur dia sebenarnya masih marah pada Zia karena ternyata dugaan Rayhan benar kalau Zia bersama dengan Alena maka Zia akan ikut ikutan.
"apa yang harus aku lakukan, aku sudah membiarkan Zia melangkah ke jalan yang salah" gumam Rayhan.
"apa ini salah aku karena terlalu mengkekang Zia tapi aku tak melihat kesedihan di wajah Zia, apa karena laki laki breng sek itu yang membuat Zia seperti ini, arghh aku tak bisa menjaga Zia, aku tak tau perasaan Zia sampai Zia melangkah sejauh ini" gumam Rayhan lagi.
rayhan kembali ke kamarnya membersihkan diri dan berbaring di samping Raya, namun tetap saja dia tak bisa tidur karena memikirkan masalah ini.
Yang paling Rayhan takutkan adalah soal mamahnya, Rayhan takut mamahnya akan kepikiran sehingga membuatnya menjadi sakit.
"apa aku salah jika mempulangkan Zia pada Mamah" gumam Rayhan yang sekarang sedang di landa kesedihan.
Hingga larut malam, Rayhan akhirnya bisa tidur juga setelah bertarung dengan rasa bimbang karena akan mempulangkan Zia.
Hingga pagi hari Rayhan sudah bersiap dan menunggu Zia di ruang tengah.
Bersambung..
__ADS_1