Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 93


__ADS_3

Sore harinya di kota Lukas tengah mengerjakan berkas yang belum selesai dia kerjakan, ada rasa bosan pada Lukas karena harus mengerjakan sendirian.


"kemana Rega" tanya Lukas.


sedangkan yang dicari saat ini tengah mengerjakan sesuatu di markas Rega saat ini mencari keberadaan Dion adinata dengan menggunakan laptopnya.


"aku harap bisa menemukannya" gumam Rega menatap pada layar laptop.


saat ini laptop itu masih loading berusaha mencari tempat yang Rega masuk kan ke sana.


"ayo lah kenapa lama begini" gumam Rega.


anak buah yang lain saat ini tengah mencari Dion Adinata yang sejak kemarin belum di temukan apa lagi sekarang tuan nya sedang tak ada di kota.


Rega menatap pada layar laptop yang sudah menampilkan hasil pencariannya.


"mutiya atmala" gumam Rega.


"rumah siapa ini" tanya Rega.


Rega kemudian mencari cari rumah itu ternyata saat mendapat hasil pencariannya, betapa terkejutnya Rega saat tau kalau rumah itu adalah rumah Van Armasta yang tak lain adalah ketua Mafia Blooder yang tak lain adalah musuh bebuyutan Tiger group.


"astaga sebahaya ini Dion sekarang" gumam Rega.


Rega mencoba menghubungi Rayhan yang sekarang berada di kampung halaman mamah nya.


📞📞


"tuan gawat, ternyata Dion adinata sekarang ber kompromi dengan Van Armasta" ucap Rega.


"apa" tanya Rayhan terkejut bukan main karena bisa bisa nya Dion berkompromi dengan musuh bebuyutan Rayhan.


"Rega suruh anak buah kita untuk mundur karena kita gak akan mampu menandingi mereka" titah Rayhan.


"baik tuan" ucap Rega.


📞📞


"gawat bagai mana ini" gumam Rayhan di kampung yang sekarang sedang duduk di halaman rumah mamah nya.


"ada apa mas" tanya Raya yang sekarang melihat Suaminya sedang kebingungan.


"tidak sayang aku hanya sedang ada masalah saja di kantor" jawab Rayhan ber bohong.


"baik lah makan lah ini mas aku buat kan untuk mu" ucap Raya sambil menyodorkan satu piring pisang goreng.


"terima kasih Raya" ucap Rayhan.


"ya mas" ucap Raya.


Sekarang Rega akan pulang karena hari juga sudah malam, Rega menaiki ojeg karena dia tak punya motor atau kendaraan yang lain.


Rega ingat pada Julia, Rega membelikan Julia makanan karena takut nya Julia belum makan malam apa lagi keuangan Julia sekarang juga cukup kurang baik jadi Rega itung itung membantu keuangan Julia.


Rega mampir di salah satu nasi Padang dia membeli dua porsi nasi Padang, setelah selesai Rega segera pulang karena tak mau sampai Julia ketiduran tanpa makan malam.


Sesampainya di apartemen Rega langsung saja menuju ke apartemen punya Julia.


"Jul" teriak Rega didepan pintu apartemen Julia.


"Ya" ucap Julia membuka pintu apartemen nya.


"Ada apa" tanya Julia yang sudah Rega pastikan Julia baru saja bangun tidur.


"Aku bawa kan ini aku harap kau kau menerima nya" ucap rega.


"Apa ini" tanya Julia pada Rega sambil menatap kantong kresek yang Rega bawa.


"Nasi Padang ini untuk mu kita makan bareng ya aku akan simpan dulu tas aku" ucap Rega.


"Ya sudah ayo" ucap Julia.


Mereka berdua duduk di apartemen Julia, menikmati nasi Padang sesuap demi suap, bahkan rasa canggung pun melanda kedua nya apa lagi kemarin Rega pernah bilang cinta pada Julia.


"Oh ya kapan kau masuk kampus lagi" tanya Rega.


"Beberapa hari lagi aku akan masuk lagi" ucap Julia.


"Apa di kampus kau mendapatkan juara" tanya Rega.


" Aku tak rangking cuman waktu SMA aku selalu masuk sepuluh teratas" ucap Julia.


"Oh ya" tanya Rega.


"Padahal kamu bisa menjadi juara pertama" ucap Rega.


"Aku gak tau, sangat susah bagi ku untuk mengalah kan Raya dia sangat pintar dalam mengerjakan pekerjaan apa pun" ucap Julia.


"Raya istri tuan Rayhan" tanya Rega menatap pada Julia yang sekarang tengah menyuap kan makan pada mulut nya.


"Ya Raya siapa lagi" ucap Julia.


"Aku tak sangka dia sepintar itu" ucap Rega.


"Entah" ucap Julia.


"Oh ya Rega aku berterima kasih karena kau sudah bawakan aku makan, padahal tak ada acara apa apa kau membawakan aku makan" ucap Julia.

__ADS_1


"Apa harus ada acara saja aku membawakan kamu makan" tanya Rega.


"Bukan begitu tapi kan Rega aku tau kondisi keuangan mu bagai mana jadi aku tak mau sampai aku merepotkan mu" ucap Julia.


"Tak masalah baik lah ayo tidur karena besok aku harus kerja lagi" ucap Rega.


"Ya selamat malam" ucap Julia.


"Malam" ucap Rega.


Sedang kan Lukas sekarang terpaksa harus lembur karena pekerjaan belum ada yang selesai apa lagi Rayhan minta kalau pekerjaan harus segera beres.


"Bagai mana ini aku tak mungkin menyelesaikannya dengan cepat" gumam Lukas.


Lukas sekarang hendak mencari makan karena sejak siang tadi dia tidak makan apa pun, Lukas sekarang akan mencari jajanan kaki lima di pinggir jalan karena seingat Lukas di sana sangat banyak sekali jajanan lumayan untuk meng ganjal perut.


Namun mata Lukas di fokuskan pada sosok yang tak asing bagi Lukas yaitu Alena saat ini tengah berada di sana, entah menunggu siapa tapi jalanan juga cukup sepi.


Lukas datang ke sana karena akan menanyakan sedang apa dia di sana,


"Alena sedang apa kau di sini" tanya Lukas.


Namun saat ini Alena tengah mabuk berat jadi dia tak bisa melihat dengan jelas siapa yang tengah mengobrol dengan nya itu.


"Alena kau mabuk" tanya Lukas.


"Hah" ucap Alena dengan mata yang teler dan langkah yang sempoyongan.


"Dia mabuk" gumam Lukas.


Lukas hendak membawa Alena ke pinggir jalan tapi Alena terlebih dahulu pingsan, Lukas menggendong Alena dan membawa nya ke perusahaan Rayhan.


"Menyusahkan saja" gumam Lukas.


"Tuan Lukas siapa dia" tanya karyawan lain yang ikut lembur bersama dengan Lukas.


"Aku melihat dia di jalanan lalu dia pingsan dia sepupu nya tuan Rayhan" ucap Lukas.


"Oh mau kau bawa kemana dia sekarang tuan" tanya nya.


" Aku akan membawanya ke ruangan aku saja, nanti kalau dia sudah sadar aku akan bawa dia pulang" ucap Lukas.


"Ya tuan itu lebih baik" ucap karyawan itu.


Lukas membaringkan Alena di lantai dengan di alaskan kasur kecil punya Lukas ,


Karena sudah cukup malam Lukas pun kembali mengerjakan pekerjaan nya.


"Apa orang tuanya tak mencarinya ya, kenapa Alena bisa sampai se na kal ini untung saja dia tak ada yang menculik" gumam Lukas.


Alena masih saja tidur di sana, sedangkan Lukas fokus pada layar laptop nya.


"Kak kalau kita sudah menikah apa kakak akan menerima aku apa adanya" tanya Rahma menatap pada wajah tampan Elpan.


"Tentu saja aku sangat sayang pada mu" ucap Elpan.


"Aku takut kak" ucap Rahma.


"Takut apa" tanya Elpan.


"Aku takut kalau kau akan berpindah hati karena aku tak sempurna" ucap Rahma.


"Kau terlalu banyak menghayal Rahma aku sayang pada mu jadi jangan ragukan cinta aku" ucap Elpan.


"Tapi kak kita beda jauh, kau tau kan itu" ucap Rahma.


"Beda jauh bagai mana, kita sama sama kaya kan kalau di lihat dari segi harta" ucap Elpan.


"Tapi itu harta orang tua aku kak bukan harta aku, jadi aku tak punya apa apa kak" ucap Rahma.


"Jangan bilang begitu, aku cinta kamu tulus dari hati" ucap Elpan.


"Terima kasih" ucap Rahma.


Malam harinya mereka pulang dan Elpan mengantar kan Rahma pulang ke rumahnya, saat ini keluarga keduanya sama sama saling menerima tetapi entah nanti akan bagai mana.


Bahkan mereka pun tak tau akan terjadi apa pada hubungan keduanya apa lagi saat ini Elpan keturunan keluarga yang sangat bergelimpangan harta bahkan wanita bagai mana pun bisa Elpan dapat kan dengan mudah.


Sedangkan sekarang di kampung, Rayhan tengah tak bisa tidur apa lagi di kampung sangat lah dingin bahkan Rayhan pun tak bisa tidur karena kedinginan .


"Aku akan minum teh hangat saja" gumam Rayhan.


Semua orang sudah tidur hanya Rayhan saja yang tak bisa tidur.


Sedangkan Raya saat ini dia membuka matanya karena merasa kalau Rayhan tak ada di sebelahnya.


"Mas Ray kemana" tanya Raya.


Raya mengucek matanya menetral kan pandangan nya karena baru saja bangun tidur.


Raya berjalan ke arah dapur karena Rayhan juga sekarang ada di sana.


"Kenapa Dion adinata harus berkompromi dengan ketua Mafia Blooder itu, aku sekarang sangat susah untuk menangkap nya" ucap Rayhan bermonolog sendiri.


"Mas" sahut Raya


"Ya raya kau bangun, kenapa tak tidur lagi hah" tanya Rayhan.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar mandi mas" ucap Raya


"Lalu mas sedang apa disini "tanya Raya.


"Aku kedinginan Raya bahkan aku merasa sangat tak nyaman dengan kasur itu " ucap Rayhan.


"Oh ya" tanya Raya.


"Baik lah mas aku akan kembali lagi ke kamar, aku mengantuk" ucap Raya setelah keluar dari kamar mandi.


Raya masuk kedalam kamar Raya menatap pada foto kecil Rayhan yang menggantung di dinding kamar itu


"Aku sangat yakin kalau kau bukan orang sembarangan Mas Ray, terlihat dari gerak gerik mu bahkan cara kau bicara pun aku sangat yakin kalau kau bukan orang baik" ucap Raya.


Raya kembali tidur dan Rayhan sekarang masih berada di dapur dia tengah mengatur strategi untuk melawan mafia itu.


"Tapi kak kita beda jauh, kau tau kan itu" ucap Rahma.


"Beda jauh bagai mana, kita sama sama kaya kan kalau di lihat dari segi harta" ucap Elpan.


"Tapi itu harta orang tua aku kak bukan harta aku, jadi aku tak punya apa apa kak" ucap Rahma.


"Jangan bilang begitu, aku cinta kamu tulus dari hati" ucap Elpan.


"Terima kasih" ucap Rahma.


Malam harinya mereka pulang dan Elpan mengantar kan Rahma pulang ke rumahnya, saat ini keluarga keduanya sama sama saling menerima tetapi entah nanti akan bagai mana.


Bahkan mereka pun tak tau akan terjadi apa pada hubungan keduanya apa lagi saat ini Elpan keturunan keluarga yang sangat bergelimpangan harta bahkan wanita bagai mana pun bisa Elpan dapat kan dengan mudah.


Sedangkan sekarang di kampung, Rayhan tengah tak bisa tidur apa lagi di kampung sangat lah dingin bahkan Rayhan pun tak bisa tidur karena kedinginan .


"Aku akan minum teh hangat saja" gumam Rayhan.


Semua orang sudah tidur hanya Rayhan saja yang tak bisa tidur.


Sedangkan Raya saat ini dia membuka matanya karena merasa kalau Rayhan tak ada di sebelahnya.


"Mas Ray kemana" tanya Raya.


Raya mengucek matanya menetral kan pandangan nya karena baru saja bangun tidur.


Raya berjalan ke arah dapur karena Rayhan juga sekarang ada di sana.


"Kenapa Dion adinata harus berkompromi dengan ketua Mafia Blooder itu, aku sekarang sangat susah untuk menangkap nya" ucap Rayhan bermonolog sendiri.


"Mas" sahut Raya


"Ya raya kau bangun, kenapa tak tidur lagi hah" tanya Rayhan.


"Aku mau ke kamar mandi mas" ucap Raya


"Lalu mas sedang apa disini "tanya Raya.


"Aku kedinginan Raya bahkan aku merasa sangat tak nyaman dengan kasur itu " ucap Rayhan.


"Oh ya" tanya Raya.


"Baik lah mas aku akan kembali lagi ke kamar, aku mengantuk" ucap Raya setelah keluar dari kamar mandi.


Raya masuk kedalam kamar Raya menatap pada foto kecil Rayhan yang menggantung di dinding kamar itu


"Aku sangat yakin kalau kau bukan orang sembarangan Mas Ray, terlihat dari gerak gerik mu bahkan cara kau bicara pun aku sangat yakin kalau kau bukan orang baik" ucap Raya.


Raya kembali tidur dan Rayhan sekarang masih berada di dapur dia tengah mengatur strategi untuk melawan mafia itu.


Tak bisa Rayhan bayang kan kalau mereka bersama akan sebanyak apa nantinya anak buah mereka karena yang Rayhan tau anak buah Anggota Blooder saja sudah banyak apa lagi di tambah Dion Adinata dan anak buahnya.


"Aku pasti akan kalah dengan sangat mudah bagai mana ini apa aku mengalah saja, hah tidak mana mungkin aku mengalah dengan semudah itu karena sekarang yang paling penting adalah Dion mati, urusan anggota Blooder nanti saja aku akan fikir kan" gumam Rayhan bermonolog sendirian.


Rayhan melihat ponselnya dia melihat lihat sosial medianya, terlihat di sana ada Elpan dan Rahma yang sedang duduk di cafe.


"Apa mereka akan menikah" tanya Rayhan.


Karena sangat penasaran Rayhan mencoba menghubunginya.


📞📞


"El kau akan menikah" tanya Rayhan.


"Ya ampun Ray apa tak bisa kau menghubungi aku besok saja, ini bahkan sudah sangat malam" ucap Elpan.


"Tapi aku sangat penasaran" ucap Rayhan.


"Ya aku akan menikah satu Minggu lagi" ucap Elpan.


"Oh ya" tanya Rayhan.


"Ya aku sudah dapat restu dari orang tua nya, bahkan kami juga sudah tunangan" ucap Elpan.


"Selamat" ucap Rayhan.


"Terima kasih"


📞📞


Rayhan hanya tersenyum saja mendengar berita itu apa lagi Elpan memang sudah cukup tua untuk menikah.

__ADS_1


"Lalu bagai mana dengan Iqbal apa dia juga akan menikah" tanya Rayhan.


bersambung ..


__ADS_2