Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 134


__ADS_3

Rayhan melajukan mobilnya menuju lokasi yang sudah di kirim kan oleh paman Hilman karena Rayhan sangat bergantung pada Lukas jadi Rayhan pun sudah menganggap Lukas layak nya saudara.


Begitu juga Lukas yang sudah menganggap Rayhan sebagai keluarga nya sendiri.


"Tuan apa kau yakin kalau keluarga Alena akan menerima aku" tanya Lukas lagi.


"Ya ampun Lukas kau ini, mana Lukas yang aku kenal Hah, Lukas yang aku kenal itu dia tak takut menerima penolakan lalu Lukas siapa yang sedang bersama dengan aku ini" ucap Rayhan.


"Sudah lah tuan aku gugup" ucap Lukas.


"Lebih baik kau perang saja dari pada melamar, Lukas yang aku tau kalau kau akan perang kau selalu bersemangat tapi apa sekarang kau sangat takut layak nya kau akan menemui kematian mu" ucap Rayhan.


"Tuan doa kan aku" ucap Lukas.


"Baik lah Lukas kalau kau jadi menikah aku akan tanggung biaya dan semua pernikahan mu" ucap Rayhan.


"Benar kah tuan" tanya Lukas.


"Tentu saja" ucap Rayhan.


Mereka sampai di kediaman Argantara, Rayhan dan Lukas langsung masuk ke dalam rumah keluarga Alena.


"Selamat sore paman" ucap Rayhan.


"Apa sudah sore aku pikir masih siang" tanya Hilman yang langsung menjabat tangan Rayhan.


"Paman aku senang karena bisa datang ke sini, aku tak tau rumah mu paman" ucap Rayhan.


"Ya kapan kau datang ke mari" ucap Hilman.


"Ya paman rumah mu bagus" ucap Rayhan.


Sedangkan di kampus sekarang Raya tengah kewalahan karena sejak tadi Lian menangis.


"Hey Lian jangan nangis lihat aku bahkan aku juga tak nangis, ayo lah bayi jangan nangis lagi aku tak bisa mengasuh anak anak" ucap Raya mencoba menenangkan Lian.


Raya memberikan dot susu pada Lian namun Lian tak diam bahkan Lian juga tak mau meminum susu itu.


"Ya ampun harus apa aku" gumam Raya menepuk keningnya.


Maha siswa parmasi datang ke sana.


"Ada apa" tanya nya.


"Kak ini dia nangis tak mau diam" ucap Raya.


"Kalau bayi nangis, mungkin dia haus" ucapnya.


"Tapi dia tak mau minum susu" ucap Raya.


"Coba buka baju nya mungkin dia gerah" ucap Nya.


"Gerah" gumam Raya.


Raya langsung membuka baju Lian yang sekarang membalut tubuh nya.


Ada beberapa lapis kain pernel yang membalut tubuh Lian.


Setelah Raya membuka semua nya hanya menyisakan satu baju saja yang sedang dipakai sekarang.


Akhirnya Lian diam juga dan anteng.


"Tuh kan mungkin dari tadi dia gerah" ucap nya.


"Ya kak aku tak terlalu paham pada bayi jadi aku tak tau bagai mana cara nya" ucap Raya.


"Gampang saja, kalau dia nangis mungkin dia haus atau gerah atau bisa juga dia kedinginan, dan kalau nangis terus mungkin dia ingin di gendong, kadang seorang bayi itu sangat tau kasih sayang mamahnya jadi pantas saja kalau sama orang lain dia tak suka" ucap nya.


"Ya mamah nya lagi belajar" ucap Raya.


"Apa ini anak Kandung nya teman kamu" tanya nya.


"Bukan dia bukan anak Rahma tapi dia di angkat anak oleh nya" ucap Raya.


"Oh pantas saja" ucap nya.


"Baik lah kak terima kasih" ucap Raya.


"Ya sama sama" ucap nya.


Raya menatap wajah Lian yang sekarang anteng.


"Lian coba kau dari tadi begini mungkin aku tak akan kesusahan mengasuh mu" ucap Raya yang kembali duduk lagi di kursi.


Raya masih menunggu di sana, saat dia melihat jam dinding dia melihat kalau sekarang sudah pukul setengah empat sore.


"Apa mas Ray tak akan datang menjemput ku" gumam Raya.


Tiba tiba Lian menangis lagi, membuat Raya langsung bangun dari duduknya dan melihat ada apa dengan Lian saat ini.


"Kau haus" tanya Raya yang langsung memberikan Lian susu.


"Aku harap kau tak akan menyusahkan aku Lian aku sangat lelah sekarang, bukan aku tak mau mengurus mu tapi aku juga sedang mengandung jadi maafkan aku kalau aku tak bisa menggendong mu" ucap Raya.


Sedang kan di kediaman Alena sekarang Alena dan Sarah juga sudah berkumpul di ruang tamu.


"Paman kita langsung saja pada intinya" ucap Rayhan.


"Ya ada apa" tanya Hilman.


"Paman niat kami datang ke sini Lukas ingin melamar Alena" ucap Rayhan.


Sarah terkejut dengan ucapan Rayhan itu.


Namun Hilman hanya santai saja menanggapi semuanya itu.


"Tidak" ucap Sarah.


Lukas ketakutan saat mendengar ada penolakan di mulut calon mamah mertua nya itu.

__ADS_1


"Tapi Bibi kenapa" tanya Rayhan.


"Rayhan yang benar saja kau akan menjodohkan Alena dengan sopir mu" tanya Sarah.


"Tapi bibi Alena sendiri yang mau nikah" ucap Rayhan.


"Al benar kah itu" tanya Sarah.


"Ya mah" ucap Alena.


"Gak mungkin, Al bahkan hidup kita beda jauh dengan nya" ucap Sarah.


Mendengar hal itu membuat Lukas semakin berkecil hati karena dia sadar siapa dia dan siapa Alena.


"Baik lah Nyonya kalau kau menolak aku tak masalah" ucap Lukas yang mencoba memberanikan diri untuk bicara.


"Tapi Lukas jangan menyerah begitu" ucap Rayhan.


"Tuan sudah lah" ucap Lukas.


"Bibi apa salah nya kalau Lukas hanya seorang sopir, aku yakin kehidupan Alena akan terjamin jika menikah dengan Lukas" ucap Rayhan.


"Bukan aku tak setuju tapi aku tau Alena bagai mana" ucap Sarah.


"Mom ayo lah aku ingin menikah dengan Lukas, apa salah nya kalau aku menikah dengan seorang supir, bukan kah kau dulu juga menikah dengan Daddy, Daddy juga seorang supir" tanya Alena.


"Tapi aku dan kamu itu beda Al kita hidup di jaman yang berbeda" ucap Sarah.


"Mah berbeda bagaimana" tanya Alena.


"Beda Al Kau tak akan paham" ucap Sarah.


"Mom sejak kapan kau melihat seseorang dari harta nya" tanya Alena.


"Al ini untuk masa depan mu" ucap Sarah membatah.


"Ck mommy egois" ucap Alena.


"Sudah" tanya Hilman yang sabar melihat perdebatan ibu dan anak itu.


"Ray aku sebagai Daddy Alena aku senang kalau ada seorang laki laki yang melamar nya, aku juga terima lamaran ini tapi ini menyangkut hidup Alena aku tak bisa menentukan nya, jadi aku serahkan pada Alena saja" ucap Hilman.


"Dad aku mau menikah dengan Lukas" ucap Alena.


"No" ucap Sarah membantah.


"Mom ayolah" ucap Alena.


"Pokok nya mamah No" ucap Sarah.


"Egois tau gak" ucap Alena kesal.


"Sarah ikut aku" ucap Hilman membawa Sarah menjauh dari sana.


"Apa Dad" tanya Sarah.


"Sarah aku tak sangka kau akan berkata begitu" ucap Hilman yang sekarang sudah berada di dapur bersama dengan Sarah.


"Tak bisa kah kau setuju saja, Mom kita tak bisa menentang keinginan Alena, ini tentang kehidupan Alena nantinya" ucap Hilman.


"Ck Dad aku hanya mau yang terbaik untuk Alena" ucap Sarah.


"Kalau Lukas yang terbaik bagai mana" tanya Hilman.


"Tak mungkin" ucap Sarah.


"Apa kau lupa Sarah dulu saat kau menikah dengan ku apa aku punya harta, apa kau lupa kalau siapa aku dulunya, bukan kah aku juga seorang supir papah mu, kau tak lupa itu kan, Alena benar tentang mu" tanya Hilman.


"Dad dulu dan sekarang itu berbeda" ucap Sarah.


"Kau mau membantah pernyataan itu Sarah" tanya Hilman.


"Dad coba mengerti lah" ucap Sarah.


"Jangan egois kau tau keegoisan mu kemarin membuat Alena memutuskan untuk pindah rumah, kalau sekarang kau egois lagi bisa saja Alena kawin lari dengan Lukas" ucap Hilman.


"Ck" Sarah berdecak.


"Pikirkan saja itu" ucap Hilman yang langsung pergi dari sana.


Hilman kembali ke ruang tamu karena akan menemui Rayhan lagi.


"Dad pokok nya aku akan menikah kalau mamah tak mau aku akan lari dari sini" ucap Alena.


"Kau sangat nekad Al, Daddy pasti kan kalau Momy pasti akan merestui kalian" ucap Hilman.


"Benar kah" tanya Alena senang.


"Ya" ucap Hilman.


Sarah datang lagi ke sana.


"Baik lah hanya untuk kamu mamah akan Restui hubungan kalian" ucap Sarah dengan nada ketus.


"Yeayy" ucap Alena bersorak layak nya anak kecil yang baru saja dapat mainan.


"Selamat Lukas" ucap Rayhan berjabat tangan dengan Lukas.


"Terima kasih tuan" ucap Rayhan.


Mereka berbincang bincang sampai selesai bahkan sekarang Rayhan berpamitan akan pulang karena sudah waktunya menjemput Raya.


"Paman aku harus pulang karena aku lupa kalau sekarang aku harus menjemput Raya di kampus" ucap Rayhan.


"Oh baik lah" ucap Hilman.


"Bibi, Al aku pulang ya" ucap Rayhan.


"Ya hati hati di jalan Ray" ucap Sarah.

__ADS_1


"Ya" ucap Rayhan.


Saat ini Rayhan langsung menuju ke kampus karena akan menjemput Raya yang sekarang baru saja pulang.


Saat Rayhan sampai di kampus Raya di sana sudah Ada Raya dan Rahma, namun Rayhan merasa aneh pada ucapan Elpan katanya dia akan menyewa baby sitter tapi Elpan berbohong.


"Kalau aku jadi Rahma mungkin sudah aku ce kik saja tuh Si Elpan" gumam Rayhan.


"Mas" sahut Raya.


"Ayo pulang" tanya Rayhan.


"Bentar mas Rahma belum ada yang jemput" ucap Raya.


"Kemana Elpan" tanya Rayhan.


"Entah" ucap Rahma.


"Baik lah kita tunggu saja" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Raya.


Namun bukan Elpan yang datang tapi Papah nya Rahma yang datang ke sana.


"Rahma" sahut papah nya.


"Pah" tanya Rahma yang langsung mendekat pada papah nya itu.


Rahma memeluk papah nya yang baru saja datang itu.


"Pah aku senang papah datang" ucap Rahma.


"Anak siapa itu" tanya Argam Mahoji.


Semua orang bingung harus menjawab apa??..


apa yang akan mereka jawab ya kira kira?


"Itu adik nya Raya pah" ucap Rahma.


"Apa adik" tanya Argam.


"Ya pah itu adik adik kan Raya" ucap Rahma.


"Maksud nya" tanya Argam.


"Raya menyewa bayi tabung" ucap Rahma.


"Ya tuan ini bayi tabung kami" ucap raya membela Rahma.


"Oh" ucap Argam.


"Ya pah, ada apa datang ke mari" tanya Rahma.


"Papah akan menjemput Kamu" ucap Argam.


"Oh ya" tanya Rahma.


"Ya ayo pulang" ucap Argam.


"Tak bisa pah aku sudah di jemput kak El jadi aku tak bisa ikut papah" Ucap Rahma.


"Oh baik lah kalau ada El yang akan jemput" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Elpan datang ke sana.


"Pah" ucap Elpan.


"El kau baru jemput" tanya Argam.


"Ya pah aku terlambat" ucap Elpan.


"Baik lah papah akan pulang" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Elpan.


"Oh ya El, lihat Raya dan Rayhan juga sewa bayi tabung kenapa kalian tidak" tanya Argam.


"Hah ya pah kami akan coba nanti" ucap Elpan.


"Oh baik lah" ucap Argam.


Arham pergi dari sana meninggalkan putrinya bersama dengan yang lain.


"Alhamdulillah Syukurlah papah gak curiga" ucap Rahma.


"Maaf ya Ray aku berbohong" ucap Rahma.


"Tak masalah Rah" ucap Raya.


"Baik lah aku harus pulang sekarang" ucap Rahma.


"Hati hati di jalan" ucap Raya.


"Ya Ray" ucap Rahma.


Rahma dan Elpan pulang dengan membawa Lian pergi dari sana.


Sekarang Raya dan Rayhan juga ikut pergi karena akan pulang ke rumah nya.


"kasihan ya Rahma" ucap Rayhan.


"ya dia terpaksa harus berbohong" ucap Raya.


"kalau aku jadi Rahma sudah aku ce kik tuh Elpan" ucap Rayhan yang ikut geram.


"sudah mas" ucap Raya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2