
Pagi harinya semua keluarga makan bersama sama bahkan Zia dan Adam juga makan bersama.
Raya melayani Rayhan dengan mengambil kan makanan untuk Rayhan.
"Makan lah" ucap Raya.
"Mah di mana Alena dan Bibi Sarah" tanya Zia.
"Tadi pagi sekali mereka pulang Zia" ucap Nita.
"Oh" ucap Zia.
"Ayo makan nak Adam " ucap Topan.
"Ya" ucap Adam.
Mereka makan bersama di meja makan.
"Mah aku sama Gus Adam akan kembali ke pesantren sekarang" ucap Zia di sela sela makan nya.
"Sekarang" tanya Nita.
"Ya mah sekarang karena katanya Abah akan pergi menjenguk Uwa nya Gus Adam" ucap Zia.
"Oh, ya sudah Nak Adam titip Zia ya" ucap Nita.
"Ya Bu" ucap Adam.
"Kalau dia macam macam jitak saja kepala nya" ucap Rayhan.
"Kak ihh" ucap Zia.
"Apa" tanya Rayhan.
Adam hanya tersenyum saja menatap pada Zia dan kakak nya itu.
"Aku pasti akan jaga Zia" ucap Adam.
"Jangan terlalu di manja, Zia suka lupa diri" ucap Rayhan.
"Baik kak" ucap Adam.
"Kakak awas ya" ucap Zia.
Mereka selesai makan karena sekarang Zia dan Adam akan pulang ke pesantren jadi mereka selesai makan cepat.
Keluarga Puput dan Nita sekarang tengah kumpul di ruang tamu berbincang bincang masalah yang ringan.
Zia dan Adam berpamitan pada keluarga Topan.
"Pak saya permisi saya akan bawa Zia ke pesantren, insya Alloh kalau ada waktu senggang kami akan sering datang ke sini" ucap Adam.
"Nak Adam titip Zia ya, maaf kan Zia kalau misal kan nanti ada kata kata Zia yang menyentuh hati mu atau ada sikap Zia yang membuat mu malu maaf kan dia" ucap Topan.
"Tak masalah pak, Sekarang Zia istri ku jadi dia sudah menjadi tanggung jawab ku" ucap Adam.
"Ya" ucap Adam.
"Awas kau jangan ban del" ucap Rayhan pada Zia.
"Ya kak" ucap Zia.
Adam pamitan pada Puput dan Arka juga karena sekarang mereka akan ke pesantren.
"Jaga Zia" ucap Rayhan.
"Ya kak" ucap Adam.
"Mah pah kami permisi Assalamualaikum" ucap Zia.
"Waalaikum salam" serempak.
Saat Zia dan Adam sudah pulang, semua keluarga langsung membereskan rumah yang masih berantakan di kediaman Nita itu.
"Oh ya pah kata anak buah ku katanya ada yang datang ke sini dia ngaku bibi nya Adam tapi tak punya undangan" ucap Rayhan.
"Oh ya lalu apa dia di perbolehkan masuk" tanya Topan.
"Tidak" ucap Rayhan.
"Anak buah mu bekerja bagus Ray, kalau memang benar bibi nya Adam mungkin dia punya undangan walau pun tidak dia pasti ikut bersama dengan rombongan Adam kan" ucap Arka.
"Ya kau benar" ucap Topan.
"Ya jadi anak buah ku juga lakukan hal itu karena dia tau" ucap Rayhan.
Saat ini Raya tengah menyapu halaman rumah Nita, karena di sana banyak sampah bekas makanan kemarin jadi Raya menyapu sampai bersih.
Tanpa Raya sadar ada seorang laki laki yang baru datang ke sana.
Dia menatap Raya dengan tatapan suka apa lagi Raya sangat cantik.
"Pagi" ucapnya mendekat pada Raya.
Raya melihat orang itu.
"Pagi" ucap Raya.
"Di mana orang tua mu" tanya nya.
"Orang tua ku" gumam Raya.
"Ya maksudnya apa orang tua mu ada di rumah" uvapnya.
"Siapa kau" tanya Raya.
"Aku dari luar negeri aku mau tanya alamat ini" ucapnya memberikan secarik kertas pada Raya.
"Aku gak tau aku bukan orang sini" ucap Raya.
"Lihat dengan benar nona siapa tau saja kau tau, karena kata orang alamat itu mengarah pada mu" ucap Nya.
"Maaf aku gak tau" ucap Raya.
"Kau sangat cantik" ucapnya.
Raya tak menjawab dia hanya ingin pergi dari sana sekarang.
Namun Arka keluar dari rumah dan melihat Raya yang sedang bersama dengan putranya itu.
"Abi" sahut Arka.
"Pah" ucap Abimana yang tak lain adalah anak nya Puput dan Arka.
"Kau Dari mana saja anak ban del kau baru sampai sekarang" ucap Arka.
"Pah aku jalan jalan dulu ternyata Indonesia itu negara yang sangat bagus" ucap Abimana.
"Ya tentu saja tempat kelahiran Papah" ucap Arka.
"Pah dia siapa" tanya Abimana menunjuk Raya dengan tatapan.
"Raya istri nya Rayhan" ucap Arka.
"Istri kak Rayhan, masa muda begitu dia lebih cocok dengan ku" ucap Abimana.
__ADS_1
"Ya terserah" ucap Arka.
"Di mana mamah" tanya Abimana.
"Di dalam" Ucap Arka.
Abimana masuk ke dalam karena ingin bertemu dengan mamahnya yang sejak kemarin terus saja menghubungi nya.
"Mah" ucap Abimana yang langsung memeluk mamah nya itu.
"Kau dari mana saja bujang ku" ucap Puput.
"Mah aku istirahat dulu di hotel" ucap Abimana.
"Ayo salam pada bibi dan paman" ucap Puput.
Abi bersalaman pada Nita, Topan dan Rayhan.
"Kak aku tak sangka semakin tua umur mu kau semakin gagah dan tampan" ucap Abi memandang Rayhan.
"Tentu saja" ucap Rayhan.
"Pantas istri mu sangat cantik" ucap Abimana.
"Tentu saja dia kan suka sugar Daddy" ucap Rayhan.
"Ya aku tau itu" ucap Abi.
"Lalu kau kapan kau akan menikah" tanya Rayhan.
"Ck Kak aku tak mau cepat menikah, lagi pula asik kan kalau hidup bebas seperti diri ku ini mau ke mana mana tak ada yang ganggu" ucap Abi.
"Banyak bebas hidup mu" ucap Rayhan.
"Oh ya kak di mana kau dapat kan istri secantik itu" tanya Abi.
"Ck kau ini seolah tak tau saja, aku kan laku cuman aku saja yang tak terlalu memikirkan wanita dan saat aku ketemu Raya aku jatuh cinta" ucap Rayhan.
"Ck, oh ya di mana kak Zia dan suaminya" tanya Abi.
"Mereka pulang ke pesantren, kamu sih datangnya telat" ucap Puput yang langsung duduk dengan putranya itu.
"Mah aku kan capek habis penerbangan ke sini jadi wajar kan kalau aku istirahat dulu" ucap Abi.
"Ya" ucap Puput.
"Mah di mana pesantren kak Zia" tanya Abi.
"Dekat Bi, mungkin beberapa kilo meter saja dari sini" ucap Nita.
"Oh ya" tanya Abi.
Abi berfikir sejenak.
"Sore ini aku akan datang ke sana menemui Zia dan suami nya itu aku akan ucap kan selamat pada kak Zia" ucap Abi.
"Ya dekat kok mereka pulang cepat karena katanya orang tua Adam akan ke kota Semarang" ucap Nita.
"Bibi apa nama kota mu ini" tanya Abi.
"Kota Bandung" ucap Nita.
"Kau sangat jauh dari ibu kota Bi, lalu bagai mana kalau kau akan belanja" tanya Abi.
"Ada di sini ada pasar komplit lagi semua ada" ucap Nita.
"Apa pasar di sini panas" tanya Abi.
"Ya panas tak seperti mall tapi kalau soal komplit barang nya sama tak kalah dari mall besar di kota" ucap Nita.
Drtt drtt
"Zia telpon ada apa dia menghubungi aku" ucap Rayhan.
"Angkat saja" ucap Nita.
"Ya Ray siapa tau penting" ucap Puput.
📞📞
"Kak" tanya Zia pada Rayhan.
"Ya Zia" tanya Rayhan.
"Apa laptop ku masih ada" tanya Zia.
"Ada mau apa" tanya Rayhan.
"Di mana" tanya Zia.
"Di sini, hanya tinggal laptop yang lain nya sudah aku jual, kau jangan marah ini juga salah kamu yang mengambil uang perusahaan ku tanpa ijin" ucap Rayhan.
"Kau bawel kak, lalu di mana laptop nya? Bisa kau kirim kan ke sini" tanya Zia.
"Ya aku akan minta anak buah ku antar ke sana" ucap Rayhan.
"Terima kasih kak" ucap Zia.
"Ya".
📞📞
"Apa katanya" tanya Nita.
"Zia menanyakan laptop nya, aku akan cari di mana laptop nya" ucap Rayhan.
"Kau duduk saja mamah menyimpan nya" ucap Nita.
"Oh baik lah" ucap Nita yang langsung mengambil laptop punya Zia dan memasukan nya ke dalam paper bag.
"Lalu siapa yang akan mengantarkan nya" tanya Nita.
"Tak apa mah biar aku saja" ucap Rayhan.
Rayhan membawa paper bag itu ke luar rumah itu, karena sekarang Rayhan akan meminta anak buah nya mengantarkan paper bag itu ke pesantren.
"Hey" sahur Rayhan.
Kedua Anak buah Rayhan mendekat pada Rayhan.
"Ada apa tuan" tanya nya.
"Antar kan ini ke pesantren Zia aku harap kau bisa mengantar nya sampai ke tangan Zia langsung " ucap Rayhan.
"Siap tuan" ucap nya.
Raya melihat dari sisi lain, ingin sekali Raya bertanya pada kedua orang itu bagai mana Rayhan di luaran tapi Raya takut kalau mereka mengadu kan nya pada Rayhan.
"Tenang Raya setelah kamu ke kota kamu cari tau semua tentang Mas Rayhan" gumam Raya.
Topan dan Arka melihat Raya yang sedang mengendap endap itu.
"Raya" ucap Topan.
"Hah ya pah" tanya Raya terkejut dan langsung melihat pada Topan dan Arka.
__ADS_1
"Kau sedang apa" tanya Topan.
"A-aku" ucap Raya terbata bata.
"Kau sedang memandang Rayhan yah, ya ampun Raya kau istri nya tapi kau mencuri curi pandang pada nya" ucap arka.
"Ya paman" ucap Raya.
"Sudah lah ayo kak biarkan Raya mengendap endap melihat Rayhan" ucap Arka.
"Ya" ucap Topan.
Raya hanya diam di sana dengan rasa malu karena bisa bisa nya dia kepergok paman dan papah mertuanya.
Di kota Dion sekarang sedang memikirkan rencana untuk menyerang Van Armasta karena bagi nya sekarang bukan harta Rayhan lagi yang Dion ingin kan tapi Harta Van Armasta dan juga seluruh kekuasaannya.
"Tuan aku dengar dari anak buah Rayhan kemarin saat di kampung, katanya dia akan menanyakan Denni tentang siapa orang yang menyuruh nya aku yakin Denni akan menyebutkan nama Van Armasta, karena kata Rayhan dia akan langsung menyerang orang yang Denni sebut kan" ucap anak buah Dion yang datang ke kampung.
"Benar kah" tanya Dion.
"Ya aku yakin kalau Denni akan menyebutkan nama Van karena kan Rayhan juga pasti tau kalau Denni itu anak buah nya Van".
"Baik lah kalau itu benar kita akan punya keuntungan dari penyerangan itu" ucap Dion.
"Apa tuan" tanya Haykal.
"Kita akan adu dombakan keduanya dan saat Van dan Rayhan lengah kita ambil markas dan anak buah Van Armasta" ucap Dion.
"Baik tuan aku paham" ucap Haykal.
Dion sudah tak sabar ingin sekali menghancurkan Van dan setelah harta Van di kuasai Dion, maka Dion akan ambil juga harta Rayhan.
"Mungkin sekarang aku sudah sangat terobsesi ingin menjadi Mafia" ucap Dion.
"Kau cocok jadi mafia tuan" ucap Haykal.
Sekarang di kampung Rayhan dan Raya sudah bersiap akan pulang walau pun sudah sangat sore tapi Rayhan memaksa untuk pulang.
"Ray menginap lah lagi di sini" ucap Nita.
"Mah nanti ya saat aku libur kuliah" ucap Raya.
"Mamah sangat ingin kalian kumpul di sini bersama dengan mamah" ucap Nita.
"Ya mah tapi kuliah aku juga sekarang sangat penting" ucap Raya.
"Ya belajar lah yang rajin nak" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Raya yang langsung memeluk mamah mertua nya itu.
"Pah aku pamit" ucap Rayhan.
"Ya hati hati di jalan" ucap topan.
Raya dan Rayhan pergi dari sana karena akan pulang ke kota.
"Mas boleh aku tanya" tanya Raya.
"Tanya apa" tanya Rayhan yang sekarang masih fokus menyetir mobil nya.
"Mafia itu kerja apa" tanya Raya.
Namun tak ada ekspresi cemas atau panik saat Raya bartanya begitu, Rayhan terlihat seperti biasa biasa saja.
"Mafia aku gak tau" ucap Rayhan.
"Masa sih" tanya Raya.
"Apa kau akan masuk organisasi Mafia" tanya Rayhan.
"Tidak hanya saja aku penasaran " ucap Raya.
"Tanya saja pada gugle banyak di sana" ucap Rayhan.
"Ya kau benar" ucap Raya.
Raya langsung membuka ponsel nya dan mencari pekerjaan Mafia apa saja.
"Ada apa kau terobsesi pada Mafia" tanya Rayhan.
"Ini mas teman aku katanya suami nya Mafia" ucap Raya.
"Siapa" tanya Rayhan.
"Mutiya suami nya itu Mafia dia bergerak di bidang obat terlarang" ucap Raya.
"Oh" ucap Rayhan.
Rayhan berfikir sejenak.
"Tunggu, teman mu suami nya Mafia? siapa nama nya" tanya Rayhan.
"Nama nya siapa ya" gumam Raya namun lupa pada nama suaminya Mutiya.
"Mas aku lupa padahal dulu dia pernah bilang nama suaminya" ucap Raya.
"Ya tak masalah" ucap Rayhan.
"Ya".
Mereka menempuh perjalanan yang cukup lama hingga memakan waktu berjam jam, hingga sekarang mereka sampai di rumah tepat nya di kediaman Rayhan.
"Ayo turun" ucap Rayhan.
"Ayo mas" ucap Raya.
Raya turun dan langsung membuka garasi karena ingin membawa koper dari garasi namun bukan cuman koper Raya juga membawa sayuran pemberian mamah mertuanya karena dia bilang untuk stok Raya masak.
Karena sekarang Bi Ratna sudah tak bekerja jadi Raya sendiri yang akan masak di dapur dan menyiapkan semuanya.
"Tunggu, Raya koper nya biar aku yang bawa" ucap Rayhan.
"Baik lah" ucap Raya yang langsung masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa ruang tamu.
"Mau mandi sekarang" tanya Rayhan.
"Nantinya saja mas aku capek sekarang" ucap Raya.
Rayhan duduk di kursi samping Raya, kepala Rayhan bersandar pada bahu Raya.
"Ray apa kau menyesal menikah dengan ku" tanya Rayhan.
"Menyesal" tanya Raya.
"Ya".
"Tidak mas aku tak menyesal" ucap Raya.
"Aku takut kau menyesal dan akan pergi dari ku" ucap Rayhan.
"Jika ini asli mu aku akan terima tapi kalau kau berbeda aku pasti akan pergi" ucap Raya.
"Apa maksudmu" tanya Rayhan.
"Tak ada, maaf mas aku harus segera mandi aku sangat berkeringat" ucap Raya yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rayhan yang masih berada di sana.
__ADS_1
bersambung...