
"Hah" ucap Nita sangat terkejut.
Di sebuah ruang tamu yang minimalis itu suasana menjadi sangat tegang apa lagi dengan datangnya Akash kekasih Aziya kesana dan sekarang sedang duduk bersama.
"Siapa kau" tanya Topan mengintimidasi kekasih putrinya karena kebanyakan seorang ayah akan melakukan itu karena ingin yang terbaik untuk putrinya.
"Saya Akash paman" jawab Akash.
"Ayolah pah kenapa begitu, dia pacarku dan kami akan segera menikah" ucap Zia.
Semua mata menatap pada Zia yang barusan bicara sedangkan Rayhan hanya tersenyum kecut.
"Punya apa kau mau menikah dengan Zia" tanya Rayhan.
"Kak jangan begitu" ucap Zia memarahi Rayhan karena Rayhan seolah merendahkan Akash.
"Zia kau tau berapa biaya kau selama sebulan ini" tanya Rayhan yang hanya di balas gelengan kepala oleh Zia.
"Enam puluh juta rupiah, bahkan gajih ku saja tak sebesar itu" ucap Rayhan santai dan datar.
"Apa Zia, kau sangat boros" ucap Nita.
"Mah aku kan banyak keperluan kemarin jadi pengeluaran ku banyak" ucap Zia membela diri.
"Alasan" ucap Rayhan.
"Diam, dimana orang tua mu" tanya Topan pada Akash.
"Di jalan Xxxx paman" jawab Akash.
"Paman aku janji akan membahagiakan Zia bahkan aku akan bekerja lebih giat lagi Paman" ucap Akash.
"Kerja menjadi pembalap jalanan apa bisa membuat adikku hidup bahagia" ucap Rayhan.
"Kak" bentak Zia pada kakaknya.
"Maaf tapi sesuai tradisi, Rayhan lah yang harus menikah dahulu karena seorang adik tak boleh menikah lebih dulu dari kakaknya" ucap Topan yang langsung pergi dari sana.
"Pah dengar dulu" ucap Zia namun tak di dengarkan oleh Papahnya itu.
"Kak kapan kau akan menikah" tanya Zia menatap pada Rayhan.
"Tahun monyet" ucap Rayhan yang pergi dari sana menuju kamarnya.
"Nak kau tidur di kamar tamu saja, maaf kalau kondisinya begini" ucap Nita.
"Terima kasih Bibi" ucap Akash.
"Arrggg kak Rayhan cepatlah menikah" teriak Zia dari ruang tamu.
"Bodo amat" teriak Rayhan dari dalam kamarnya.
"Tenang sayang kita pasti akan cepat menikah" ucap Akash pada Zia.
"Baiklah sudah malam ayo kita tidur" ucap Zia.
"Selamat malam sayang" ucap Akash.
"Hemm".
__ADS_1
Pagi hari kira kira pukul enam pagi Rayhan sudah bersiap akan pergi lagi ke kota dan hari ini Rayhan akan mencoba mendekati Alena wanita yang akan membayar utang nya pada Iqbal.
"Mah aku pulang, ini uang gunakan lah untuk merenovasi rumah ini sisanya aku akan kirimkan nanti" ucap Rayhan.
"Tapi Ray ini sangat banyak" ucap Nita yang melihat cek lima puluh juta itu.
"Aku akan kirimkan sisanya" ucap Rayhan.
"Kamu akan kesini lagi" tanya Nita.
"Aku tak janji".
" pah aku pulang" ucap Rayhan pada Topan papahnya.
"Kenapa tak kau bawa saja laki laki itu Ray" ucap Topan sedikit tak suka pada Akash.
"Pah sepanjang jalan dia banyak bicara aku tak mau membawa dia, biarkan dia bersama Zia besok aku akan suruh Lukas untuk datang kesini menjemput Zia" ucap Rayhan.
"Baiklah hati hati di jalan" ucap Topan.
Rayhan mengendarai mobilnya menuju kota, hari ini dia tak akan masuk kerja karena misi mendapatkan alena lebih penting dari kerja apa lagi Elpan sudah menghubungi Rayhan kalau dia sudah mendapatkan sedikit kabar baik.
Mobil Rayhan berhenti di basemen hotel Delima hotel punya Alena.
Saat ini kira kira pukul sembilan pagi Rayhan masuk kedalam hotel itu.
Orang orang yang ada di hotel itu menatap Rayhan dengan tatapan kagum, Rayhan mendekati Resepsionis dan menayakan dimana pemilik hotel itu berada.
"Dimana pemilik hotel ini" tanya Rayhan dingin.
"Ibu Alena sedang berada di ruangannya tuan" ucap resepsionis itu.
"Sebelah sana pak" ucap resepsionis menunjuk salah satu ruangan yang tak jauh dari sana.
Rayhan langsung berjalan kesana dan masuk kedalam tanpa permisi dahulu.
"Selamat pagi kenalkan saya Rayhan" ucap Rayhan dingin dan ketus pada wanita yang duduk di mejanya.
"Selamat pagi silahkan duduk" ucap Alena yang tak berkedip menatap Rayhan yang sekarang berada di hadapannya.
"Ya tuhan sungguh mahkluk ciptaanmu tak ada yang gagal" batin Alena menatap pada Rayhan.
"Maaf saya menganggu" ucap Rayhan.
"Hah tak masalah" ucap Alena yang matanya masih tak berkedip.
"Apa bisa saya menyewa satu kamar di hotel mu ini, untuk bertemu dengan Klien" ucap Rayhan berbohong.
"Boleh silahkan saja, anda butuh berapa kamar tuan" tanya Alena.
"Hanya satu" ucap Rayhan ketus dan dingin.
Namun Alena sangat terpana pada Rayhan, sehingga Alena sangat ingin menjadikan Rayhan sebagai kekasihnya.
"Apa kau sudah punya istri" tanya Alena.
"Belum".
"Oh baguslah lampu hijau untukku" batin Alena tersenyum girang.
__ADS_1
"Baiklah tuan kamar yang paling mewah di sini adalah kamar nomor 23 anda bisa menempatinya disana" ucap Alena.
"Terima kasih saya datang lagi besok" ucap Rayhan.
"Selamat bertemu besok tuan" ucap Alena.
"Tampan kau sangat tampan, aku harus mendapatkan laki laki itu apa pun caranya" ucap Alena girang karena bisa bicara dengan laki laki tampan seperti Rayhan.
Rayhan adalah tipikal laki laki idaman Alena, makanya Alena tak pernah pacaran karena semua laki laki tak termasuk idamannya hanya Rayhan saja yang masuk dalam kriterianya.
Sebelum pulang ke rumahnya Rayhan mampir ke perusahaan Elpan terlebih dahulu karena dia mau bertanya pada Elpan berita baik apa yang baru dia dapatkan.
"Selamat datang tuan Mafia, suatu kebahagiaan tersendiri karena kau mau datang kemari" ucap Elpan menyambut Rayhan yang sekarang sudah berada di ruangannya.
"Kau terlalu Formal".
"Duduklah Ray, bagaimana pendekatannya apa lancar" tanya Elpan.
"Sangat lancar" ucap Rayhan.
"Baguslah jadi aku akan memberi taukan kabar baik ini secepatnya" ucap Elpan.
"Apa aku tak sabar mendengarnya" ucap Rayhan.
"Sabar" ucap Elpan mengetik laptopnya.
Elpan memperlihatkan sebuah Foto di laptopnya, Foto yang bahkan sangat asing bagi Rayhan.
"Siapa dia" tanya Rayhan.
"Tentu saja bapak aku" ucap Elpan berbohong.
"Apa kapan tuan Dewa berubah wajah" tanya Rayhan menatap pada Elpan.
"Tentu bukan Gobl*k dia orang yang menyuruh gerombolan itu datang ke kediaman Lynda House" ucap Elpan kesal pada Rayhan.
"apa, tau dari mana kau" tanya Rayhan.
"Ray kau membuat aku kesal" ucap Elpan memperlihatkan kekesalannya pada Rayhan.
"Maaf tapi dari mana kau tau, bahkan selama dua belas tahun ini aku mencari tapi aku tak pernah menemukanya" ucap Rayhan.
"Ray lain kali aku sarankan kalau kau punya masalah beri tau aku, aku bisa membantu walau pun hanya sedikit" ucap Elpan.
Elpan adalah pengusaha yang sangat sukses bahkan dia juga punya Group bisnis hitam yang sangat terkenal di negri orang.
Hanya mencari informasi saja sangat gampang bagi Elpan.
"Kirim kan foto itu padaku" ucap Rayhan.
"Aku sudah menyuruh anak buahku mencari tau lagi, kau tenang saja" ucap Elpan.
"Terima kasih El aku bangga punya teman seperti mu" ucap Rayhan.
**Rayhan sangat nekad ya..
Dia langsung masuk ke ruangan Alena..
Memang hanya Rayhan yang seperti ini**..
__ADS_1