
Seperti biasa Rayhan berkutat dengan layar laptopnya meneliti setiap inci berkas yang sejak tadi Rayhan sama kan selalu saja salah.
"Apa keuangan ada yang berkurang, atau ada yang mengambilnya" gumam Rayhan melihat hasil dari perhitungannya dengan perhitungan hasil karyawannya.
Kringg..
📞📞📞
..."Ya ada apa" tanya Rayhan....
..."Tuan ada wanita yang ingin bertemu dengan anda" ucap resepsionis Rayhan....
..."Siapa" tanya Rayhan....
..."Dari perusahaan Fikri Widirdja tuan"....
..."Persilahkan dia masuk" ucap Rayhan....
📞📞
"Apa bu Ajeng datang" gumam Rayhan yang menatap pada layar laptopnya.
"Oh ya ampun aku sangat pusing dengan semua ini" gumam Rayhan.
Tokk
Tokk.
"Masuk" sahut Rayhan.
Wanita cantik yang tak lain adalah Raya anak kandung Bu Ajeng datang kesana sambil membawa map berwarna coklat.
"Raya" ucap Rayhan menatap pada wanita cantik itu.
"Pak Ray, maaf aku datang sangat mendadak karena mamah menyuruh aku datang kemari" ucap Raya.
"Tak apa duduklah" ucap Rayhan.
"Ini pak Ray ada berkas yang harus anda tanda tangani, kata mamah dia sangat senang bisa bergabung dengan pak Ray" ucap Raya.
"Ya aku juga begitu" ucap Rayhan sambil melihat berkas yang baru saja Raya berikan padanya.
"Pak Ray" ucap Raya sambil memberikan amplop coklat kecil kepada Rayhan.
Rayhan mengerutkan keningnya.
"Apa ini" tanya Rayhan sambil membuka amplop itu dan ternyata isinya uang yang cukup banyak.
"Uang apa ini" tanya Rayhan.
"Uang itu untuk menggati semua kerugian mu karena sudah menolongku, pak Ray aku sangat berterima kasih padamu" ucap Raya.
"Ya ampun Raya aku tak minta imbalan" ucap Rayhan memberikan uang itu lagi pada pemiliknya.
"Tidak pak Ray" ucap Raya menolak.
__ADS_1
Rayhan tersenyum.
"Ambilah aku gak butuh, aku ikhlas menolong mu Raya" ucap Rayhan.
"Tapi pak Ray" ucap Raya.
"Shutt ambil saja" ucap Rayhan sambil menaruh jarinya di bibirnya sendiri.
"Terima kasih pak Ray" ucap Raya.
"Aku tak sangka ternyata kau adalah anak Bu Ajeng" ucap Rayhan sambil menyerahkan map yang sudah dia tanda tangani itu pada Raya.
"Ya pak Ray tapi aku malah tak suka di posisi ku seperti ini" ucap Raya sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Kenapa" tanya Rayhan.
"Kau tau laki laki yang bernama Fikri, pacarku di kampus" tanya Raya yang hanya di balas anggukan oleh Rayhan.
"Ternyata dia menjadi kakak tiriku sekarang, aku sangat canggung berada di rumah itu pak, apa lagi dia sering kali membuat aku malu di hadapan mamah" ucap Raya.
"Lalu" tanya Rayhan.
"Dan satu lagi, paman tau kalau mamah kaya dia memanfaatkan aku untuk mendapat uang dari mamah, dia mengancam aku Pak Ray kalau aku tak memberinya uang maka dia akan membun*h aku" ucap Raya.
Rayhan hanya mengangguk anggukan kepalanya mencoba memahami setiap perkataan Raya.
"Maaf pak Ray aku jadi curhat, baik lah aku akan pergi sekarang" ucap Raya.
"Tunggu Raya, apa yang akan kau lakukan pada masalah mu ini" tanya Rayhan.
"Pak Ray jika saja ada laki laki yang berani datang pada mamah dan bersedia menikahi aku lalu membawa aku jauh dari mamah dan paman mungkin aku sangat senang" ucap Raya.
"Hah kau mengajak ku menikah" tanya Raya yang hanya mendapat anggukan kepala dari Rayhan.
"Mana mungkin kau mau, aku masih bocah Pak Ray" ucap Raya menggeleng gelengkan kepalanya karena tak percaya seorang Rayhan akan mengatakan itu padanya.
Rayhan bangkit dari duduknya kemudian berjalan sambil memegang tangan Raya.
Awalnya Raya bingung dengan perlakuan Rayhan namun Raya masih berusaha mengikuti langkah Rayhan.
"Masuklah" ucap Rayhan pada Raya saat mereka sudah berada di parkiran mobil.
"Kau mau bawa aku kemana" tanya Raya.
"Tenang saja aku tak akan melakukan apa apa" ucap Rayhan yang langsung melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Widirdja.
Raya hanya mengikuti Rayhan saja, bahkan saat ini mereka sudah berada di perusahaan Bu Ajeng, hal itu membuat Raya takut kalau Rayhan akan membocorkan masalah yang dia bicarakan tadi pada Bu Ajeng.
"Ya ampun bagaimana kalau Pak Ray mengatakan semua itu pada mamah, bisa bisa aku di Bun*h oleh paman" batin Raya.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan Bu Ajeng, saat ini Bu ajeng sedang berada di ruangannya dan itu memudahkan Rayhan untuk melancarkan aksinya.
"Bu ajeng maaf aku menganggu waktu anda" ucap Rayhan.
"Nak Ray kau datang, aku sangat senang kalau kau datang" ucap Bu Ajeng.
__ADS_1
"Bu saya tak akan berbasa basi, kedatangan saya kesini saya akan melamar Raya untuk menjadi istri saya" ucap Rayhan dengan nada datar.
Raya melongo di buatnya,
"Senekad itu pak Ray" batin Raya.
"Apa tapi" ucap Bu Ajeng melihat pada Raya.
"Ya bu ini mungkin terdengar sangat mendadak tapi sudah lama saya menyukai Raya, saya janji setelah menikah Raya tak akan putus kuliah dan saya akan menjaganya dengan sangat baik" ucap Rayhan.
"Kalau Ibu terserah pada Raya saja Nak Ray" ucap Bu Ajeng.
"Raya bagaimana" tanya Rayhan menatap pada Raya yang masih melongo mendengar hal itu.
"Ya" hanya kata itu yang bisa Raya katakan.
"Saya akan segera membawa orang tua saya menghadap pada Ibu" ucap Rayhan.
"Ya Nak Ray Ibu sangat senang sekali akhirnya Raya menikah dan ibu akan segera menimang cucu" ucap Ibu Ajeng.
"Ya Bu, dan satu hal lagi apa boleh saya mengajak Raya bertemu orang tua saya" tanya Rayhan.
"Ya silahkan nak Ray" ucap Bu Ajeng.
Sebagai seorang Ibu, Bu Ajeng sangat senang Raya bisa menikah dengan sekorang laki laki yang kaya dan mapan, tetapi sebagai seorang Ibu juga Bu Ajeng merasa sedih karena baru saja bertemu dengan putri kandungnya tapi Raya akan pergi lagi bersama suaminya.
"Ayo Ray" ucap Rayhan mengajak Raya untuk menemui orang tuanya.
"Mah aku pergi dulu" ucap Raya.
"Ya Raya" ucap Bu Ajeng.
Raya mengikuti langkah Rayhan dan segera masuk kedalam mobil Rayhan.
"Pak Ray kau sangat baik, terima kasih sudah mau membantu aku tapi aku takut kau akan menyesal menikah denganku" ucap Raya.
"Tak apa yang penting kau bisa sayang pada orang tuaku aku akan mempertahan kan kamu" ucap Rayhan.
"Benarkah" tanya Raya.
"Tentu saja aku tak akan banyak menuntut Raya" ucap Rayhan sambil melajukan mobilnya.
"Apa hanya itu syarat untuk memiliki mu pak Ray" tanya Raya masih tak percaya.
"Memangnya kau mau yang seperti apa" tanya Rayhan.
"Aku kira kau akan mencari wanita yang cantik dan pintar, atau lulusan dokter begitu" ucap Raya.
"Aku jarang sakit jadi aku tak membutuhkan istri seorang Dokter" ucap Rayhan.
"Ya aku tau itu" ucap Raya.
Raya memang sangat polos, dia tak tau kalau sebenarnya Rayhan menikahi Raya bukan karena semena mena mau menolong Raya tapi Rayhan terpaksa karena permintaan Zia dan hanya ini lah satu satunya peluang bagi Rayhan.
bersambung...
__ADS_1
***Rayhan sangat nekad ya, baru saja Raya bilang ehh langsung ngelamar..
Tuhan tolong sisakan laki laki seperti Rayhan untuk mak Othor***..