Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 122


__ADS_3

Raya saat ini tengah menatap getir pada suami nya itu, karena hati istri yang mana yang akan baik baik saja kalau melihat suaminya membu nuh orang di hadapan nya sendiri.


Datang lah Mutiya dan Van ke sana, bukan karena hal yang lain tapi Van mau berterima kasih pada Rayhan karena sudah membantu nya.


Raya hendak pergi dari sana, dengan kaki yang gemetar Raya mencoba melangkah kan kakinya, dalam hati Raya menggerutu karena tak percaya kalau suami yang sangat Raya bangga bangga kan itu ternyata seorang pem Bu nuh.


Rayhan menyadari kalau ada Raya juga di sana, Rayhan menatap pada Raya.


Saat ini Raya sudah akan pergi dari sana karena tak sanggup berkata lagi.


"Ray kau mau ke mana" tanya Mutiya pada Raya.


Namun Raya tak menjawab dia hanya berusaha lari dari sana meninggal kan Rayhan.


"Raya" teriak Rayhan yang langsung mengejar Raya untuk menjelaskan semuanya.


Namun Raya malah semakin berlari menjauh, tak ingin Raya salah paham Rayhan terus saja menyusul Raya dan akhirnya Rayhan bisa menghentikan langkahnya Raya.


Rayhan memegang tangan Raya.


"Aku bisa jelaskan" ucap Rayhan.


"Apa lagi yang harus di jelaskan? Semuanya sudah jelas, aku tau siapa diri mu sekarang, dan aku harap kita tak pernah ketemu lagi" ucap Raya.


"Kau tak bisa bersikap begitu Raya, aku tak mau kau pergi" ucap Rayhan.


"Percuma mas, kau ja hat kau kotor aku tak benci pada mu mas, aku anggap kau seorang yang baik tapi apa aku salah" ucap Raya.


"Aku bisa jelaskan" ucap Rayhan.


"Apa kau akan jelaskan apa mas, bahkan kau ini pem bu nuh hah, kau ingin jelas kan pada dunia kalau kau orang baik" ucap Raya.


"Ray dengar kan aku" ucap Rayhan.


"Aku akan siap kan perceraian kita, kau tenang saja aku tak akan memberatkan mu di pengadilan nanti" ucap raya.


"Ray tapi aku gak mau cerai" ucap Rayhan.


"Istri mana yang mau bersama dengan penjahat seperti dirimu" ucap Raya.


"Ray aku bisa jelaskan" bentak Rayhan yang membuat Raya seketika tercengang mendengar nya.


"Aku jijik dengan mu mas" ucap Raya.


Raya pergi dari sana meninggal kan Rayhan, Raya berlari dari sana dengan mata yang tak henti hentinya menangis karena masih tak percaya.


Sungguh sebuah rahasia akan sangat menyakitkan jika mendengar nya dari mulut orang lain.


Rayhan tak mau sampai Raya meninggal kan nya.


Rayhan mencoba berlari mengejar Raya lagi menggunakan mobil nya.


Saat di jalanan Raya saat ini terlihat sedang menunggu seseorang di sana.


Rayhan bisa melihat dengan jelas kalau seorang laki laki datang ke sana dan dengan cepat Raya naik ke atas motor nya.


"Siapa Dia" gumam Rayhan memukul stir nya karena marah pada Raya.


Raya sekarang tengah berada dengan Kevin, dia tak punya lagi teman selain Kevin saja yang mau membantu nya.


"Kau kenapa Raya" tanya Kevin sambil menatap ke arah depan karena dia Sedang mengendarai motor.


"Tak ada" ucap Raya.


"Ayo cerita saja" ucap Kevin.


"Aku lagi tak ingin bicara Vin kau bisa kan paham pada kondisi ku sekarang" ucap Raya.


"Oh baik lah" ucap Kevin.


Kevin melajukan motornya menuju rumah Rayhan, karena kata Raya dia ingin ke sana dulu.

__ADS_1


Kevin cukup sadar diri kalau memang seseorang tak mau bicara Masalah hidup nya Kevin tak pernah maksa.


Sikap Kevin sekarang cukup mandiri dan dewa sa karena dulu Kevin sama seperti Fikri yang ka sar dan tak perduli pada perasaan orang lain.


Tapi sekarang saat Kevin di berikan tangung jawab oleh ayah nya dia jadi sadar kalau menjadi dewa sa itu sangat lah menyenangkan.


Kevin menunggu di gerbang rumah mewah itu, sedang kan Raya sekarang sudah masuk ke dalam karena akan mengemasi pakaian nya.


Kevin melihat sekarang Rayhan ke sana dan masuk ke dalam rumahnya, sebenarnya Rayhan Sangat marah pada Kevin namun sekarang urusan nya bukan dengan Kevin tapi dengan Raya.


Rayhan masuk ke dalam rumahnya karena akan menghentikan Raya.


Rayhan menduga kalau Raya akan pergi dari sana apa lagi sekarang Raya benar benar sangat hancur.


"Ray" ucap Rayhan yang sekarang sampai ke kamar nya.


"Ray plis Jangan pergi" ucap Rayhan mendekat pada Raya yang sekarang tengah memasukan pakaian nya pada koper nya.


Raya tak menjawab pertanyaan Rayhan bahkan sekarang Raya terlihat acuh pada kehadiran Rayhan.


Rayhan terduduk di lantai dia memohon pada Raya supaya tak pergi dan tak menceraikan nya.


Bukan karena takut tapi Rayhan sekarang sangat membutuhkan Raya apa lagi Rayhan sudah bergantung pada Raya.


Bukan hanya hidup nya tapi hatinya juga sudah bergantung pada Raya seorang, hal yang belum pernah Rayhan rasakan pada wanita lain, Rayhan hanya merasakan nya pada Raya.


"Maaf" ucap Rayhan.


"Maaf? Baru sekarang kau minta maaf?" Tanya Raya.


"Tapi aku tak menyangka kalau kau akan jadi begini Raya" ucap Rayhan.


"Mas kau tau, sebuah Rahasia akan terasa sangat menyakitkan kalau kita mendengar kebenaran nya dari orang lain, mas kau tak memikirkan Aku" ucap Raya.


"Malam kemarin aku bilang tentang Rahasia ku, aku bilang kalau aku Mafia tapi kau tidur" ucap Rayhan.


"Oh ya lalu" tanya raya.


"Lalu kau tak bisa menjawab kan, sudah lah mas aku sakit hati karena kau bohongi apa hanya sebatas itu saja hubungan suami istri itu hah, hanya sampai berhubungan ranjang dan aku melayani mu" ucap Raya.


"Maaf kan aku Ray" ucap Rayhan.


"Aku sudah tak mau dengar apa apa lagi, mas kita menikah itu sudah lama, kenapa kau baru bilang kemarin dan aku melihat secara langsung sekarang, kau tau mas kalau sebelumnya kau sudah memberikan aku kebenaran itu mungkin aku tak akan se kecewa ini" ucap Raya sambil menarik gagang koper dan membawanya pergi dari sana.


"Ray maaf kan aku" ucap Rayhan.


"Aku harap kita tak pernah ketemu lagi, dan aku mohon kau jangan peduli lagi pada ku karena mulai sekarang aku dan kau hanya lah orang asing yang pernah tinggal bersama" ucap Raya.


"Ray apa salah nya punya suami seorang Mafia? Aku tak ja hat pada mu" tanya Rayhan.


"Kau tanya apa salah nya" tanya raya sambil mengusap air matanya yang sejak tadi keluar.


"Tak salah mas tapi aku tak mau punya anak dari seorang laki laki yang ja hat seperti diri mu" ucap Raya.


"Tapi aku hanya membalas kan dendam saja" ucap Rayhan.


"Ya ini kesalahan mu Mas, kau terlalu terobsesi pada balas dendam mu itu hingga kau lupa ada hati istri mu yang kau lukai " ucap Raya.


Rayhan hanya diam tak bisa menjawab lagi karena mau bagai mana lagi, Raya sekarang sudah pulang ke rumah mamahnya.


Dan Rayhan hanya sendiri tanpa siapa siapa.


Raya sekarang naik ke atas motor Kevin, dan dengan cepat Kevin mengendarai motornya menuju ke rumah Bu Ajeng Widirdja.


Raya sesekali menghapus air matanya, Kevin pun melihat nya dari arah kaca spion nya.


Namun Kevin tak bisa bertanya karena Kevin tak punya hak.


"Apa wanita bisa mengajukan perceraian" tanya Raya.


"Bisa asal punya bukti dan alasan yang kuat saja" ucap Kevin.

__ADS_1


"Lalu aku harus pakai alasan apa pada masalah ku saat ini" ucap Raya.


"Ray kebanyakan yang pisah itu karena masalah ekonomi lalu kau, kau sangat berkecukupan" ucap Kevin.


"Apa" tanya Raya.


"Aku tak yakin, kalau kau masukan suami mu ke masalah kdrt karena kan kau belum merasa kan kdrt dari suami mu" ucap Kevin.


"Ya" ucap Raya terlihat seperti berpikir.


"Kau usahakan pada pengacara mu saja, Raya pengacara keluarga Fikri itu tak main main dia selalu menang kalau bersaing apapun" ucap Kevin.


"Apa bisa memakai pengacara" tanya Raya.


"Tentu saja bisa, Raya semua artis dan siapa pun juga pasti akan butuh pada bantuan pengacara" ucap Kevin.


"Baik lah aku akan bicarakan pada mamah" ucap Raya.


Motor berhenti di kediaman Widirdja.


Raya turun dari motor sambil menarik koper yang besar.


"Kau yakin tak akan masuk dulu" tanya Raya.


"Tak aku ada urusan" ucap Kevin.


"Maaf selalu merepotkan mu" ucap Raya.


"Tak apa" ucap Kevin.


"Baik lah aku permisi" ucap Kevin yang langsung melajukan motornya dari sana menuju perusahaannya.


Raya masuk ke dalam menemui Bu Ajeng karena akan bicarakan ini pada Bu Ajeng.


"Mah" ucap Raya yang langsung memeluk mamah nya saat mereka baru saja bertemu di halaman depan.


"Raya kau kenapa? Kenapa kau bawa koper besar" tanya Bu Ajeng.


"Mah aku mau pisah sama mas Ray" ucap Raya.


"Kenapa pisah" tanya Bu Ajeng.


Raya tak menjawab.


"Baik lah ayo kita bicarakan saja di dalam rumah" ucap Bu Ajeng.


Raya dan mamahnya duduk di sofa yang sangat mewah, saat ini Raya masih saja menangis karena tak menyangka.


"Apa masalah nya ayo cerita pada mamah" ucap Bu Ajeng.


"Mah, aku baru tau kalau ternyata Mas Ray itu bukan orang baik, dia itu tak lebih dari seorang penja hat mah" ucap Raya.


"Ayo cerita kan dengan benar" ucap Bu Ajeng.


Raya menceritakan semuanya pada Bu Ajeng tentang penculikan yang dia alami dan tentang Rayhan menebak Dion dan terlihat jelas oleh mata kepala Raya sendiri.


"Hikss hikkss hiks" Raya menangis di hadapan mamahnya.


"Mamah tak sangka kalau Nak Rayhan seke jam itu" ucap Bu Ajeng.


"Dia melakukan itu" sahut Fikri dari arah tangga.


Raya menatap pada Fikri yang sekarang berjalan ke arah nya.


"Apa dia melakukan itu, biar aku kasih dia pelajaran" ucap Fikri marah.


"Tidak, jangan Fikri jangan" ucap Raya mengentikan Fikri.


"Raya kau di sini nangis mungkin saja dia di sana sedang bahagia" ucap Fikri


bersambung

__ADS_1


__ADS_2