Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 12


__ADS_3

Hari ini Rayhan pergi ke kantor Elpan karena pagi sekali Rayhan mendapat pesan dari Elpan kalau dia sudah menemukan bukti lain.


"Lukas kau pergilah ke kantor bawa Zia juga sekalian" ucap Rayhan.


"Lalu tuan akan kemana" tanya Lukas.


"Aku ada urusan" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana menuju kantor Elpan yang membutuhkan waktu perjalanan hampir setengah jam itu.


Rayhan masuk kedalam ruangan Elpan banyak sekali karyawan wanita dari pada karyawan laki laki di perusahaan Elpan ini, tetapi Elpan adalah sosok laki laki yang tak pernah bermain main dengan wanita.


Sama hal nya dengan Rayhan yang tak pernah melakukan apa pun dengan wanita, namun Elpan sering kali gunta ganti pacar namun dia tak pernah menyentuhnya, berbeda dengan Iqbal.


"Selamat datang Rayhan" ucap Elpan.


"Ada kabar apa" tanya Rayhan datar dan langsung duduk di kursi bersebrangan dengan kursi kebesaran Elpan.


"Sabar, kau baru datang minum lah dahulu" ucap Elpan.


"aku sibuk jadi tak ada waktu untuk minum" jelas Rayhan.


"Baiklah" ucap Elpan.


Elpan membuka laptopnya, dia memperlihatkan rumah kediaman Lynda House yang dahulu masih utuh.


"Rumah ini bukan" tanya Elpan.


"Ya rumah ini" ucap Rayhan tanpa berkedip melihat rumah masa kecilnya itu yang masih utuh dan sangat terasa sekali bagaimana masa kecil Rayhan disana.


"Aku mencari informasi ini di stasiun tv yang dahulu meliput rumah korban yang sudah hancur, kau tau berita ini pernah buming di media tapi entah kenapa seminggu kemudian berita itu hilang bagai di telan bumi" ucap Elpan.


Namun mata Rayhan tak beranjak dari foto itu tetapi telinga Rayhan bisa mendengar semua ucapan Elpan.


"Apa kau tau siapa orangnya" tanya Rayhan penuh harap pada Elpan.


"Tentu saja" ucap Elpan.


"Tapi aku mau bertanya dulu, bagaimana hubungan kalian" tanya Elpan.


"Wanita itu bar bar El, dia mengajak aku menikah gila bukan" ucap Rayhan.


"Lalu menikahlah".


" mana ada seorang wanita yang melamar duluan" ucap Rayhan.


"Justru bagus Ray kau akan punya istri dengan mudah, aku yakin alena baik" ucap Elpan.


"Ya baik tapi dia bar bar".


"Baiklah terserah kau saja, aku akan tunjukan bukti itu padamu" ucap Elpan.


Elpan membuka video yang ada di laptopnya itu.


Dan terlihat dengan jelas kalau wartawan sedang meliput rumah sisa ledakan itu, bahkan mungkin hanya wartawan itu saja yang ada di sana, wartawan itu memvideo seorang wanita paruh baya yang tubuhnya gosong namun Rayhan sangat yakin itu adalah Neneknya Nenek Lynda.


"Nenek" gumam Rayhan sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Terlihat dalam video itu kalau ada seorang laki laki yang masih sadar namun badannya penuh dengan luka sampai ke wajah wajah.


"Pak siapa yang melakukan ini" tanya Wartawan laki laki itu.


"Pak Dion..." ucap Laki laki itu yang langsung tak sadarkan diri.


"Aku harus pergi dari sini" ucap Wartawan itu yang langsung berlari dari sana karena ada segerombolan polisi yang datang kesana.


Hanya Video itu yang bisa Rayhan lihat karena Videonya langsung terhenti.


Elpan melihat Rayhan yang menangis, Elpan bingung kenapa Rayhan sampai menangis.


Karena Elpan belum tau kalau rumah itu adalah rumahnya Rayhan karena sejak dua belas tahun itu Rayhan selalu saja menyembunyikan identitasnya.


"Ray kau kenapa" tanya Elpan bingung karena melihat Rayhan yang meneteskan air matanya.


Rayhan menghapus air matanya.


"Tak ada aku hanya sedih saja" jawab Rayhan.


"Jangan bohong Ray bahkan aku bisa melihat dari raut wajahmu" ucap Elpan.


"Kau tak mau memberi tau aku" tanya Elpan.


Namun tak ada jawaban dari Rayhan.


"aku bisa mencari masa lalu mu di laptopku" ucap Elpan.


"Cari saja aku tak yakin kau akan bisa menemukannya" ucap Rayhan tersenyum tipis.


"Tunggu, siapa laki laki yang tadi korban itu sebut" tanya Rayhan.


Elpan menggelengkan kepalanya, mereka mengulang kembali video itu sampai habis.


"Pak Dion" gumam Rayhan.


"Kau kenal Dion" tanya Elpan.


Rayhan menggelengkan kepalanya karena Dion adalah nama yang asing baginya.


"Apa kau bisa mencarinya" tanya Rayhan.


"Aku tak yakin tapi akan aku coba" ucap Elpan.


Elpan mencari nama Dion di pencarian laptopnya, dia hanya menemukan Dion orang yang punya perusahaan besar yang ikut bergabung dengan perusahaan Elpan.


"Tak ada hanya ada pak Dion adinata, klien perusahaan ini" ucap Elpan.


"Coba kau cari Foto yang kemarin kau kirimkan" ucap Rayhan.


Elpan mencarinya, karena kemarin anak buahnya bilang kalau orang itu juga ada di dalam laptopnya Elpan.


"Benar Ray namanya Dion" ucap Elpan terkejut.


"Coba lihat" tanya Rayhan.

__ADS_1


"Apa tak ada foto masa kini nya, ini Foto lama bahkan kejadian itu sudah dua belas tahun silam" ucap Rayhan.


"Tak ada hanya ini saja" ucap Elpan.


"Ck bagaimana ini" ucap Rayhan frustasi padahal Rayhan sudah mengetahui semuanya hanya tinggal mencari dalang di balik masalah ini.


"Tapi Ray aku masih sangat bingung" ucap Elpan sambil berfikir.


"Kita bisa melihat kalau keluarga Lynda ini sangat kaya bahkan beritanya pun sampai masuk televisi tapi kenapa kepolisian tak menenukan orang yang menyuruhnya bahkan polisi pun seakan menutup rapat rapat masalah ini" ucap Elpan.


Rayhan pun mencerna ucapan Elpan, dan hal itu ada benarnya juga.


"Berarti ada yang janggal di kasus ini El" ucap Rayhan.


"Benar sekali, bahkan wartawan itu pun tak memberikan rekaman ini pada orang lain, lu tau dia sampai gila karena melindungi rekaman ini" ucap Elpan.


"Lalu dimana dia, aku harus berterima kasih padanya karena mau memberikannya pada kita" tanya Rayhan.


"Dia sudah meninggal rekaman ini aku dapat dari anaknya" ucap Elpan.


"Oh dimana anaknya" tanya Rayhan.


"Dia berpesan kalau dia tak mau berurusan lagi dengan orang orang karena sudah cukup banyak orang yang meneror keluarganya hanya karena rekaman ini jadi dia dengan senang hati memberikannya padaku" ucap Elpan.


"Oh ya" ucap Rayhan.


"Apa kau bisa mencari tau dalang di balik ini" tanya Rayhan memohon pada Elpan.


"Aku tak janji" ucap Elpan.


Rayhan baru teringat sesuatu.


"El tunjukan foto pak Dion Adinata yang tadi kau tunjukan" titah Rayhan.


Elpan pun langsung mencarinya.


"Mau apa dengan Foto ini, ingat dia orang paling sukses di sini" ucap Elpan yang tak di gubris oleh Rayhan.


Sedangkan Rayhan mengutak atik ponselnya dan mencari Dion yang muda yang membuat hancur keluarganya itu.


Rayhan mendekatkan nya dengan Foto yang ada pada layar lapto Elpan.


"Mau apa" tanya Elpan.


"Kita samakan mereka siapa tau saja mirip" ucap Rayhan.


"Mereka tak mirip" ucap Elpan.


"Lihat El matanya mirip" ucap Rayhan.


"Ya ampun Ray hanya mata saja kan, bahkan orang orang di seluruh Indonesia pun banyak yang punya mata sama" ucap Elpan.


"Apa dia melakukan oprasi plastik" tanya Rayhan.


"Ahh kau ngada ngada saja Ray" kesal Elpan karena Pak Dion adalah Kliennya yang paling dia hormati.

__ADS_1


"Ya siapa tau mirip kan" ucap Rayhan.


__ADS_2