
Malam harinya Raya memakai lingrie yang baru saja dia beli kemarin, Raya keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
Rayhan datang dari dapur sambil membawa air hangat dan susu ibu hamil untuk Raya minum, Rayhan terkejut saat melihat Raya menggunakan pakian ketat dan sangat transfaran.
"Raya kenapa pake baju ketat" tanya Rayhan mendekat pada Raya.
"Pak gak ketat kok bahkan masih longgar" ucap Raya memperlihatkan baju yang dia pakai pada Rayhan.
"Tetap gak boleh Raya, bajunya sangat tipis kalau kamu masuk angin bagaimana, kasihan bayinya" ucap Rayhan.
"Pak Ray aku gak ham.." ucap Raya terpotong karena Rayhan langsung menempelkan jarinya pada bibir Raya.
"Aku tau kau sulit menerima ini tapi coba lah terima Raya, aku juga akan berusaha menjadi Ayah yang baik nantinya" ucap Rayhan.
"Kau salah paham" ucap Raya.
"Minumlah aku buatkan ini khusus untukmu" ucap Rayhan sambil menyodorkan segelas susu pada Rayhan.
Raya meminumnya hingga tandas.
"Pak Ray susu apa ini, rasanya aneh dan tak manis" ucap Raya.
"Susu ibu hamil, aku masukan dua sendok teh dan aku tuangkan air setengah gelas itu" ucap Rayhan.
"Pak Ray" ucap Raya kesal.
"Raya marah saat hamil itu adalah hormon dari si bayi, jadi aku akan terima kemarahan mu" ucap Rayhan.
"Bagaimana cara aku menjelaskannya" gumam Raya.
Malam harinya tiba tiba saja Rayhan bermimpi buruk seperti yang pernah terjadi tempo lalu, Rayhan langsung menangis histeris dan membangunkan Raya.
"Pak Ray kau kenapa" tanya Raya yang melihat Rayhan tak diam.
"Aaaa" teriak Rayhan dan langsung bangun dari tidurnya.
Dengan cepat Raya memeluk Rayhan dengan sangat erat, bahkan Rayhan yang ketakutan pun sekarang memiliki pawang untuk mengusir ketakutan itu.
"Kau kenapa pak, tenanglah ada aku" ucap Raya.
Nafas Rayhan masih ngos ngosan, seperti biasa jika sudah terbangun malam Rayhan tak akan bisa tidur lagi.
Raya membuatkan teh hangat untuk Rayhan, sekarang Rayhan sudah mulai tenang.
"Kau mimpi apa pak" tanya Raya.
"Tidak hanya mimpi buruk saja" ucap Rayhan berbohong dan berusaha menutupi kejadian kelam di masa lalu nya.
"Yasudah ayo tidur lagi, aku mengantuk" ucap Raya.
"Aku gak bisa tidur" ucap Rayhan.
"Ayo biar aku buat kau tertidur" ucap Raya.
"Maksudmu kau akan memberikan aku racun Raya" ucap Rayhan terkejut.
"Kenapa racun, aku akan membacakan dongeng supaya kau bisa tidur" ucap Raya.
"Aku bukan anak kecil Raya" ucap Rayhan.
"Yasudah ayo tidur" ucap Raya mengajak Rayhan tidur dan berbaring di ranjang.
Raya memeluk Rayhan dengan sangat erat, rasa nyaman pun muncul pada diri Rayhan hingga perlahan lahan Rayhan bisa tidur juga.
Pagi harinya Rayhan sudah sibuk di dapur membuatkan makanan sehat untuk Raya, kabar kehamilan palsu ini membuat Rayhan semakin ingin melindungi Raya.
Walau pun Rayhan tau kalau semisal Raya benar hamil maka ayahnya adalah orang lain bukan Rayhan.
Raya turun dari kamarnya karena mencium bau masakan yang sangat menggugah selera, Raya terkejut karena melihat suaminya berada di dapur dan sedang memasak.
"Pak Ray kau masak" tanya Raya.
"Tentu saja untuk mu" ucap Rayhan.
Raya duduk disana dan Rayhan menyajikan makanan untuk Raya.
"Coba masakan ku apa ada yang kurang" tanya Rayhan.
Raya menyendokan makanan dan menyuapkan pada mulutnya,
"Rasanya tak buruk" gumam Raya sambil merasakan rasanya.
"Enak pak" ucap Raya.
"Oh ya, aku sudah duga kalau masakan aku pasti enak" ucap Rayhan percaya diri.
Lukas datang kesana dan hendak pamitan pada Rayhan karena akan berangkat bekerja.
"Tuan saya akan berangkat, apa anda akan bekerja" tanya Lukas.
"Apa sekarang ada jadwal meeting" tanya Rayhan.
"Ada tuan pukul sembilan dengan perusahaan pak Dion lagi" ucap Lukas.
"Pak Dion lagi" gumam Rayhan sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Baiklah jam delapan aku akan datang dan kita berangkat pukul depalan lebih ke perusahaan pak Dion" ucap Rayhan.
"Baik tuan, saya permisi" ucap Lukas.
"Tunggu tuan Lukas" ucap Raya menghentikan langkah Lukas yang akan pergi.
"Ya Nona" tanya Lukas.
"Sarapan lah bersama lihat makanannya sangat banyak" ucap Raya.
Lukas menatap pada Rayhan dan Rayhan mengkode pada Lukas agar segera pergi dari sana dan menolak ajakan Raya.
"Tapi Nona maaf saya sibuk" ucap Lukas.
"Tapi ini perintah" ucap Raya.
Raya menatap pada Rayhan.
"Bolehkan pak, kasihan tuan Lukas dia kan harus kerja bahkan sampai lembur dia harus sarapan dulu" ucap Raya memohon.
"Apa ini permintaan bayi" tanya Rayhan menatap perut datar Raya.
Raya terkejut mendengar hal itu.
"Baiklah Lukas kau boleh makan bersama" ucap Rayhan.
"Terima kasih tuan, terima kasih Nona" ucap Lukas duduk dan langsung memakan makanan yang Rayhan masakan.
"Tuan apa Nona sedang mengandung" tanya Lukas.
Uhukk uhukk..
Raya terbatuk batuk karena terkejut mendengar pertanyaan dari Lukas.
"Kata dokter begitu, oh ya Lukas aku akan pergi ke Bali besok kamu handle perusahaan dan markas, aku kesana hanya tiga hari saja" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Di dalam kamar, Rayhan bersiap akan bertemu dengan pak Dion yang sekarang sudah bergabung dengan perusahaanya.
"Den ada paket buat aden" ucap Bi Ratna di ambang pintu kamar Rayhan.
"Terima kasih bi" tanya Rayhan.
Rayhan membuka paket yang isinya tiga buah baju daster yang khusus Rayhan belikan untuk Raya.
"Raya lihat ini, untuk mu" ucap Rayhan menyerahkan paket itu pada Raya.
"Apa ini" tanya Raya.
Raya masuk kembali ke kamar mandi dan memakai baju itu, lalu keluar dan memperlihatkan bajunya pada Rayhan.
"Pak Ray" geram Raya.
"Bagus" ucap Rayhan tersenyum.
Raya melihat pantulan dirinya di cermin dengan memakai baju daster yang sangat kebesaran di tubuh Raya.
"Pak Ray aku seperti pembantu, bahkan lihat aku seperti emak emak" ucap Raya.
"Sebentar lagi kau akan menjadi emak emak kan" ucap Rayhan santai.
"Pak Ray" ucap Raya sambil memukul dada bidang Rayhan dengan pelan.
Raya membantu memasangkan dasi pada Rayhan, tak sengaja Raya memasangnya cukup kencang hingga leher Rayhan sedikit tercekik.
"Aahh Raya apa kau mau membu nuh ku dengan mengencangkan dasi ini" gerutu Rayhan.
"Maaf" ucap Raya.
"Aku akan berangkat sekarang, istirahat lah aku sudah bilang pada dosen mu kalau Raya istrinya Rayhan akan ijin selama satu minggu" ucap Rayhan.
"Apa satu minggu" ucap Raya terkejut.
"Bukan kah acara honey moon nya hanya akan tiga hari saja kenapa libur satu minggu, aku bisa masuk saat hari ke empat" ucap Raya.
"Tidak bisa kau akan banyak istirahat sekarang, karena bayi mu" ucap Rayhan terpotong karena Raya menatapnya dengan tatapan tajam.
"Bayi kita" ucap Rayhan lagi dan malah semakin mendapat tatapan mematikan dari Raya.
"aku akan berangkat" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Raya sendirian.
"Tuhan, bagaimana cara aku menjelaskannya kalau aku tak hamil Pak Ray malah semakin berharap kalau aku hamil padahal kapan aku melakukannya, dan baju ini aku benci kau baju" gerutu Raya.
Sedangkan sekarang Rayhan dan Lukas sudah berada di perusahaan pak Dion, seperti biasa Rayhan hanya akan menunggu di kursi tunggu sedangkan Lukas akan menanyakan keadaan pak Dion pada resepsionis.
"Maaf tuan pak Dion sedang sibuk di luar" ucap Lukas.
"Lalu bagaimana" tanya Rayhan.
"Kita di harapkan menunggu tuan, ayo kita tunggu saja di cafe depan" ucap Lukas.
"Ck katanya tepat waktu tapi sekarang dia belum datang" gerutu Rayhan.
"Anda terlalu pagi tuan" ucap Lukas yang langsung bungkam karena mendapat tatapan tajam dari Rayhan.
__ADS_1
Rayhan dan Lukas duduk di Cafe dan memesan satu gelas kopi.
Di tempat yang berbeda..
Anak buah Rayhan meretas sebuah komputer di sebuah perusahaan yang berjalan di bidang elektronik, dia mendapat ijin dari pemilik perusahaan itu pun dia membawa nama Rayhan di dalamnya.
Dia melacak data diri Dion Adinata, tanpa dia sadari ada satu komputer yang sudah di modif mengetahui hal itu, yang tak lain adalah anak buah Dion adinata.
"Tuan ada yang meretas identitas anda" ucap anak buah Dion Adinata pada bosnya.
"Siapa manusia yang berani mengusikku, kita cari dimana orang nya" titah Dion.
"Di perusahaan elektronik tuan" ucapnya.
Mereka semua datang kesana, sedangkan anak buah Rayhan sudah mendapat apa yang dia inginkan dan menyimpannya di Flash dis miliknya.
Dia keluar dengan terburu buru, namun sayangnya dia melihat anak buah Dion adinata bersama dengan Dion adinata sendiri sedang mencari carinya.
"Tuan itu orangnya" ucap pemilik perusahaan itu yang sudah Dion ancam untuk memberi taunya.
"Kejar dia" titah Dion.
"Beri tau aku siapa dia" tanya Dion sambil mengancam pemilik perusahaan itu dengan sebuah pistol
"Rayhan tuan" ucapnya.
"Rayhan" ucap Dion dengan tersenyum tipis.
Para anak buahnya mengejar anak buah Rayhan dengan cepat dia masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Aku harus menghubungi tuan Rayhan" ucapnya.
Drtt drtt..
📞📞
..."Ya apa ada kabar bagus" tanya Rayhan pada anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari tau tentang Dion pembunuh itu....
..."Tuan saya sudah mendapat info tentang Dion yang anda maksud saya sudah menyimpannya di flash dis saya" ucapnya....
..."Datanglah kesini aku berada di cafe Xxx" ucap Rayhan....
..."Tuan saat ini banyak sekali orang orang yang mengejar saya, tuan tolong selamatkan saya" ucapnya memohon....
..."Kau dimana" tanya Rayhan cemas....
..."Aku di dalam mobil tuan" ucapnya ketakutan....
...Brakkkk...
...Suara keras seperti tabrakan terdengar jelas oleh Rayhan....
..."Hallo" ucap Rayhan....
...Tuttt tuttt...
📞📞📞
"Arrggh" geram Rayhan.
"Kenapa tuan" tanya Lukas.
"Lukas anak buah ku sudah mendapat info tentang Dion, tapi aku mendengar sebuah ledakan" ucap Rayhan.
"Hah apa kau tau lokasinya" tanya Lukas yang terkejut.
"Aku gak tau" ucap Rayhan.
Lukas tau cara mencari lokasi orang lain menggunakan Gps, dengan Cepat Lukas menemukan lokasi anak buah Rayhan itu, dengan segera mereka berdua menyusul ke lokasi.
Sayang sekali saat Rayhan sampai ke lokasi tersebut, api sedang berkobar di jurang yang tak cukup dalam, Rayhan tau kalau mobil itu benar mobil anak buahnya karena mobil itu adalah mobil pasilitas markas yang Rayhan berikan.
"Tuan mobil pribadi di markas" bisik Lukas karena disana banyak sekali polisi dan warga yang melihat.
"Ya, bagaimana ini kasihan dia" ucap Rayhan yang hampir saja menitikan air mata.
"Tuan kita tanyakan pada polisi itu" ucap Lukas.
"Pak apa dia selamat" tanya Rayhan pada polisi yang memasang garis polisi disana.
"Tuan kau lihat api itu sangat besar, kemungkinan besar dia tewas terbakar tuan" ucap Polisi itu.
"Apa tak ada cara untuk menyelamatkan dia" tanya Rayhan.
"Mau bagaimana lagi tuan kita hanya bisa menunggu apinya padam saja" ucapnya.
"Bagaimana ini dia harapan aku satu satunya" ucap Rayhan.
"Ya tuan bagaimana dengan keluarganya" ucap Lukas.
"Ini kartu nama saya, tolong kabari saya kalau apinya sudah padam" ucap Rayhan pada polisi.
"Apa anda saudaranya" tanya polisi.
"Ya saya atasannya" ucap Rayhan.
__ADS_1
Bersambung..