
Pagi harinya Rayhan sudah bersiap akan pulang ke kota, bahkan Raya juga sudah mem packing barang barang nya pada koper yang mereka bawa.
"Padahal tinggal saja di sini satu atau dua hari lagi, Kalian hanya menginap satu malam saja" ucap Nita.
"Nanti kesini lagi ya mah sekarang aku dan mas Rayhan sedang sibuk urusan pekerjaan apa lagi aku juga kan sekarang kerja di perusahaan mas Rayhan, jadi gak enak saja kalau aku libur" ucap Raya
"Kau ini pemilik nya kan Rayhan mana ada yang akan marah, bahkan mamah yakin tak akan ada yang akan memecat mu, karena mereka sudah pasti akan takut duluan" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Raya.
"Mah aku akan suruh anak buah aku untuk berjaga di sini menjaga mamah dan papah aku tak mau sampai kejadian ini terjadi lagi" ucap Rayhan.
"Apa tak akan mengganggu warga yang lain " tanya Nita.
"Tidak akan mah aku akan suruh dia berjaga dari jarak jauh saja" ucap Rayhan.
"Ya terserah kau saja" ucap Nita.
"Kalau begitu ayo makan dulu" ucap Nita pada anak dan menantunya itu.
"Ya ayo mah" ucap Raya.
Mereka semua makan di meja makan, di sana tak ada percakapan karena saat makan tak boleh ada yang berbicara, begitu juga dengan Rayhan kalau sedang maka dia tak akan bicara jika tak terlalu penting.
Sedangkan di apartemen Rega menatap pada apartemen milik Julia, namun Julia belum bangun bahkan tak terdengar ada suara Julia di dalam.
"Kemana dia" tanya Rega.
Rega menatap pada jalanan ternyata ada Julia di sana yang sedang menunggu seseorang di pinggir jalan.
"Dia sedang menunggu siapa" tanya Rega.
Datang lah satu motor ninja dengan seorang laki laki yang membawanya.
Laki laki itu memberikan helm nya pada Julia, Julia memakainya dan naik di jok belakang.
Motor pun melaju ke arah perusahaan Bu Ajeng tempat Julia bekerja.
"Ck ternyata dia sudah punya pacar pantas saja cintaku tak di terima" gumam Rega marah.
Sedangkan Julia saat ini baru saja turun dari motor,
"Terima kasih Fik kau sudah menjemput ku" ucap Julia.
"Tak apa lagi pula kita satu arah" ucap Fikri.
"Aku kira kau sangat tak sopan Fikri, tapi ternyata aku salah kau baik" ucap Julia.
"Ya aku memang baik sejak dulu" ucap Fikri.
"Mulai lagi sombong nya" ucap Julia.
"Ayo masuk mamah sudah di dalam" ucap Fikri.
"Ayo tuan muda" ucap Julia.
"Tuan muda" gumam Fikri dengan senyum tipis di bibir nya.
Sedangkan di perusahaan Rayhan sekarang Lukas tengah tertidur di kursi meja kerjanya sedangkan tak jauh dari sana Alena masih tidur di lantai yang hanya di alaskan kasur tipis punya Lukas.
Mata Lukas terbuka dengan perlahan, dia baru sadar kalau dia masih berada di ruangan kerjanya, semalaman dia tertidur dengan layar laptop yang masih menyala.
"Astaga aku ketiduran" gumam Lukas.
Mata Lukas melihat pada Alena yang sekarang masih tidur,
"Aku lupa mengantar dia pulang" ucap Lukas.
Lukas mendekat pada Alena, Lukas membangunkan Alena dengan menggoyang goyangkan tangan Alena.
"Alen bangun" ucap Lukas.
Mata Alena terbuka perlahan dia melihat sosok Lukas yang berada di hadapannya.
"Kau" ucap Alena.
Alena langsung bangun karena terkejut melihat Lukas.
"Kenapa aku ada di sini" tanya Alena.
"Semalam kau pingsan karena kau mabuk parah" ucap Lukas.
"Kau menyentuh ku" tanya Alena.
"Menyentuh apaan aku hanya menggendong mu dari jalanan" ucap Lukas.
"Jangan bilang kau berbuat be jat pada ku" ucap Alena.
"bahkan aku tak berfikir begitu" ucap Lukas.
"Ayo pulang aku akan antar kau pulang sampai ke rumah mu" ucap Lukas.
"Aku tak mau pulang" ucap Alena.
"Kenapa, apa kau mau bersama dengan ku di sini" tanya Lukas.
"Antar aku ke kampung orang tua Rayhan" ucap Alena.
"Mau apa ke sana? apa kau mau menyusul tuan Rayhan jangan berani nya mendekati tuan Rayhan" ucap Lukas.
"Aku hanya akan bertemu dengan Bibi Nita saja" ucap Alena.
"Ayo lah Lukas antar aku ke sana aku mohon" ucap Alena memohon pada Lukas.
"Apa yang akan aku dapat kan dari mengantar kamu ke kampung" tanya Lukas.
"Apa pun yang kau mau aku akan berikan" ucap Alena.
"Apa pun" tanya Lukas.
"Ya apa pun, asal kau mau antar aku ke kampung" ucap Alena.
__ADS_1
"Baiklah ayo tapi kau harus pakai pakaian yang tertutup karena aku tak mau sampai kau memakai pakaian ini lagi" ucap Lukas.
"Itu ia hal yang gampang aku akan beli sekarang" ucap Alena.
Lukas dan Alena menuju ke basemen untuk mengambil mobil yang Lukas parkirkan di sana.
Lukas mampir di salah satu toko pakaian.
"Masuk lah aku akan tunggu di sini" ucap Lukas.
"Ya" ucap Alena.
Lama Lukas menunggu akhirnya Alena keluar juga dari toko itu, sekarang pakaian Alena lebih sedikit Ter tutup karena perintah dari Lukas.
"Ayo aku sudah siap" ucap Alena.
Lukas melajukan mobilnya menuju ke kampung halaman tuannya,.
"Ceritakan pada ku kenapa kau mau ke sana" tanya Lukas.
"Aku ada masalah sedikit" ucap Alena.
"Oh ya" tanya Lukas.
"Kau tau ternyata selama ini Daddy itu bukan papah ku dan niat aku ke sana aku akan bertanya pada bibi Nita siapa tau saja dia mengetahui sesuatu karena kan bibi Nita temannya" ucap Alena.
"Dari mana kau tau kalau Daddy mu itu bukan papah mu" tanya Lukas.
"Ceritanya begini aku baru saja pulang, terus Mommy bilang pada Daddy katanya " Dad kita beri tau saja Ale yang sebenarnya" ucap mommy aku saat itu berada di ambang pintu kamar mommy, kata Daddy "kenapa harus bilang kita nikmati saja kebahagiaan ini", lalu mommy marah pada Daddy, "kau tau kan kalau Alen itu sekarang sudah lepas kendali bahkan dia selalu ber poya poya dan menghabiskan uang mu, aku hanya ingin dia tau saja kalau sebenarnya kau itu bukan Daddy nya aku malu karena Ale selalu saja menghabiskan uang mu" kata mamah" ucap Alena yang langsung menangis.
"Jangan menangis nanti orang fikir kau di apa apakan oleh ku" ucap Lukas.
"Aku gak habis pikir saja Lukas sejak dahulu aku baru tau sekarang kalau Daddy aku bukan Daddy Hilman" ucap Alena.
"Kau tanya di mana papah mu sekarang" tanya Lukas.
"Tidak aku sudah terlanjur kecewa pada mereka" ucap Alena.
"Kau terlalu cepat ambil keputusan Al, se harus nya kau tanya dulu pada orang tua mu siapa papah kamu sebenarnya" ucap Lukas.
"Tapi aku terlanjur kecewa" ucap Alena.
"Baik lah akan aku antar kau ke kampung" ucap Lukas.
Selama tiga jam dalam perjalanan mereka berdua hanya diam saja bahkan tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun, akhir nya sampai juga di kampung halaman Nita,
Lukas memarkirkan mobilnya di halaman rumah Nita,
"Ayo" ucap Lukas.
"Baik lah" ucap Alena.
Alena dan Lukas turun dari mobil dan menuju pada rumah Nita.
Tok
Tokk
Dari dalam rumah Raya membuka kan pintu.
"Tuan Lukas kau datang" tanya Raya.
"Ya nona katanya Alena mau kemari aku hanya mengantar dia" ucap Lukas.
"Ayo masuk" ucap Raya.
Alena dan Lukas masuk kedalam.
"Mau minum apa tuan, kak mau minum" tanya Raya pada Alena.
"Jangan aku hanya ingin ketemu bibi Nita saja" ucap Alena.
"Akan aku panggilkan" ucap Raya.
Raya berjalan kearah kamar mamah mertuanya.
"Mah ada kak Alena" ucap Raya di balik pintu rumah Nita.
"Siapa" tanya Nita.
"Kak Alena" ucap Raya.
Nita berjalan ke arah ruang tengah.
"Alena" ucap Nita.
Alena langsung memeluk Nita.
"Ada apa datang kemari apa ada hal yang penting" tanya Nita.
"Ya Bi aku akan bertanya sesuatu" ucap Alena.
Topan dan Rayhan datang dari luar rumah karena mereka habis olah raga pagi dan sekarang mereka baru saja pulang.
"Lukas" tanya Rayhan.
"Tuan" ucap Lukas.
"Ada apa datang kemari" tanya Rayhan.
"Mengantar Alena" jawab Lukas.
"Al kau datang" tanya Topan, Alena langsung memeluk paman nya itu karena Topan juga sudah menganggap Alena sebagai anak nya sendiri.
"Bibi, paman aku mohon tolong jawab pertanyaan aku dengan jujur" ucap Alena.
"Apa" tanya Nita.
"Aku ingin tanya siapa papah kandung aku" tanya Alena.
"Tentu saja Daddy kamu Daddy Hilman" ucap Nita.
__ADS_1
"Bukan aku tau bibi tau semua" ucap Alena menatap sendu pada Nita.
"Dari mana kau tau kalau Daddy mu bukan Hilman" tanya Topan.
"Aku dengar dari mamah" ucap Alena yang langsung menceritakan semuanya pada Nita dan Topan.
"Ya sebenarnya kau memang bukan anak Hilman tapi kau anak kandung, paman Rama" ucap Topan.
"Ya Alena paman Rama itu paman nya mas Topan" ucap Nita.
"Apa paman nya paman" tanya Alena.
"Lalu setua apa papah aku" tanya Alena.
"Kau paham bukan" ucap Nita yang di balas gelengan kepala oleh Alena.
"Paman Rama adik dari papah nya mas Topan, saat itu ibu mu menikah dengan paman Rama, bahkan kita dulu pernah satu rumah" ucap Nita.
"Lalu di mana papah" tanya Alena.
"Papah kamu sudah meninggal saat kamu masih dalam kandungan, kau tau setelah papah mu tiada Daddy Hilman lah yang mengasuh mu dari kau bayi bahkan saat di dalam kandungan pun dia yang menuruti semua keinginan mamah mu" ucap Nita.
"Oh ya" tanya Alena.
"Ya kau beruntung Alen karena kau dapat ayah sebaik Hilman" ucap Nita.
"Tapi tetap saja kan dia bukan papah kandung aku" ucap Alena.
"Apa pernah dia membedakan kasih sayang nya Alena, apa pernah keinginan mu tak dia kabul kan" tanya Nita.
"Tidak" ucap Alena.
"Dia sangat sayang pada mu, apa pun yang dia punya pasti akan di berikan pada mu" ucap Nita.
"Ya Alen apa lagi yang akan kau sesal kan" ucap Topan.
"Kalau begini aku malu karena sudah menghabiskan uang Daddy" ucap Alen.
"Makannya sayangi dia Alena, walau pun dia bukan papah kandung mu tapi dia sangat sayang pada mu" ucap Topan.
"Apa papah kaya" tanya Alena.
"Tidak" jawab Topan.
"Papah mu dulu kaya tapi pernah bangkrut karena kakek mu" ucap Topan lagi.
"Kenapa " tanya Alena.
"Karena dia tak merestui hubungan mamah mu dan papah mu" ucap Topan.
"Apa dia hidup miskin" tanya Alena.
"Tidak miskin cuman Dia hidup dalam kekurangan" ucap Topan.
"Apa se miskin itu papah" ucap Alena.
"Ya makan nya kau harus bersyukur Alena karena mendapat Daddy sebaik Hilman" ucap Topan.
"Aku janji mulai sekarang aku tak akan menghabiskan uang Daddy lagi" ucap Alena.
"Ya sebaik nya begitu, tapi Alena Bibi harap setelah ini kau tak bicarakan ini dengan Mommy dan Daddy mu, aku tak mau mereka kepikiran apa lagi dahulu mereka berjanji akan merahasiakan ini" ucap Nita.
"Ya aku janji" ucap Alena.
Semua nya menikmati minuman bersama bahkan mereka juga memakan cemilan yang di buatkan oleh Nita dan Raya.
Saat ini Alena paham kalau dia sekarang bukan anak kandung Hilman.
Sore harinya mereka akan pulang lagi ke kota karena Rayhan banyak sekali pekerjaan apa lagi sekarang Rayhan dan Lukas akan merencana kan rencana selanjutnya untuk menglah kan anggota Blooder dan Dion Adinata.
"Tuan apa kau akan naik mobil bersama dengan ku" tanya Lukas.
"Lalu mobil ku" tanya Rayhan.
"Ya saya hanya tanya saja siapa tau saja kau mau barengan dengan ku" ucap Lukas.
Raya saat ini tengah berpamitan dengan mamah mertuanya sedangkan Alena sekarang berpamitan dengan Topan.
"Mah aku pamit ya" ucap Raya.
"Hati hati di jalan ya sayang, mamah titip Rayhan karena mamah tau Rayhan dia sangat gi la pada kerja" ucap Nita.
"Ya mah tak apa" ucap Raya.
"Jangan lupa sekolah kamu ya" ucap Nita lagi.
"Ya mah" ucap Raya.
Mereka semua berangkat dari sana menuju ke kota, Raya dan Rayhan satu mobil.
"Mas apa kak Alena itu beneran mantan kamu" tanya Raya.
"Mantan apa" tanya Rayhan.
"Katanya kalian akan menikah" tanya Raya.
"Ya karena aku dan Alena saudara" ucap Rayhan.
"Kalau bukan saudara kalian pasti akan menikah kan" tanya Raya.
"Tentu saja" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Raya yang langsung kesal mendengar ucapan Rayhan.
bersambung
buat kalian yang ingin tau tentang cerita lengkap mamah nya Alena..
silah kan mampir ke novel Mak othor ya
yang judulnya "Aku istri kontrak bosku".
__ADS_1