Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 68


__ADS_3

"Saya sudah mengirimkannya sama dengan jumlah yang pernah anda berikan pada saya" ucap Rayhan dingin dan datar.


"Nak Ray kau sudah salah paham padaku" ucap Dion.


"Salah paham bagaimana" tanya Rayhan.


"Aku tak meminta uang itu, aku hanya ingin meminta suntikan dana dari mu untuk perusahaan ku" ucap Dion.


"Suntikan dana" tanya Rayhan heran.


"Apa lagi yang akan dia lakukan, baru kali ini aku bergabung dengan orang tapi banyak maunya" batin Rayhan.


"Ya perusahaan aku terancam nak Ray" bohong Dion.


"Terancam kenapa? Apa anda melakukan korupsi" tanya Rayhan.


"Tidak hanya saja sekarang pendapatan aku menurun" ucapnya.


"Baiklah aku akan suntikan dana padamu, tapi apa keuntungan aku nantinya" tanya Rayhan.


"Kau pemilik 20 % dari saham punya perusahaan aku" ucap Dion.


Rayhan mengutak atik layar ponselnya.


"20 % 20 juta, benar kan" tanya Rayhan sambil memperlihatkan bukti transferannya.


"Baiklah terima kasih, kami pamit" ucap Dion dan anak buahnya yang langsung pergi dari sana.


Rayhan menatap kepergian kedua orang yang menurut Rayhan bo doh itu,


Rayhan memijat keningnya.


"Ada ada saja mereka, entah apa yang akan dia lakukan nantinya" gumam Rayhan.


"Tuan" sahut Lukas dari arah luar ruangan Rayhan.


"Ya" jawab Rayhan.


"Anak buah mu yang kecelakaan itu, sekarang sudah sadar" ucap Lukas setengah berbisik.


"Ayo kita kesana" ucap Rayhan.


"Ayo tuan".


Rayhan dan Lukas sampai di rumah sakit kota, Rayhan langsung masuk kedalam dan bertanya pada resepsionis dimana letak kamar anak buahnya itu.


"Dimana kamar Rega korban kebakaran" tanya Rayhan.


"Di kamar Mawar nomor 6 pak" jawabnya.


Dengan segera Lukas dan Rayhan mencari ruangan itu dan masuk kedalam, ada seorang dokter disana yang sedang memeriksa Rega.


"Selamat siang tuan" ucap Dokter.


"Siang, bagaimana kondisinya" tanya Rayhan.


"Kemarin dia sudah sadar tuan, namun dia tak bicara apa apa" ucap Dokter.


"Bagaimana apa tak ada luka yang serius" tanya Rayhan.


"Aku rasa Rega, mengalami amnesia" ucap Dokter.

__ADS_1


"Amnesia" serempak.


Rayhan dan Lukas menunggu di sebuah kursi sofa di sebelah belangkar milik Rega saat ini berbaring.


"Bagaimana ini Lukas" ucap Rayhan.


"Aku tak tau Tuan" ucap Lukas.


"Padahal aku sangat ingin segera mendengar siapa Dion itu" ucap Rayhan.


"Tuan aku punya pemikiran yang cukup masuk akal" ucap Lukas.


"Apa" tanya Rayhan menatap pada anak buahnya yang sekarang sedang duduk di sampingnya itu.


"Apa mungkin, Rega meretas sebuah komputer di perusahaan tehknologi lalu tanpa Rega sadari ada orang yang memata matainya di sisi lain" ucap Lukas.


"Ya kau benar, saat kami melakukan telpon pun Rega berkata kalau ada orang yang mengikutinya" ucap Rayhan.


"Bisa jadi kalau orang itu adalah suruhan Dion yang sudah mengebom rumah anda itu" ucap Lukas.


"Tapi siapa" tanya Rayhan.


"Aku yakin kalau Dion itu sekarang berada tak jauh dari kita" ucap Lukas.


"Tapi siapa" tanya Rayhan.


"Kau tau Lukas, hanya Rega saja yang aku harapkan untuk memberikan informasi pada ku tapi sayang dia sekarang Amnesia" ucap Rayhan.


"Tapi aku masih bingung pada kecelakaan itu tuan, apa saat Rega di ikuti apa dia hilang kendali dan mobilnya masuk jurang atau Rega memang sengaja di masukan ke jurang" ucap Lukas.


"Namun yang tak aku pahami sekarang bagaimana Rega bisa selamat dan keluar dari dalam mobil sedangkan yang kita tau mobil itu langsung meledak" ucap Lukas.


"Sudahlah aku bisa melihat Rega selamat saja aku sudah senang Lukas" ucap Rayhan.


Rayhan dan Lukas memutuskan untuk ke kantin rumah sakit itu.


Mereka berdua berjalan menuju kantin untuk sekedar menikmati secangkir kopi.


Seperti biasa Rayhan dan Lukas akan menjadi tatapan para mata dimana pun tempatnya, karena ketampanan mereka yang membuat semua orang tak bisa melepaskan pandangannya.


Namun ada hal yang membuat Rayhan terkejut, ada Raya dan juga Julia disana yang sekarang sedang duduk di kantin.


"Ray lihat apa itu suami mu" tanya Julia.


"Ah ya pak Ray" ucap Raya.


Sedangkan Rayhan saat ini dia ingin pergi saja dari sana karena, Rayhan belum siap kalau Raya mengetahui semuanya.


"Ada Nona tuan" ucap Lukas.


"aku tau" ucap Rayhan.


"Sekarang bagaimana" tanya Lukas.


"aku ingin pergi dari sini lukas" ucap Rayhan.


"Tidak bisa tuan Nona sudah melihat kita" ucap Lukas.


"Ayo kesana saja" ucap Rayhan.


"Pak Ray kau di sini, sedang apa" tanya Raya.

__ADS_1


"Lukas sakit aku mengantarnya berobat" ucap Rayhan.


"Sakit? Tuan Lukas kau sakit apa" tanya Raya.


Lukas menatap pada Rayhan.


"Sakit lambung Nona, semenjak pindah ke kontrakan saya sering makan mie yang pedas" ucap Lukas.


"Aaahhh maaf ya karena aku kau jadi pindah" ucap Raya.


"Tak apa Nona, bukan salah anda juga, saya malu kalau harus menumpang terus" ucap Lukas.


"Lalu kalian sedang apa di sini" tanya Rayhan.


"Ini pak, Julia tadi di kampus dia sakit perut tapi pas di periksa dia tak apa apa" ucap Raya.


"Oh semoga cepat sembuh" ucap Rayhan.


"Terima kasih kak Ray" ucap Julia.


Mereka menikmati secangkir kopi namun Julia memilih meminum teh manis saja karena sakit perut,


"pak Ray kapan kau akan pulang" tanya Raya.


"Raya maafkan aku, aku tak bisa mengantar mu ke kampus aku sekarang sedang menunggu hasil pemeriksaan Lukas" ucap Rayhan.


"tak masalah pak Ray, aku akan naik taksi saja, oh ya nanti malam jangan pulang larut malam ya" ucap Raya.


"aku tak akan lembur Raya" ucap Rayhan.


"baiklah aku akan pulang sekarang pak Ray, kayanya sekarang tak ada pelajaran juga jadi lebih baik aku pulang saja" ucap Raya.


"hati hati di jalan sayang" ucap Rayhan.


"ya pak" ucap Raya sambil menyalami tangan Rayhan dan di balas kecupan singkat oleh Rayhan.


"aku pulang pak" ucap Raya.


"ya" ucap Rayhan.


Rayhan menatap pada Raya dan Julia yang sekarang sudah pergi naik taksi, Rayhan dan Lukas menghabiskan kopi mereka sampai habis dan membayarnya.


Rayhan dan Lukas pergi dari ke ruangan Rega anak buahnya Rayhan.


kata dokter Rega sudah sadar namun tak mengenal siapa pun bahkan dia tak mengenal diri sendiri.


"Rega" ucap Rayhan saat berada di ruangan itu.


Bahkan Rega pun sekarang sedang duduk di ranjang dan bersandar pada dinding.


"siapa" tanya Rega menatap pada Rayhan dan Lukas secara bergantian.


"aku Rayhan pemilik markas Tiger Group" ucap Rayhan.


"apa aku mengenal mu" tanya Rega.


"kau Rega dan aku saudara mu" ucap Rayhan.


"oh ya siapa nama saya" tanya Rega lagi.


"Rega" ucap Rayhan.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2