Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 51


__ADS_3

Keesokan harinya pagi sekali Raya sudah berada di dapur, membuatkan makanan untuk Rayhan padahal Bi Ratna juga ada di sana namun Raya hanya menyuruhnya untuk duduk saja.


"Non biar bibi yang kerjakan" ucap Bi Ratna.


"Bibi aku sedang ingin memasak sendiri jadi Bibi duduk saja" ucap Raya.


Rayhan turun dari kamarnya dan sudah memakai baju kantor lengkap, Rayhan melihat Raya memasak.


"Raya cepatlah bersiap makanan nya biar Bi Ratna yang buat" ucap Rayhan.


"Bentar pak udah selesai kok" ucap Raya yang sedang membuat nasi goreng.


Raya menghidangkan satu piring nasi goreng untuk Rayhan, dan Rayhan memakannya dengan sangat lahap karena seperti biasa Rayhan akan makan dengan sangat lahap apa pun makanannya.


Sejak bangun tadi Raya merasa kurang enak badan, bahkan sampai sekarang dia merasa pusing dan mual.


Tiba tiba saja perut Raya sakit dan rasa mual terasa oleh Raya.


Raya mendekat pada Wastafle dan mengeluarkan semua isi di dalam perutnya sampai sampai Raya keluar air mata karena kesakitan.


"Ray kau kenapa" tanya Rayhan sambil membawa satu gelas air untuk Raya minum.


"Aku tak apa Pak, hanya mual saja" ucap Raya.


"Kita ke Dokter ya" ucap Rayhan memaksa.


"Jangan pak aku istirahat saja" ucap Raya.


Tapi Rayhan langsung menggendong tubuh Raya dan membawanya masuk ke dalam mobil, tanpa basa basi lagi Rayhan melajukan mobil itu menuju rumah sakit.


Di rumah sakit..


Ada dua pasien yang sedang sama sama di periksa, Raya dan satu orang wanita sedang berada di ruangan Dokter karena Dokter meminta mereka untuk menggunakan tes peck.


"Tapi Dok saya gak hamil" ucap Raya.


"Kita coba saja Nona" ucap Dokter itu.


Setelah wanita yang bersama Raya tadi sudah pip*s dan menampung urinnya, sekarang giliran Raya yang masuk ke kamar mandi.


"Nona silahkan tunggu di luar" ucap Dokter sambil mengambil semple urin dari Raya.


Raya keluar dari ruangan itu dan duduk bersama dengan Rayhan.


"Bagaimana kata Dokter kau sakit apa" tanya Rayhan.


"Pak Ray Dokter itu memberikan aku tes peck" ucap Raya.


"Lalu" tanya Rayhan yang di balas gelengan kepala oleh Raya.


Di dalam ruangan..


Seorang suster masuk ke ruangan itu melewati Raya dan Rayhan, saat dia masuk kedalam dia mencari cari Dokter namun tak ada.


Tanpa di sengaja Suster itu menyenggol nampan yang isinya sebuah urin milik Raya dan wanita tadi.


Brakk.


Semuanya terjatuh sampai sampai urin nya pun tumpah ke lantai.


"Ya ampun kamu ceroboh" gumam Suster itu.


Dengan cepat suster itu membenarkannya kembali, namun suster itu salah memasukan tes peck, wadah yang ada tulisan nama Raya di isi dengan tes peck milik wanita itu.


"Sus ada apa" tanya Dokter.

__ADS_1


"Ahh ini Dok nampan jatuh, ini saya mau memberikan ini" ucap suster itu yang lansung pergi.


Dokter pun membawa hasil tes peck itu ke luar ruangan dan memberikannya pada Raya dan wanita itu,


"Aku gak hamil Dok" ucap Raya yang langsung terbelalak kaget saat melihat hasil tes peck itu yang menunjukan garis dua.


"Mas aku belum hamil" ucap Wanita itu yang sekarang berada di samping Raya.


"Tak apa kita program hamil lagi" ucap suaminya dan langsung pergi dari sana.


"Selamat Nona anda akan menjadi Ibu" ucap Dokter itu.


"Apa" pekik Rayhan menatap Raya dengan tatapan tajam.


"Mari saya periksa" ucap Dokter memeriksa Raya.


Rayhan masuk kedalam ruangan pemeriksa karena tak percaya kalau Raya hamil, Dokter itu memeriksa bahkan Melakukan Usg pada perut Raya.


"Kandungannya masih kecil ya, baru tiga minggu" ucap Dokter yang menatap layar monitor.


Rayhan pun ikut melihat, namun Rayhan tak paham pada apa yang ada di layar itu.


Setelah menebus obat Rayhan dan Raya pun pulang, ada rasa kecewa pada diri Rayhan karena sang istri hamil dan itu pasti anak orang lain, karena selama menikah dengan Raya, Rayhan belum melakukan apa apa.


"Pak Ray jangan salah sangka, aku tak hamil" ucap Raya.


"Siapa Ayah dari anak itu Raya, apa Fikri yang melakukannya" tanya Rayhan dingin dan datar pada Raya.


"Pak Ray aku tak melakukan apa apa dengan Fikri, aku tak hamil" ucap Raya.


"Alasan" ucap Rayhan.


Setelah sampai rumah Rayhan menurunkan Raya di depan gerbang rumahnya.


"Masuklah aku ada hal penting" ucap Rayhan yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan Raya.


Di sebuah Cafe, tiga pria tampan sedang berada di sana dan mereka hanya sibuk dalam pemikirannya masing masing bahkan sejak tadi tak ada yang memulai percakapan.


"Istri ku hamil" ucap Rayhan dengan tatapan yang datar dan terkesan dingin.


"Wah selamat ya, tokcer sekali Ray baru menikah langsung Hamil" ucap Iqbal menyalami Rayhan.


"Kakak ipar Hamil itu artinya kita akan segera punya ponakan" ucap Elpan.


"Aku tak percaya akan menjadi paman di usia muda ku ini" ucap Iqbal yang tak sadar kalau umurnya bahkan sudah hampir menginjak dua puluh tujuh tahun.


"Menjadi paman di usia tua" ledek Elpan.


"Tapi itu bukan anak ku" ucap Rayhan yang masih melamun.


"Lalu anak siapa" tanya Elpan.


"Tentu saja anak kakak ipar karena kan kakak ipar yang mengandungnya" timpal Iqbal.


"Ya kau benar" ucap Elpan.


"Rajung*n, begini itu bukan anak ku dan aku belum melakukan apa apa dengan Raya" ucap Rayhan datar.


"Lalu anak siapa itu" tanya Elpan.


"Aku juga gak tau" ucap Rayhan.


"Rayhan kasihan sekali kau, menikah sudah hampir dua minggu tapi belum melakukan" ucap Iqbal.


"Aku gak peduli, apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Kenapa kau tak tanyakan saja pada kakak ipar siapa ayahnya" ucap Elpan.


"Sudah tapi dia tak mau jawab dia hanya bilang aku gak hamil" ucap Rayhan.


"Ceraikan saja kakak ipar Ray, bisa jadi kakak ipar melakukan hubungan gelap bersama laki laki lain" ucap Iqbal.


"Aku gak mau Bu ajeng memarahi Raya" ucap Rayhan.


"Lalu bagaimana" tanya Elpan.


"Apa kau tau siapa saja laki laki yang pernah berpacaran dengan kakak ipar" tanya Iqbal.


"Kakak tirinya dan Raya pernah bekerja di cafe Xx" ucap Rayhan.


"Apa kakak ipar sebej*d itu" tanya Elpan.


"Aah aku pusing di buatnya" ucap Rayhan.


"Kalau begitu kau terima saja Ray, anggap saja itu benih mu juga" ucap Iqbal.


"Ya kau benar, ini bukan salah Raya tapi salah aku, aku yang salah karena sudah menjadikan Raya istri ku, aku akan menerima Raya apa pun kondisinya" ucap Rayhan.


"Begitu baru Rayhan" ucap Elpan.


"Ya Ray jadilah laki laki yang bertanggung jawab" ucap Iqbal.


"Aku akan pergi, tolong bayarkan minuman ku" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.


Rayhan langsung pulang ke rumah dan hendak menemui Raya, karena Rayhan sudah memutuskan untuk tak masuk kerja dan menyerahkan semuanya pada Lukas.


"Raya" sahut Rayhan yang sekarang sudah berada di kamarnya.


Raya saat ini sedang berbaring di atas kasur, Rayhan langsung mendekat.


"Tidurlah aku tak mau kau stres" ucap Rayhan.


"Pak Ray aku tak hamil" ucap Raya.


"Ya aku tau" ucap Rayhan.


"Kau percaya" tanya Raya.


"Ya aku percaya tapi kau tak boleh stres Raya" ucap Rayhan.


Raya semakin kesal pada Rayhan.


"Pak Ray kau bayangkan saja mana mungkin aku hamil padahal aku saja belum melakukan apa apa dengan siapa pun" ucap Raya.


"Bahkan suami ku pun belum menyentuhku" sindir Raya pada Rayhan.


"Ya nanti aku akan menyentuhmu kalau kandungan mu baik baik saja" ucap Rayhan.


"Pak Ray terserahlah aku cape" gerutu Raya.


"Tidurlah kau pasti kelelahan" ucap Rayhan.


Raya tak menggubris lagi ucapan Rayhan yang semakin tak masuk akal itu, bahkan dengan sangat lembut Rayhan mengelus elus perut Raya.


"Bayi sehat sehat ya di perut mamah" ucap Rayhan pada perut Raya.


"Pak Ray kau semakin membuat aku kesal" ucap Raya.


"Ya begitulah hormon kalau sedang hamil Raya, kau akan kesal pada orang lain itu wajar" ucap Rayhan.


"Kalau bukan suami ku, aku pastikan akan memasukan mu ke dalam plastik" ucap Raya dengan nada jahat.

__ADS_1


"Dan aku suami mu kan" ucap Rayhan.


Bersambung..


__ADS_2