
Raya dan Rayhan saling menatap satu sama lain dengan cepat Raya mengalungkan bunga melati pada leher Rayhan.
Rombongan Rayhan masuk kedalam aula dan menempati kursi yang sudah di sediakan.
Raya dan Rayhan duduk di meja akad, rasa gugup tersirat di hati Raya tapi tidak dengan Rayhan yang sekarang hanya terlihat baik baik saja.
"Nak Rayhan pratama Wiguna say..." ucap pak penghulu yang terpotong karena Rayhan.
"Bukan Wiguna pak tapi Wijaya" ucap Rayhan.
"Oh baiklah saya akan ulang" ucap pak penghulu.
"Nak Rayhan Pratama Wijaya saya nikahkan dan kawinkan anda dengan Raya Annisa humaira Widirdja putri bapak Rohman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas dua puluh gram di bayar tunai" ucap pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Raya annisa Humaira putra bapak Rohman dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Rayhan dengan sangat lantang.
"Bagaimana para saksi" tanya Pak penghulu pada kedua saksi yang berada di kanan dan kiri Rayhan dan Raya.
"Saaahh" ******.
Prokk
Prokk
Tepuk tangan menggema di aula tempat pernikahan Rayhan dan Raya, semua para tamu yang ada di sana menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Kedua pengantin duduk di atas pelamin dengan senyuman yang tak henti hentinya tergambar di bibir keduanya.
"Pak Ray terima kasih" ucap Raya.
Rayhan menatap pada Raya.
"Terima kasih untuk apa" tanya Rayhan.
"Karena sudah mau menikah denganku" ucap Raya.
Para tamu undangan menyalami kedua mempelai pengantin yang sekarang sedang bahagia di atas pelaminan.
Sedangkan Alena dia masih sesekali menangis karena dia tak mendapatkan Rayhan, dan Rayhan malah lebih memilih bocah seperti Raya di bandingkan Alena.
Alena memutuskan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin, hatinya mencoba menerima kejadian ini dengan ikhlas.
"Bibi" ucap Alena pada Nita Mamahnya Rayhan.
"Len aku senang kau datang" ucap Nita.
"Bi aku kira hubungan kita akan sampai pada mertua dan menantu tapi sayang kita hanya bisa menjadi saudara saja" ucap Alena secara pro.
Nita mengerutkan keningnya.
"Len bukan kah kau adalah putri ku" tanya Nita yang di balas anggukan kepala oleh Alena.
"Makannya kenapa kamu gak menikah sama Rayhan, karena kalian adik kakak" ucap Nita lagi.
"Ya tapi aku merasa menyesal saja Bi" ucap Alena.
"Sudah Len, Bibi Doakan semoga kamu akan segera menemukan laki laki yang lebih sempurna dari Rayhan" ucap Nita.
"Ya Bi" ucap Alena.
Alena kemudian mendekat pada Rayhan dia menyalami Rayhan namun Rayhan tak membalas tangan Alena yang menyodor pada Rayhan.
"Selamat" ucap Alena.
"Terima kasih kak" balas Raya yang melihat kalau Rayhan hanya diam saja.
"Kau tau seharusnya aku yang berada di posisi mu sekarang, tapi sayang Rayhan lebih memilih bocah seperti diri mu" ucap Alena pada Raya.
__ADS_1
"Ya mungkin pak Ray cinta pada ku" ucap Raya yang percaya diri.
"Ck mana ada cinta di hati Rayhan" ucap Alena ketus.
Sedangkan di sisi lain Aziya sedang berusaha menghubungi Akash yang sejak dua minggu ini tak ada kabar, bahkan Akash juga membawa uang setengah M untuk biaya pernikahan mereka.
"Ya ampun dimana kau Akash" gumam Zia frustasi karena sudah hampir satu jam dia menghubungi Akash namun tak dia temukan.
Zia memilih berselancar di dunia maya, siapa tau saja ada hal yang bisa membuatnya senang atau ada video lucu yang akan membuatnya tertawa, pikir Zia.
Namun baru saja dia membuka media sosialnya itu, matanya terbelalak kaget melihat sebuah Foto yang wajahnya tak asing bagi Zia.
"Akash" gumam Zia sambil mengepalkan tangannya erat.
Hatinya sangat marah melihat hal itu, air matanya sudah basahi di pipi tembem milik Zia.
"Akash kau Hikss hikss" Zia menangis histeris.
"Kenapa kau lakukan ini Akash, kau sangat tega padaku, katanya kau mau menikah denganku tapi kenyataannya kau malah menikah dengan wanita yang seusia mamah mu ini" ucap Zia.
Zia bangkit dari duduknya dia berjalan menuju tempat dimana lokasi sekarang Akash berada, di sosial medianya Akash mengungah Foto sedang Honey moon di sebuah hotel yang cukup jauh dari sana.
Zia memaksa untuk pergi kesana, bahkan Zia pun menyuruh Lukas untuk mengantarnya kesana mau tak mau Lukas pun mengantarnya.
"Mau kemana Non" tanya Lukas.
"Ke hotel Xxxx" ucap Zia.
"Apa" pekik Lukas sambil menatap Zia dengan tatapan tak percaya.
"Hotel itu sangat jauh Non, bahkan mungkin kita akan sampai besok karena sekarang jalanan sedang macet Non" ucap Lukas.
"Lakukan sekarang atau aku akan keluar dari mobil ini dan memberi taukan pada kakak untuk segera memecatmu" ucap Zia.
"Baiklah Akan aku antar" ucap Lukas pasrah.
"Mas Zia dimana ya" tanya Nita pada suaminya.
"Mas gak tau Nit, sejak tadi juga mas gak lihat" ucap Topan.
"Ray, Zia tak ada" ucap Nita setengah berbisik pada Rayhan.
"Tak ada gimana mah" tanya Rayhan.
"Mamah coba menghubungi dia tapi tak di angkat" ucap Nita mulai cemas pada kondisi Zia.
"Aku akan telpon Lukas" ucap Rayhan.
📞📞
"Kau dimana" tanya Rayhan.
"Tuan Non Zia mengajak saya ke hotel Xxx" ucap Lukas.
"Mau apa kalian ke hotel, atau jangan jangan kau dan Zia" ucap Rayhan.
"Tuan dengarkan aku dulu Non Zia sekarang sedang marah" ucap Lukas.
"Lalu tanyakan pada Zia mau apa kalian ke hotel itu" tanya Rayhan.
Tuttt
📞📞
"Ck kenapa Lukas mematikan sambungan telponnya" gumam Rayhan kesal.
"Bagaimana Ray" tanya Nita.
__ADS_1
"Mah Zia memaksa Lukas untuk mengantarnya ke Hotel Xxxx" ucap Rayhan.
"Apa" ucap Nita terkejut.
"Lalu bagaimana sekarang" tanya Nita lagi.
Rayhan menggelengkan kepalanya.
"Mah kau tenang lah aku percaya pada Lukas dia tak akan berani pada Zia" ucap Rayhan.
"Tapi Mamah cemas" ucap Nita.
"Mamah tenang lihat acara ku juga belum selesai" ucap Rayhan.
Nita pun berusaha untuk baik baik saja walau pun hatinya sangat cemas pada Zia, tapi dia pun tak akan mungkin meninggalkan acara pernikahan Rayhan yang sekarang sedang banyak sekali tamu undangan.
Iqbal dan Elpan pun datang kesana membawa sebuah kado kecil yang entah apa isinya.
"Ray ini dari ku" ucap Iqbal menyodorkan satu kotak kecil kado berwarna merah.
"Dan ini dari aku" ucap Elpan.
"Terima kasih tapi kalian tak perlu repot repot" ucap Rayhan seolah menahan image nya di hadapan Raya.
"Ahh tak repot" ucap Iqbal tersenyum penuh arti.
Tiba tiba datang Rahma teman sekampusnya Raya.
"Hy Raya, Happy Weding" ucap Rahma.
"Terima kasih Rahma, dimana Julia apa dia tak datang" tanya Raya.
"Julia aku gak tau karena saat aku hubungi tadi ponselnya tak aktif" ucap Rahma.
"Oh Julia pasti marah sama aku" ucap Raya.
"Kenapa marah" tanya Rayhan.
"Karena aku menikah dengan mu pak Ray, kau tau kan Julia sangat mencintai mu" ucap Raya.
Mata Elpan tak henti hentinya menatap Rahma, dan Rahma adalah wanita yang dia temui dua minggu yang lalu.
"Rahma" ucap Elpan.
"Ya" ucap Rahma.
"Akhirnya kita bisa bertemu lagi" ucap Elpan.
"Ya kak" ucap Rahma.
"Mau kan kita duduk berdua" tanya Elpan.
"Boleh" ucap Rahma.
Mereka berdua duduk di meja tamu undangan, sedangkan Iqbal hanya menganga saja melihat temannya itu yang langsung duduk bersama dengan Rahma sedangkan dia tak di ajak.
"Lihat teman mu, kurang ajar sekali meninggalkan aku" ucap Iqbal pada Rayhan.
"Apa kau akan tetap di sini, kau menghalangi tamu undanganku Bal" ucap Rayhan ketus.
"Ya aku akan pulang, jangan lupa buka kadonya nanti saja saat malam" bisik Iqbal.
Rayhan mengerutkan keningnya karena ucapan Iqbal membuatnya penasaran.
"Selamat menjadi Nyonya Rayhan" ucap Iqbal pada Raya.
"Terima kasih" ucap Raya.
__ADS_1