Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
Bab 106


__ADS_3

Keesokan harinya kediaman Elpan sedang ribut karena banyak yang kesiangan bahkan Calon pengantin nya pun kesiangan.


Iqbal dan Rayhan yang tidur dengan Elpan pun kesiangan karena semalam tidur larut malam.


"Tuan muda" sahut pelayan dari ambang pintu sambil sesekali mengetuk pintu kamar.


Rayhan membuka matanya karena mendengar suara ketukan.


Rayhan melihat jam yang menggantung di dinding kamar itu.


"Ya ampun sudah pukul tujuh pagi" ucap Rayhan.


"Woii bangun woii" ucap Rayhan menggoyang goyangkan tubuh kedua teman ko nyol nya itu.


"Arggh Ray diam kau sangat berisik" ucap Elpan namun matanya masih tertutup.


"Nanti kalau menginap lagi jangan ajak Rayhan" ucap Iqbal yang sama dengan Elpan.


"A n j lu sekarang nikah El udah jam 7" teriak Rayhan.


Elpan langsung membuka mata nya.


"Be de bah aku kesiangan Sekarang Nikah dan aku kesiangan" ucap Elpan yang langsung bangun dan menuju kamar mandi.


"Gak denger sih" gumam Rayhan.


"Apa a n j" ucap Rayhan ketus pada Iqbal yang sekarang tengah melihat nya.


"Gak" ucap Iqbal.


"Ayo bangun" ucap Rayhan.


"Biar kan saja calon pengantin dulu yang mandi masa kita mau satu kamar mandi" tanya Iqbal.


"Ogah" ucap Rayhan.


"Ya sudah diam saja dulu" ucap Iqbal.


Elpan terburu buru keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju kemeja putih dan celana bahan hitam.


"Maka nya kalau nikah pakai alarm El" ucap Iqbal.


"Ya aku lupa" ucap Elpan.


"Bagai mana calon pengantin nya saja kesiangan untung cuman 6 km perjalanan jadi deket, coba kalau jauh nikah nya pasti malam" ucap Iqbal.


"Cepet mandi jangan gibah Mulu" ucap Elpan.


"Gibah apaan A n j" ucap Iqbal.


Rayhan masuk ke kamar mandi dan segera mandi karena sekarang dia akan bertemu dengan istrinya yang sudah dua hari ini tak bertemu.


"Awas kau Raya" gumam Rayhan.


Elpan dan Rayhan sudah bersiap tinggal Iqbal saja yang belum.


"Yang mana pengantin nya" tanya Mbak Mua.


"Dia" ucap Rayhan menunjuk Elpan.


"Saya kira anda" ucap nya.


"Dia juga pengantin tapi pengantin lama" ucap Elpan.


Rayhan hanya tersenyum tipis saja mendengar hal itu.


"Nak Ray di mana istri nak Ray" tanya Bu Mira Sudarjo.


"Ada di rumah Rahma kebetulan mereka berteman" ucap Rayhan.


"Oh kebetulan sekali ya" ucap Mira.


"Ya Bu" ucap Rayhan.


Iqbal turun dari kamar Elpan dan langsung menuju ke arah di mana Rayhan berada.


"Gimana aku" tanya Iqbal.


"Ck gak ada yang beda" ucap Rayhan.


"Maksud ku sudah terlihat seperti pengantin belum" tanya Iqbal.


"Ko nyol siapa yang nikah siapa yang merasa jadi pengantin" ucap Rayhan.


"Ck siapa tau saja kan ada wanita yang mau menikah denganku" ucap Iqbal.


"Ngarep" ucap Elpan.


Sedangkan di kediaman Mahoji.


Sekarang Rahma sudah bersiap memakai kebaya dan riasan layak nya pengantin.


"Waw cantik ya" ucap Julia.


"Ya cantik banget" ucap Raya.


Julia dan Raya juga sudah di make up sebelum Rahma,


"Putri Papah sangat cantik" ucap Argam.


"Pah" ucap Rahma yang langsung memeluk papah nya itu.


"Semoga kau bahagia ya sayang, papah doa kan semoga kau langgeng bersama dengan Elpan" ucap Argam.


"Amin pah" ucap Rahma.


"Ayo kita tunggu di luar" ucap Argam.


"Ya" ucap Raya dan Julia.


Raya dan Julia menuntun Rahma ke ruang tamu karena gaun pengantin membuat Rahma sangat keberatan apa lagi Rahma tinggi badan nya saja kecil.


"Baju ini berat" ucap Rahma.


"Tak apa Rah nanti juga terbiasa" ucap Raya.


"Cuman sehari" ucap Julia.


"Ya" ucap Rahma.


Rahma dan sekeluarga menunggu di ruang tengah.


"Kenapa lama ya" tanya Argam.


"Mungkin macet tuan" ucap anak buah nya.


"Ya kita tunggu beberapa menit lagi" ucap Argam.


Sedangkan Raya sekarang sedikit menjauh dari sana karena akan menghubungi Rayhan yang sekarang belum sampai juga.


📞📞


"Mas di mana" tanya Raya.


"Masih di rumah El" ucap Rayhan di telpon.


"Kenapa lama mas ada masalah apa" tanya Raya.


"El kesiangan" ucap Rayhan.


"Baik lah kami di sini sudah siap" ucap Raya.


"Aku akan berangkat sekarang" ucap Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya.


📞📞

__ADS_1


"Katanya mereka akan datang sebentar lagi" ucap Raya.


"Ya kita tunggu saja" ucap Argam.


Lama mereka menunggu akhirnya Rombongan Elpan datang juga ke kediaman Mahoji.


"Selamat datang" ucap Argam pada keluarga Elpan.


"Terima kasih, maaf kami terlambat" ucap Mira Sudarjo.


"Tak masalah Bu" ucap Argam.


Pernikahan pun berlangsung Elpan mengikrarkan ijab qobul di depan seluruh keluarga nya dan para tamu undangan.


Sedangkan Rayhan sekarang dia tengah mendekat pada istrinya.


"Kamu cantik" ucap Rayhan.


"Lalu kemarin kemarin aku tak cantik" tanya Raya.


"Cantik cuman sekarang lebih" ucap Rayhan.


"Gombal" ucap Raya.


"Jangan begitu aku kan suami mu" ucap Rayhan.


"Nanti malam pulang" tanya Rayhan.


"Tidak nginap lagi di sini" ucap Raya tersenyum tipis.


"Hah mana mungkin kau akan melihat El dan Rahma malam pertama" tanya Rayhan.


"Tentu saja aku akan pulang" ucap Raya.


"Bagus" ucap Rayhan.


"Kenapa kalau aku gak pulang" tanya Raya.


"Aku akan culik kamu kalau kamu gak pulang" ucap Rayhan.


"Mas" ucap Raya tersenyum pada suami nya itu.


Pernikahan pun berlangsung dengan lancar bahkan sekarang pengantin sudah berada di atas pelaminan,


Raya dan Rayhan sekarang tengah duduk di meja yang sudah di persiapkan.


"Mas gak kerja" tanya Raya.


"Raya teman Aku nikah masa aku kerja" ucap Rayhan.


"Bukan maksud aku kemarin mas kerja" tanya Raya.


"Gak kemarin dengan hari ini mas gak kerja" ucap Rayhan, namun Rayhan Baru ingat sesuatu kalau sekarang Lukas meminta cuti dan sudah bisa di pastikan kalau di kantor tak ada yang handle pekerjaan Rayhan.


"Mas akan hubungi karyawan" ucap Rayhan.


"Apa mas" tanya Raya.


"Lukas cuti" ucap Rayhan.


Rayhan menelpon karyawan nya untuk menghandle semua pekerjaan nya.


Sedangkan di apartemen Lukas sedang membereskan apartemen nya karena sekarang hari Cuti Lukas jadi punya waktu senggang.


Lukas merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis punya nya, Lukas tengah membayangkan cara yang sudah kemarin dia pikirkan.


"Bagai mana kalau aku coba cara yang pernah di kata kan Rega" gumam Lukas.


Lukas bangun dia melihat ada seseorang di ambang pintu apartemen nya.


Lukas mendekat pada pintu.


"Siapa" tanya Lukas.


"Alena" ucap Lukas saat melihat orang yang sedang berdiri itu.


"Apa maksud mu" tanya Lukas.


"Maksud ku, aku datang ke kantor Rayhan ternyata kau tak ada di sana katanya kau cuti jadi aku ke sini" ucap Alena.


"Oh ayo masuk" ucap Lukas.


"Tapi apa gak apa, aku lihat satpam di bawah melihat kita terus" ucap Alena.


"Ya di sini memang begini peraturan nya" ucap Lukas.


"Kau tunggu saja di sini aku akan bersiap kita ke luar" ucap Lukas.


"Ya Baik lah" ucap Alena.


Lukas bersiap karena akan jalan jalan bersama dengan Alena.


"Ayo " ucap Lukas.


"Mau ke mana sekarang" tanya Alena.


"Jalan jalan" ucap Lukas.


Mereka naik ke dalam mobil Lukas.


Mereka jalan jalan ke taman dan keliling kota itu.


"Lukas mau kan kau antar aku ke rumah ku" tanya Alena.


"Kau punya rumah" tanya Lukas.


"Tidak hanya saja aku ingin membangun rumah kecil di sana" ucap Alena.


"Kenapa" tanya Lukas.


"Aku sekarang miskin Lukas aku menyerahkan semua pasilitas ku pada Daddy aku juga sudah bicara pada Daddy" ucap Alena.


"Oh ya bagai mana Daddy mu" tanya Lukas.


"Daddy awal nya melarang tapi apa boleh buat aku malu karena sudah menghabiskan harta Daddy padahal aku bukan anak kandung nya" ucap Alena.


"Ya aku suka pada mu" ucap Lukas.


"Kau suka" tanya Alena.


"Tentu saja" ucap Lukas.


Mereka sampai di sebuah tanah kosong dekat dengan perumahan warga di sana.


"Kau yakin mau bangun rumah di sini" tanya Lukas.


"Tentu saja" ucap Alena.


"Aku malu Lukas jadi aku ingin hidup seadanya, aku juga sekarang hanya seorang karyawan di perusahaan papah, ya aku tau pasti papah akan memberikan aku gaji yang besar tapi aku tolak aku hanya ambil uang yang sama seperti karyawan yang lain" ucap Alena.


"Ya aku salut pada mu" ucap Lukas.


"Kau mau tau kenapa aku ingin punya rumah di sini" tanya Alena.


"Kenapa" tanya Lukas.


"Tak jauh dari sini ada makan papah nama Papah aku Rama Wijaya aku pernah ke sana" ucap Alena.


"Oh ya" tanya Lukas.


"Ya aku sangat ingin bertemu dengan nya tapi sayang mamah tak mengijinkan nya bahkan Mamah tak pernah melihat kan foto papah pada ku" ucap Alena.


"Tenang saja kau pasti bisa melihat nya" ucap Lukas.


"Ya aku berharap begitu" ucap Alena.


Sedangkan di pernikahan Rayhan sudah bersiap akan pulang karena hari juga sudah semakin sore maka Rayhan pun akan pulang.

__ADS_1


Rayhan sedang berada di mobil nya menunggu Raya yang sampai sekarang belum juga keluar dari kediaman Mahoji.


Rega datang ke sana mendekat pada Rayhan.


"Tuan" sapa nya.


"Mau apa kau datang" tanya Rayhan.


"Apa lagi tuan menjemput pujaan hati" ucap Rega.


"Terserah" ucap Rayhan.


"Dimana Julia" tanya Rega.


"Kau tau aku menunggu di sini selama satu jam tapi Raya atau Julia belum juga keluar dari sana" ucap Rayhan.


"Mungkin mereka berpamitan dahulu tuan" ucap Rega.


"Entah lah" ucap Rayhan.


Sedangkan di dalam rumah Mahoji, Raya dan Julia sedang berpamitan pada Rahma yang sekarang sudah menikah dengan Elpan bahkan sekarang Rahma akan sibuk mengurus rumah tangga nya.


"Rah aku akan pulang" ucap Raya.


"Ya gak sangka sebentar lagi kau akan sibuk jadi ibu rumah tangga" ucap Julia.


"Kalian ini aku tetap teman kalian" ucap Rahma.


"Kami harus pulang sekarang" ucap Raya.


"Ya hati hati di jalan" ucap Rahma.


Julia dan Raya keluar dari sana mereka melihat kalau di luar ada Rayhan dan Rega yang sekarang sedang menunggu mereka.


"Dari mana saja aku satu jam menunggu" ucap Rayhan.


"Mas aku pamitan dulu pada Rahma" ucap Raya.


"Ayo pulang" ucap Rayhan.


"Aku duluan" ucap Rayhan pada Rega.


"Ya tuan" ucap Rega.


"Jul aku duluan ya" ucap Raya.


"Ya Ray" ucap Julia.


Mereka pulang dari sana karena mereka berjalan di jalur yang berbeda jadi mereka berpisah di jalan persimpangan.


Raya dan Rayhan Langsung pulang ke rumah karena mereka sangat kelelahan walau pun tak melakukan apa apa tapi rasanya mereka sangat capek apa lagi melihat banyak nya para tamu undangan yang terus berdatangan.


"Mas aku sebentar lagi kuliah lagi" ucap Raya.


"Kapan" tanya Rayhan.


"Empat hari lagi mas " ucap Raya.


"Ya tak apa" ucap Rayhan.


"Berarti aku harus cari sekertaris yang baru" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Raya.


"Aku saran kan laki laki mas" ucap Raya.


"Emang kalau wanita bagai mana" tanya Rayhan.


"Boleh cuman jaga jarak saja" ucap Raya.


"Raya aku sudah punya istri cantik aku gak akan tergoda dengan wanita cantik yang lain" ucap Rayhan.


"Ya deh aku percaya" ucap Raya.


Rayhan dan Raya sampai di kediaman Rayhan.


Mereka masuk ke dalam.


"Mas aku akan mandi" ucap Raya.


"Kenapa mandi layani aku dulu" ucap Rayhan.


"Baik lah kau mau apa, kopi" tanya Raya.


"Bukan itu aku mau" ucap Rayhan mengangkat alis nya menggoda Raya.


"Aku mandi dulu mas aku sangat gerah sekarang" ucap Raya.


"Baik lah jangan lama lama" ucap Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya.


Sedangkan di Hotel Delima yang tak lain adalah hotel milik keluarga Hilman Daddy nya Alena.


"Apa Daddy mu tak akan rugi kalau memberikan fasilitas hotel secara cuma cuma" tanya Lukas.


"Kenapa harus rugi bahkan hotel ini saja tak pernah kurang tamu " ucap Alena.


"Oh apa semua yang datang kemari sudah menikah" tanya Lukas.


"Entah lah terkadang banyak orang kaya yang lebih memilih membayar mahal hanya untuk menyewa hotel ini" ucap Alena.


"Ya aku tau orang kaya pasti banyak uang" ucap Lukas.


"Oh ya apa kau pernah menyewa wanita" tanya Alena.


"Pernah hanya satu kali" ucap Lukas.


"Siapa" tanya Alena.


"Ada" ucap Lukas.


"Kau tak mau ngaku" ucap Alena.


"Ya pernah tapi dulu sebelum aku kenal Tuan Rayhan saat sudah kenal aku tak pernah main main lagi dengan wanita bahkan mungkin aku tak pernah pacaran saat bersama dengan tuan Rayhan" ucap Lukas.


"Oh ya" tanya Alena.


"Ya karena tuan Rayhan juga belum pernah pacaran dia hanya sibuk bekerja maka dari itu aku juga keturunan gi la kerja dari nya" ucap Lukas.


"Apa kau kaya" tanya Alena.


"Tidak aku yatim Alena maka dari itu berfikir lah dulu sebelum dekat denganku" ucap Lukas.


"Tapi aku mau dengan mu" ucap Alena.


"Ya terima kasih kau sudah mau pada ku" ucap Lukas.


"Baik lah sekarang apa yang akan kita lakukan" tanya Alena.


"Kau mau apa" tanya Lukas.


"Tak ada" ucap Alen.


"Kau tau aku tak suka pada mu tapi setelah kita dekat aku yakin kau baik hanya saja kau bersembunyi di balik sikap manja mu itu" ucap Lukas.


"Apa sekarang aku de wa sa" tanya Alena.


"Kau lebih bahkan kau sudah bersifat ke ibu ibu an" ucap Lukas.


"Aku mau menikah" ucap Alena.


"Bagus lah menikah saja" ucap Lukas.


"Dengan mu" ucap Alena.


"Hah" ucap Lukas terkejut.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2