Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 74


__ADS_3

Rayhan dengan cepat memakai pakaian,


"Pak Ray mau makan dahulu" tanya Raya.


"Tidak aku buru buru Raya" ucap Rayhan.


"Pak Ray sebentar saja" ucap Raya.


Ide bagus terlintas di benak Rayhan, Rayhan melihat jam dinding yang menggantung di dinding.


"Raya kau benar mau bekerja" tanya Rayhan.


"Tentu saja" ucap Raya.


"Apa gak boleh, kalau gak ada lowongan di perusahaan mu tak apa pak Ray aku akan cari di perusahaan mamah" ucap Raya lagi.


"Baiklah, tapi apa bisa hari ini kamu bekerja, soalnya Jeni keluar jadi perusahaan aku tak punya sekertaris" ucap Rayhan.


"Baiklah ayo" ucap Raya.


"Benarkah apa kau tak kecapean" tanya Rayhan.


"Tentu saja tidak pak Ray" ucap Raya.


"Boleh aku memeluk mu" tanya Rayhan.


Raya heran.


"Kenapa harus ijin, aku istri mu kan" ucap Raya.


Rayhan kemudian memeluk Raya dengan sangat erat, bahkan Rayhan juga mendaratkan banyak kecupan di pipi Raya.


"Katanya terlambat" ucap Raya.


"Aah ya ayo berangkat" ucap Rayhan.


Rayhan melajukan mobilnya menuju perusahaan, sekarang cuaca cukup panas apa lagi sekarang juga sudah mulai sore hari.


Raya menatap pada jendela mobil, dan lagi lagi Raya melihat dari kaca spion kalau ada laki laki yang memperlihatkannya bahkan laki laki itu sedang memakai motor.


"Pak Ray aku yakin laki laki itu mengikuti kita" ucap Raya menunjuk pada kaca spion.


"Ahh mana mungkin dia hanya kang ojeg Raya, kau lihat kan jaketnya" ucap Rayhan.


Saat Raya melihat lagi, Raya terkejut karena laki laki ber jaket hitam yang tadi Raya lihat sekarang adalah bapak bapak kang ojeg.


"Sumpah, tadi aku melihat yang lain bukan dia" ucap Raya.


"Kau salah lihat kali" ucap Rayhan.


"Beneran pak Ray" ucap Raya.


Rayhan mulai merasa curiga pada Raya, bahkan dari raut wajah Raya, Rayhan bisa melihat kalau Raya sangat ketakutan.


Rayhan pun berfikir untuk menyuruh anak buahnya menjaga Raya dari jarak jauh.


"Kamu tenang Raya ada aku" ucap Rayhan.


"Aku hanya takut saja pak" ucap Raya.


Mereka berdua sampai di perusahaan Rayhan, mereka berdua masuk dan berjalan menuju meja tempat sekertaris yang mejanya bersamaan dengan para karyawan yang lain.


"Siang, sekarang Raya istri saya ini akan mengantikan Jeni sebagai sekertaris, aku harap kalian bisa membimbingnya" ucap Rayhan pada seluruh karyawannya.


"Baik tuan" ucap para karyawan.


"Raya itu ruangan ku dan sebelahnya ruangan Lukas, kalau kau butuh sesuatu datang saja kesana" ucap Rayhan menunjuk ruangannya dan ruangan Lukas.


"Ya pak" ucap Raya.


Raya duduk di meja itu dan membuka laptop yang ada disana.


Sedangkan Rayhan sekarang dia berjalan ke arah ruangan Lukas.


"Lukas" ucap Rayhan sambil membukakan pintu ruangan Lukas.


Namun ada hal yang membuat Rayhan terkejut ada Alena juga di dalam sana, tetapi bukan karena itu saja, Lukas dan Alena sekarang sedang berdekatan sangat dekat sekali, bahkan bisa di pastikan kalau Lukas dan Alena sedang paca ran terlihat dari posisi mereka yang sekarang Lukas berada di atas tubuh Alena sedangkan Alena sedang duduk di kursi.


Dengan cepat Rayhan membelakangi Lukas dan Alena.


"Aku memanggil mu ke ruangan aku, selesaikan ini dengan cepat" ucap Rayhan.


"Tuan aku bisa jelaskan" ucap Lukas namun sayang Rayhan sudah pergi.


"Argg Lukas kau menindih aku" ucap Alena marah.


"Ini semua gara gara kau" ucap Lukas.


Flash back onn beberapa menit yang lalu.


Alena datang ke perusahaan Rayhan, entah kenapa Alena sangat rindu pada Rayhan walau pun Alena tau kalau Rayhan pasti tak akan menganggap kehadirannya.


Alena menerobos masuk kedalam dan berbohong ingin bertemu dengan Lukas, saat Alena melihat dari pintu ruangan Rayhan, pintunya di kunci.


Karena sangat ingin bertemu Alena masuk ke dalam ruangan Lukas untuk menanyakan keberadaan Rayhan.


Saat Alena masuk saat itu Lukas sedang makan di meja kerjanya.


"Hey sedang apa kau disini" tanya Lukas ketus.


"Aku mau bertemu tuan mu itu" ucap Alena.


"Tuan menjemput Nona Raya" ucap Lukas.


"Lalu kau sedang apa" tanya Alena.


"Apa kau tak lihat, atau kau memang tak bisa melihat" tanya Lukas.


"Ihh kau menyebalkan" ucap Alena.


Lukas sangat tak suka pada Alena apa lagi saat kemarin kejadian Zia, yang Lukas tau Alena lah yang membuat Zia masuk ke pesantren dan mabuk berat.


Alena duduk di kursi besebrangan dengan kursi yang di duduki Lukas.


"Mau apa" tanya Lukas.


"Aku akan menunggu tuan mu di sini" ucap Alena.

__ADS_1


Namun Lukas yang risih pun hendak menyuruh Alena pergi dari sana, karena saat Lukas berada dengan Alena sudah Lukas pastikan kalau Alena akan banyak bicara dan menganggu konsentrasinya.


"Keluarlah tunggu saja di luar" ucap Lukas yang sekarang sedang berjalan mendekat pada Alena.


Lukas mencekal tangan Alena hendak membawanya keluar dari sana, namun Alena malah menarik tangan Lukas dengan kuat hingga membuat Lukas terjatuh di atas tubuh Alena yang sekarang sedang duduk di kursi.


Mata Mereka saling bertatap, namun tak lama karena kedatangan Rayhan.


Flash back off..


"Pulang lah aku akan ke ruangan tuan" ucap Lukas.


"Euhh kau menyebalkan, aku akan bertemu dengan Rayhan" ucap Alena maksa.


Saat itu Alena keluar dari ruangan Lukas dan menuju ruangan Rayhan sedangkan Lukas mengikutinya dari belakang.


Raya menatap pada wanita cantik yang tak asing itu.


"Apa tadi Alena temannya Zia" gumam Raya yang sekarang sedang melihat berkas.


"Nona ada berkas yang harus tuan tanda tangani" ucap salah satu karyawan.


"Aahh jangan panggil aku Nona, panggil saja aku Raya" ucap Raya.


"Baik" ucapnya.


Raya berjalan ke arah ruangan Rayhan, saat Raya akan masuk kedalam benar saja ada Alena juga di dalam yang sedang memegang tangan Rayhan.


Namun Raya tak berfikiran yang macam macam karena di sana juga ada Lukas.


"Nona anda di sini" tanya Lukas pada Raya.


"Ya aku bekerja sekarang" ucap Raya.


Terlihat oleh Raya kalau saat itu Rayhan melepaskan cengkraman tangan Alena dengan cukup kasar.


"Ada apa Ray" tanya Rayhan pada istrinya itu.


"Pak Ray ada berkas yang harus kamu tanda tangani" ucap Raya.


"Baiklah berikan" ucap Rayhan.


Raya mendekat pada Rayhan, namun mata Raya terus saja menatap pada Alena yang sekarang tengah berdiri di hadapannya.


"Ayolah Rayhan" tanya Alena manja.


"Aku tak tertarik, silahkan pergi" ucap Rayhan ketus.


"Ck apa karena bocah ini" ucap Alena pada Raya.


"Dia istri ku Alena" ucap Rayhan dengan ketus.


"Lagian aku tau Ray kalau pernikahan kalian itu hanya sebuah kompromi" ucap Alena.


"Tapi menurut ku tidak Alena" ucap Rayhan.


"Rayhan jangan Muna fik kau masih suka kan pada ku" ucap Alena.


"Lukas tolong urus dia" titah Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


"Terima kasih pak" ucap Raya yang hendak pergi dari sana namun di tahan oleh Rayhan.


Rayhan bangkit dari duduknya dan mendekat pada Raya, Rayhan memeluk Raya dari belakang.


"Jangan begini pak malu di lihat orang orang" ucap Raya.


"Orang siapa" tanya Rayhan.


Rayhan membalikan posisi Raya, sehingga mereka berdua sekarang saling berhadapan.


Rayhan akan memeluk lagi Raya namun Lukas datang kesana dan repleks saja Raya mendorong Rayhan agar menjauh darinya.


"Tuan saya sudah usir Alena" ucap Lukas.


"Hah bagus" ucap Rayhan.


"Pak saya permisi" ucap Raya yang langsung pergi dari sana.


Lukas langsung duduk bersebrangan dengan Rayhan yang sekarang juga sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Tuan aku bisa jelaskan semuanya" ucap Lukas panik.


"Maksud kamu" tanya Rayhan.


"Masalah tadi, sumpah tuan aku tak melakukan itu pada Alena" ucap Lukas.


"Ck kau ini Lukas bahkan sampai benar terjadi pun aku tak akan melarang mu" ucap Rayhan.


"Tapi benar tuan saya sangat malu" ucap Lukas.


"Simpan malu mu itu Lukas, aku mau bicara pada mu, aku minta maaf" ucap Rayhan.


Lukas langsung heran melihat Rayhan, bahkan Lukas sampai mencubit lengannya sendiri karena tak percaya.


"Hey kau kenapa" tanya Rayhan menatap pada tingkah Lukas yang aneh.


"Tuan kau tak salah bicara" tanya Lukas.


"Salah bagaimana, aku minta maaf pada mu karena aku tak menempati janji pada mu, padahal aku sangat ingin membawa Rega kesana" ucap Rayhan.


"Tak masalah tuan tempat itu masih ada dan kita bisa kapan kapan kesana" ucap Lukas.


"Oh ya ada hal yang harus kau kerjakan Lukas" ucap Rayhan.


"Apa tuan" tanya Lukas.


"Raya merasa kalau ada laki laki yang mengikutinya, coba kau suruh anak buah ku untuk menjaga Raya dari jarak jauh" ucap Rayhan.


"Baik tuan, tapi tuan apa orang itu orang yang sama yang akan menculik Nona saat di penginapan itu" tanya Lukas.


"Ahh ya aku baru tau itu, tapi siapa mereka" ucap Rayhan.


Lukas hanya menggelengkan kepalanya tak tau harus menjawab apa.


"Bo doh sekali aku dulu sudah membunuh mereka karena mereka tak bicara" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Tak apa tuan, aku yakin secepatnya kita akan mengetahui siapa orang itu" ucap Lukas.


"Aku bingung, kenapa harus pada Raya padahal kan aku ada di sini kenapa tak langsung serang aku saja" ucap Rayhan.


"Mungkin mereka takut" ucap Lukas.


"Ya kau benar Lukas" ucap Rayhan.


Sedangkan Raya sekarang bekerja sesuai dengan arahan yang di berikan oleh Lukas di sana karena menjadi sekertasi sangat baru bagi Raya, walau pun di perusahan Bu Ajeng Raya juga sudah belajar namun beda lagi dengan di perusahaan Rayhan.


"Raya, tolong lihat berkas ini dengan teliti, kata tuan Rayhan kamu akan memimpin meeting nantinya" ucap salah satu karyawan.


"Apa bukannya tuan Lukas ya" tanya Raya.


"Tidak pak Lukas akan Tuan Rayhan tugaskan ke pabrik" ucap karyawan.


"Gawat apa yang harus aku lakukan bahkan aku belum pernah meeting" gumam Raya.


"Kapan" tanya Raya lagi.


"Senin" jawabnya.


"Huh aku akan usahakan besok untuk belajar" gumam Raya.


Sampai sore hari Raya bekerja, akhirnya sudah jam pulang juga dan Raya sudah selesai dengan pekerjaannya hanya tinggal meminta tanda tangan dari Rayhan saja.


Raya berjalan menuju ruangan Rayhan.


"Pak Ray, maaf ada berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Raya.


"Bawa kemari" ucap Rayhan.


"Pak Ray pekerjaan aku sudah selesai, jadi aku akan pulang" ucap Raya.


"Kau akan pulang sendirian Raya, ajak aku juga aku juga akan pulang Raya" ucap Rayhan.


"Ya pak Ray kau sangat sensi" ucap Raya.


"Aku suami mu Raya" ucap Rayhan.


"Ya pak Suami" ucap Raya.


"Oh ya apa kamu mau makan di luar" tanya Rayhan.


"Boleh" ucap Raya.


"Baiklah ayo pulang" ucap Rayhan.


"Silahkan tuan putri" ucap Rayhan.


"Kau sangat formal pak" ucap Raya tersenyum malu.


Mereka berdua makan malam di sebuah restauran yang tak jauh dari perusahaan Rayhan, Raya saat ini tengah menikmati makanan yang sudah para pelayan sajikan.


"Raya kerja mu sangat bagus" ucap Rayhan.


"Benar kah" tanya Raya.


"Ya" ucap Rayhan.


Rayhan menikmati makananya, seperti biasa Rayhan akan diam saat sedang makan bersama dengan Raya karena Rayhan harus menjaga image di hadapan istrinya itu.


"Pak Ray, aku sangat bahagia sekali" ucap Raya memulai pembicaraan.


"Bahagia karena apa" tanya Rayhan.


"Aku bahagia karena bisa menikah dengan mu, terima kasih pak Ray sudah mau melindungi ku padahal kau tak kenal pada ku" ucap Raya.


"Ya sama sama" ucap Rayhan.


Setelah makan Rayhan dan Raya pun pulang ke rumah karena hari juga sudah mulai larut malam.


Drtt drtt


📞📞


..."Siapa" tanya Rayhan saat dia sudah mengangkat panggilan dari nomor yang tak dia kenal....


..."Tuan aku Deri anak buah mu, tuan sekarang Markas sedang di mata matai, entah siapa tuan kami belum menemukan pelakunya karena sejak siang orangnya berbeda beda" ucapnya....


..."Apa anggota Blooder lagi" tanya Rayhan....


..."Sepertinya bukan tuan" ucap anak buah Rayhan....


..."Lalu siapa, segera lah cari tau" titah Rayhan....


..."Baik tuan" ucapnya....


📞📞


Rayhan menyimpan kembali ponselnya pada saku celananya,


"Aneh sekali kenapa sekarang banyak sekali yang memata matai ku" gumam Rayhan.


Namun Rayhan ingat sesuatu, Raya cemas karena ada orang yang memata matainya.


"Apa orang itu orang yang sama yang memata matai Raya, ini tak bisa di biarkan" gumam Rayhan.


Rayhan mendekat pada Raya yang sekarang berada di dalam kamarnya.


"Raya seperti apa pakian orang yang memata matai kamu itu" tanya Rayhan.


"pakiannya hitam pak Ray, dia memakai jaket hitam dan memakai masker, aneh bukan kalau memang orang baik baik untuk apa menutupi wajahnya seperti itu, tapi benar pak aku tak berbohong" ucap Raya.


"ya aku percaya, ingat ini baik baik Raya, kalau kamu mau keluar rumah ajak aku ya, atau beri tau aku dulu" ucap Rayhan.


"kenapa" tanya Raya heran.


"gak kenapa kenapa, kamu istri ku dan seorang istri tak boleh keluar rumah kalau suaminya tak mengijinkannya" ucap Rayhan.


"ya pak Ray aku tau itu" ucap Raya.


"baiklah aku akan mandi" ucap Rayhan.


"ya" ucap Raya.


Seperti biasa Raya akan melakukan rutinitasnya, yaitu melaksanakan Sholat lima waktunya, karena Raya malu pada Rayhan jadi Raya melakukannya secara sembunyi sembunyi dari Rayhan.

__ADS_1


Selama menikah Raya selalu Sholat dan itu diam diam, Raya akan Sholat di kamar sebelah karena tak mau Rayhan tersinggung karena Rayhan tak pernah Sholat.


Bersambung...


__ADS_2